Wisata Muslim di Ho Chi Minh City Vietnam

Setiap destinasi memiliki daya tarik sendiri.

Setiap negara punya ciri khasnya dan setiap orang pasti mempunyai alasan ketika memilih sebuah destinasi.

Ada yang tertarik dengan wisata alamnya, sejarah, sosial-budaya, kuliner, dan lain-lain.

Begitupun saya…

Selama ini, selain tentang daya tariknya, yang menjadi pertimbangan utama ketika memilih destinasi traveling adalah kemudahan untuk menemukan masjid, musholla atau sekedar tempat yang bersih & sepi untuk bisa menjalankan ibadah 5 waktu.

Bukannya saya sok religius, sok suci. Tapi kan memang itulah kewajiban yang melekat sebagai seorang muslim. Dimanapun, kapanpun & bagaimanapun kondisi kita, yang namanya sholat itu wajib. Sepakat?

Halaman Masjid Cholon Ho Chi Minh City
Halaman Masjid Cholon Ho Chi Minh City

Selain pertimbangan tersebut, saya juga agak malas ke tempat-tempat yang susah cari makanan halal. Babi everywhere istilahnya. Traveling kan mau happy-happy. Lha, mau makan aja kok malah jadi ribet. Thats the reason why, selama ini saya belum tertarik untuk menjamah kawasan Asia timur dan sekitarnya.

Jadi selama ini, kalau saya jalan ke tempat-tempat yang agak susah cari makanan halalnya, saya bawa bekal buah apel sekilo dua kilo di tas. Seriusan! Selain cemilan yang sehat, juga kaya akan serat. Bisa buat pengganjal perut sampai nemu makanan halal.

“Ahh kamu nggak seru Mi, masa gara-gara gitu aja kamu nggak mau explore tempat-tempat baru?”

Eits! Masih banyak pilihan destinasi lain juga kan? Hehe… Prinsip kehati-hatian seseorang kan berbeda-beda.

***

Meskipun hanya 3 hari 2 malam di Ho Chi Minh City Vietnam, #TripWithRoyalBrunei kali ini berhasil merubah paradigma saya terhadap Ho Chi Minh City.

Dulu, dalam bayangan saya, kota ini belum begitu maju karena dikuasai pemerintahan komunis, semrawut, banyak sepeda motor, jalanan kotor, tidak ada masjid, sulit mencari makanan halal, dll.

Namun ternyata saya salah. Ho Chi Minh City jalanan kotanya rapi. Lurus dan kotak-kotak khas seperti kota-kota tua di Eropa. Maklum saja dulu bekas jajahan Perancis.

Banyak taman kota dengan pohon yang rindang. Gedung-gedung kunonya pun terawat. Pembangunan gedung-gedung pencakar langit juga mulai marak. Bandaranya bersih. Dan ternyata, kini sedang dibangun jalur MRT di tengah kota. Bahkan diluar dugaan saya, ada banyak masjid dan restoran halal disini. Hamdalah.

Jadi tidak ada lagi kekhawatiran kesulitan mencari tempat sholat dan makanan halal ketika berwisata di Ho Chi Minh City. Penduduknya pun sangat toleran dan saling menghormati perbedaan. Kini mereka sudah lebih siap menyambut kedatangan wisatawan muslim di Saigon.

Baca juga: Cerita toleransi Ramadhan di Vietnam

Berikut beberapa rekomendasi singkat wisata muslim di Ho Chi Minh City Vietnam.

 

Tempat Wisata di Ho Chi Minh City

Semua landmark & tempat wisata di Ho Chi Minh City seperti Reunification Palace, Katerdal Notre Dame, Kantor Pos Saigon, Balai Kota Saigon, Opera House, Pasar Ben Thanh, Museum Perang Vietnam, dll ada di Distrik 1.

Lokasinya tak begitu jauh menurut saya. Jadi kalau mau, bisa ditempuh dengan berjalan kaki keliling kota. Trotoar di pusat kota Ho Chi Minh City pun ramah bagi pejalan kaki. Tapi kalau tidak mau capai, bisa sewa taksi, naik bus umum atau naik ojek.

Yang berada di luar kota hanya Cu Chi Tunnel dan Cao Dai Temple. Untuk destinasi luar kota, saya sarankan ambil paket tour saja agar lebih praktis. Jika jalan sendiri menggunakan transportasi umum, khawatir kendala bahasa dan papan penunjuk jalan yang sebagian besar hanya menggunakan aksara Vietnam.

Ben Thanh Market Ho Chi Minh City
Ben Thanh Market Ho Chi Minh City
Ambassador Chamber Reunification Palace Ho Chi Minh City
Ambassador Chamber Reunification Palace Ho Chi Minh City
Notre Dame Cathedral Ho Chi Minh City
Notre Dame Cathedral Ho Chi Minh City
Central Post Office Ho Chi Minh City
Central Post Office Ho Chi Minh City
War Museum Ho Chi Minh City Vietnam
War Museum Ho Chi Minh City Vietnam

 

Restoran Halal di Ho Chi Minh City

Jalan Nguyen An Ninh

Letaknya di sisi barat pasar Benh Thanh. Terdapat beberapa restoran halal ala Malaysia. Citarasa Melayu yang berpadu dengan Vietnam masih bisa diterima lidah orang Indonesia.

Aneka menu tersedia seperti nasi goreng, mie goreng, kwetiauw, ayam goreng, telur dadar, ikan goreng, sambal dan masih banyak lagi. Harganya pun bervariasi.

Waktu itu (2015) saya icip kwetiauw sapi seharga 90.0000 Dong dan nasi goreng seafood seharga 120.000 Dong per porsi.

 

Jalan Dong Du

Restoran halal disini lebih bervariatif menunya, ada yang ala Melayu, Arab, Turki, dll. Di jalan ini pula terletak Masjid Musulmane atau yang biasa disebut Saigon Central Mosque, masjid terbesar di Ho Chi Minh City.

Restoran Halal di Ho Chi Minh City
Jalan Nguyen An Ninh Ho Chi Minh City
Restoran Halal Di Ho Chi Minh City Vietnam
Restoran halal di dekat Ben Thanh Market Vietnam
Kwetiauw Sapi di Ho Chi Minh City
Kwetiauw Sapi di Ho Chi Minh City

 

Masjid di Ho Chi Minh City

Dari pengamatan saya ketika traveling ke HCMC kemarin, ada sekitar 5 masjid di Ho Chi Minh City.

Diantaranya Masjid Musulman di jalan Dong Du (belakang Sheraton Hotel), Masjid Cholon di jalan Nguyen Trai (dekat pasar besar), dan 3 masjid lainnya di jalan Nguyen Thai Binh, jalan Tran Hung Dao dan jalan Nguyen Van Troi. Kebanyakan masyarakat Vietnam yang memeluk Islam adalah suku Champ.

Masjid Musulmane Wisata Muslim di Ho Chi Minh City Vietnam
Masjid Musulmane Ho Chi Minh City Vietnam
Masjid Cholon Ho Chi Minh City Vietnam
Masjid Cholon Ho Chi Minh City Vietnam

Semoga postingan ini bermanfaat bagi teman-teman yang akan traveling ke Ho Chi Minh City dan membutuhkan informasi makanan halal & tempat beribadah.