Fenomena Alam Di Dubai

Fenomena alam di Dubai
Dubai Sunset

Mendapatkan kesempatan langka untuk bisa merasakan satu bulan hidup di negara lain, adalah semacam anugerah. Terlebih negara tersebut memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia. Tipe ekosistem, iklim dan musim pun berbeda.

Memangnya saya sempat nyasar dimana?

Jadi, postingan kali ini saya ingin sedikit sharing mengenai fenomena alam di Dubai Uni Emirat Arab. Selama Februari 2015 disana, saya menemui dua fenomena alam yang mungkin bagi orang-orang di jazirah Arab sana sudah biasa saja, namun bagi saya cukup unik karena tidak saya temukan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Apa saja?

Fenomena Kabut Pagi

Kabut pagi doang?

Biasa atuh, di Indonesia mah sering!

Eits! Yang ini berbeda.

Sekitar 2 minggu pertama, saya tinggal di Sama Tower, Sheikh Zayed Road. Lokasinya berada disamping Fairmont Hotel. Tak jauh dari kompleks kantor Imigrasi Dubai di Jafiliya. Dari lantai 40, tampak jelas Etisalat Tower dan hamparan Za’abeel Park. Terlihat pula Za’abeel Palace 1 tempat sang Sheikh, the ruler of Dubai tinggal. Kalau pagi, saya paling demen nongkrong di pojokan, bengong, sambil minum teh hangat.

Hingga suatu pagi, ketika bangun tidur saya dikagetkan dengan pemandangan yang tidak biasa dari luar jendela. Gumpalan awan putih menyelimuti seluruh kota di bawah sana. Tidak terlihat lagi taman, jalan raya dan bangunan-bangunan rendah dibawah. Hanya separuh dari Etisalat Tower yang menyembul diantara pekatnya kabut pagi. Saya merasa seperti diatas awan.

Yang ada dalam benak saya kala itu, ini baru dilihat dari lantai 40. Pasti ada pemandangan yang lebih spektakuler jika dilihat dari puncak Burj Khalifa, menara tertinggi di dunia yang terletak di kawasan Downtown Dubai.

Fenomena ini tidak terjadi setiap hari. Selama sekitar 30 hari saya disana, hanya sekali saya mengalami fenomena kabut pagi ini. Coba bandingkan kedua foto ini:

Fenomena alam kabut pagi dubai
Kabut Pagi Dubai
Etisalat Tower Dubai
Etisalat Tower Dubai

Badai Pasir – Sandstorm

Langit yang tadinya biru cerah, perlahan berubah menjadi kelabu kecoklatan. Angin berhembus semakin kencang. Hawa yang tadinya relatif sejuk berubah menjadi hangat dan kering. Debu dan pasir mulai beterbangan di udara. Dalam beberapa jam kemudian, badai pasir itu datang menerjang pusat kota Dubai.

Saya mengalami badai pasir di Dubai sekitar 3 hari. Paling parah ketika memasuki hari kedua. Jarak pandang sangat terbatas. Angin menerbangkan lebih banyak debu dan pasir dari gurun.

Video ini saya ambil dari balkon sebuah tower di kawasan Dubai International Financial Center (DIFC). Bahkan Dubai Mall yang hanya selemparan kolor pun sampai tak terlihat.

Find The Best Dubai Hotel Deals

Terlihat kan perbedaan view ketika cuaca cerah, sand storm hari pertama dan kedua.

Dubai Sandstorm
Dubai Sandstorm

Nah, kalau kamu, pernah mengalami fenomena alam unik apa selama traveling?