Mangut Beong Magelang

Mangut Beong Borobudur yang Menggigit Lidah

“Bu, mangut beongnya masih?”
“Masih mas, ngersakke pinten?”
“Empat porsi bu, tiga badan, satu kepala. Minum jeruk panas nggih”
“Nggih mas, ditunggu…”

***

Dan tak lama… empat porsi besar mangut ikan beong pun terhidang di meja. Hajarrrr !!

Ya, siang waktu itu, disela-sela jam istirahat kantor, saya dan teman-teman memang sengaja cari makan siang yang agak jauh dari kantor. Karena bosan dengan menu yang itu-itu saja, kami sepakat untuk kelayapan ke pelosok Borobudur hanya untuk menikmati sepiring hidangan masterpiece, Mangut Ikan Beong Magelang yang super pedas. Padahal, jarak dari kantor menuju ke warung ini lumayan jauh, sekitar 15 Km. Tapi ya namanya sudah niat, apa aja dijalani.

Mangut Beong Magelang
Mangut Ikan Beong

Beong adalah sejenis ikan air tawar yang biasa hidup di sungai-sungai besar dengan aliran air yang cukup deras. Berbentuk hampir mirip seperti ikan lele, namun bukan lele. (Nah lo, bingung kan?)

Tekstur dagingnya tidak lembut seperti ikan patin, namun sedikit lebih kasar dan tidak mudah hancur. Ikan ini juga terkenal kaya akan protein dan nutrisi lainnya. Karena daerah Magelang dialiri oleh 2 sungai besar yaitu Kali Elo dan Progo, maka bahan bakunya relatif mudah. Meski tak jarang harus didatangkan dari kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta karena tangkapan di Magelang tidak mencukupi.

Mangut sendiri adalah jenis masakan Jawa dengan bumbu aneka rempah. Udah kebayang kan gimana lezatnya?

Cabai Rawit Mangut Beong Borobudur Magelang
Ngintip ke dapur & nemu Cabe Rawit sak tampah untuk masak Mangut Beong!

***

Warung Makan Sehati namanya. Menjual menu mangut ikan beong yang maknyuss. Terletak di pinggir jalan raya Borobudur-Salaman, tepatnya di desa Bumen kelurahan Kembanglimus. Sekitar 1,5 Km dari Candi Borobudur ke arah kecamatan Salaman. Sambil makan, saya ngobrol dengan Bu Istiqomah, beliau adalah generasi kedua penerus warung makan ini.

Warung Mangut Beong Borobudur
Warung Makan Sehati

Cerita demi cerita pun mengalir menambah “bumbu” kenikmatan santap siang kala itu. Katanya, usaha warung ini bermula tahun 1996, masih kecil-kecilan dengan menu seadanya. Suatu saat ada pemancing yang menawarkan ikan hasil pancingannya kesini. Ikan tersebut kemudian diolah menjadi menu masakan mangut beong.

Ternyata banyak yang suka dengan menu itu. Warung kecil ini mulai terkenal pada tahun 2000. Kini, setiap harinya rata-rata dapat memasak 70-80 Kg ikan beong.

Bu Istiqomah Pemilik Warung Beong
Bu Istiqomah, sang Master Chef

Bagi saya yang pecinta menu ikan-ikanan, mangut beong dapat nilai 8,5 deh. Nah, bagi yang nggak suka ikan-ikanan atau masakan pedas, disni ada juga kok menu lain, diantaranya opor ayam kampung, mangut lele, mangut belut dan mangut ikan wader/nila. Harga per porsi mangut beong berbeda-beda tergantung besar kecilnya irisan ikan. Mulai dari Rp 12.000,- untuk yang ukuran sedang. Beberapa orang lebih suka bagian kepala ikan, ada juga yang request bagian badan/ekor. Kalau mau yang masih berwujud ikan utuh pun disediakan. Biar sekalian puas makannya.

Warung dibuka mulai dari pukul 08.30 s/d 18.00, namun tak jarang tengah hari sudah habis karena saking larisnya. Daripada sudah jauh-jauh datang tapi kehabisan, bisa nih telepon dulu ke 0293-5533402 untuk memastikan stok ikan beong-nya. Oiya, untuk menuju kesini relatif agak sulit sih kalau pakai angkutan umum. Lebih baik pakai kendaraan pribadi. Atau kalau sudah di sekitar Candi Borobudur, bisa naik ojek, angkutan umum atau sewa andong/dokar. Nggak mahal kok, karena lokasinya tidak terlalu jauh. Searah dengan bukit Punthuk Setumbu yang famous dengan silver sunrise-nya.

Dapur Warung Beong Borobudur
Mengintip dapur Warung Beong

Dulu, saat pertama kali berkunjung beberapa tahun lalu, warungnya belum tertata rapi seperti sekarang. Masih berupa warung dinding kayu beralaskan tanah dan sumpek. Kalau sekarang sudah dikeramik dan ditembok. Ada kipas anginnya juga, jadi para tamu yang datang untuk makan mangut beong khas Magelang ini bisa lebih nyaman. Menu ini juga menggelitik media massa untuk meliputnya. Program Wisata Kuliner milik Pak Bondan Winarno dan Benu Buloe yang tayang di Trans TV, koran-koran, media online maupun blogger sudah banyak meliput.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Kuliner Magelang Yang Wajib Kamu Coba

Yang harus diingat, masalah enak atau tidak itu relatif. It’s all about personal taste. Saya hanya bisa bercerita seperti itu. Silakan kalau tertarik untuk mencoba mencicipi salah satu kuliner unik khas Magelang ini kalau pas main ke Candi Borobudur. Dekat kok.

Penulis tidak menanggung segala akibat yang timbul setelah membaca postingan ini, termasuk ngiler dan kelaparan akut.

Demikian & selamat makan!

Written by
Fahmi Anhar