Museum Teknologi Melayu Brunei Darussalam

Kali ini saya akan mengulas tempat-tempat wisata yang saya kunjungi selama di Brunei Darussalam. Semoga bisa jadi tambahan informasi bagi teman-teman yang akan kesana. Mengingat banyak juga pertanyaan yang saya terima. Rata-rata pada penasaran dengan kondisi salah satu negara terkecil di dunia di utara Borneo ini.

Hmmm… memang benar sih, tidak banyak spot wisata disini. Lebih banyak museum, museum dan museum. Meskipun terkesan membosankan, namun tidak ada salahnya kalau menyempatkan diri mampir ke museum-museum di Brunei ini. Toh, kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayar tiket masuk museum, karena semua museum yang ada di Bandar Seri Begawan ini… GRATIS. No entrance fee! No admission!

Informasi Malay Technology Museum Brunei
Papan Informasi

Oke, museum yang pertama kali saya sambangi adalah Malay Technology Museum, atau Museum Teknologi Melayu. Jangan bayangkan museum ini seperti Museum IPTEK di TMII Jakarta atau Museum Puspa IPTEK Bandung. Atau Taman Pintar Yogyakarta sekalipun. Hehehe. Why? Kenapa? Karena meskipun menggunakan embel-embel “teknologi” isinya jauh berbeda.

Museum Teknologi Melayu terletak di jalan simpang 482, pinggir Sungai Brunei, daerah Kota Batu, sekitar 6 Km dari Pusat Bandar. Dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit menggunakan Purple Bus no 39 jurusan Muara. Museum ini diresmikan oleh Sultan pada 29 Februari 1988 dan gedungnya merupakan hibah dari Shell Group.

Masuk di lobby utama, kita akan disambut dengan deretan baju adat dan kain tenun khas Brunei yang cantik. Mulai dari baju rakyat, baju keluarga kerajaan, baju pangeran, sampai baju yang dipakai sultan. Silakan menemeui makcik-makcik petugas museum dan isi buku tamu juga di meja resepsionis, biar eksis!

Kain Tenun Khas Brunei Darussalam
Kain Tenun Khas Brunei Darussalam
Pakaian Nasional Brunei Darussalam
Pakaian Nasional Brunei Darussalam
Isi Museum Teknologi Brunei Darussalam — Miniatur Rumah Kampong Ayer Brunei
Miniatur Rumah Kampong Ayer

Baca juga: Uniknya Kampong Ayer Brunei Darussalam

Pada dasarnya, Malay Technology Museum Brunei ini banyak menampilkan diorama sejarah peradaban Brunei masa lalu. Terbagi dalam 3 ruang display utama, yaitu:

  • Ruangan yang berisi diorama miniatur rumah-rumah di Kampong Ayer / kampung air pada akhir abad ke 19 dan awal abad 20
  • Ruangan yang berisi diorama miniatur aktifitas warga Kampong Ayer jaman dulu seperti membuat perahu, menenun, menjala ikan, membuat atap rumah, dan aktifitas pandai emas, besi dan perak.
  • Ruangan yang berisi diorama miniatur rumah dan aktifitas masyarakat yang tinggal di daratan, seperti suku Kadayan Dusun dan Dayak yang lain.
Interior Malay Technology Museum Brunei
Interior Museum Teknologi Melayu Brunei

Masih satu jalur dengan Malay Technology Museum di pinggir jalan raya Kota Batu, ada Museum Brunei, museum terbesar milik negara kecil ini. Museum Brunei berisi koleksi Al-Quran, aneka kebudayaan tradisional Brunei, sejarah dan teknologi minyak bumi di Brunei, dll. Namun sayang, ketika saya kesana, museum ini sedang dalam proses renovasi, jadi saya tidak bisa masuk. Hanya sempat foto bangunannya dari depan.

Museum Brunei
Museum Brunei