Foto dengan Duta Besar Indonesia di Al Majlis Madinat Jumeirah
Dengan Duta Besar Indonesia di Al Majlis Madinat Jumeirah

Kayf halkoom yaa habibi? Ramadan Kareem!

Tahun 2019 menjadi tahun kedua saya menjalani puasa Ramadan di Dubai. Suasana disini tentu jauh berbeda dengan rutinitas bulan puasa di Indonesia, terutama di kampung saya di Magelang, Jawa Tengah.

Jika di rumah, sejak dini hari sampai menjelang tengah malam, ada saja kegiatan masyarakat di masjid. Mulai dari sahur keliling, kuliah subuh, simakan hafalan quran ba’da dzuhur, kajian kitab ba’da ashar, berbuka puasa bersama, tarawih, hingga tadarusan. Semarak deh!

Nah, kalau di Dubai, ramainya hanya ketika momen iftar atau berbuka puasa dan tarawih saja.

Saya ingin cerita singkat, seperti apa suasana iftar di Dubai.

Iftar di Masjid Al Rigga

Kawasan Al Rigga menjadi lokasi pilihan saya untuk tinggal selama bekerja di Dubai. Mengapa ? Karena akses relatif mudah, strategis, dan beragamnya toko retail dan restoran, jadi kebutuhan sehari-hari bisa didapatkan dengan mudah.

Namun, diluar itu, yang paling membuat kerasan adalah neighbourhood jamaah masjidnya. Meskipun berasal dari beragam warga negara, tapi ntah kenapa kami jamaah Indonesia terasa begitu diterima disini. Hangat.

Buka puasa bersama di Al Rigga

Suasana buka puasa bersama di Al Rigga

Ya, tak jauh dari rumah, terdapat Masjid Mona Bint Sultan Al-Otaiba. Iftar disini lumayan lebih heboh jika dibandingkan dengan masjid-masjid di kampung tetangga. Jalanan depan masjid akan ditutup sejak 1,5 jam menjelang adzan magrib oleh panitia iftar guna mempersiapkan tempat berbuka. Mereka akan menggelar tikar dan sufrah, sejenis plastik panjang yang dijadikan alas makan ala timur tengah.

Setelah siap, jamaah akan duduk sembari menunggu pembagian nasi mandi atau nasi biryani. Biasanya satu nampan bisa untuk 4-6 orang. Disajikan juga kurma, jus buah, air mineral dan potongan buah. Seru banget!

Buka puasa di Al Rigga

Teman-teman asal Indonesia saat bukber di Al Rigga.

Baca: Iftar Ramadan di Al Rigga Dubai

Jika tak salah, hanya ada sekitar 20-an orang Indonesia yang tinggal berdekatan dengan saya. Tapi yang rutin ikut iftar di masjid hanya sekitar 8 orang. Bahkan, seringkali kami merasa dispesialkan oleh rekan-rekan panitia iftar dari Mesir. Mereka selalu memastikan bahwa kami mendapatkan porsi makanan yang cukup, dagingnya banyak, dan menunya lengkap.

Pada sebuah obrolan lain, mereka menyampaikan, “We love you habibi, you guys Indonesian are so calm and patient, not like “them” who always asking for food.”

Maklum saja, jamaah negara ‘hota hai’ suka nggak sabaran gaes, ngejar-ngejar panitia minta makanan. Kalau budaya ketimuran kita kan yo isin.

 

Iftar Bintang Lima di Al Majlis Madinat Jumeirah

Beberapa minggu sebelum Ramadan, saya dan teman-teman jalan ke Madinat Jumeirah. Ngubek-ubek sampai gempor kawasan resort-resort itu sambil cuci mata.

Nah, pas sampai depan Mina Al Salam Hotel, teman saya bilang:

“Ini Al Majlis, yang biasanya Sheikh Muhammad suka datang kalau pas iftar Ramadan, disini nih tempatnya.” Katanya sembari menunjuk sebuah hall besar.

Saya cuma a-o-a-o aja manggut-manggut, secara nggak kebayang juga bakalan bisa nyobain iftar disini suatu hari nanti. Soalnya lumayan laham cuy! Alias mahal haha. Tapi sempat mbatin juga, kalau emang beneran ada kesempatan, seru juga ya sekali-sekali nyobain iftar di Al Majlis yang mevvah ini.

Mungkin, rupanya ada malaikat lewat saat itu yang mengamini.

Pertengahan Ramadan, tiba-tiba saya dapat undangan tertutup untuk iftar di Al Majlis Madinat Jumeirah bersama beberapa keluarga Indonesia yang tinggal di Dubai dan Bapak Duta Besar beserta Ibu.

Masyaallah… rejeki apa lagi ini. Seneng banget!!

Iftar di Al Majlis Madinat Jumeirah

Iftar di Al Majlis Madinat Jumeirah

Foto dengan Duta Besar Indonesia di Al Majlis Madinat Jumeirah

Foto dengan Duta Besar Indonesia di Al Majlis Madinat Jumeirah

Tapi, dari sekian ratus jenis makanan yang disajikan, saya cuma makan sepiring biryani kambing! Nggak sempat cobain aneka main course lain, dessert yang ucul-ucul, buah, manisan khas Timur Tengah, dan lain-lainnya.

Kenapa? Malu! hahaha jaim banget lah.

 

Iftar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia

Ini juga nggak kalah serunya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Dubai mengadakan iftar setiap hari Jumat selama bulan Ramadan. Warga diaspora Indonesia berlomba-lomba sedekah beraneka makanan untuk para jamaah yang hadir.

Ini kesempatan emas untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman disni, secara ya, jarang bisa ketemu dan kumpul-kumpul. Selain itu, kesempatan juga untuk memanjakan lidah dengan aneka masakan dan jajanan khas nusantara.

Tapi yang paling utama, kita juga bisa mendapatkan tambahan ilmu karena ada pengajian dari ustadz dan shalawatan bersama sebelum berbuka.

Bukber di KJRI Dubai

Bukber di KJRI Dubai

 

Berbuka puasa di Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi

Bayangkan, gimana serunya berbuka puasa bersama lebih dari 30.000 orang dari berbagai negara di halaman masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi. Wow!

Event iftar akbar ini sudah menjadi agenda tahunan. Untuk mempersiapkan hidangan sebanyak ini, terdapat 350 chef dari berbagai hotel di Abu Dhabi, 160 asisten chef dan sekitar 500 orang service staff yang bertugas mempersiapkan hidangan dan membersihkan area parkir usai iftar.

Sementara dari sisi logistik, diperlukan sekitar 7 ton beras, 12 ton ayam dan 20 ton aneka sayuran dimasak setiap harinya.

Baca: Iftar Ramadan Sheikh Zayed Grand Moque Abu Dhabi

Berbuka puasa di Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi

Menunya dalam 1 boks untuk 1 orang rasanya terbilang cukup berat bagi perut orang Indoesia. Nasi biryani dengan ayam goreng setengah ekor, tumis aneka sayuran, kurma, apel, jus buah dan air mineral.

Usai berbuka, jamaah akan berbondong-bondong masuk ke masjid untuk shalat Magrib, Isya dan Tarawih.

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Wisata Muslim di Ho Chi Minh City Vietnam

Previous article

Berburu Saffron Iran di Spice Souq Dubai

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *