Tips Membuat Paspor Online Anak

Membuat Paspor Online Anak

Beberapa waktu lalu, saya mengurus perpanjangan paspor di kantor imigrasi karena sudah hampir habis masa berlakunya. Enam bulan sebelum tanggal masa berlaku berakhir, paspor sudah tidak dapat digunakan untuk traveling keluar negeri. Untuk mempermudah urusan administrasi, saya memilih untuk apply perpanjangan paspor online via website. Jadi tinggal datang untuk verifikasi dokumen dan foto. Praktis.

Begitu sampai di rumah dan melihat si kecil, tiba-tiba terlintas di pikiran saya, “ini bocah, kenapa nggak sekalian aja dibuatin paspor yak?”

Secara kan ya, bapaknya kerja jadi buruh di luar kota, jadi agak repot kalau harus bolak-balik ijin meninggalkan kantor ataupun mengambil cuti. Jadi saya rasa tidak ada salahnya sekalian saya buatkan paspornya.

Membayangkan berurusan dengan birokrasi di negeri ini saja sudah malas, apalagi ketika bersinggungan langsung. Tak jarang kita menemui hal-hal yang sebenarnya mudah malah dipersulit. Atau ada pula hal-hal yang bisa diproses dengan cepat, namun jadi lama dan berbelit-belit.

Tapi ternyata, anggapan saya tersebut salah besar. Kami diterima dengan baik oleh para petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 Surakarta. Birokrasi disini praktis dan lancar. Yang unik, ketika pagi sebelum antrian dimulai, pemohon yang sudah ambil antrian ditertibkan kemudian nomor dibagi ulang. Setelah semua duduk rapi di ruang tunggu, petugas customer service imigrasi menyampaikan runtutan tata cara pengurusan paspor di Kanim Surakarta menggunakan pengeras suara. Mana pembukaannya pake acara berdoa bersama segala haha. Ya bagus lah.

Website Imigrasi Paspor Online
interface website imigrasi untuk pendaftaran paspor online

Jadi bagaimana alur pembuatan paspor online anak? Berikut alurnya menurut pengalaman saya mengurus di Kantor Imigrasi Kelas 1 Surakarta.

  • Jika ingin apply paspor online, buka website imigrasi di link ini untuk mengisi pra permohonan. Pastikan semua dokumen sudah disiapkan agar tidak ribet mencari-cari lagi ketika mengisi form paspor online.
  • Pastikan jaringan stabil, sehingga tidak muncul error. Ikuti saja semua step yang ada disitu. Mulai dari pengisian data diri, pembayaran, hingga print bukti pendaftaran paspor online.
  • Pilih kantor imigrasi terdekat dengan domisili
  • Jika sudah apply via online, datanglah sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jika belum, saya sarankan datang pagi agar tidak terkena antrian panjang. Saat ini Kantor Imigrasi Surakarta sudah tidak menerapkan sistem kuota per harinya, namun sistem time limit. Pengambilan antrian dibatasi hanya sampai jam 10.00 WIB.
  • Secara garis besar, antrian terbagi menjadi  4 yaitu umum (permohonan langsung), online, sakit-hamil-anak dan WNA. Tinggal pilih mana yang sesuai. Kebetulan karena saya membuatkan paspor anak, maka ada antrian khusus dan lebih diutamakan. Semacam fast track gitu lah.
  • Untuk membuat paspor anak, dokumen yang dibutuhkan antara lain: Akta lahir anak, buku nikah orang tua (salah satu), KTP kedua orang tua, kartu keluarga (pastikan nama anak sudah tercantum), paspor kedua orang tua (jika ada), dan surat pernyataan orang tua bermaterai. Daripada bingung membuat sendiri, kita bisa membelinya di koperasi kantor imigrasi. Biasanya tersedia.
  • Bawa semua dokumen asli tersebut. Jangan lupa fotocopy masing-masing 1 lembar. Untuk KTP fotocopy diperbesar 75%
  • Petugas customer service akan mengecek dan verifikasi semua dokumen. Jika dinyatakan sudah lengkap, petugas akan memberikan map berisi dokumen kita, lalu akan diberikan nomor antrian dan dipersilakan masuk ruang foto dan wawancara.
  • Santai saja ketika foto dan wawancara dengan petugas imigrasi. Ini bukan interogasi.
  • Saran saya bikin paspor setelah sang anak bisa duduk, atau minimal berusia 6 bulan.
  • Pakai baju rapi selain warna putih.
  • Jangan lupa bawa pulpen! Penting untuk mengisi form.
  • Jika mengajukan pembuatan paspor secara langsung (belum secara online), setelah foto & wawancara kita akan diberikan form permohonan pembuatan paspor oleh petugas imigrasi. Form tersebut digunakan untuk pembayaran ke Bank BNI atau via ATM BNI.
  • Bukti pembayaran paspor dari Bank BNI tersebut yang digunakan untuk mengambil paspor beberapa hari setelahnya. Biasanya 3 hari kerja setelah foto, paspor baru dapat diambil.

Secara garis besar, seperti itulah proses pembuatan paspor online anak. Namun bisa jadi ada sedikit perbedaan proses, alur dan suasana di daerah lain. Karena berdasarkan informasi dari petugas, kantor imigrasi di setiap daerah memiliki kebijakan masing-masing.

Demikian sekilas sharing mengenai pembuatan paspor anak. Semoga bermanfaat. Happy traveling!

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
29 Responses
  1. helenamantra

    lha..sama, baru aja kelar nulis tentang membuat paspor anak.
    sekarang imigrasi udah enak ya, simple dengan apply online dan tarifnya jelas.

      1. Ama

        Info yang menarik mas. Tp dulu saya bikin pasport thn 2012 sudah mudah seperti yg mas tulis. Jadi sebelum revolusi mental ada.hehe

  2. Jujurnya blm prnh bikin pasport sendiri mas.. selalu nitip temen yg kerjanya di imigrasi :D.. lbh mahal memang, tp kmrn2 itu kita sibuk ama kantor soalnya, jd ga bisa ambil cuti utk bikin sndiri.. tp berhubung lg cuti maternity nih, aku kepikiran sesekali mw coba perpanjang pasportku sendiri 🙂 biar hemat juga :D.. kalo anak pertama sih udh punya pasport, nah si bayi ini lg bingung mw dibikinin ato ga ya ….

    1. late reply. sudah jadi perpanjang paspor mbak? saran dari orang imigrasinya, kalau mau bikin paspor anak setelah usia diatas 6 bulan atau setelah si bayi bisa duduk sendiri ketika difoto.

      kecuali kalau urgent harus segera dibuatkan paspor untuk perjalanan ke luar negeri, lain lagi sih ceritanya 🙂

  3. Waktu masih kerja di Istana, sebenernya bisa lewat “jalur khusus” untuk perpanjang paspor, cuma aku tetep memilih ngantri ala “rakyat jelata”. Capek, tapi gapapa.. pembuktian bahwa birokrasi bukan lagi satu momok…
    🙂

  4. Sekarang pembuatan passport sudah lebih enak yaa. Masukin data online juga bisa langsung sekali nggak perlu diulang-ulang kayak jaman pertama dulu.

  5. Biaya buat paspor anak berapa, mas? Aku baru tahu anak juga harus bikin paspor. Punya impian ajak keponakan dan keluarga inti jalan-jalan ke luar, biar mereka juga merasakan apa yang dialami om-nya ini 😀

    1. biaya paspor anak sama dengan paspor dewasa, Rp. 355.000,- sengaja nggak aku tulis di postingan karena tarif/harga/biaya nggak timeless, suka berubah kan.

      anak juga wajib dibuatkan paspor, meski masih bayi. kan paspor sebagai identitras diri kita kalau ke luar negeri. gih, bikin paspor buat keponakannya, trus ajak jalan ke luar negeri, seru pastinya!

  6. Zulfan Helmi

    Kalau petugas petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 Banda Aceh suka resek. Birokrasi disini dipersulit dan yang punya pangkat bisa lewat jalur tikus.
    Postingannya bermanfaat banget, anaknya bakal kayak ayahnya juga suka jalan2 ni pasti karena udah punya passport :p

  7. honey yadillah

    Mas, kemaren kan saya bikin paspor pake ktp orang tua, paspornya masih berlaku sampai 2019, tapi k kalau sebelum 2019 saya sudah 17 tahun, apakah paspor tsb maaih bisa saya gunakan atau harus sayaa a buat ulang dengan ktp saya pribadi ya? Mohon infonya mas thanks

Leave a Reply