Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei Darussalam
Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei Darussalam
Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei Darussalam

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei Darussalam

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah memiliki ketertarikan khusus terhadap negara Brunei Darussalam. Negeri kaya minyak di utara pulau Borneo ini seolah menyimpan berjuta misteri dibalik sistem monarki pemerintahannya. Ya, saya pribadi selalu merasa penasaran dengan hal-hal yang berbau kerajaan. Agak aneh memang, saya merasa Brunei Darussalam adalah negara kedua saya setelah Indonesia. Bukan berarti saya nggak nasionalis, tapi ini semata karena persepsi saya terhadap kehidupan di Brunei yang sepertinya bisa balance antara urusan dunia & akhirat. Begitu.

Duh, berat ye openingnya haha…

Anyway, medio 2014 lalu saya berkesempatan menginjakkan kaki di negerinya Sultan Hassanal Bolkiah ini dalam rangka trip bulan madu bersama istri. Meskipun sudah berkeliling ke berbagai tempat wisata di Brunei seperti Kampong Ayer, Pasar Tamu Kianggeh, Museum Teknologi Melayu, Royal Regalia Museum, Empire Hotel, dll namun belum puas rasanya.

Hingga sebuah kejutan spesial datang. Saya mendapatkan undangan dari Royal Brunei Airlines untuk menikmati suasana Ramadhan di Brunei Darussalam tahun ini! Alhamdulillah!

“Fahmi, puasa-puasa kok ngetrip. Nggak enak dong.” Kata seorang teman.

Semua kembali ke pribadi masing-masing, bagaimana cara dia menikmati sebuah perjalanan. Betul?

Cobaan puasa pertama pada perjalanan kali ini adalah aroma wangi makanan yang dihidangkan para flight attendant Royal Brunei Airlines yang menyeruak ke seisi kabin ketika flight CGK-BWN. Matahari masih bersinar terik di luar jendela pesawat sana, saya hanya bisa sabar sambil menunggu pramugari mengantarkan jatah makan saya yang dibungkus untuk take away.

Begitu landing di airport, setelah melewati proses imigrasi saya sudah disambut oleh Pak Haji Bahrin dari Freme Travel Brunei dengan membawa sebuah papan bertuliskan nama saya. Jadi berasa artis hihihi.

Lalu apa saja yang saya lakukan untuk menikmati suasana Ramadhan di Brunei Darussalam?

Berbuka Puasa Bersama Warga Lokal

Salah satu tradisi masyarakat Brunei Darussalam ketika bulan Ramadhan adalah berbuka puasa bersama keluarga di luar rumah. Seperti halnya sore itu, jalanan di sekitar Orchid Garden Hotel tempat saya menginap selama di Brunei yang terletak di Simpang 32 Jalan Stadium macet karena antrian mobil menuju ke bazaar Ramadhan di samping stadion utama.

Ramadhan di Brunei Darussalam

Kemacetan di sekitar stadion utama Brunei menjelang berbuka puasa

Suasana di restoran Orchid Garden Hotel sore itu juga tak kalah hebohnya. Semua meja sudah full booked oleh tamu. Adzan masih sekitar 20 menit lagi, tapi para tamu hotel yang sebagian besar adalah keluarga lokal ini sudah antri mengambil aneka menu berbuka di meja buffet. Semuanya tampak ceria dan antusias, sementara saya hanya bisa duduk bengong menunggu antrian lega sambil kebingungan mau berbuka puasa dengan menu yang mana.

LHA GIMANA, BANYAK BANGET PILIHANNYA! Hahaha.

ENAK-ENAK SEMUA PULA. Hahaha.

*lalu istigfar*

Menu Takjil Orchid Garden Hotel Brunei

Menu Takjil Orchid Garden Hotel Brunei

Murtabak di Orchid Garden Hotel Brunei

Murtabak di Orchid Garden Hotel Brunei

Tarawih di Masjid Jame’ Asr Haasanil Bolkiah

Bagi saya, ini adalah sebuah keajaiban dari doa lirih yang terkabul. Betapa tidak? Mei 2014 lalu, usai shalat magrib di Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah ini, saya melantunkan doa. Hanya dibatin.

“Ya Allah, terima kasih telah kau kabulkan keinginan hamba yang sudah lama terpendam untuk bisa ikut shalat berjamaah di masjid indah ini. Andai saja Engkau meridhoi, kelak saya bisa diberi kesempatan lagi untuk bisa bersujud kepadaMu disini dalam majlis subuh, jumat atau tarawih. Aammiin.”

Mungkin ada malaikat yang melintas saat itu, ikut mengamini dan doa saya diijabah. Dikabulkan satu tahun kemudian… Subhanallah…

Saya pun tenggelam dalam merdunya rangkaian lantunan ayat-ayat Al Quran yang dibaca oleh sang imam besar. 23 rakaat tarawih dan witir menjadi tidak terasa lama.

Tarawih di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei

Tarawih di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah

Interior Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah

Ziarah ke Kubah Makam Diraja Brunei

Kompleks pemakaman Diraja Brunei Darussalam ini masih terletak di pusat kota. Disini disemayamkan para sultan terdahulu dan kerabat dekat kerajaan. Yang berada di dalam kubah utama adalah makam ayahanda Sultan Hassanal Bolkiah yaitu Sultan Omar Ali Saifuddien III, makam Sultan ke 27, Sultan Ahmad Tajuddin, Sultan ke 26, Sultan Muhammad Jamalul Alam II dan sultan ke 25, Sultan Hashim Jalilul Alam Awamaddin. Sedangkan di bagian luar, ada 5 makam para sultan lainnya. Mengenai Kubah Makam Diraja Brunei akan saya ceritakan di postingan tersendiri agar lebih detail.

Kubah Makam Diraja Brunei Darussalam

Kubah Makam Diraja Brunei Darussalam

Ziarah ke Makam Sultan Sharif Ali di Kampong Kota Batu

Beliau adalah Sultan ke-3 dari dinasti kerajaan Brunei yang memerintah sekitar tahun 1426-1432 masehi. Dikenal juga dengan Sultan Berkat. Makam ini terletak diantara Museum Brunei dan makam Sultan Bolkiah, Sultan ke-3.

Makam Sultan Syarif Ali Brunei

Makam Sultan Syarif Ali Brunei

Gallery Pameran Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah

Tak lupa saya juga mampir ke museum mushaf Al Quran dimana tersimpan banyak koleksi pribadi Al Quran milik kerajaan. Selain itu disini tersimpan replika pedang Nabi Muhammad, dua buah kiswah pintu Ka’bah hibah dari kerajaan Arab Saudi, aneka tasbih, tongkat milik sultan, kereta kencana, bedug raksasa dari Palembang dan masih banyak lagi.

Di bagian depan, sedang dibangun gedung baru perluasan kompleks Balai Pameran Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah. Direncanakan proyek ini akan rampung pada 9 Februari 2017.

Kereta Kencana Brunei

Kereta Kencana

Last but not least…

Istana Nurul Iman

Selama bulan Ramadhan, setiap hari pihak istana menyelenggarakan acara tadarus Al Quran bersama para tamu undangan dan masyarakat umum. Acara dilaksanakan malam hari seusai shalat tarawih dan kuotanya dibatasi 500 orang saja. Jadi siapa cepat dia dapat.

Para jama’ah tadarus berkumpul di lapangan bawah kompleks istana lama. Setelah dilakukan pemeriksaan kemanan, barulah mereka diangkut menggunakan bus khusus memasuki Istana Nurul Iman. Sayang saya terlambat mengetahui informasi ini. Jika memiliki waktu stay di Brunei lebih lama, saya ingin ikut serta dalam hajatan ini.

Istana Nurul Iman baru akan dibuka untuk umum lagi pada hari raya Idul Fitri hari ke 2,3 dan 4 ketika sultan, permaisuri dan kerabat dekat kerajaan mengadakan open house.

Cek Promo Hotel Di Brunei Darussalam

Security Check Istana Nurul Iman

Security check Istana Nurul Iman sebelum tadarus Ramadhan

Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

Sebuah perjalanan yang menyenangkan. Bisa dibilang ini adalah traveling edisi syariah. Memperkaya wawasan, memperkaya jiwa. Terima kasih kepada Maskapai Diraja Brunei, Royal Brunei Airlines untuk #TripWithRoyalBrunei sehingga saya bisa menikmati suasana Ramadhan di Brunei Darussalam yang menyenangkan. 🙂

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Giveaway Ramadhan The Sunan Hotel Solo

Previous article

Menyusuri Jejak Sejarah Cu Chi Tunnel Vietnam

Next article

You may also like

35 Comments

  1. Tak patuuut buka postingan ini saat puasa haha. Masjidnya keren banget, semoga kelak berkesempatan solat di sana 🙂

    1. aamiin omnduut, semoga segera kesampaian sholat di masjid-masjid indah di Brunei Darussalam ini 🙂

    1. terima kasih 🙂

  2. Wah seru banget pengalamannya. Oiya bener ga sih kalo pramugari di Brunei Darussalam semuanya memakai jilbab?

    1. seragam pramugari Royal Brunei Airlines menggunakan jilbab semua. tertutup namun tetap bisa lincah ketika bekerja di kabin

  3. Hahhhhh, brunei bisa macet juga toh??? :D.. Pas aku ksana itu jalanan udh kyk sirkuit balap saking sepinya ;p
    akupun pgn bgt solat di mesjid2 sana mas… mesjid yg 1 nya, omar ali, ga solat di sana jg? sejuuuuk ya… khusuk dah solat di sana… ga bkl kepanasan

    1. macet di brunei hanya pada jam-jam tertentu mbak, pagi ketika mengantar anak sekolah, siang ketika menjemput anak sekolah dan jam pulang kantor, plus ketika musim tertentu seperti menjelang berbuka puasa misalnya.

      ke brunei kemarin hanya transit 1 hari mbak, jadi nggak sempat sholat di masjid Omar Ali Saifuddien, tapi dulu sudah pernah kok 🙂

  4. kayaknya abang lebih berat share jalan2nya daripada nuansa ramadhan disana :/ bikin liputan khusus dong

    1. hehe iya, sengaja postingan ini sharing highlight place to visit during ramadhan in brunei. mungkin jadi inspirasi bikin itinerary kalau ke brunei pas bulan puasa

  5. mas fahmi yopi mau ikutlah ke situ ingin jelang jelong ke luar negeri…biar bisa bikin blog bagus,

    1. hehe kriteria blog yang bagus bukan dari destinasinya kok, mau domestik atau mancanegara bagus semua kalau kita bisa mengolahnya dengan menarik. ayo! semangat yopi! 😀

  6. Masjidnya keren! Aku juga mau nganterin temen sholat di sana *halah*

    1. Kalau aku pengen… nyuil emas yang bertebaran dimana-mana Nug hahaha | *lalu disekap polisi*

  7. Wah daridulu pengen sekali ke Brunei, semoga taun ini bisa kesana dan coba solat di mesjid diatas itu, keren dan khusyuk kayaknya 🙂

    1. aamiin, semoga segera kesampaian traveling ke Brunei Darussalam dan shalat di masjid-masjidnya yang kece!

  8. Terima kasih postingannya, foto-fotonya menarik hati terutama masakan berbukanya hehe…

    1. Ayo mbak Sarah, main ke Brunei icip-icip kulinernya 😀

  9. Keren dan menarik setiap postingannya kak…. salah satu panutan dalam ngeblog 🙂

    1. terima kasih, salam kenal Tiara 🙂

  10. seru banget takjilnya! <3

    1. sampai bingung mau makan yang mana hahaha

  11. mas Fahmi…subhanallah selamat ya…mas mau tanya donk saya tiba di brunai pagi sebaiknya ke masjid ini pagi hari or malam? terima kasih krn kalau malam saya lihat kubah emas nya nampak berkilau 🙂

    1. baik pagi maupun malam, punya sensasi yang berbeda mbak. sama-sama bagus dengan beda nuansa. asal jangan siang aja, panas 🙂

  12. seronoknyeee,,,, pengen juga rasain suasana ramadhan di luar negeri, apalagi negeri yang dikenal sebagai negera muslim. pengen rasain budaya masyarakat disana menjalani puasa, taraweh dan lain lain. Mudah-mudahan kesampaian…

    1. aamiin, semoga kesampaian. terasa sekali suasana ramadhan di brunei darussalam, bisa lebih khusyu’ beribadah 🙂

  13. Masjidnya cantik banget, pasti kak fahmi betah banget di sana ya.

    1. betah banget kak! saya CINTA Brunei Darussalam 😀

  14. Assalamu’alaikum mas, kalau info rental mobil bisa bantu ga? utk 8 orang planning ramadhan ntr mw ksana, jzkllah 🙂

    1. Waalaikumsalam mbak Cici, coba email ke Haji Bahrin gbahrin@hotmail.com beliau yang sudah mengantarkan saya keliling Brunei pada 2015 lalu saat famtrip bersama Royal Brunei. Bilang saja tahu kontaknya dari Fahmi Indonesia. Have fun!

  15. apakah kedai makan juga tetap buka di siang hari?

    1. seingat saya nggak ada yang buka di siang hari mas, mulainya sore ketika bazar ramadhan

  16. assalam En. Fahmi, insyaAllah Ramadhan menjelang tiba, kami sekeluarga ingat menyambut Ramadhan di Brunei darul salam. sedang mencari tempat penginapan selama sebulan lebih disana. kami berbesar hari sekira En. Fahmi bole tolong rekomen tempat. mungkin pondok, atau penginapan yang berpatutan harga nya, berdekatan masjid. berbuka bersahur pun di masjid juga. terima kasih.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *