Uniknya Kampong Ayer Brunei Darussalam

#NorthBorneoTrip Part 6

Kampong Ayer Water Village Brunei Darussalam
landscape kampong ayer

Deretan panjang rumah-rumah panggung terlihat seperti mengapung diatas air. Tiang-tiang pancangnya tenggelam karena air sedang pasang. Perahu-perahu motor kecil hilir mudik kesana kemari menimbulkan riak gelombang di permukaan air sungai Brunei yang luas ini. Suara hempasan air yang menghantam tiang-tiang penyangga dermaga berpadu dengan deru mesin perahu.

Sementara itu..
Saya masih membisu di pinggir dermaga. Menikmati hembusan angin bumi Borneo. Menikmati tenangnya perut yang sudah berhenti bergejolak usai diisi makan siang.

“Mau lihat uniknya Kampong Ayer Brunei Darussalam nggak?” tanya mas Juki sambil menepuk pundak saya.
“Boleh mas, mumpung sudah sampai disini. Yuk!”

Speed Boat Kampong Ayer Brunei
speed boat menuju Kampong Ayer

Kami lalu memanggil ojek perahu yang ada di seberang dengan tepukan tangan. Saya, istri dan mas Juki kemudian menyeberang ke Kampong Ayer/kampung air. Sebuah perkampungan terapung yang sangat luas diatas sungai Brunei.

Spot pertama yang kami datangi adalah Museum Kampong Ayer. Disini terdapat berbagai macam koleksi benda-benda dan sejarah Kampong Ayer yang menurut data sejarah sudah dihuni sejak ratusan tahun lalu. Kampong Ayer ini unik. Menurut informasi yang saya dapatkan dari museum, ada sekitar 39.000 orang hidup di perkampungan terapung ini. Terbagi dalam 6 distrik administratif, Kampong Ayer memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari sekolah berbagai jenjang pendidikan, masjid, gelanggang olah raga, rumah sakit, toko kelontong dan restoran. Kalau diukur, panjang jembatan kayu yang menghubungkan antar rumah di Kampong Ayer ini sekitar 36 kilometer. Wow! Maka Tidak heran jika kampung ini mendapat julukan sebagai kampung air terbesar di Asia Tenggara. Nah, bagi yang suka wisata budaya & human interest, Kampong Ayer bisa jadi satu pilihan tempat wisata murah di Brunei Darussalam.

Museum Kampong Ayer Brunei Darussalam
Museum Kampong Ayer Brunei
Sekolah Kampong Ayer
Sekolah di Kampong Ayer

Rumah-rumah di Kampong Ayer pun sudah banyak yang direnovasi melalui fasilitas pembiayaan perumahan oleh negara. Hampir semua sudah terpasang AC, TV kabel, internet, air bersih dan berbagai fasilitas rumah tangga lainnya.

Saya pun penasaran. Bagaimana dengan sistem pembuangan limbah rumah tangganya? Apakah langsung dibuang begitu saja di sungai? Nanti mencemari lingkungan dong?. Namun ternyata dugaan saya salah. Limbah rumah tangga dibuang melalui pipa-pipa besar yang tertanam di dasar sungai menuju muara.

Main Congklak di Museum Kampong Ayer
main congklak !

Cukup puas bermain congklak/dakon bersama anak-anak Kampong Ayer di dalam museum, saya kemudian naik ke gardu pandang. Dari sini terlihat jelas hamparan rumah-rumah panggung Kampong Ayer. Di kejauhan nampak kubah emas Istana Nurul Iman yang megah, kediaman utama keluarga Sultan. Terlihat juga kubah calon istana untuk (mantan) isteri ketiga Sultan yang belum selesai dibangun. Tapi menurut cerita penduduk lokal, sepertinya pembangunan istana baru tersebut tidak akan dilanjutkan karena…

ah sudahlah, takut jadi ghibah nanti hehe..

Interior Rumah Kampong Ayer
Interior Rumah Kampong Ayer

Sebuah kehormatan bagi kami karena diperkenankan mampir di rumah Haji Ahmad bin Haji Bujang. Beliau adalah “pak lurah” nya Kampong Ayer. Rumahnya tak jauh dari museum. Cukup berjalan kaki menyusuri lorong jembatan kampung. Meski kampung atas air, namun rumahnya tetap asri, banyak pot tanaman menghiasi halaman yang tak seberapa luasnya.

“Assalamualaikum” kami melempar salam.
“Waalaikumsalam, masuk lah, masuk” sambut sang tuan rumah.

Kami disambut dengan hangat oleh keluarga ini. Mereka memang sudah terbiasa menerima tamu, termasuk para wisatawan yang berkunjung ke kampong ayer ini. Setelah ngobrol sejenak, kami dipersilakan untuk eksplorasi rumah ini. Dipersilakan untuk melihat dan mengamati contoh suasana kehidupan sehari-hari diatas kampung yang terapung ini. Rumah ini dipenuhi dengan hiasan-hiasan khas brunei, gramaphone tua, foto-foto sultan, dan bahkan ada miniatur singgasana untuk berfoto para tamu. Seru! Tak lama disitu, kami mohon diri untuk pamit meneruskan perjalanan.

Water Village Brunei Darussalam
rumah-rumah di kampung air/kampong ayer

Dalam sudut pandang saya, Brunei itu istana sentris. Daya tarik utamanya adalah kerajaan Brunei Darussalam itu sendiri. Maka mumpung saya sudah menginjakkan kaki di Brunei, saya ingin tahu lebih dekat seperti apa seluk beluk negara monarki absolut terkecil di dunia yang gemah ripah ini. Usai berkunjung ke depan gerbang Istana Nurul Iman, mas Juki mengajak kami menyusuri istana-istana lain yang ada di Brunei. Karena ada buanyak istana di Brunei ini. Mulai dari istana sultan, istri-istri sultan, putera mahkota, pangeran-pangeran dan keluarga besar sultan.

Saya sempat menyusuri kawasan Jerudong, dimana banyak istana-istana kecil milik kerabat kerajaan disini. Kawasan ini tertata rapi. Jalan mulus dipayungi pepohonan yang rimbun. Dari pinggir jalan raya hanya terlihat jalan masuk kecil, pintu gerbang dan sebuah pos satpam. Yang tak kalah menarik adalah Istana Darul Hana yang lokasinya tak jauh dari pusat kota. Istana Darul Hana adalah istana lama tempat sultan menghabiskan masa kecilnya. Dahulu kala, Brunei Darussalam hanyalah kerajaan Melayu kecil di ujung Borneo. Hingga suatu saat ditemukan ladang minyak yang akhirnya membawa kemakmuran hingga sekarang ini. Istana Darul Hana inilah saksi bisu kerajaan Brunei Darussalam lama.

Berapakah Rate Hotel di Brunei Darussalam?

Istana Darul Hana Brunei Darussalam
Istana Darul Hana / Istana Lama

Tips:

  • Kita bisa naik ojek perahu dari dermaga depan Mall Yayasan Sultan, Pasar Tamu Kianggeh, ataupun dermaga-dermaga kecil yang ada di sepanjang pinggir sungai Brunei.
  • Tarif jarak dekat biasanya 1 BND per orang, sekali penyeberangan.
  • Ojek perahu bisa juga disewa seharian untuk wisata menyusuri sungai Brunei menuju arah hulu untuk melihat bekantan (kera hidung merah, seperti maskot Dufan) di habitat aslinya. Tarifnya? Harus negosiasi.
  • Masuk ke Museum Kampong Ayer gratis, no admission. Bahkan saya dan para pengunjung lainnya malah diberikan pin “I Love Brunei” secara cuma-cuma oleh petugas sebagai tanda mata.

Bersambung ke #NorthBorneoTrip Part 7

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
32 Responses
  1. Aku mau dong dibangunin istana di sana, hmmm jadi apa yaaa enak ??? Selir sultan ngak mungkin #plak.
    Ternyata banyak yg menarik di brunei, selama ini antipati ama negara ini coz binggung tujuan wisata nya

    1. banyak yang ngerasa begitu juga kak, bahkan aku juga gitu awalnya. “di brunei ada apa sih?”

      tapi setelah di brunei, ngesot sana ngesot sini ternyata nemu juga kok spot-spot wisata menarik. mungkin karena kurang ekspose aja, jadi belum banyak diketahui orang di luar brunie.

      aku doain kak, semoga lolos seleksi selir sultan 😀

    1. rapi di bagian depan. nggak tahu kalau di bagian belakang karena nggak sempat kesana, saking luasnya ini kampung. cuma sayangnya, saya masih melihat banyak sampah plastik mengapung diatas sungai 🙁

    1. coba nginep di kampong ayer Put, mingle dengan masyarakat lokalnya deh, seru! more info tentang pilihan akomodasi di Brunei ada di postingan selanjutnya hehe | *malah promo*

    1. pemukiman kampung air/kampong ayer sudah ada sejak lama kak, semua di atas permukaan sungai brunei. dan lebih unik lagi, dan ribuan orang kampong ayer ini punya mobil yang setiap harinya parkir di sepanjang pinggir sungai brunei di Bandar Seri Begawan. diparkirin gitu aja, tanpa takut ada yang nyolong. secara disini kan aman damai. takut kena hukum syariah kali ya.

  2. Gileeee rumah pak Lurah ada gramaphone nya!!! Jadi kepingin jadi lurah di sana deh >.<
    Sering diremehkan sebagai negara "kecil" ternyata Brunei punya tata kota yang ciamik, bahkan pembuangan sampah di kampung laut pun sudah diperhitungkan masak-masak 🙂

  3. Waaaaaa sukaaaaaakkk!!! Bukan hanya pecinta human interest, tapi juga pecinta sungai! Jadi Kampong Ayer adalah objek wajib kalau gue ke Brunei nanti, ehehe. Pengen malah semalem nginep di situ, kayaknya asik bgt :3

    1. kalau cuma keliling di bandar seri begawan, sehari juga khatam 🙂
      tapi kalau mau beneran explore budaya dan blusukan kemana-mana 3 hari bisa
      kalau kelamaan, takut bosen karena sepi kotanya hehe

      oiya, kayanya kak deb bakal suka kalau nginep di The Empire deh, keceh!

  4. ainun

    Wisata kesana spt wisata ke kalimantan ya. Eh tp emang satu pulau sih sama borneo. Bangunannya nggak jauh2 bentuknya spt d kalimantan.

  5. Meidi

    Eh? ada congklak juga di Brunei?

    Di Brunei, kalo malem-malem gitu gampang cari makan ga sih kak? *maklum saya kan gagal tuh ke Brunei tahun ini* hahahahah

    1. ada Mei, culturenya sama lah kaya kita. mainan anak aku lihat mirip Indonesia kok. kalau mau cari makan malam-malam di pusat kota relatif gampang kok. ada Tamu Selera namanya, pusat kuliner malam murah meriah, lokasinya nggak jauh dari Royal Regalia Building & Radisson Hotel. contohnya nasi goreng, kwetiauw gitu cuma 1 $ BND

  6. Ini yg akhirnya bikin sy putar haluan jd fokus jualan paket tour brunei, biar bs bolak balik ke Brunei, biaf sering2 mkn ambuyat bikinan bu haji jalil di kampung ayer… Pdh dulu males bgt buka trip Brunei 😂

    1. Senangnya bisa bolak balik ke Brunei Darussalam untuk ajak orang jalan kesana. So far gimana kesan dari peserta paket tour ke Brunei nya mbak Hasti? Pada senang dengan Brunei atau banyak yang merasa sepi disana?

  7. Berarti sistem Sanitasi nya udah bagus ya bang?, karena udah terkoneksi ke setiap rumah, dan dialirkan ke satu sistem terpusat, begitu ya kira-kira?

    Saya baru baca artikelnya bang Fahmi mengenai kampung Ayer ini, saat salah satu TV Swasta di Indonesia meliput destinasi ini.

Leave a Reply