Halo, salam dari Dubai! Menjawab pertanyaan dari beberapa teman baik yang disampaikan melalui media sosial, whatsapp maupun blog tentang persiapan perjalanan dan kegalauan mau jalan sendiri atau ikut paket tour Dubai, maka daripada capek ngetik whatsapp berkali-kali jawab dengan jawaban sama, mending sekalian saya bikin blogpost aja.

Banyak diantara teman-teman ingin mengetahui seperti apa gambaran trasportasi publik di Dubai, seberapa mudah aksesnya ke tempat wisata di Dubai, berapa ongkosnya dan seringkali berakhir dengan pertanyaan :

“Fahmi kalau mau kesana, mending solo traveling atau ikutan paket tour Dubai sih?”

Nih ya, Dubai itu relatif kecil. Hampir seluruh area dapat dijangkau dengan trasportasi publik. Asal tahu rute yang akan dituju, maka khalas ! Gampang mau kemana-mana sebenernya.

Berikut beberapa moda transportasi publik di Dubai.

 

Dubai Metro

Diresmikan pertama kali pada 9 September 2009 jam 9 lebih 9 menit oleh Shaikh Mohammad bi Rashid Al Maktoum, Ruler of Dubai. Saat ini ada dua jalur yang aktif, yaitu Red Line yang menghubungkan Rashidiya hingga Jebel Ali dan Green Line yang menghubungkan Creek di Al Jaddaf hingga Etisalat station di area Al Qusais.

Dalam rangka persiapan Dubai Expo 2020, maka pemerintah juga sedang membangun Route 2020 yang akan menghubungkan Al Nakheel Harbour & Tower sampai ke kawasan Expo 2020. Kalau tidak salah, sudah hampir selesai. Dalam data blueprint Dubai Metro, di masa mendatang akan ada Purple Line dan Blue Line yang menjangkau kawasan pedalaman.

Dubai Metro merupakan moda transportasi utama. Selain karena cepat, nyaman dan murah juga karena efesiensi waktu. Dikendalikan secara computerized, membuat Dubai Metro relatif minim gangguan. Jika ingin naik, penumpang pun cukup tap Nol Card, semacam kartu pintar untuk segala moda transportasi yang bisa kita top up.

Tarifnya mengikuti zonasi. Jika kita bepergian hanya dalam 1 zona, maka cukup bayar 3 Dirham sekali jalan. Lewat 2 zona dikenakan 5 Dirham dan 3 zona bayar 7,5 Dirham saja. Untuk turis, bisa ambil tiket sekali jalan di vending machine atau beli 7 days pass di counter.

Dubai Metro akan sangat padat pada jam berangkat kantor & pulang kantor. Jika butuh info lebih lanjut tentang Dubai Metro, samperin aja karyawan berseragam RTA di setiap stasiun.

Dubai Tram

Moda transportasi ini hanya ada di kawasan Dubai Marina dan Jumeirah Beach Residence namun tetap terintegrasi dengan Dubai Metro. Bentuknya modern tram, bukan yang jadul macam di San Francisco atau Istanbul.

RTA Bus

Bus menjadi feeder dan penyambung Dubai Metro. Sekali naik kereta, maka kita berhak gratis sekali tap naik bus. Ada yang model single bus, omnibus atau bus gandeng dan ada juga double decker bus atau bus tingkat. Untuk rute kawasan padat biasanya dilewati bus gandeng, dan untuk rute relatif jauh macam Dubai – Sharjah atau Dubai – Ajman menggunakan bus tingkat.

Dubai Ferry

Bentuknya bukan macam kapal ferry nya PELNI gitu sih, tapi lebih ke Yacht yang digunakan untuk trasportasi umum. Hanya terdapat di kawasan pesisir atau creek saja. Untuk kamu yang akan berwisata ke Dubai, saya sangat merekomendasikan rute Al Gubaiba ke Dubai Marina atau sebaliknya. Rute ini akan memberikan pengalaman seru karena kita bisa melihat deretan gedung pencakar langit Dubai dari tengah laut. Selain itu kita juga bisa melihat Burj Al Arab hotel bintang tujuh dan Atlantis The Palm, sebuah hotel mewah di ujung The Palm Jumeirah.

Perjalanan ditempuh selama kurang dari 2 jam. Tiketnya seharga 50 Dirham sekali jalan. Berikut videonya.

 

Dubai Water Taxi

Rasanya cukup jarang yang menggunakan water taxi ini karena akses dan rute hanya di sekitar creek saja. Sedangkan mobilisasi warga mayoritas di sekitar jalur Dubai Metro. Namun jika kamu ingin mencoba, tidak ada salahnya juga.

Baca juga: Referensi Wisata Di Dubai Gratis

Dubai Abra

Nah ini dia, transportasi favorit saya sepanjang masa haha! Abra adalah perahu kayu berkapasitas 20 orang yang beroperasi di sekitar Creek yang menghubungkan antara Al Sabkha station ke Old Souk (Pasar Lama) ataupun dari Old Souk ke Gold Souk.

Kenapa favorit? Karena di kawasan inilah seringkali saya menghabiskan waktu akhir pekan. Menyatu dengan warga lokal di pasar tradisional, jajan pisang goreng sembari menyesap secangkir chai hangat di pinggir kanal melihat kapal lalu lalang ketika menunggu matahari tenggelam, Subhanallah nikmatnya.

Abra merupakan moda transportasi kuno yang masih dilestarikan oleh pemerintah Dubai di tengah modernisasi tata kota. Kita cukup membayar 1 Dirham atau sekitar Rp. 4.000,- sekali menyeberang. Waktu favorit penyeberangan adalah menjelang sunset ketika musim dingin dimana pada saat itu akan banyak burung camar yang beterbangan diatas kanal berpesta menyantap ikan-ikan kecil.

Di kawasan ini, kita bisa explore kawasan bersejarah Al Fahidi, Al Gubaiba dan Al Seef, sebuah tempat hangout baru bernuansa Dubai kuno nan instragramable.

Baca Juga: Jastip Saffron Iran Dari Dubai Souk

Dubai Taxi

Jangan salah, taksi disini resmi dibawah Road & Transport Authority Dubai. Mayoritas mobil yang digunakan adalah Toyota Camry Hybrid, Hyundai Elantra dan Toyota Innova rakitan Indonesia. Tarif argometernya jelas, nggak ada yang nakal disini, jadi aman-aman saja. Malahan, tersedia juga Pink Taxi khusus wanita.

Uber & Careem

Moda transportasi berbasis aplikasi macam Uber dan Careem juga ada. Namun antusias disini tidak semasif di Indonesia karena layanan transportasi publik sudah sangat baik. Persaingan layanan dan harga dengan taksi pun selevel. Jadi ya so-so. Jadi, dapat mobil mevvah macam Genesis adalah hal biasa

Baca juga: Berapa Gaji Bekerja Di Dubai

Jadi mending jalan sendiri atau ikut paket tour Dubai?

Kembali lagi, tergantung kamu. Berapa hari waktu yang ada untuk explore? Jika hanya transit namun ingin lihat banyak tempat, mungkin bisa ikut paket tour Dubai. Namun jika waktunya cukup dan memang berniat explore tempat wisata Dubai ya saya sarankan untuk jalan sendiri menggunakan moda trasportasi publik yang ada.

Sepengalaman saya selama tinggal disini, transportasi publik di Dubai dapat diandalkan. Baik dari aspek coverage area, timing, biaya dan efesiensi. Bus-bus disini termonitor oleh GPS yang secara real time memberikan data lokasi, waktu ketibaan dan keberangkatan kepada server pusat RTA. Kita dapat memantau rute dan jadwal melalui Google Maps, aplikasi Wojhati ataupun aplikasi S’hail.

Kalaupun memang ingin ikut paket tour Dubai, ada juga kok orang Indonesia yang tinggal disini dan berprofesi sebagai tour guide. Atau teman-teman bisa juga beli paket tour via online macam Klook, Groupon ataupun dari agen travel terpercaya.

Baca juga: Sensasi Dubai Desert Safari

Hati-hati kena denda!

Ada bermacam larangan ketika kita menggunakan transportasi publik. Seperti misalnya dilarang makan, minum dan mengunyah permen karet selama naik Dubai Metro maupun bus. Harus selalu tap in dan tap out. Tidak menyalahgunakan tombol panic button di kereta maupun stasiun, Menyeberang jalan di zebra cross, dan masih banyak lagi. Besaran dendanya pun beragam, dari 100 Dirham sampai ribuan. Kapan-kapan saya bahas di postingan tersendiri deh.

Ingat, CCTV ada dimana-mana di Dubai. Maka berhati-hatilah jika tidak ingin Dirhammu melayang sia-sia.

Lebih lanjut sila cek website RTA disini.

Jika masih ada pertanyaan, just let me know!

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Dubai Miracle Garden, Taman Bunga Terluas Di Dunia

Previous article

Perayaan ASEAN Cultural Day Di Dubai

Next article

You may also like

2 Comments

  1. ….ada juga kok orang Indonesia yang tinggal disini dan berprofesi sebagai tour guide….

    mohon info kontak (hp/wa/email) orang Indonesia yg berprofesi tour guide di Dubai ?

    Terimakasih
    27-AGU-2019

  2. Wahh ternyata ada banyak banget transportasi yang bisa dipakai buat muter-muter Dubai ya mas.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *