Dibalik Kemegahan Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi

Kolam Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi

Pagi itu kami berkendara menempuh perjalanan darat sejauh 130 kilometer dari Dubai menuju Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab. Bukan untuk piknik, melainkan karena ada urusan penting terkait dokumen yang tidak bisa diselesaikan oleh kantor Konsulat Jenderal Indonesia di Dubai. Jadi mau tidak mau harus datang ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi.

Saya mengira urusan birokrasi selalu saja ribet. Namun diluar dugaan, staff KBRI di Abu Dhabi cukup kooperatif dan sigap membantu urusan warganya sehingga urusan kami pun cepat selesai hari itu juga. Alhamdulillah.

Sudah jauh-jauh sampai sini, sayang rasanya kalau langsung pulang lagi ke Dubai. Jadi, usai dari KBRI, kami lalu mampir ke Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi, salah satu ikon Uni Emirat Arab yang masyhur akan kemegahannya itu.

Kolam Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Masjid dikelilingi kolam

Read moreDibalik Kemegahan Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi

Terdampar Di Fujairah

Yoga Pose Di Depan Benteng Fujairah

Tujuh tahun lebih saya masuk ke dunia kerja. Menikmati peran sebagai mas-mas kantoran dalam drama kehidupan. Demi pekerjaan, dituntut harus selalu memperhatikan penampilan. Padahal gaji bulanannya juga hanya berumur semingguan. Ruang geraknya pun tak sepadan, hanya sebuah kubikel sempit di ujung ruangan yang penuh dengan tumpukan laporan.

Terbayang kan? Bagaimana rasanya menjalani rutinitas yang menjemukan? *sigh*

Kubikel Kantor
ilustrasi kubikel kantor. bagusan ini sih daripada kubikelku hehe.

Read moreTerdampar Di Fujairah

Ingin Mendapatkan Banyak Cap Paspor Dalam Sehari? Lewati Rute Ini!

Cap Paspor Brunei Darussalam

Motivasi traveling setiap orang berbeda-beda. Tergantung pada kepribadian, tujuan, waktu perjalanan, budget dan masih banyak aspek lain yang mempengaruhinya. Ada yang ingin sekedar refreshing, ekplorasi tempat baru, mencari jati diri, melihat festival, wisata kuliner, dll.

Seperti perjalanan yang saya lakukan pada Mei 2014 silam. Sudah sangat udzur untuk diceritakan memang. Tapi it’s ok lah, informasinya bersifat timeless, jadi masih relevan untuk diceritakan. Rute perjalanan ini menjadi salah satu yang paling berkesan dalam episode pelarian-pelarian saya dari kubikel kantor yang sempit. Tujuan traveling kala itu cuma satu, keluar sejenak dari rutinitas sehari-hari.

Read moreIngin Mendapatkan Banyak Cap Paspor Dalam Sehari? Lewati Rute Ini!

Review Hotel Novotel Semarang

In Balance Spa Hotel Novotel Semarang
Paragon Mall Semarang
view dari kamar hotel Novotel Semarang sisi timur

“Silakan welcome drinknya Pak Fahmi.”

Tiba-tiba segelas orange juice dingin berbalut senyuman hangat penuh keramahan terhidang di meja receptionist sembari saya melakukan proses cek in di Hotel Novotel Semarang. Cuaca panas siang itu langsung luruh dalam segelas keramahan yang saya dapatkan. Terlepas dari anggapan bahwa “memang begitulah” standar treatment di hospitality industry, namun saya sangat menghargai sambutan yang diberikan oleh pihak hotel kepada para tamunya. Istilah Jawanya, “nguwongke wong”.

Read moreReview Hotel Novotel Semarang

Catatan Buruh Migran – Pamitan Simbah

Catatan Buruh Migran – Pamitan Simbah

Part 3

Jumatan Dengan Si Kecil

Lantunan qiro’ah terdengar membahana di seluruh penjuru desa dari pelantang menara masjid. Tanda shalat Jumat akan segera dimulai. Saya mengendap masuk kamar untuk mengambil peci dan bergegas berangkat ke masjid.

Tiba-tiba…

“Ayah, Ais mau ikut ke masjid”

Fariz kecil yg sedari tadi tertidur pulas, rupanya terbangun karena suara derit engsel pintu kamar yang kurang minyak pelumas.

“Tapi janji, di masjid jangan rewel ya dek, duduk anteng dengerin khotbah sama ayah”

Dia hanya mengangguk pelan meski saya yakin dia juga belum tahu betul khotbah itu apa. Tatapannya sayu karena masih mengantuk. Saya kemudian menggendongnya begitu saja, dan begitu sampai teras rumah,

“Ayah, mau pakai sarung!” protesnya.

Yawla ni bocah, baru umur 2 tahun 4 bulan tapi kok ya ngerti detail apa maunya. Dia bersikukuh nggak mau pakai sarung kecil miliknya. Maunya punya ayahnya, dilipat jadi dua!

Read moreCatatan Buruh Migran – Pamitan Simbah

Catatan Buruh Migran – Sebuah Jawaban

Catatan Buruh Migran – Sebuah Jawaban

Part 2

Meski interview kemarin berjalan relatif lancar, namun saya masih kurang percaya diri dengan hasilnya. Ah… nasi sudah menjadi bubur bro! Nggak akan bisa diulang juga wawancaranya. Tidak ada kesempatan kedua pun.

Kini tinggal berserah diri. At least, I’ve tried my best. Lillahita’ala saja. Ikhtiar selanjutnya ya berdoa. Menyerahkan diri sepenuhnya kepada yang Maha Kuasa dalam sujud-sujud panjang menghadapNYA.

“Ya Allah, jika memang ini jalan terbaik yang Engkau berikan, maka mudahkanlah. Namun jika ini bukan jalan yang terbaik bagi hamba sekeluarga, maka tunjukkanlah jalan yang lain yang terbaik. Bimbinglah setiap langkah kami agar selalu dalam keridhoanMU.”

Begitulah doa penutup yang saya panjatkan.

Read moreCatatan Buruh Migran – Sebuah Jawaban