Makam Sultan Bolkiah & Permaisuri Puteri Laila Menchanai
Makam Sultan Bolkiah & Permaisuri Puteri Laila Menchanai

Jalanan mulai agak menanjak, berkelok di lereng bukit. Saya hanya duduk terdiam di jok depan samping kemudi. Minggu siang itu begitu lengang. Bahkan kami hanya berpapasan dengan beberapa mobil saja.

“Mas, yang di sebelah kiri ini apa ya?” tanya saya pada mas Juki.

“Ooh, itu makam sultan Brunei yang dulu” jawabnya

“Wah! Serius mas? Ini yang saya cari! Berhenti bentar dong.” saya tersentak kaget.

Lalu nge-rem mendadak…

Makam Sultan Bolkiah 5th Sultan of Brunei Darussalam

Sudah sejak lama, saya punya niat. Kalau suatu hari nanti kesampaian berkunjung ke Brunei Darussalam, saya ingin berziarah ke makam para sultan terdahulu. Dan pada saat akhirnya kesampaian bisa jalan ke Brunei, saya totally clueless. Nggak tahu medan, nggak tahu jalan, dan nggak banyak persiapan sebelumnya.

Nah, dalam kondisi seperti itu, eh… Alhamdulillah malah nggak sengaja ketemu makamnya. Lokasinya di pinggir jalan raya Kota Batu, satu jalur dengan Museum Teknologi Melayu. Tak begitu jauh dari Museum Brunei. Cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum (purple bus dari Pusat Bandar jurusan Muara).

Baca juga: The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam

Saya menyusuri jalan setapak menurun dari susunan batu paving merah yang sudah mulai berlumut. Sepi, tak ada siapapun. Hanya berteman angin lembah yang berhembus menerpa wajah.

Kompleks Makam Sultan Bolkiah Brunei Darussalam

Kompleks Makam Sultan Bolkiah Brunei

Terhampar beberapa makam tua tak bernisan. Hanya susunan bebatuan andesit yang menghitam dimakan jaman. Dari kejauhan tampak cungkup/kubah kecil berwarna keemasan. Itulah makam Sultan Bolkiah, pemimpin kerajaan Brunei ke-5 yang membawa Brunei memasuki masa kejayaan. Wilayah kesultanan Brunei kala itu sampai ke Filipina, keseluruhan pulau Borneo, Sulu, dan pulau-pulau lain.

Saya tertegun sejenak. Berhenti beberapa meter dari makam. Berdiri dalam diam. Mata saya terpejam, menghirup udara dalam-dalam. Masih tidak habis pikir, “Kok bisa ya tiba-tiba saya sampai disini? Sungguh Allah Maha Kuasa!” Kita tidak pernah tahu bagaimana Dia mewujudkan keinginan setiap hamba-NYA. Ajaib.

Di bawah kubah emas kecil itu terdapat sebuah nisan raksasa. Jauh lebih besar dari ukuran nisan pada umumnya. Tingginya sekitar 2 meter kira-kira. Terbuat dari batu pualam putih berhiaskan ukiran kaligrafi huruf-huruf arab klasik nan indah.

Melihat makam Sultan Bolkiah ini, saya bisa membayangkan, beliau adalah sosok yang gagah dan kharismatik. Auranya masih terpancar. Konon, untuk pembuatan nisan makam Sultan Bolkiah ini, kerajaan Brunei sampai mendatangkan ahli khusus dari pulau Jawa pada sekitar awal abad ke 16.

Makam Sultan Bolkiah & Permaisuri Puteri Laila Menchanai

Makam Sultan Bolkiah & Permaisuri Puteri Laila Menchanai

Disamping nisan sang Sultan, terdapat sebuah makam kecil, namun hanya memiliki satu kepala nisan. Menurut buku sejarah Brunei, makam ini adalah makam permaisuri Sultan Bolkiah yang bernama Puteri Laila Menchanai. Mengenai penyebab kematian sultan dan permaisuri pun sampai saat ini masih penuh misteri.

Nah, karena saya bukan ahli sejarah, mengenai kisah lebih lanjut, silakan saja baca buku mengenai sejarah kesultanan Brunei Darussalam. Menarik karena kisahnya agak mirip Romeo & Juliet.

Beberapa pohon bunga kamboja tumbuh di sekitar makam. Menaungi puluhan makam tua yang terletak mengelilingi cungkup makam Sultan Bolkiah. Tidak ada nama, tidak ada keterangan apapun. Mungkin ini adalah makam para keluarga & pejabat kerajaan terdahulu.

Makam Tua Kota Batu Brunei Darussalam

Makam Tua Kota Batu

Usai berdoa sejenak, saya kemudian naik menyusuri jalan paving merah yang tadi saya lalui. Namun sebelum kembali ke mobil, saya berbelok ke kanan. Deretan papan seng menutupi sebuah bangunan tua. Bentuknya mirip-mirip joglo gitu, terbuka dan berundak. Sebuah papan informasi terpampang di depannya:

Situs Tapak Kota Batu Brunei

Situs Tapak Kota Batu Brunei

Ternyata ini adalah situs Tapak Kota Batu 1 (KB 1). Situs kompleks pemakaman kerajaan Brunei kuno. Sudah 3 kali dilakukan penggalian oleh tim arkeologi pada tahun 1986, 1989 dan 1992. Pada penggalian tersebut, ditemukan beberapa batu nisan berukir motif Bunga Air Mulih, tembikar dan kayu-kayu tua yang diperkirakan sebagai penutup liang lahat. Menemukan situs ini antara penasaran pengen eksplorasi, tapi juga takut karena ini tempat yang “special”. Akhirnya saya putuskan hanya mengamati dari luar saja.

Situs Makam Diraja Kota Batu Lama Brunei

Situs Makam Diraja Kota Batu Lama Brunei

Oiya, masih di sekitar Kota Batu ini, ada satu lagi makam diraja, yaitu makam Sultan Sharif Ali atau Sultan Berkat. Beliau adalah sultan Brunei ketiga. namun sayang, karena waktunya mepet, saya nggak sempat mampir ziarah kesini.

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam

Previous article

Wisata Kuliner Bogor: Alasan Jauh-jauh Weekend Escape

Next article

You may also like

20 Comments

  1. Kak …. Berkunjung kemakam nya dapat kuncup emas nya ngak ??? Hahaha. Jadi penasaran berkunjung ke brunei, liat syarikat islam di terapkan hehehe

    1. salut sama kak cumi ini, juara kalau dulu-duluan komentar. etapi kalau situ ke brunei jangan main-main pake kolor doang ya kak, ntar ditangkap polisi diraja syariah hahaha

  2. Sepintas bentuk nisan dan bentuk Situs Makam Diraja Kota Batu Lama Brunei mengingatkan saya pada peninggalan Majapahit di kota Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Tapi Trowulan itu di abad ke-14 s.d. 15 sih.

    1. bisa jadi masih ada pengaruh dari era itu, karena menurut sejarah brunei, batu nisan sultan bolkiah dibuat oleh orang jawa yang didatangkan khusus.

  3. Nggak disangka yah, Mas. niatan yang sebelumnya pernah diinginkan, akhirnya kesampaian juga, dengan cara yang tidak diduga. saya jadi tahu dari fotonya 🙂

    1. iya mas, jaman dulu pas browsing tentang Brunei gak sengaja nemu info tentang makam ini. saya cuma bilang “kalau suatu saat ke brunei, saya pengen ziarah kesini” sambil nunjuk foto-foto di layar monitor. eh sekian tahun kemudian kesampaian deh 🙂

  4. sepertinya aku hrs lbh bnyk browsing objek2 apalagi yg bisa diliat di Brunei :)..

    1. insyaallah semua yang aku kunjungi selama di brunei akan diposting dalam rangkaian #northborneotrip ini mbak, semoga bisa jadi referensi teman2 / pembaca yang akan kesana 🙂

  5. Kayak gini ‘nih yang seru, menemukan destinasi idaman secara nggak sengaja. Btw, serius itu cerita Sultan Brunei dan permaisurinya kayak cerita Romeo Juliet? :O

    1. kalau menurut buku sejarah brunei, kisahnya sultan kelima dan permaisurinya ini emang rada epic. bahkan ada beberapa versi cerita meninggalnya.

  6. khas pemakaman muslim di tanah Kalimantan. tidak ada beda dengan di belahan Indonesia.

    1. yup, masih budaya serumpun

  7. aku nyangkanya makamnya lebih mewah dari itu…ternyata cukup sederhana untuk ukuran Brunei yang kaya raya ya mi 🙂

    1. pada abad 16 dulu, mungkin makam sultan ini sudah sangat mewah mbak. masih tersirat aura kemegahan dari nisannya. kalau sultan-sultan terakhir dimakamkan di kompleks makam diraja brunei yang lain, mewah juga. sayang nggak sempat ziarah kesana kemarin karena waktunya mepet

  8. keren ya makamnya, kapan2 ah ke sana 😉

    1. sebagai pecinta makam kuno, kau harus ke brunei mbak 🙂

  9. Mas Fahmi,
    Boleh share info si Om Juki yg bawa keliling2 Brunei?
    InsyaAllah saya mau kesana bulan NOV ini.
    Terus kemarin nginap di hotel apa?

    Hatur nuhun,
    Ida

    1. replied via email ya mbak ida, i’ll let you know soon setelah ada kabar dari beliau.

  10. Itu pemakaman untuk Keluarga Kerajaan ya Mas? Kalau pemakaman untuk rakyatnya dimana ya????

    1. iya, ini makam sultan brunei yang terdahulu. kalau kompleks makam kerajaan ada di tempat lain, di pusat kota, namanya kubah makam diraja brunei yang memang khusus untuk royal family saja. makam masyarakat brunei banyak juga kok, sama saja dengan di Indonesia.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *