Tips membuat Paspor Online

Tips Membuat Paspor

Kebanyakan orang awam masih takut dengan urusan keimigrasian. Kali ini, saya sekedar ingin berbagi pengalaman saat membuat paspor di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Siapa tahu ada yang ingin mengurus pembuatan paspor, dengan artikel ini bisa bermanfaat. Prosesnya cukup mudah dan simpel, asal kita tahu prosedurnya.

Baca juga: Tips Membuat Paspor Online Anak

Syarat untuk membuat paspor

Berikut beberapa syarat dokumen yang harus kamu siapkan terlebih dahulu untuk membuat paspor, diantaranya:

  1. Formulir permohonan pembuatan passport dari Kantor Imigrasi
  2. KTP asli & fotocopy
  3. KK asli & fotocopy
  4. Ijazah / Akte Lahir asli & fotocopy (pilih salah satu)
  5. Akta nikah asli & fotocopy (apabila sudah menikah)
  6. Surat keterangan dari perusahaan (bagi karyawan swasta)

 

Prosedur pembuatan paspor

Nah, kalau persyaratannya sudah lengkap, kamu tinggal datang ke Kantor Imigrasi terdekat dengan membawa semua dokumen.

  1. Beli formulir pengajuan permohonan pembuatan passport di loket yang telah disediakan.

    The question is, why do we have to buy?Seharusnya untuk dokumen publik seperti paspor, KTP, SIM, dan lainnya pemerintah menyediakannya dengan gratis, bukan?

  2. Isi formulir dengan lengkap dan lampirkan dokumen pendukungnya
  3. Antre pemanggilan di loket pendaftaran
  4. Serahkan formulir & dokumen di loket pendaftaran untuk di verifikasi
  5. Setelah lolos verifikasi, petugas akan memberikan tanda terima dokumen & diminta datang lagi ke kantor Imigrasi beberapa hari kemudian untuk foto dan interview. Lamanya tergantung jumlah antrian pemohon.
  6. Kedatangan kedua, final checking data diri, make sure ya..
  7. Antri di kasir untuk pembayaran pembuatan passport. Tenang, pelayanan kantor Imigrasi sudah semakin baik dengan penerapan good governance. Tidak ada lagi pungli, jadi anda hanya perlu membayar sejumlah uang sesuai dengan tarif dalam peraturan perundangan yang berlaku.
  8. Kemudian antri untuk foto diri. Pastikan anda sudah merapikan diri sebelum berhadapan dengan kamera petugas. Dan maaf, foto paspor tidak boleh narsis pastinya. (apa jadinya kalo foto paspor ala ala cherrybelle? haha)
  9. Lanjut dengan proses interview. Don’t worry, ini tidak setegang yang anda bayangkan seperti interview dengan calon Bos untuk mencari pekerjaan atau interview dengan calon mertua untk mendapatkan anak gadisnya hahaha. Petugas biasanya hanya menanyakan 1-2 pertanyaan terkait maksud pembuatan passport dan destinasi kunjungannya.
    So, be calm & confident.
  10. Anda akan diminta datang lagi beberapa hari kemudian. Lamanya masih tergantung jumlah antrian pemohon
  11. Kedatangan ketiga, hanya untuk mengambil paspor kita yang sudah jadi, dengan menunjukkan tanda terima yang sebelumnya sudah diberikan petugas.
  12. Paspor anda siap untuk “dinodai” dengan cap-cap unik dari negara yang kamu kunjungi.

Baca juga: Ingin Mendapatkan Banyak Cap Paspor Dalam Sehari? Lewati Rute Ini!

 

Tips membuat paspor

  • Untuk lebih mempercepat proses di Imigrasi, silakan manfaatkan layanan antrian paspor online di website Imigrasi.
  • Siapkan scan dokumen pendukung untuk kemudian di upload via website tersebut. Setelah selesai, anda akan mendapatkan tanda bukti & nomor seri pengajuan. Lampirkan tanda bukti tersebut ketika menyerahkan berkas untuk pertama kalinya.
  • Pastikan penulisan data diri dalam dokumen-dokumen tersebut tertulis sama dan benar. Contoh yang sering terjadi, perbedaan penulisan nama seperti Sisca & Siska, Rudy & Rudi, dll.Apabila itu terjadi sebaiknya anda perbaiki dulu dokumen pendukung tersebut ke Instansi terkait. Kalau nekad? Siap-siap saja pengajuan paspor kamu ditolak/ditunda.
  • Saran saya, kalau tidak terburu buru pergi dan tidak mau antri panjaaaaaaang, buatlah paspor di bulan puasa/ramadhan. Tidak banyak pemohon di waktu-waktu ini. (ini tips dari petugas imigrasinya, dan saya sudah buktikan, beneran ga antri)
  • Peak season pembuatan paspor adalah bulan-bulan sebelum puasa/ramadhan karena sedang ada pembuatan paspor para calon jama’ah haji dan bulan-bulan sebelum tahun ajaran baru karena biasanya banyak kalangan akademisi yang membuat/memperpanjang paspor untuk kepentingan beasiswa/urusan akademis.
  • Apabila (sialnya) masih bertemu dengan oknum nakal/calo dan kamu tidak mau mengeluarkan banyak uang, bilang saja dengan tegas bahwa kamu ingin mengurus paspor sendiri.
Written by
Fahmi Anhar