Balada Nescafe Journey

Laporan yang menumpuk di meja, beberapa project yang mendekati deadline, input data di system, dan email yang bertubi-tubi masuk masih mewarnai rutinitas kantor di hari itu, Kamis 9 Agustus 2012.

Waktu rasanya berjalan sangat lambat ketika dokumen-dokumen yang ada diatas meja saya harus periksa satu-persatu. Saya menyadari sepenuhnya bahwa bekerja kantoran itu tak ubahnya seperti ‘Romusha’, namun dibalut pakaian yang rapi. Mau tidak mau harus menuruti kemauan perusahaan.

*Ya iyyalah, apa mau minta dipecat? Hehehe…

Setelah lunch break & sholat dhuhur, sambil streaming radio, saya dan teman-teman yang berkantor di lantai dua memulai aktifitas kembali. Gelak canda ditengah-tengah padatnya pekerjaan menjadi hiburan tersendiri. Maklum, rata-rata penghuni yang ada di lantai dua ini seumuran, jadi bisa kompak ngocol-nya.

Kalau kata orang kantor yang lebih senior [baca: TUA] kami-kami ini adalah gerombolan pegacau kantor hehe.

“Nggak ada kalian, kantor jadi sepi”, itu yang sering terucap oleh para tetua kalau beberapa diantara kami dinas luar ataupun cuti.

Ini kenapa malah jadi cerita tentang anak-anak kantor, sih? #selftoyor

***

Oke!! Jadi ceritanya gini, siang itu pukul 13.48 tiba-tiba gawai saya berdering. Terlihat di layar 12 digit nomor yang belum terdaftar. Hadeeh siapa pula ini? Agak males kalau ditelpon oleh nomer belum dikenal gini. Maklum akhir-akhir ini kan suka banyak orang iseng atau yang cuma nawarin asuransi bla…bla… bla….

And then, saya angkatlah telepon itu:

“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, selamat siang betul dengan Fahmi?”
“Iya betul mas, maaf dengan siapa ini?”
“Ini dari Nescafe, Fahmi!”

#deg

“Oh Nescafe? Gimana mas? Bisa dibantu?”
“Mau kabarin, selamat ya kamu masuk 5 besar Nescafe Journey bareng Riyanni Djangkaru”

………….. h e n i n g …………..

“What? Ah!! Yang bener mas? ini gak lagi dikerjain kan?”
“Hahaha nggak lah, kamu punya skype kan? Ntar kita calling buat interview jam 3-4 an ya. Kalaupun belum menang, ntar ada hadiah uang tunai kok, nilainya yaaa… lumayan banget lah”
“Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, aku nothing to lose aja kok mas hehe. Menang sukur, belum menang ya belum rejeki. Etapi aku gak ada skype mas, adanya YM. Tapi sambil aku sign up buat skype deh, tar aku kabari username-nya”
“Oke Fahmi, congratz yaa, tunggu kita nanti”
“Sip mas, makasih yaa”

Ya Tuhan mimpi apaaa semalem …

***

Teman-teman di sekitar saya ternyata meyimak obrolan telepon tadi. Spontan saya langsung di-‘massa’ oleh ‘makhluk-makhluk’ tak berperikemanusiaan itu. Rambut diacak-acak, meja diobrak-abrik, dilempar petasan… [oke.. stop!!] yang ini lebay] yaa intinya mereka ikut senang mendengar kabar itu. Mereka malah langsung ribut sendiri.

Eri— si ahli IT—misalnya, langsung mempersiapkan jaringan internet terbaik untuk skype-an nanti. Pak Catur setting laptop dan kamera. Dastin sibuk googling profile Riyanni Djangkaru karena dia masih gak nyangka temen seruangannya bisa masuk 5 besar jalan gratis sama si teteh yang dulu wara-wiri di tipi mampang di program Jejak Petualang.

Meanwhile, genk cewek-cewek heboh, Sisca, Audy, Puspa, Ari, dan Santi sibuk menyusun list oleh-oleh yang mereka request kalau saya beneran kepilih nanti.

Ampun daaahh!! Berangkat aja belom, or even… menang aja belom. Udah pada ribuuut minta dibeliin ini itu. Dasar emak-emak.

 

Interview dengan team Nescafe Journey dan teteh Riyanni

Singkat cerita, sore hari sekitar jam 16.30 saya mulai skype-an dengan team Nescafe yang ada di Jakarta. Mas Jono yang mengawali dilanjutkan dengan Mbak Gita yang cantik. Deg-degan!!

Cek koneksi, kenalan, langsung deh ditanya-tanya. Kenapa ikutan acara Nescafe #Journey ini? Kenapa pilihnya teteh Riyanni Djangkaru? Kenapa pilih destinasi ke Indonesia Timur? Akan seperti apa #Journey mu nanti apabila terpilih? Apa alasannya kamu harus kita pilih? Ampun cuuy, berat ye pertanyaan-nye. Tapi aye jawab ceplas-ceplos santai aje hehehe.

Sampai puncaknya ketika tiba-tiba, di tengah-tengah interview dengan Mbak Gita, muncullah sesosok penampakan makhluk astral yang sudah tak asing lagi di dunia persilatan para pejalan. Aaakkkk tiba-tiba nongol lah idolaku, idola semua idola, Teteh Riyanni Djangkaru yang langsung nyerocos sambil cengar-cengir, ngabarin kalau aku kepilih buat #Journey bareng dia bulan September nanti.

Aku langung speechless, lutut lemes… secara sore hari adalah kondisi terkritis bagi orang yang sudah puasa seharian. Gimana nggak lemes coba. Puasa, kerjaan numpuk, naik turun tangga, disuruh ini itu sama si bos, tambah lagi sore nya dikasih surprise kabar bagus banget sama yang Maha Kuasa.

*Kemudian pingsan-siuman-sujudsyukur

Aspirer Nescafe Journey

***

Inilah sebuah momen yang tidak disangka-sangka yang merupakan kelanjutan dari keisenganku ikutan kuis di Facebook Nescafe Journey.

Awalnya, peserta hanya diminta menuliskan journey impian di wilayah Indonesia sebanyak maksimal 500 karakter, pendek banget kan? Ternyata salah satu ide cerita Journey-ku, terpilih oleh panitia dan masuk ke tahap selanjutnya.

Waktu itu saya posting ke beberapa destinasi diantaranya Kepulauan Alor, Tn Cenderawasih Papua Barat, Desa Sawai Pulau Seram Maluku, Banjarmasin, Ambarawa, dan Kepulauan Togean Sulawesi. Ide cerita yang terpilih adalah ide journey ke Desa Sawai yang terletak di Pulau Seram Maluku. Emang beneran ngimpi-ngimpi bisa beneran kesini. Surga Dunia!!

Dari ribuan ide yang masuk ke database Nescafe, terpilihlah total 60 Besar kandidat peserta Journey bersama Aspirer pilihan, yaitu Riyanni Djangkaru, Nicholas Saputra & Imam Darto. 60 finalis ini kemudian diminta membuat video yang menggambarkan tentang siapa mereka & mengapa mereka layak dipilih untuk berangkat Journey menikmati sisi lain keindahan Indonesia bersama para Aspirer-nya.

To be honest, malu setengah mati kalo inget proses buat video yang di submit untuk kontes ini. Kesambet apa dulu bisa punya ide beginian ya? hadeehh…

Bayangin aja, di tengah taman kota yang suasana siang itu cukup ramai, orang seumuran aku petakilan naik patung badak yang ada di tengah taman sambil ngomong sendiri ke kamera, terus endingnya diteriakin: “ooorang gilaaa.. oorang gilaaa” sama anak-anak SMP. Kukorbankan harga diri ini demi dream #Journey… bodo amat dah!! hahahaha.

Begitulah kira-kira story behind the scene video yang mengantarkan aku menangin #Journey ke destinasi yang udah di mimpi-mimpikan selama ini.

Saya yakin banyak faktor yang dinilai oleh panitia untuk menentukan siapa finalis yang akan diajak Journey bersama Aspirernya. Tugas para finalis hanya Do The Best & Lillahita’ala 🙂

Dan, kabar dari team Nescafe, #Journey ke “timur” bareng Teh Riyanni Djangkaru akan dimulai pada 24 September 2012, selama… 1 minggu!! *siap-siap gosong maksimal

Tapi, kalau minjem quotes si Teteh, “Apapun warna kulitnya, yang penting jalan-jalan” haseeeek!!

***

 

The Engagement

Suasana lalu lintas Jakarta minggu pagi waktu itu cukup lengang. Mobil jemputan peserta Nescafe Journey melaju dengan lancar dari hotel tempat meginap di kawasan Mampang Prapatan ke kantor Ignite di Blok M. Sesuai dengan hasil meeting pada hari sebelumnya, hari minggu, 9 September 20102 para peserta Nescafe Journey akan melakukan simulasi Journey dari Jakarta menuju Ciapus Bogor.

Kami terbagi dalam 3 team. Team Badak dengan Aspirer Riyanni Djangkaru terdiri dari saya sendiri (Fahmi), Anisa Fuziah (Nisa), Team-nya Nicholas Saputra menamakan diri mereka Team Mammoth beraggotakan Antovany Reza (Rey) dan Rahmania Parentsia (Nia). Meanwhile, team yang Aspire-nya Imam Darto beranggotakan Cut Aliffa (Ifa), Rembulan Indira (Bulan).

Masing-masing tim hanya dibekali uang Rp 75.000 per orang dan kalau ditotal 4 orang jadi Rp. 300.000 per team.

KRL Pasar Minggu ke Stasiun Bogor
KRL menuju Stasiun Bogor

Pukul 08.20 kami Team Badak berangkat menuju Bogor dari kantor Ignite di kawasan Blok M. Dengan menggunakan kopaja 75 menuju stasiun Pasar Minggu, dilanjutkan naik KRL ke Bogor.

Yes, this is my first time to go to Bogor by KRL.

Hari minggu tidak secara otomatis mengurangi jumlah penumpang KRL ternyata. Penuh sesak penumpang dengan berbagai tujuan masing-masing. Bau keringat aneka rasa, campur aduk dengan bau-bau yang lain menyeruak di antara aliran udara AC kereta yang tidak terlalu dingin. Rumah-rumah sempit berjajar di sepanjang rel menuju Bogor. Sebuah pengalaman baru bagi saya. Menyadarkan saya untuk mensyukuri alat transportasi di daerah saya tinggal, meski seadanya tapi masih nyaman, alhamdulillah.

Stasiun demi stasiun terlewati. Mata saya terbelalak ketika melihat tulisan Stasiun Citayam.

Ohh… sini toh Citayam, salah satu setting film Mendadak Dangdutnya Titi Kamal. Tadinya, saya kira Citayam adalah daerah fiktif belaka. Ternyata ada beneran hahaha.

Kata orang, journey itu bukan tentang kemana destinansinya, tetapi bagaimana prosesnya. Di tengah perjalanan menuju Ciapus kami mendapatkan tantangan untuk membantu menjual dagangan orang atau menjual sesuatu yang berharga milik pribadi untuk tambahan uang perjalanan team.

Masa iya mau jual kamera DSLR? Sayang dong yes!

Akhirnya kita memutuskan untuk membantu Mang Asep jualan bakso cilok dengan gerobak di dekat BTM Mall. Dengan rayuan mautnya Nisa, kami berhasil menjual beberapa porsi.

Pesan moral no 27: cari nafkah itu tidak mudah Jenderal!!

Selesai menjalankan misi tersebut, Team Badak kemudian lanjut naik angkot menuju Ciapus. Canda tawa berderai didalam angkot melaju kencang. Berbagai hal menarik yang terjadi selama perjalanan tadi jadi bahan obrolan. Semilir angin yang menerobos jendela angkot menambah rileks suasana. Hingga tak terasa kami sampi di tujuan akhir simulasi journey ini.

The Highland Park Mongolian Camp, di Ciapus Bogor. Adeeeemmm…

The Highland Park Mongolian Camp
The Highland Park Mongolian Camp

***

 

Memilih destinasi Nescafe Journey

Istirahat, sholat, makan, lanjut welcoming speech dan diskusi tentang Nescafe Journey yang akan dijalani oleh masing-masing tim bersama aspirernya nanti. Kami berdiskusi hingga malam. Para aspirer juga sempat bercerita tentang journey mereka beberapa waktu lalu saat berkunjung ke perkebunan kopi Nescafe di Lampung.

Nico yang kalem, Riyanni yang usil dan Darto yang kocak. Tiga karakter yang berbeda, dikolaborasikan dalam satu kesempatan bercerita, ancur dah!! hahahaha

Bersama para Aspirer Nescafe Journey
Aspirer’s: Nicholas Saputra, Riyanni Djangkaru & Imam Darto
Team Badak The Explorer
Team Badak – The Explorer

Akhirnya diputuskan, Team Mammoth-nya Nicholas Saputra akan journey ke Wamena, The heart of Papua. Mereka renacannya akan get lost di kawasan lereng pegunungan Jaya Wijaya dan menyatu dengan suku-suku disitu, seruuu!!!

In the mean time, team-nya Imam Darto dengan tema City Slicker memutuskan untuk keliling Aceh. Mereka akan ke tugu nol kilometer Indonesia di Sabang, ziarah ke makam korban tsunami dan tentunya menikmati alam bawah laut ujung barat negeri ini.

Bagaimana halnya dengan Team Badak yang aspirer-nya teteh Riyanni Djangkaru?

Kami sepakat untuk eksplore bumi Flobamora, Nusa Tenggara Timur. Mulai dari Labuan Bajo, Ruteng, Manggarai, Kupang sampai Alor.

Diving dan snorkeling di Alor adalah mimpi dari para pecinta alam bawah laut. Konon Alor memiliki keindahan taman laut terbaik kedua setelah kepulauan Karibia, Wow!!!

Hardly can’t wait to explore bumi Flobamora yang terkenal juga akan keramahan penduduknya, keragaman suku dan bahasa serta adat istiadatnya.

*jingkrak-jingkrak*

Pantai Alor Nescafe Journey
Spoiler Pantai Alor

***

Hari kedua di Mongolian Camp Ciapus Bogor, dilanjutkan dengan Team Building session.

Tapi sayang, saya tidak dapat mengikuti sesi ini karena harus terbang kembali ke Jogja dan masuk kantor *sigh*. Di session inilah ditekankan kekompakan dan kebersamaan team yang harus selalu dijaga selama journey nanti.

Karena inti dari journey adalah bukan tujuan akhir atau destinasinya, melainkan dengan siapa kita menjalani journey itu. Karakter partner & teamwork sangat menentukan asyik tidak nya journey yang akan dijalani. Renungkanlah kisanak…

Cukup sekian dulu balada Nescafe Journey yang sempat biki saya deg-degan mau pingsan dan bersyukur atas kesempatan yang tak terduga-duga ini. Baca terus kisah perjalanan Nescafe Journey.