Tugu Paku Pulau Jawa Gunung Tidar
Tugu Paku Pulau Jawa Gunung Tidar

Tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki gunung di tengah kota. Salah satunya adalah Kota Magelang. Gunung Tidar yang berada di ketinggian 503 meter diatas permukaan laut terlihat menjulang dari segala penjuru kota. Vegetasi pinus, cemara dan salak hasil reboisasi tahun 60-an sangat lebat, sehingga menjadikan Gunung Tidar sebagai paru-paru kota penyerap polutan.

Oleh sebab itulah Kota Magelang berhawa sejuk, selain karena letaknya yang berada diantara 5 gunung. Tinggal dikota ini adalah berkah tersendiri, terlebih dimasa sekarang ini.

Tugu Paku Pulau Jawa Gunung Tidar

Tugu Paku Pulau Jawa Gunung Tidar

 

Legenda & Mitos Gunung Tidar

Gunung Tidar dikenal sebagai pakunya Pulau Jawa. Hal ini tidak lepas dari mitos kejawen yang beredar di masyarakat secara turun temurun. Konon katanya, Pulau Jawa akan terbawa arus laut apabila tidak ditancapkan sebuah paku di tengahnya. Oleh karena itulah, ada Dewa yang turun untuk menancapkan paku di tengah-tengah pulau jawa, dan terbentuklah Gunung Tidar. Terlepas dari mitos kejawen tersebut, ternyata secara geografis letak Gunung Tidar ini kebetulan memang berada di tengah-tengah Pulau Jawa.

Selain itu, dari sisi sejarah ada juga legenda yang beredar di masyarakat sekitar hingga sekarang. Legenda ini mengisahkan heroisme Syekh Subakir dalam menaklukkan Kiai Semar, jin sakti penguasa Gunung Tidar yang kala itu masih merupakan hutan lebat dan menjadi istana lelembut.

Nama Kiai Semar tidaklah sama dengan tokoh Semar yang kita kenal dalam dunia pewayangan. Syekh Subakir, seorang penyebar agama Islam dari Turki, datang ke daerah ini untuk berdakwah. Tidak rela atas kedatangan Syekh Subakir, Kiai Semar beserta bala tentara lelembutnya melakukan perlawanan.

Namun ternyata sang pemimpin Jin Kiai Semar dapat dikalahkan oleh Syekh Subakir. Sebelum lari Raja Jin bersumpah suatu saat akan kembali ke Gunung Tidar, kecuali rakyat didaerah ini rela menjadi pengikut Syekh Subakir. Dan sampai saat ini, masyarakat Magelang hidup damai dengan keyakinan masing-masing.

Makam Syech Subakir Gunung Tidar

Makam Syech Subakir Gunung Tidar, Magelang

 

Wisata Ziarah Gunung Tidar

Dibalik lebatnya Gunung Tidar ternyata terdapat beberapa situs dan makam. Sebelum sampai di puncak, terdapat makam Syech Subakir seorang ulama dari Turki yang berhasil menaklukkan Gunung Tidar dan kemudian penyebar agama islam di Magelang.

Makam ini ditemukan oleh Alm KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Mad, pengasuh pondok pesantren Darussalam Watucongol Muntilan. Konon sebelum ditemukan, makam ini tertutup semak belukar Gunung Tidar.

Mbah Mad, terkenal dikaruniai kemampuan menemukan makam-makam para wali yang tadinya tersembunyi atau dianggap makam biasa oleh masyarakat. Sejak ditemukan dan direnovasi makam Syech Subakir ini ramai didatangi oleh para peziarah dari berbagai daerah.

Tak jauh dari makam Syech Subakir setelah berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah di paving, terdapat sebuah cungkup panjang. Konon katanya, yang dimakamkan disitu adalah tombak pusaka Syekh Subakir kala berperang manklukkan raja Jin penguasa Gunung Tidar, Kiai Semar zaman dahulu.

Bentuk nisan makamnya tidak lazim. Panjangnya mencapai 7 meter dengan lebar 1 meter. Saat ini semua sudah dikeramik,bersih. Kadang ada juga orang yang terlihat khusyu berdiam di depan cungkup ini. Entah sedang apa.

Makam Kyai Sepanjang Gunung Tidar

Makam Kyai Sepanjang Gunung Tidar

Melangkahkan kaki beberapa meter keatas, sampailah kita di lapangan luas yang merupakan puncak Gunung Tidar. Berdiri kokoh monumen Akademi Militer yang menjulang tinggi. Monumen ini sekaligus sebagai penanda bahwa Gunung Tidar masih merupakan kawasan AKMIL. Lapangan ini juga digunakan sebagai tempat para Taruna AKMIL melaksanakan salah satu prosesi tahunannya.

Di tengah-tengah lapangan terdapat sebuah tugu kecil dengan ornamen tulisan jawa yang dikelilingi pagar besi. Terkadang ada canang, sesajen, dupa dan kemenyan yang dibakar dibawah tugu ini dihari-hari tertentu.

Menurut legenda dan cerita masyarakat sekitar, tugu inilah yang secara kosmik menjadi simbol pakunya Pulau Jawa. Energi supranatural begitu kuat terpancar disini (katanya sih).

Di sisi timur lapangan puncak Gunung Tidar, terdapat sebuah pohon beringin besar. Sulur-sulur akar nafasnya menjuntai kebawah, salah satu indikasi usia pohon ini mungkin sudah ratusan tahun. Dibawah pohon ini terdapat sebuah nisan marmer kecil bertuliskan Petilasan Pangeran Purbaya. Konon dulu tempat ini pernah digunakan sebagai tempat bertapa Pangeran Purboyo.

Makam Kyai Semar Gunung Tidar

Makam Kyai Semar / Kyai Ismoyo – Gunung Tidar

Situs makam yang lain berada di puncak Tidar sisi tenggara. Cungkup makam Kiai Semar berbentuk kerucut berwarna kuning, mirip tumpeng raksasa. Dililit ornamen patung naga di keempat sisinya, membuat makam Kiai Semar seolah memancarkan aura tersendiri.

Ada yang meyakini disinilah petilasan Kiai Semar Jin penguasa Gunung Tidar. Namun ada juga yang meyakini makam ini adalah makam tokoh Semar yang ada dalam pewayangan. Gerbangnya terkunci rapat. Hanya dibuka pada waktu tertentu oleh sang juru kunci.

Namun terlepas dari apa dan siapa yang ada di situs ini, yang jelas dari spot inilah kita bisa menikmati indahnya sunrise yang muncul dari balik Gunung Merapi & Merbabu.

 

Wisata Olah Raga di Gunung Tidar

Dibalik legenda dan cerita-cerita mistis yang beredar mengenai Gunung Tidar, masyarakat Magelang biasa memanfaatkan gunung tidar untuk kegiatan olah raga.

Jalur pendakian Gunung Tidar

Jalur pendakian Gunung Tidar

Jalur trekking yang cukup menantang memberikan sensasi tersendiri. Ratusan anak tangga siap untuk didaki. Sudut elevasi jalur pendakian pun beragam, ada bagian yang menanjak ada juga yang landai. Suplai oksigen terasa sangat melimpah karena hasil oksidasi cemara dan pinus yang tumbuh rimbun menjulang.

Apabila mendaki Gunung Tidar dengan santai, cukup dibutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di puncak. Waktu yang paling tepat untuk trekking disini adalah pagi hari. Selain untuk jalur trekking, di lapangan atas bisa juga untuk sepakbola, futsal ataupun latihan beladiri. Dijamin sehat dan fresh!!

Kalau mau olahraga sekalian dapat pahala, pas turun bukit, sambil memungut sampah plastik yang biasanya berserakan di sekitar jalur pendakian. Di bawah, ada bak sampah besar yang biasa digunakan untuk menampung sampah-sampah tersebut. Badan sehat, lingkungan bersih. Let’s Go Green !!

***

  • Cara ke Gunung Tidar

    Sangat mudah menjangkau Gunung Tidar. Satu-satunya akses naik ada di kampung Barakan, sisi utara lereng Tidar, belakang terminal lama Jl. Ikhlas Magelang.

    Kendaraan pribadi seperti mobil dan motor bisa parkir di depan gerbang masuk. Kalau menggunakan angkutan umum, bisa menggunakan jalur 2, 3, 4, 6, 10 tergantung dari mana posisi anda.

    Tidak ada tiket masuk, cukup membayar biaya parkir dan mengisi kotak amal seikhlasnya.

  • Penginapan di Gunung Tidar

    Cukup banyak hotel yang bertebaran di sekeliling Gunung Tidar. Mulai dari kelas melati yang semalam hanya Rp. 100.000,- sampai hotel bintang 4 yang rate semalamnya Rp. 500.000,-.

    Sebut saja Hotel Wisata, Hotel Trio, Hotel Catur, Hotel Grand Artos Aerowisata, Hotel Puri Asri, Hotel Oxalis, Hotel Sriti, Hotel Ardiva, sampai yang paling baru: Hotel Atria Magelang.

  • Kuliner

    Setelah trekking ke Gunung Tidar pastinya lapar dong ya. Tenang, banyak alternatif makanan di sekitar lereng utara Gunung Tidar. Di kompleks terminal lama, ada warung sop senerek Pak Parto, nasi gulai Bu Hadi, nasi rames Mbok Kucir yang terkenal super pedes.

    Sementara di Jl. Ikhlas, terdapat soto kudus, sate, ayam goreng Ninit, dan lain-lain. Harga makanan di Magelang masih sangat terjangkau kok, jangan khawatir.

    Baca juga: Rekomendasi wisata kuliner Magelang yang wajib banget kamu coba

Jalan setapak Gunung Tidar

Rasakan sensasinya berjalan melewati jalan setapak menuju puncak bukit tidar ini…

Saya punya impian suatu hari dibangun infrastruktur penunjang pariwisata seperti cable car/kereta gantung dari puncak Tidar ke Alun-alun. Bayangin kok kayanya seru & pastinya keren banget kalau sampai terwujud… Iya nggak? Amien.

Oke, itu sedikit gambaran tentang Gunung Tidar, semoga tertarik untuk berkunjung ke Magelang dan ikut meramaikan program Visit Jawa Tengah.

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Balada Mata Pelajaran Sejarah

Previous article

Catatan Buruh Migran – Mengurus Residence Visa & Emirates ID

Next article

You may also like

83 Comments

  1. Padang juga punya mas, namanya gunung Padang / Siti Nurbaya ..jalan kaii 15 / 20 menit menuju puncak 😀

    1. pernah denger gunung ttg gunung itu, jadi pengen kesana juga 🙂

  2. My, aku sukaaaa bgt magelang sayang kenal kamunya telat

    1. Tidak pernah ada kata terlambat mbak… Magelang selalu membuka tangan untuk siapa saya yang (kembali) berkunjung hehe

    1. kalau pohon nya lebat gitu adem nggak kira²? hehe

      1. tapi kan cuman 500 mter DPL 😛

        1. penasaran kan? makanya main ke Magelang | *endingnya promosi*

          1. hohohoh.. I will entah kapan…

  3. wowww… proud to be Magelanensis… hehehehe…
    jd inget pas kecil sering trekking bukit tidar.. tp dulu bisa lewat lapangan AKMIL (gelanggang remaja) yg skrg dah dtutup bwt lapangan golf..
    di kampung lah aq masih bs merasakan sejuk n dinginnya kabut di kota Magelang..
    jd pengin mudiiiiiiik…..

    1. yes, we have to !! 😀
      mbak lilin sekarang dimana emang? kok pengin mudik

      1. di jogja,Mas… deket sih jane…
        tp entah kangen trus sm view-nya Magelang… hihihihi…
        klo pas drumah kadang pengin sekedar jalan2 melintasi candi Mendut, Borobudur, cuma lewat aja tp so refreshing..
        Mas Fahmi ky’e kenal banget neh sm Magelang??

        1. jalan² santai naik motor atau onthel saat pagi masih berkabut lewat candi ngawen, mendut, pawon, borobudur terus jajan sarapan di pasar, so refreshing… 😀

  4. masih adakah pemancar radio di puncak gunung tidar? (radio Tidar a.k.a Radar, salah satu paporit jaman SMA)

    1. masih ada pemancar di atas, tapi untuk keperluan militer kayanya. radio tidar udah nggak mengudara.

  5. tempat main jaman SD…dulu sering kesana…tiap minggu..lewate gelanggang remaja…

    1. sejak gelanggang remaja berubah jadi padang golf, path naik ke gunung tidar ditutup. jadi cuma bisa lewat sisi timur

  6. mantaapppp…jadi pengin kesana nih….

    1. monggo main ke Magelang 🙂

  7. makin menarik wisata magelang…..

  8. Pengen hiking di sini jadinya walaupun agak takut soal mitos kejawennya. Semoga gunung tidar tetep terawat. Aku ga setuju kalau dibangun cable car karena pembangunan cable car justru merusak alam.

    1. gunung tidar tipe short track mbak, gak terlalu ngos-ngosan. ttg cable car, dilema jg sih. di satu sisi alam bs rusak kl pembangunan & maintenance nya nggak bener. tp dari sisi pariwisata, bayangin gimana kerennya view 5 gunung yang mengelilingi magelang dari atas cable car? it’s gonna be WOW

  9. Kebenaran sejarah perlu diperbaiki lagi.semar bukan jin.semar manusia jawa yg suci.subakir tak sebanding dng semar

    1. terima kasih masukannya mas bagus, tapi cerita tersebut saya juga cuma baca² dari berbagai sumber. namanya juga mitos & legenda, jadi banyak versi. coba saya cari referensi lain yang lebih valid. nuwun

    2. maaf mass,, bukanya sya sok paling benar,, memang dsini tdk ad yg bisa dg fix menjelaskan kbenaranya,, krna tdk ad mnusia jman dahulu yg masih hidup dan bisa mnjelaskan keadaan d masa skrg ini.. dr sumber yg sya terima,(dr kakek saya) memang waktu itu, d tidar magelang,msih berbentuk alas,yg d penuhi lelembut.. dan mbah semar adl danyang.nya lelembut dsitu,, nahh,kdatangan syech subakir k tidar memang bukan tanpa alasan, dy d utus oleh sultan turki (sultan mahmud II) yg mendapatkan wangsit/ilham dr mimpinya,, untuk membawa rombongan penduduk,utk mengisi/menghuni daerah magelang (jawa) waktu itu,, dan dr situ terjadilah pertemuan antara syech subakir dengan mbah semar.. sperti yg d jelaskan d atas.. begitu kira2.. mhon koreksinya.. matur suwun..

      1. sip! terima kasih masukannya mas bagus & mas juliant. tapi mari kita kembalikan lagi ke judul postingan ini, “legenda”, jadi konsep legenda ya hanya sekedar cerita turun temurun, memang tidak ada yang bisa memverifikasi kebenaran cerita tersebut 🙂

  10. Dadi pengen mudik magelang

    1. emang skrng merantau kemana mas?

  11. Magelang… banyak yg berubah setelah saya tinggalkan selama kurang lebih 15 tahun, makin maju n rame sih, tapi… sekarang harus pasang AC, padahal waktu itu ademeeeeee rakaruan,hmmmmmm, maju terus kotaku tercinta, banyak kenangan di sana,dan di sanalah tujuan mudikku…

    1. 15 tahun merantau kemana mbak thyas? lama bener… iya sih, magelang tambah maju tapi juga tambah panas, nggak se-sejuk dulu. selamat mudik, safe trip!!

  12. makame syech subakir yg sering didatengi jamaah masjidq cuman aq blum pernah ke situ, magelang pun belum pernah kudatengi, ha… ha … 😀

    1. mas Achmad domisili dimana? monggo kapan2 ziarah ke makam Syech Subakir, sekalian ke Mbah KH Chudlori Tegalrejo & Mbah KH Dalhar di gunungpring Muntilan

  13. Sangat mistis, cocok untuk meningkatkan daya spiritual.

    1. waduh daya spiritual yang kaya gimana nih pak? serem amat hehehe

  14. wuih adem tuh,,,cuma lama-lama liat foto yang pake efek, pusing juga, kaya kesedot ke tempat itu XD

    1. jangan lama liat foto itu, ntar tiba² ada penampakan lho hehehe… kalau ke Magelang, silakan coba hiking kesini 🙂

  15. aku beberapa kali ke magelang dan sering diceritain ttg gunung ini, tapi gak pernah tau sejarahnya hehe. nice post gan. kayaknya masih banyak ya potensi magelang yg belom keekspose

    1. Iya Chicha, banyak potensi wisata Magelang yang memang belum dikelola dengan baik, padahal sebetulnya menjanjikan untuk nambah pendapatan asli daerah.

      Thanks sudah mampir 🙂

  16. rencana saya mau kesana juga dan mau meditasi dumateng gusti allah

    1. jangan lupa bawa lotion anti nyamuk juga mas, daripada bentol2 hehe

  17. saya sangat suka magelang, karna saya panceng wong magelang hehehe , ayo podho dolan nang magelang.

  18. Minta alamat rutenya mas,pengin main kesana..trims…

    1. bukit tidar ada di tengah kota, kelihatan dari segala penjuru magelang. jalur pendakian umum dibuka lewat belakang terminal lama, Jl Ikhlas Magelang. gampang bgt kok 🙂

      1. Mas klo ngecamp dsna boleh gak ya? Hehehehe

        1. kayanya rada ribet perijinannya karena masih masuk wilayah AKMIL 🙂

  19. gunung tidar sekarang tidak seasyik dulu,dulu lewat gelanggang remaja bisa,sekarang tinggal kenangan.. Kangen mudik magelang :'(

    1. gelanggang remaja udah wassalam, skrng jd lapangan golf hahaha. kapan terakhir mudik ke Magelang? 🙂

      1. lebaran kemarin mas,udah berubah banget ya dan lihat padang golf.. hilanglah gelanggang remaja yang dulu jadi basecamp pramuka jaman duluuuuu sma. ;(

  20. sy sering lwat aja….munkin bsuk2 mampir aja deh

  21. jadi pengen cepat2 pulang ke magelang nhee

  22. ambruk ketiup angin mas kalo dibangun kereta gantung :v hehe

    1. ya tentunya dengan teknologi yang canggih dong 🙂

  23. Ah saya pernah ke Tidar, tapi bukan gunungnya tapi stasiunnya hehehe, menarik neh untuk dieksplore, lain kali ke Magelang lagi ah 🙂

    1. stasiun? terminal kali… ora ono stasiun tidar setahuku. kabari ya kalau main ke Magelang lagi 🙂

      1. oh iyoooooooo terminal hwehehehehe,,, siyap nanti klo ke Magelang aku kabarin 🙂

  24. Permisi salam kenal, kebetulan terdampar di sini…

    Di puncak Gunung Tidar kalo mau liat sunrise gak kealangan pohon-pohon ya mas? Terakhir kesana waktu SMA kayaknya rimbun bener puncaknya.

    Bisa jadi spot hunting sunrise nih 🙂

    1. salam kenal juga Langit 🙂 thanks for dropping by…

      memang terhalang pohon sih, tapi ada sedikit celah di pojokan dekat makam kyai semar di ujung timur. atau kalau mau nggak terhalang ya… naik ke tugu AKMIL yg menjulang ditengah puncak tidar itu hehehe #yakali

    2. Rasanya puncak gunung tidar banyak pohon yang menghalangi jika akan hunting sunrise. Bisa sih dari sudut area makam kyai semar itu, tapi rada ribet hehe.

  25. Numpang baca bung Fahmi tuk referensi, dulu ada stasiun kereta tepatnya di Bonpolo kalau gak salah.

    1. yup, dulu ada kereta api magelang – jogja, sekarang sisa2 bangunan stasiun kebonpolo dan stasiun2 kecil lainnya pun masih ada

  26. aku kan pulang untukmu gunung ku

  27. skg qu krj dimaglng,dkt artos armada.kos qu pas dlereng gnng tidar.disni sejuk..nyaman bngt.qu betah dimgelng

    1. selamat bekerja dan menikmati udara sejuk di lereng gunung tidar Magelang mas hadi 🙂

  28. Mas Mas… mantap artikelnya.. apa gunung tidar skrg masih bisa didaki Mas?
    Mas orang Magelang ya?

    1. 🙂 masih bisa di daki mas agung, lewat jalur tenggara (atas terminal lama magelang)

  29. Magelang very nice,.. Bangga jadi tiyang Magelang, wlwpun udah ga pernah lagi maen ke gunung Tidar,,,,

    1. hai Rya, begitupun saya. sangat bangga & bersyukur ditakdirkan jadi orang magelang 😀

  30. saya dari batang juga kangen dengan tidar karna dulu setiap hari minggu sering naik ke gunung watu belajar di PGSMTP jurusan OR watu itu saya pernah memanjat tugunya sampai dua kali th1996

    1. monggo kapan-kapan nostalgia masa-masa pendidikan di Magelang pak 🙂

  31. insyaalloh mas Fahmi nunggu liburan saya dulu tinggal di ganten

    1. ada kenangan disamping pernah memenjat tugu sampai 2x juga ada kisah waktu itu hari kamis wage sore kira kira jam 5an tiba2 saya kepengin naik gunung kemudian saya lari naik sendirian sesampai diatas terus duduk dibawah tugu menghadap keutara sendirian tiba2 ada suara dari arah timur dan mendekatlah saya ternyata suara tsb ada dimakam kiayi semar disitu ada 5org kalo tidak salah maaf tubuhnya pendek agak cebol warna kulitnya kelabu waktu itu saya diajak begini MONGGO MAS NEK BADE NDEREK RESIK2 MAKAME KIAYI tapi mas Fahmi karna saya sendirian saya takut apalagi sudah sore dan saya lari pulang ke ganten dan cerita sama embah Dargo

      1. wih serem juga ceritanya pak hahaha… itu beneran orang yang bertubuh cebol atau “orang-orangan” ya? memang aura di puncak gunung tidar ini kuat banget, spooky gimana gitu…

  32. aku sendiri nggak tahu mas manusia beneran atau bukan tapi itu benar dan nyata itulah yang menjadi pertanyaan saya sampai sekarang waktu itu tanya embah Dargo ganten katanya sih keluarga dari Kiayi Semar

    1. hehe seru ya pengalamannya pak. pastinya kondisi puncak tidar jaman njenengan dulu & jaman sekarang sudah berbeda. sekarang lebih ramai

  33. ya mas dulu masih sepi sekali dan makamnya masih terbuka belum seperti digambar sekarang, kalo mau naik ke gunung dan masuk makam sekarang prosedurnya bgmn kalo dulu kan masih bebas

  34. Jadi inget dulu jaman kecil, kalo sore nonton latihan perang AKMIL trs kalo udah bubar pd berebut nyari selongsong peluru yg dari kuningan, abis itu trs naek ke puncak tidar pake sepeda BMX, turunnya balapan sama temen” sampe bawah karena jaman itu lg gila”nya sepeda BMX minicross….

    Btw gua tawon masih ada ga ya?

    1. seru sekali masa kecilnya haha, saya nggak sempat mengalami masa-masa rebutan selongsong peluru dari AKMIL 🙂

  35. Ingin segera ke Gunung Tidar, Magelang… Berpuisi di puncak tidar…
    Mudah-mudahan bisa benar-benar ikut acara “Gelegar Sastra Puncak Gunung Tidar” yang notabene akan diadakan di Magelang pada akhir Februari esok… Semoga bisa berjumpa dengan semua yang Mas ceritakan di blog ini, tak terlewat sekejap pun… *Aaamiin… 🙂

    1. Wow! baru tau kalau mau ada Gelegar Sastra Puncak Gunung Tidar, dengernya aja udah merinding, pasti keren tuh! Nanti kalau sudah kesampaian ke Gunung Tidar ditunggu ceritanya 🙂

  36. apakah digunung tidar ada mempunyai rumput berwarna ungu kemerahan dan bila ada rumputnya maka apakah ditempat tumbuhnya sekitaran rumput tsb ada sebuah makam???

    1. wah saya kurang tahu mas. ya namanya rumput tumbuh-mati nya cepat. setiap saat bisa berubah. tapi kalau pas saya kesana sih rumput hijau semua.

  37. Salam Mas Fahmi, saya Erman, sudah lebih dari 24Th tinggal di Jkt, terus terang saya sangat sedih membaca mitos/legenda mengenai gunung tidar, sepertinya kita lebih menghargai dan membanggakan orang asing (turki) daripada leluhur kita sendiri, (Semar) yang sebenarnya jauh lebih mulia daripada si subakir itu, saya tidak menyalahkan Mas Fahmi, karena memang demikianlah mitos yang berkembang, saya pengen sekali menemui si pembuat mitos itu, untuk meluruskannya, saya sarankan coba MasFahmi cari referensi di blog kejawen supaya lebih berimbang.
    nb : saya putra Magelang asli dan diwanktu kecil sering naik ke puncak tidar melalui berbagai trek, dari Gelanggang, dari Akmil , dari Mbaraan, dari Mbaben juga bisa, untuk mas Warid, memang betul ada rumput berwarna ungu kemerahan, saya pernah melihatnya, dari trek Gelanggang sebelum pada pertengahan jalan ada jalan menyimpang +- 200m dan memang ada makamnya, tetapi waktu itu +- 35 th jalannya sudah ditumbuhi semak belukar.

    1. terima kasih sharingnya mas, menarik. saya rasa apa yang tertulis diatas mengenai legenda gunung tidar magelang sudah seperti apa yang beredar di masyarakat. yang namanya legenda tidak ada kebenaran mutlak. jadi ini sekedar untuk menambah wawasan dari berbagai sudut pandang saja. terima kasih 🙂

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *