Wreck Diving di Pulau Menjangan Kecil

Penunggu Bawah Laut Pulau Menjangan Kecil Karimun

Birunya hamparan laut berpadu dengan cerahnya langit pagi di cakrawala. Ombak pun begitu tenang tak menampakkan riaknya. Sebuah hari yang sempurna untuk berlayar di perairan Karimun Jawa.

Mata saya sesekali terpejam dalam buaian semilir angin yang berhembus di haluan kapal. Lantunan tembang lawas ‘Pure Shores’ milik All Saints mengalun sendu dibalik earphone. Ditemani secangkir kopi, sejenak saya mencoba melupakan segala urusan dunia.

Dalam rangkaian liburan ke Kepulauan Karimun Jawa, saya dan teman-teman memilih berlayar menuju pulau Menjangan Kecil yang letaknya tak begitu jauh dari pulau utama.

Pulau Menjangan Kecil Karimun Jawa

Pulau kecil yang sering dijadikan spot snorkeling para wisatawan ini ternyata menyimpan sebuah misteri. Dibalik lebatnya vegetasi terumbu karang disini, ada ‘Sang Penunggu’ lautan yang sudah sekian lama bersemayan di dunia gelap bawah sana.

Pulau Menjangan Kecil pernah menjadi saksi bisu tenggelamnya sebuah Kapal Layar Motor (KLM) pada tahun 2007 silam.

Diving di Karimunjawa

Nahkoda perlahan mengurangi laju kapalnya ketika memasuki perairan dangkal di sekitar pulau Menjangan Kecil. Kondisi perairan disini cukup jernih. Dari permukaan laut, saya melihat ada sekelebat bayangan hitam besar di bawah kapal kami. Dialah sang penunggu laut kawasan ini.

Deg! Hati saya mulai berdegup kencang.

“Kita sudah sampai di titik penyelaman. Ini adalah wreck dive. Kalian akan dibagi dalam 2 team. Sekarang pakai alat selam masing-masing dan turun bersama buddy-nya. Stay safe!” Kata Pak Mus instruktur menyelam kami.

Ini adalah pertama kalinya saya menyelam di spot kapal karam. Sensasinya jauh berbeda jika dibandingkan dengan menyelam di spot biasa. Lebih menegangkan! Sempat terbayang adegan-adegan film tentang hantu laut yang bergentayangan di reruntuhan kapal karam membuat saya jadi ragu. Ikut turun, atau tidak? Namun akhirnya …

“Byurrrr!” lompat dari kapal.

Tubuh ini perlahan mulai tenggelam ke dasar lautan seiring dengan kosongnya udara di BCD/rompi selam. Suasana mendadak sunyi, hanya suara gelembung udara yang terdengar. Melayang-layang di dunia antah berantah. Hidup kami bergantung pada alat selam yang dipakai. Saya merasa begitu kecil di hadapan-NYA.

Wreck Diving di Pulau Menjangan Kecil
Wreck Diving KLM Masa Indah

Adrenalin semakin memuncak ketika mencapai kedalaman sekitar 10 meter. Haluan kapal karam mulai terlihat sementara badan kapal menghunjam ke dasar lautan. Kontur titik penyelaman ini berupa slope atau tebing. Kapal karam dengan posisi nyaris vertikal. Kami menyelam dengan tenang, seolah-olah berjingkat pelan agar tidak ‘membangunkan’ kapal karam yang masih terlelap dalam tidur panjangnya.

Jarak pandang penyelaman sekitar 10 meter. Kami lalu turun ke kedalaman 15 meter, eksplorasi lambung dan badan kapal. Meski tak lagi utuh, namun masih cukup bagus. Terlihat sisa-sisa muatan genting masih berserakan. Beberapa tempat sudah ditumbuhi soft coral dan menjadi rumpon ikan. Saya lalu terbayang kapal kayu raksasa yang biasa dilihat di pelabuhan Tanjung Emas ataupun Sunda Kelapa Jakarta. Mungkin seperti itulah bentuk aslinya.

Soft Coral di Wreck Diving Karimun
Soft Coral di Wreck Diving

Wreck Diving di Karimun Jawa

Menurut catatan Kementrian Perhubungan, Kapal Layar Motor Masa Indah ini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Sampit Kalimantan pada 1 September 2007 dengan membawa muatan seperti genting, besi, pipa, kasur, dan lain-lain. Namun setelah sekitar 24 jam pelayaran, cuaca memburuk. Gelombang pasang setinggi 2 meter menghantam kapal sehingga mengakibatkan haluan kapal bocor.

Untuk menghindari kapal karam, nahkoda memutuskan untuk menepi ke perairan dangkal terdekat di Pulau Menjangan Kecil Karimun Jawa. Upaya penambalan oleh para ABK tidak berhasil karena terhempas gelombang pasang. Akhirnya kapal kayu dengan panjang sekitar 22 meter dengan berat tonase 88 grosston tersebut karam ketika proses evakuasi berlangsung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tak terasa 30 menit sudah kami berada di dalam air. Cadangan udara di tabung pun sudah semakin menipis. Belum puas rasanya, namun mau tidak mau kami harus segera naik ke permukaan secara perlahan.

Sunset di dermaga Karimunjawa
Sunset di dermaga Karimunjawa

Baca juga: Tips Wisata Ke Karimunjawa

Pengalaman menyelam di Karimunjawa kali ini cukup berkesan. Spot kapal karam di pulau Menjangan Kecil berada di kedalaman yang relatif mudah dijangkau bagi penyelam pemula seperti saya. Masih ada beberapa spot menyelam di Karimun Jawa yang juga ingin saya sambangi di lain waktu. Semoga! — Nov 2015

Written by
Fahmi Anhar