Follow Us On

Dibalik Kemegahan Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi

11Kolam Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi

Pagi itu kami berkendara menempuh perjalanan darat sejauh 130 kilometer dari Dubai menuju Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab. Bukan untuk piknik, melainkan karena ada urusan penting terkait dokumen yang tidak bisa diselesaikan oleh kantor Konsulat Jenderal Indonesia di Dubai. Jadi mau tidak mau harus datang ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi.

Saya mengira urusan birokrasi selalu saja ribet. Namun diluar dugaan, staff KBRI di Abu Dhabi cukup kooperatif dan sigap membantu urusan warganya sehingga urusan kami pun cepat selesai hari itu juga. Alhamdulillah.

Sudah jauh-jauh sampai sini, sayang rasanya kalau langsung pulang lagi ke Dubai. Jadi, usai dari KBRI, kami lalu mampir ke Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi, salah satu ikon Uni Emirat Arab yang masyhur akan kemegahannya itu.

Kolam Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Masjid dikelilingi kolam

Mobil kami pun memasuki area parkir masjid. Hati saya berdegup kencang ketika melihat kubah-kubah pualam yang bekilat diterpa mentari. Di sekelilingnya terdapat menara-menara tinggi menjulang yang menantang langit. Sejenak tertegun di parkiran. Ada perasaan gamang untuk melangkah kedepan. Benarkah yang saya lihat ini?

Terus terang, selama ini hanya ada dalam angan saya untuk bisa menginjakkan kaki di masjid kebanggaan para Emirati ini. Saking penasarannya, foto hasil browsing dari internat seringkali saya jadikan wallpaper komputer kantor. Eh tanpa disangka, setelah sekian tahun impian itu jadi kenyataan. Akhirnya saya bisa berkunjung ke Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi.

Masjid Sheikh Zayed Terletak di jalan Sheikh Rashid Bin Saeed, Abu Dhabi. Relatif cukup jauh sih kalau dari pusat kota. Masjid ini dirancang oleh arsitek Yusef Abdelki untuk mengabadikan nama Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan sang pendiri negara Uni Emirat Arab. Gaya arsitekturalnya mengadopsi perpaduan Mughal (India, Pakistan, Bangladesh) dan Moor (Maroko). Pada akhir 2007, masjid Sheikh Zayed mulai dibuka untuk umum.

Pilars Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Pilar masjid berhiaskan mozaik yang detail
Peraturan Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Mohon diperhatikan peraturan berkunjung di Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi

Ada kejadian unik yang saya alami. Sebelum berkeliling, saya memutuskan untuk shalat Dhuhur terlebih dahulu. Karena tempat ini sangat luas, maka daripada nyasar saya mencoba bertanya dimana letak tempat wudhu. Setelah ditunjukkan oleh petugas, saya pun bergegas masuk ke dalam masjid. Namun tiba-tiba…

“Sir! This way!” Seorang petugas keamanan lokal berkumis tebal meneriaki saya sambil tangannya menunjuk-nunjuk arah kanan.

Saya hampiri lah petugas itu.

Karepmu piye pak?

“Pak, Ana Indunisi, ana muslim. Ini habis wudhu mau sholat dzuhur di dalam masjid. Kok nggak boleh masuk? Piye to?” Saya pasang muka polos tapi aslinya rada KZL.

Setelah mendengar penjelasan saya, dia pun tersenyum dan mempersilakan saya masuk ke masjid. Tadinya dia mengira saya adalah pengunjung biasa yang hanya akan melihat-lihat saja. Ternyata pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke masjid lewat jalur sesukanya seperti pada umumnya masjid. Sudah ada jalur khusus untuk dilewati. Dia lalu menunjukkan jalan menuju ruangan khusus untuk shalat.

WHAT? Ruangan khusus sholat?

Nurut ngana?

Lah ini kan masjid. Bukannya kita bisa sholat dimana saja ya selama masih di area masjid?

Okelah saya ngikut saja, secara ini juga di negaranya orang kan ya. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Karena ruangan sholat pria dan wanita terpisah di sayap kanan dan kiri, usai shalat, saya dan istri janjian untuk bertemu di pintu utama. Disitu saya baru mengerti mengapa disediakan ruangan khusus tidak diperkenankan shalat di sembarang tempat. Ruang utamanya dipergunakan untuk tour. Agak aneh sih ya. Lha ini masjid apa museum? Pikir saya.

Prayer Room Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Ruang shalat khusus pria
Halaman Tengah Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi
Halaman Tengah Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi
Chandelier Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Chandelier Kristal Swarowski
Mihrab Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Saat itu bertepatan dengan kunjungan pejabat, tapi entah dari negara mana
Interior Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Interior Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi

Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi ini dapat menampung sekitar 40.000 jamaah. Interiornya begitu megah. Lantai marmernya dilapisi hamparan karpet terluas di dunia yang menurut informasi, dikerjakan oleh sekitar 1.200 pengrajin karpet Iran. Mereka membuatnya dalam lembaran-lembaran kecil lalu dijahit di Abu Dhabi. Begitu rapinya pengerjaan karpet Persia ini sehingga sama sekali tidak tampak sambungannya.

Tak henti-hentinya saya memuji asmaNYA sembari menaruh kekaguman pada pilar-pilar utamanya yang berhiaskan mutiara. Lampu-lampu besar menggantung diatap masjid bermandikan kristal Swarowski yang diimpor dari Jerman. Benar-benar semegah balairung istana negeri dongeng.

Namun dibalik semua kemegahannya itu, ada satu hal yang mengganjal di hati saya. Setelah kejadian yang saya alami tadi, saya pulang dengan tanda tanya. Lalu, masjid semegah itu, sebenarnya apa fungsi utamanya?

Babymoon Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi
Dalam rangka babymoon 4 bulan kehamilan, maka lahirlah Fariz si Cimil 🙂

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Related Posts