Liburan di Singapura

Sesuatu yang tidak direncanakan, biasanya malah berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Tetapi seringkali kita merencanakan sesuatu dengan matang, ternyata kenyataan berkata lain. Ya, inilah sebuah kisah liburan yang tidak direncanakan namun berjalan begitu menyenangkan.

Berawal dari terbius oleh iklan promo tiket pesawat AirAsia milik Tonny Fernandez yang selalu menghantui hari-hari saya, akhirnya sebuah tiket Jogja-Singapura ada di tangan saya.

Dalam hati, apa yang baru saja saya lakukan? Kenapa saya tiba-tiba membeli tiket perjalanan ke luar negeri? Lalu, disana bagaimana? tidur dimana? makan apa? Bahkan ijin cuti kantor pun belum saya ajukan… Hahaha sungguh konyol.

Parahnya lagi, saya baru tersadar kalau saya tidak membeli tiket PP, alhasil karena tiket berangkat sudah didapat, mau tidak mau saya harus hunting tiket pulang. Dan jiwa petualang saya pun memutuskan untuk kembali pulang dengan maskapai yang berbeda untuk mengetahui perbedaan pelayanan masing-masing maskapai. Alhamdulillah, saya mendapatkan tiket promo dari sebuah maskapai asing yang bermarkas di Australia. Lumayan…

Singkat cerita, saya sudah berada di dalam Damri, shuttle bus Magelang-Airport Adisucipto karena flight saya pukul 07.35 WIB. Sungguh sangat membantu layanan shuttle bus ini. Setelah cek in dan melewati counter imigrasi, saya pun membaur dengan penumpang lain di boarding room. Rupanya selain para wisatawan, banyak juga para TKW yang akan berangkat bekerja di Singapura.

Setelah pesawat siap, kami pun diminta utuk segera memasuki kabin, pramugari cantik berseragam merah menyambut kami dengan ramah. Ternyata saya duduk bersebelahan dengan seorang mbak-mbak TKW asal Temanggung. Selama penerbangan, tanpa diminta dia pun bercerita panjang lebar tentang kisah pilu para TKW.

Hati saya sempat menciut mendengarnya, mak gregel istilah jawanya. Dia berangkat ke Singapura untuk mencari rejeki. Sedangkan saya? Liburan ke Singapura untuk menghabiskan uang & bersenang-senang. Karena tidak sampai hati, ingin rasanya saya mengetuk pintu kokpit untuk meminta pilot memutar kembali dan mengantarkan saya turun di Jogja dan menunda liburan ke Singapura. Hmm sebuah hal yang tidak mungkin pastinya, emangnya angkot? hehehe

Setelah terbang selama +/- 1 jam 45 menit, pesawat pun landing dengan mulus di terminal 1 Changi International Airport. Kesan pertama saya adalah bersih, canggih, rapi dan tertib. Airport ini lebih mirip seperti Mall dengan outlet-outlet super branded, karpet tebal dan berbagai macam fasilitas seperti internet gratis, kursi pijat dan eskalator panjang sehingga tidak melelahkan kaki. Saya langsung ke counter Singapore Visitor Center untuk mendapatkan peta gratis dan informasi yang saya butuhkan.

Baca: Free Things To Do In Changi Airport

Selanjutnya transfer ke Terminal 2 dengan Sky Train untuk menuju lower ground, Changi MRT Station. Tujuan pertama saya adalah Chinatown!!

Liburan ke Singapura Chinatown

Chinatown

Berkeliling sejenak di Chinatown, karena jam sudah menunjukkan pukul 12.30 saya bergegas ke Masjid Jamee yang letaknya masih dalam satu kawasan, berniat untuk shalat dhuhur. Sesampainya di masjid masih sepi karena ternyata belum masuk waktu dhuhur. Saya lupa kalau Singapura 1 jam lebih cepat dari WIB.

Usai shalat, saya berjalan menyusuri mosque street yang hanya bersebelahan dengan masjid jamee menuju Pillows & Toast Hostel untuk cek in. Ahhh… leganya bisa meletakkan ransel ini.

Living room Pillows and Toast Hostel

Living room Pillows and Toast Hostel

Sejenak melepas lelah, sorenya saya kembali menyusuri Chinatown Heritage Center. Beragam pernak-pernik, souvenir dan makanan khas dijajakan disini dengan harga yang murah meriah. Ada kerajinan dari batu giok, kristal, timah, parfum, T-shirt, jam tangan dan masih banyak barang menarik lainnya. Yang paling menarik perhatian adalah promo 10 $ SGD dapat 3 barang. Tapi sebagai seorang backpacker, saya harus bijaksana membelanjakan uang disini. Bisa-bisa habis uang saku padahal baru hari pertama hehe…

O iya, memilih makanan harus jeli dan hati-hati disini. Sebagian besar makanan yang dijual disini tidak halal. Bahkan sempat saya melewati depan sebuah toko penjual makanan, dengan plang bertuliskan “Piggy Porky” yang mungkin kalau di indonesiakan berarti: “Babi Bangeeeett” hahaha ini makanan paling haram di dunia pikir saya.

Untuk memastikan ke-halalannya, tanyakan saja kepada penjualnya, mereka akan jujur kok. Akhirnya karena perut sudah lumayan melilit, saya putuskan untuk ke Maxwell Foodcourt Center yang terletak di ujung jalan. Puluhan kios makanan dan minuman ada disini. Setelah sempat bingung mau makan apa, pilihan pun saya jatuhkan ke KweeTiauw goreng dan Teh Tarik yang saya pesan di kios makanan halal india. Begitu makanan datang, jeng jeeeeng!!

Kok bentuknya aneh gini? Saya cicip sesendok… citarasa unik nan eneg yang saya dapatkan. Ya bodohnya saya, pesen makanan chinese kok di warung india. #TepokJidat. Tapi apalah daya, perut sudah tidak bisa diajak kompromi, jadi? Hajaarrrr!!

Tepat di seberang foodcourt, berdiri dengan megah sebuah bangunan ber-arsitektur unik & etnik, itulah Museum dan Kuil Buddha terbesar di Singapura. Setelah foto-foto dan berkeliling, saya beranjak ke bangunan yang tak kalah unik di blok sebelah. Sri Mariamman Temple, sebuah kuil hindu india yang penuh dengan patung dewa-dewi berwarna warni dan sesaji persembahan. Bau dupa terasa menyengat disini.

Karena penasaran, saya pun diijinkan masuk ke kuil with no admission alias gratiss. Asalkan berpakaian sopan, lepas alas kaki, masuk deh! Maklum di Magelang kan nggak ada hehe. Puas mengamati aktifitas di kuil, saya pun berjalan keluar menyusuri indahnya malam di gang-gang Chinatown dibawah temaram cahaya lampion yang digantung di atas jalan. Pokoknya berasa jalan di Hongkong/Guangzhou deh hehe. Akhirnya saya tergoda dengan beberapa souvenir unik yang ditawarkan dengan harga menarik. Bungkuuus!!

Hari sudah beranjak malam ketika saya melangkahkan kaki ke stasiun MRT Chinatown untuk menuju kawasan Clarke Quay di pinggir Singapore River. Disinilah denyut nadi kehidupan malam para turis dan anak muda Singapura. Cafe, bar dan restoran berjajar rapi di sepanjang sungai ini. Gemerlap lampu warna-warni menambah semarak suasana.

Liburan ke Singapura Clarke Quay

Kawasan Clarke Quay

Terdengar hingar bingar live music, rupanya sebuah pertunjukan band sedang digelar di panggung terbuka. Ramai sekali suasana malam itu, mungkin karena bertepatan dengan malam minggu. Tidak begitu tertarik untuk berlama-lama disini, saya pun hanya berkeliling dan kemudian berjalan pulang ke hostel. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, rupanya lama juga jalan-jalan saya di hari pertama ini. Sampai di kamar, kaki baru terasa mau copot.

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Wisata Ziarah di Kauman Lasem

Previous article

8 Tips Mengawali Karier Sebagai Travel Blogger

Next article

You may also like

14 Comments

  1. arrrrkk, kereeeeen !!!

  2. Woow seru banget ceritanya!! Inspiring

  3. kayanya asyikk bgt tuh,,,,,,,pengeennnn!!!!!

    1. bukan lagi kayanya, tapi “emang” hehe

  4. Aaaaa… Clarke Quay… Waktu ke Singapura, aku & pak suami udah terlanjur capek muter2 nyari hostel bookingan kami. Padahal malamnya niat nongkrong di Clarke Quay, eh kenyataannya malah ketiduran hahaha

    Pulang dari Clarke Quay jalan kaki, mas? Dapet berapa blok sendiri tuh wkwkwkwkkw
    #jadi inget dulu ditanyaain nenek2 Chinese di sana gara2 kami juga kebanyakan jalan kaki… 😀

    1. Maaf ini postingan tahun 2011 sebenarnya, tapi republish, semoga masih relatable. Saya senang jalan kaki sepanjang Marina Bay – Boat Quay – Clarke Quay menyusuri sepanjang kanal, karena emang ramah pedestrian & viewnya cakep.

  5. Pengen banget liburan ke Singapura, nanti boleh dong di post berapa budget yang dihabiskan selama disana

    1. Maaf kakak, ini cerita perjalanan ke Singapura tahun 2011 yang terupdate lagi di blog. Untuk update, silakan survey kondisi terkini ya.

  6. lumayan juga ya budgetnya. mudah-mudahan tahun depan bisa ke sana hehe

    1. Maaf mas, ini postingan lama tahun 2011, rasanya sudah tidak relevan lagi budgetnya. Monggo survey ulang saja sebelum berangkat

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *