Keliling Dunia Di Global Village Dubai

global-village-dubai
Global Village Dubai

Sebenarnya ada banyak tempat wisata di Dubai yang kala itu dikunjungi. Namun karena keterbatasan waktu, sampai saat ini belum sempat saya ceritakan semuanya di dalam blog. Ditambah lagi ada bahan postingan baru. Maka tenggelamlah materi Dubai trip itu di dalam hard disk.

Lalu mengapa kini saya tiba-tiba ingin bercerita mengenai Global Village Dubai?

Beberapa hari lalu, ada notifikasi sebuah pesan lewat FB messenger. Cukup lama saya abaikan karena relatif jarang berkomunikasi menggunakan media ini. Paling juga nggak penting-penting amat pikir saya. Menjelang malam baru saya buka. Ternyata sebuah pesan dari negeri seberang.

“Hi Mr Fahmi. Good to chat with you. This is my whatsapp number. 0096xxxxxx” begitu tulisnya.

Dahi saya berkerut. Ini siapa sih? Tertulis profilnya: Abbas Al Nasheri.

MasyaAllah, ternyata sang saudagar penjual madu yang pernah saya temui di paviliun Arab Saudi di Global Village Dubai.

“Alhamdulillah, how are you yaa akhi? It’s been 2,5 years since we met in KSA pavilion” jawab saya excited. Bagaimana tidak? Sudah hitungan tahunan tidak berkomunikasi. Ternyata masih bisa menjalin silaturahmi.

“Yes I remember you. Where are you now? Are you in Dubai or Indonesia?”

Kami pun melanjutkan obrolan virtual layaknya teman lama yang baru bersua.

Global Village Dubai Canal
Menyusuri kanal Dubai Village menggunakan perahu
Global Village Dubai Iran Pavilion
Belum kesampaian ke Iran, tapi mampir ke paviliunnya saja sudah seneng banget!
Global Village Dubai
Semua ras berkumpul disini

Nah, bagaimana saya bertemu dengan saudagar madu dari Yaman ini? begini kisahnya.

Sore itu kami mengunjungi Global Village Dubai, sebuah taman bermain super luas yang lokasinya terletak di tengah-tengah kawasan padang pasir Dubai, Uni Emirat Arab. Untuk menuju kesini, kami harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari pusat kota. Begitu sampai, hari sudah menjelang senja dan ketika keluar mobil, brrrr… saya langsung dipeluk angin dingin bulan Februari yang bertiup kencang. Buru-buru ambil jaket untuk menghangatkan tubuh.

Setelah membeli tiket masuk seharga 15 Dirham, kami berjalan diantara orang yang sibuk hilir mudik kesana kemari. Ada beragam rupa dari ras yang berbeda. Layaknya pasar malam, alunan musik padang pasir pun terdengar membahana. Sesuai namanya, Global Village Dubai ini terdiri dari puluhan paviliun dari berbagai negara di dunia. Sangat menarik!

Masing-masing paviliun berhias sesuai budaya khas negaranya. Diantaranya Uni Emirat Arab, Irak, Iran, Bahrain, Qatar, Jordania, Arab Saudi, Kuwait, Syiria, Yaman, Palestina, Tunisia, Mesir, Maroko, India, Pakistan, Afghanistan, China, Amerika, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman, Rusia, Perancis, Thailand, Kamboja, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Melihat gurun pasir tandus seluas 1600 hektar yang dirubah menjadi “dunia kecil” serba gemerlap ini, saya cuma bisa melongo. Emang “gila” pembangunan di Dubai ini. Tidak ada yang tidak mungkin. Selama Dubai trip kemarin, saya cuma bisa geleng-geleng kepala.

Berkeliling Global Village Dubai rasanya sudah seperti keliling dunia. Disini kita bisa belajar banyak mengenai sejarah, budaya dan kuliner dari berbagai negara. Selain sebagai salah satu andalan wisata belanja di Dubai, Global Village juga menawarkan beragam pertunjukan menarik di masing-masing paviliunnya.

Karena ketertarikan masing-masing berbeda, maka saya berpisah dengan istri dan kakak. Mereka sibuk berbelanja urusan emak-emak, sementara saya asyik eksplorasi sendiri. Ketika masuk ke paviliun Saudi Arabia, tiba-tiba “srooot-srooot” seorang penjual minyak wangi menyemprotkan parfumnya ke baju saya.

“Parfuum, parfuume.” Serunya sambil menyodorkan beberapa botol parfum.

“Syukran, syukran.” Saya hanya melempar senyum sambil berlalu.

Aduh aromanya. Kaya minyak nyong-nyong haha. Tapi ya bagaimana lagi. Begitulah cara lazim pedagang sini menawarkan parfumnya. Asal main semprot saja.

Global Village Dubai Egypt Pavilion
Paviliun Mesir
Kanafeh
Icip-icip Kanafeh, cemilan kue keju khas Turki, enak banget!

Berjalan melewati lorong diantara kios-kios paviliun KSA, saya tiba-tiba diminta berhenti oleh seorang pedagang madu.

“Come, come, try my honey.” Seorang mas-mas Arab memanggil saya dengan ramah sembari membetulkan letak ghutra nya.

Duh apa lagi ini. Saya nggak ada niat beli apa-apa. Karena Dirham di dompet sudah menipis juga.

Saya balas dengan senyuman “No, thank you.”

“Come here bro, just try my honey. It’s oke”

Yasudah kalau dia memaksa. Lagian nggak ada salahnya juga saya mampir di stand nya sambil ngobrol-ngobrol. Bertemu orang baru ketika traveling selalu menarik karena akan mendapatkan sesuatu yang baru pula. Begitu pikir saya.

“Assalamualaikum.”

“Waalaikumussalaaaam. Ah! You’re moslem? Ahlan wa sahlan. Where are you from?” kami berjabat tangan.

“I am Fahmi, from Indonesia.”

“Indunisi? I’m Abbas from Yaman. Indunisi and Yaman, friend haha.”

Abbas Yahya Al Nasheri namanya. Dia berasal dari Old Sana’a Yaman. Ketika mengetahui saya berasal dari Indonesia, dia begitu senang karena tahu hubungan historis penyebaran agama Islam di Indonesia dan Hadhramaut Yaman cukup kental pada masa lampau. Saya disuruh icip semua jenis madunya. Sembari diterangkan manfaatnya bagi kesehatan, kami juga berbincang banyak tentang negara masing-masing, tentang bekerja di Dubai, sampai kisah lika-liku perjalanannya sebagai pedagang. Akhirnya kami bertukar kartu nama dan berpesan untuk terus menjalin silaturahmi.

Global Village Dubai KSA Pavilion
Abbas, saudagar madu dari Yaman
Global Village Dubai KSA Pavilion
Aneka varian madu yang dijual Abbas

Beberapa bulan lalu, terjadi serangan udara ke Yaman oleh milisi Saudi Arabia terkait penumpasan pemberontak Houthi. Salah satu kota yang diserang adalah Sana’a. Saya lalu teringat Abbas, saudagar madu yang pernah saya temui di Dubai pada februari 2014 lalu. Bagaimana kondisi dia & keluarganya? Ingin mencoba kontak tapi lupa dimana saya simpan kartu namanya. Sampai tiba-tiba, dia muncul dalam pesan singkat beberapa hari lalu. Syukurlah dia & keluarganya baik-baik saja.

Traveling tidak hanya soal destinasi. Tapi juga orang-orang yang kita temui selama perjalanan. Dari merekalah terkadang kita bisa mendapatkan sudut pandang baru dalam menikmati dan menjalani kehidupan ini.

Global Village Dubai Syiria Pavilion
Penjual beragam hiasan di depan paviliun Syria
Global Village Dubai Italy Pavilion
Paviliun Italia
Belanja pernak pernik etnik! ini sandal dari India & baju dari Jordania
Belanja pernak pernik etnik! ini sandal dari India & baju dari Jordania
Global Village Dubai India Pavilion
Salah satu kios di paviliun India
Global Village Dubai Malaysia Pavilion
Paviliun Malaysia & Singapura
Katanic Milan
Seniman @Katanicmilan in action

Global Village Dubai

Sheikh Mohammad bin Zayed Road (E 311) exit 37 kawasan Dubailand.

Tips berkunjung kesini:

  • Hanya buka pada musim dingin antara September hingga April setiap tahunnya. Selama bulan Ramadhan tutup.
  • Buka setiap hari dari jam 4 sore hingga 12 malam atau 1 dini hari pada akhir pekan atau libur nasional.
  • Cara termudah kesini adalah dengan mobil pribadi. Atau sewa taksi dari pusat kota, tapi jatuhnya akan relatif mahal.
  • Siapkan tubuh yang sehat dan kaki yang kuat kalau mau eksplore. Luas banget nyong! Kayanya nggak cukup puas kalau cuma datang kesini sekali.
  • Bawa jaket. Anginnya kencang. Kalau nggak tahan dingin bisa-bisa kena flu.
  • Pastikan baterai kamera dan handphone dalam kondisi penuh untuk foto-foto maupun video.
  • Pakai pakaian yang nyaman agar leluasa bergerak kesana-kemari.
  • Siap-siap tawar menawar agar mendapatkan harga yang oke.
  • Bawa ransel atau kalau perlu koper kosong kalau mau niat belanja. Enak tinggal diseret-seret. Tenang, pemandangan seperti ini lazim ditemui di Global Village Dubai.
  • Siapkan perut yang kosong jika ingin wisata kuliner aneka makanan khas dari berbagai negara.
  • Lebih seru kalau berkunjung kesini bersama keluarga atau teman-teman.
  • Jika tersesat, hubungi information center atau petugas kemanan disana.
  • Siapkan Dirham yang banyak! kartu kredit juga bisa.
  • Siapkan hati dan mental jika sepulang dari sini, kantongnya jebol haha.

Happy traveling!

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
39 Responses
    1. sejarah penyebaran Islam pada masa lampau tak lepas dari para pedagang Yaman yang berlayar ke nusantara. makanya sampai sekarang banyak warga keturunan arab di Indonesia itu dari Yaman, bukan Saudi 🙂

    1. yes kak cumi, kalau musim panas global village tutup. lagian panas-panas gitu jarang orang sana keluar rumah kak, nggak kuat. malah kebanyakan pada escape liburan keluar negeri ketika summer di dubai

  1. foto paviliun indonesia nya ga ada ya mas?

    ya ampuuuuun, baru liat foto aja aku udh histeris liat brg2nya :D.. bisa kalap beneran itu.. ampe madunya aja pgn icip2 juga..

    aku kalo liat dubai itu jd inget singapur yaa.. negara kecil, bisa dibilang g ada apa2nya, tp bisa maju dr apa yg mereka bangun… dubai ini bukan negara minyak kyk tetangga2nya kan ya… dia paling kering deh seingetku

    1. nggak ada mbak, paviliun Indonesia temanya masjid Baiturrahman Banda Aceh.

      kayanya kalau mbak fanny main ke Global Village Dubai ini beneran akan kalap deh. semua barang-barangnya menarik hehe. siapin Dirham yang banyak mbak 🙂

    1. kalau chatnya bahasa arab aku juga cuma bisa syukran-syukran aja mas hahaha, tapi ternyata bahasa asing itu mudah dipelajari kalau kita hidup di lingkungan tersebut. lama-lama akan terbiasa 🙂

  2. Uti perhatiin tad sepatu atau kasutnya kayak bikinan Malang apa sidoarjo ya.. Wah keren postingannya. Someday bisa berkunjung kesana. mungkin kalau Umroh sekalian ya

  3. ya ampuunnnnn, dari dulu pengin banget jalan-jalan dan main ke Dubai…
    mas nya bikin ngiri nihhhh…
    doakan saya juga ya, smoga suatu saat bisa main kesana, Aamiin
    (Aminin ya mas, hehehe)

Leave a Reply