Akhir Perjalanan Nescafe Journey

“Why do all good things come to an end” lagu milik Nelly Furtado yang terngiang-ngiang di kepala saya pagi itu.

Hari ketujuh, disaat yang lain masih terlelap di kamar masing-masing, saya sendirian menyusuri pantai perairan Teluk Kupang depan Motel Lumba-Lumba tempat kami menginap. Air laut surut sampai jauh ke tengah, seolah menyibak isi pantai yang tersembunyi dibawah ombak.

Berkontemplasi, mengapa perjalanan ini akan segera berakhir? Apa yang sudah saya dapatkan dari perjalanan ini?

Berat rasanya berpisah dengan makhluk-makhluk konyol dalam tim caur ini. Belum puas menelusuri bumi Flobamora. Belum puas bercanda dalam kehangatan masyarakat timur Indonesia. Satu minggu kami hidup di jalan bersama, menghadapi susah senang bersama, bekerjasama bahu membahu menjalankan peran masing-masing demi sebuah perjalanan yang aman, nyaman dan menyenangkan. Ahhhhh…

Packing kali ini jadi packing yang terakhir selama kami 7 hari traveling bersama. Malesss bangettt.

Tapi mau nggak mau ya harus mau. Mobil jemputan sudah menunggu di depan kamar, kami pun berangkat ke airport. Tidak lupa, daging se’i sapi khas pulau timor jadi oleh-oleh terakhir yang dibeli di airport. Boarding lalu terbang menuju Jakarta transit di Surabaya.

Selama di pesawat kami mereview video hasil rekaman Bang Pelan selama journey. Kejadian-kejadian lucu yang terekam kamera mengocok perut kami. Ternyata petingkah team ini kacau banget hahahaha. Tunggu penampakan video nya di social media.

Anyway meskipun journey kami berakhir di hari ke 7, it ain’t over yet. It would be the new beginning of another journey.

Last packing di kota Kupang
Last packing di kota Kupang

Penerbangan panjang kami tempuh dari Kupang, transit di Surabaya, delay, antrian panjang, kena last call, sampai akhirnya kami semua landing dengan selamat di Bandar Udara Soekarno Hatta Cengkareng pada minggu malam. Mukanya udah pada kusut maksimal.

Selain karena capek, post vacation syndrome benar-benar mendera kami berlima. Rasanya tidak rela harus kembali ke dunia nyata, kembali ke rutinitas.

Besok pagi buta, saya harus terbang ke Jogja dan langsung ngantor. Dan yang bikin lebih males adalah udah dikabarin orang kantor kalau banyak banget laporan yang harus segera disiapin karena akan ada audit. #preeettt!!

Sementara, Teh Riyanni kembali dengan kejaran deadline Divemagz nya. Nisa kembali ke kampus untuk kuliah menuntut ilmu. Om Adhe harus segera bikin laporan perjalanan ini dan segera handle project berikutnya. Bang Pelan pastinya segera setor video hasil liputan journey team explorer ini ke editor. Bayangin aja, video dokumentasi selama 7 hari, harus di-edit jadi sebuah video dengan durasi beberapa menit saja. Beuhh PR banget ituuuh.

Nescafe Journey on board
Nescafe Journey on board

***

Sebuah video singkat tentang perjalanan kami—team Nescafe Journey—mengekplorasi keindahan alam dan budaya bumi nusanipa, bumi flobamora, propinsi Nusa Tenggara Timur.

Kami berlima; Saya, Nisa, Teh Riyanni Djangkaru (Aspirer), Om Adhe (Fixer) dan Bang Pelan (Videographer) menyusuri kota demi kota selama 7 hari dari tanggal 24-30 September 2012.

Rute yang ditempuh dari Jakarta – Denpasar – Labuan Bajo – Ruteng – Labuan Bajo – Ende – Kupang – Alor – Kupang – Surabaya – Jakarta dengan total 2817 Km dalam waktu 168 jam.

Begitu banyak moment yang kami lalui… namun ternyata… semua itu hanya terangkum dalam video yang berdurasi 3 menit saja. (nyesek juga sih sebenarnya). But it’s oke, soalnya kalau kepanjangan ntar malah kaya film India hahaha.

Yaaaah meskipun ternyata unfortunately gak banyak scene close up, malah banyakan scene siluet, long shot ataupun scene punggung doang, at least video ini bisa jadi cerita buat anak cucu kalau dulu pernah blusukan di NTT. (meski belum banyak tempat yang di datangi juga hehe).

Video Nescafe Journey by Fahmi
Video Nescafe Journey (klik untuk menonton)

 

Ribuan kilo kami jalani
Ratusan jam kami lalui
Beraneka medan kami susuri
Beragam karakter orang kami temui
Susah dan senang kami nikmati
Namun semua ini belumlah berarti
Ketika kami belum berbagi
Mari… buka mata, buka hati
Indahnya negeri ini

~ END ~

Rangkaian jurnal harian Nescafe Journey ini sebagai bentuk apresiasi saya atas kesempatan emas ini. Sebuah angan yang menjadi kenyataan. Sebuah mimpi yang kini telah terbukti.
Terima kasih Tuhan…!