Tiket Masuk Cu Chi Tunnel Vietnam

Menyusuri Jejak Sejarah Cu Chi Tunnel Vietnam

Tiket Masuk Cu Chi Tunnel Vietnam
Tiket Masuk Cu Chi Tunnel Vietnam

Deretan pohon karet berjajar rapi di sepanjang jalan. Selintas, beberapa penyadap terlihat sedang asyik berjalan diantara pepohonan untuk mengambil getah karet yang sudah terkumpul di wadah. Saya buka jendela mobil sebelah kiri. Angin segar masuk, membaur dengan dinginnya semprotan air conditioner.

“Kita sudah hampir sampai.” Seru mas Bon, yang duduk di kursi depan. Dia adalah guide lokal yang sudah fasih berbahasa Indonesia dari Dong Travel Vietnam.

Benar saja, mobil lalu berbelok ke kanan, memasuki area parkir luas yang sudah dipenuhi bus pariwisata dan mobil-mobil yang mengantar para wisatawan. Kebanyakan dari mancanegara.

“Selamat datang ke Cu Chi Tunnel, Fahmi. Kita wisata sejarah hari ini. Oke?” sapanya ceria.

Saya yang masih agak jetlag dan kurang tidur hanya bisa menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis. Nyawa belum terkumpul sempurna.

Bagaimana tidak?! Sehari sebelumnya, saya menempuh rangkaian penerbangan paling epic yang pernah saya jalani.

Berangkat dari rumah di Magelang jam 4 subuh. Mengejar flight pertama dari Jogja ke Jakarta jam 6 pagi. Sempat delay 40 menit, akhirnya landing di Halim Perdanakusuma jam 8. Lalu ketika harus melanjutkan perjalanan darat menuju bandara Soekarno Hatta, saya mendapati kenyataan pahit bahwa… airport shuttle DAMRI rute HLP-CGK PP sudah berhenti beroperasi sejak awal Juni. Dhuarrr!

*naik sapu terbang ke CGK*

Siangnya, perjalanan dilanjutkan menuju ke Saigon, Vietnam menggunakan Royal Brunei Airlines BI-736. Sempat lontang-lantung transit selama 1 jam di Bandar Seri Begawan. Untungnya renovasi Brunei International Airport sudah selesai. Sekarang fasilitasnya sudah lengkap dan jauh lebih nyaman. Penerbangan dilanjutkan dengan BI-383 menuju Than Son Nhat International Airport Vietnam. Akhirnya landing di Saigon pukul 20.30. Sukses jetlag dengan 3 connecting flight via 5 bandara.

Sahur di Magelang, Subuh di Jogja, Dhuhur di Cengkareng, Ashar di Brunei, buka puasa di pesawat, Tarawih di Vietnam. EPIC!

OK, kembali ke laptop!

Inilah sekelumit cerita saya menyusuri jejak sejarah Cu Chi Tunnel Vietnam.

Mr Bon dari Dong Travel Vietnam
Mr Bon dari Dong Travel Vietnam

“Di kawasan inilah pernah terjadi pertempuran bersejarah antara Viet Cong melawan tentara Amerika pada sekitar tahun 1955-1975. Dan sepanjang sejarah Amerika, baru pada perang Vietnam inilah mereka mengalami kekalahan.” Bon mengawali ceritanya.

Setelah membeli tiket masuk seharga 110.000 Dong, kami berjalan memasuki lorong panjang seperti underpass. Lembab. Disini saya mulai merasakan aura yang berbeda. Langkah demi langkah membuat adrenalin saya mulai terpacu. Rasa penasaran semakin menjadi ketika saya melihat rumah-rumahan beratap rumbia sebagai penutup pintu masuk terowongan-terowongan yang ada di bawah tanah.

“Itu salah satu pintu masuk terowongan. Dibawah tanah yang sedang kita injak ini, ada ratusan labirin yang mengular panjang. Bukan hanya di komplek hutan ini, tapi sampai kampung-kampung tetangga. Konon panjangnya mencapai 250 KM. Di dalam ada 3 tingkatan terowongan, ruangan untuk makan, rapat, tidur, bahkan untuk berkelahi pun ada.”

Saya cuma bisa melongo mendengar penjelasan Mas Bon. Tidak terbayang bagaimana proses pembuatan terowongannya, perang gerilyanya, hingga cara hidup di bawah tanah masayarakat Vietnam yang kala itu sedang dibawah tekanan tentara musuh. Sekilas kawasan ini hanya seperti hutan biasa, namun ternyata Cu Chi Tunnel adalah simbol kebanggaan perjuangan revolusi rakyat Vietnam.

“How do they breathe, Bon?” tanya saya kepo. Membayangkan saja sudah megap-megap.

“Come here!”

Dia mengajak saya maju beberapa langkah menyusuri jalan setapak diantara lebatnya pepohonan.

“Kamu lihat gundukan tanah ini? Ya, inilah ventilasinya. Fresh air flew through this hole.”

Saya manggut-manggut sambil membayangkan kalau tiba-tiba saja ular kobra masuk ke lubang-lubang ventilasi tersebut. Apa jadinya orang-orang yang hidup di dalam coba?

“Ketika perang, kawasan ini termasuk free shoots. Siapa saja boleh ditembak, termasuk wanita dan anak-anak. Tentara Amerika juga menyerbu Cu Chi Tunnel menggunakan tank, dan menghujani kawasan Cu Chi dengan bom. Tapi gerilyawan Viet Cong tak kalah akal. Mereka juga memasang berbagai macam jebakan mematikan. Seperti ini contohnya.”

Jebakan Viet Cong di Cu Chi Tunnel Vietnam
Jebakan Viet Cong di Cu Chi Tunnel Vietnam
Bom Crater Cu Chi Tunnel Vietnam
Kawah Bekas Bom di Cu Chi Tunnel

Wajar saja jika para tentara Amerika desperate menghadapi gerilyawan Viet Cong. Lha jebakan betmen-nya serem banget! Besi-besi tajam berkarat ditanam di bawah tanah dan siap menghunjam siapa saja yang salah langkah.

Cu Chi Tunnel dibagi menjadi 2 area yaitu Ben Duoc Tunnel dan Ben Dinh Tunnel. Disini kita juga bisa mencoba latihan menembak dengan peluru tajam, belanja aneka souvenir, melihat pembuatan rice paper, minuman tradisional dan blusukan ke terowongan bawah tanah seperti yang saya lakukan berikut ini:


Transportasi menuju Cu Chi Tunnel:

  • Naik bus nomor 13 dari Ben Thanh Market di pusat Ho Chi Minh City menuju terminal bus Cu Chi. Lalu ganti dengan bus nomor 79 jurusan Cu Chi Tunnel.
  • Naik bus nomor 94 dari Cho Lon Coach Station di pusat Ho Chi Minh City menuju terminal bus Cu Chi. Lalu ganti dengan bus nomor 79 jurusan Cu Chi Tunnel.
  • Biaya dengan transportasi umum di Vietnam termasuk murah, tapi sedikit ribet karena tidak banyak yang berbahasa Inggris aktif. Selain itu papan petunjuk dan tulisan-tulisan menggunakan huruf lokal.
  • Kalau nggak mau ribet, bisa dengan naik taksi. Kata warga lokal, ongkosnya sekitar 600.000 Dong.
  • Kalau nggak mau ribet lagi, ikut paket tour saja. Ada banyak pilihan half day tour, one day tour, dll.

Tips Berkunjung ke Cu Chi Tunnel

  • Pilih waktu yang tepat, jangan saat musim hujan kalau ingin merasakan cuaca cerah. April-September biasanya musim hujan. Tapi kalau ingin merasakan sensasi yang berbeda, ingin basah-basahan di hutan, it’s oke. Tinggal bawa mantel saja.
  • Pakai baju/kaos lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk dan serangga.
  • Bawa lotion anti nyamuk juga baik sebagai tindakan preventif.
  • Silakan bawa bekal air minum secukupnya. Berjalan kaki keliling hutan cukup membuat tenggorokan kering. Tapi ingat, JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!
  • Lama tour di Cu Chi Tunnel sekitar 1-2 jam, silakan manage waktu & tenaga dengan baik.
  • Bagi yang punya Claustrophobia, mendingan nggak usah coba-coba masuk ke bawah Cu Chi Tunnel deh, daripada pingsan di bawah kan repot.
  • Tidak disarankan membeli souvenir dari selongsong peluru dan sebangsanya. Meskipun bentuknya unik, harganya terjangkau, tapi kalau nggak mau berurusan dengan petugas security & imigrasi bandara, mending nggak usah beli deh. Iya kan?

Cheap Flights To Vietnam

Have a nice trip!

Bersambung #TripWithRoyalBrunei

Written by
Fahmi Anhar