Ziarah Ke Makam Sultan Bolkiah Brunei Darussalam

#NorthBorneoTrip Part 3

 
Makam Sultan Bolkiah 5th Sultan of Brunei Darussalam

Jalanan mulai agak menanjak, berkelok di lereng bukit. Saya hanya duduk terdiam di jok depan samping kemudi. Minggu siang itu begitu lengang. Bahkan kami hanya berpapasan dengan beberapa mobil saja.

 
Mas, yang di sebelah kiri ini apa ya?” tanya saya pada mas Juki.
Ooh, itu makam sultan Brunei yang dulu” jawabnya
Wah! Serius mas? Ini yang saya cari! Berhenti bentar dong.” saya tersentak kaget.
 

Lalu nge-rem mendadak…

 

Sudah sejak lama, saya punya niat. Kalau suatu hari nanti kesampaian berkunjung ke Brunei Darussalam, saya ingin berziarah ke makam para sultan terdahulu. Dan pada saat akhirnya kesampaian bisa jalan ke Brunei, saya totally clueless. Nggak tahu medan, nggak tahu jalan, dan nggak banyak persiapan sebelumnya.

 

Nah, dalam kondisi seperti itu, eh… Alhamdulillah malah nggak sengaja ketemu makamnya. Lokasinya di pinggir jalan raya Kota Batu, satu jalur dengan Museum Teknologi Melayu. Tak begitu jauh dari Museum Brunei. Cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum (purple bus dari Pusat Bandar jurusan Muara).

 

Saya menyusuri jalan setapak menurun dari susunan batu paving merah yang sudah mulai berlumut. Sepi, tak ada siapapun. Hanya berteman angin lembah yang berhembus menerpa wajah.

Kompleks Makam Sultan Bolkiah Brunei Darussalam
Kompleks Makam Sultan Bolkiah Brunei

Terhampar beberapa makam tua tak bernisan. Hanya susunan bebatuan andesit yang menghitam dimakan jaman. Dari kejauhan tampak cungkup/kubah kecil berwarna keemasan. Itulah makam Sultan Bolkiah, pemimpin kerajaan Brunei ke-5 yang membawa Brunei memasuki masa kejayaan. Wilayah kesultanan Brunei kala itu sampai ke Filipina, keseluruhan pulau Borneo, Sulu, dan pulau-pulau lain.

 

Saya tertegun sejenak. Berhenti beberapa meter dari makam. Berdiri dalam diam. Mata saya terpejam, menghirup udara dalam-dalam. Masih tidak habis pikir, “kok bisa ya tiba-tiba saya sampai disini? Sungguh Allah Maha Kuasa!” Kita tidak pernah tahu bagaimana Dia mewujudkan keinginan setiap hambaNYA. Ajaib.

 

Di bawah kubah emas kecil itu terdapat sebuah nisan raksasa. Jauh lebih besar dari ukuran nisan pada umumnya. Tingginya sekitar 2 meter kira-kira. Terbuat dari batu pualam putih berhiaskan ukiran kaligrafi huruf-huruf arab klasik nan indah. Melihat makam Sultan Bolkiah ini, saya bisa membayangkan, beliau adalah sosok yang gagah dan kharismatik. Auranya masih terpancar. Konon, untuk pembuatan nisan makam Sultan Bolkiah ini, kerajaan Brunei sampai mendatangkan ahli khusus dari pulau Jawa pada sekitar awal abad ke 16.

Makam Sultan Bolkiah & Permaisuri Puteri Laila Menchanai
Makam Sultan Bolkiah & Permaisuri Puteri Laila Menchanai

Disamping nisan sang Sultan, terdapat sebuah makam kecil, namun hanya memiliki satu kepala nisan. Menurut buku sejarah Brunei, makam ini adalah makam permaisuri Sultan Bolkiah yang bernama Puteri Laila Menchanai. Mengenai penyebab kematian sultan dan permaisuri pun sampai saat ini masih penuh misteri. Nah karena saya bukan ahli sejarah, mengenai kisah lebih lanjut, silakan saja baca buku mengenai sejarah kesultanan Brunei Darussalam. Menarik karena kisahnya agak mirip Romeo & Juliet.

 

Beberapa pohon bunga kamboja tumbuh di sekitar makam. Menaungi puluhan makam tua yang terletak mengelilingi cungkup makam Sultan Bolkiah. Tidak ada nama, tidak ada keterangan apapun. Mungkin ini adalah makam para keluarga & pejabat kerajaan terdahulu.

 

Where To Stay in Brunei? Click Here

Makam Tua Kota Batu Brunei Darussalam
Makam Tua Kota Batu

Usai berdoa sejenak, saya kemudian naik menyusuri jalan paving merah yang tadi saya lalui. Namun sebelum kembali ke mobil, saya berbelok ke kanan. Deretan papan seng menutupi sebuah bangunan tua. Bentuknya mirip-mirip joglo gitu, terbuka dan berundak. Sebuah papan informasi terpampang di depannya:

Situs Tapak Kota Batu Brunei
Situs Tapak Kota Batu Brunei
 

Ternyata ini adalah situs Tapak Kota Batu 1 (KB 1). Situs kompleks pemakaman kerajaan Brunei kuno. Sudah 3 kali dilakukan penggalian oleh tim arkeologi pada tahun 1986, 1989 dan 1992. Pada penggalian tersebut, ditemukan beberapa batu nisan berukir motif Bunga Air Mulih, tembikar dan kayu-kayu tua yang diperkirakan sebagai penutup liang lahat. Menemukan situs ini antara penasaran pengen eksplorasi, tapi juga takut karena ini tempat yang “special”. Akhirnya saya putuskan hanya mengamati dari luar saja.

Situs Makam Diraja Kota Batu Lama Brunei
Situs Makam Diraja Kota Batu Lama Brunei

Oiya, masih di sekitar Kota Batu ini, ada satu lagi makam diraja, yaitu makam Sultan Sharif Ali atau Sultan Berkat. Beliau adalah sultan Brunei ketiga. namun sayang, karena waktunya mepet, saya nggak sempat mampir ziarah kesini. Berikut penampakan lokasinya:

 
Makam Sultan Sharif Ali, Sultan Brunei ke-3
Makam Sultan Sharif Ali, Sultan Brunei ke-3 | Sumber Foto

Bersambung ke #NorthBorneoTrip Part 4

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
23 Responses
    1. fahmianhar

      salut sama kak cumi ini, juara kalau dulu-duluan komentar. etapi kalau situ ke brunei jangan main-main pake kolor doang ya kak, ntar ditangkap polisi diraja syariah hahaha

  1. Sepintas bentuk nisan dan bentuk Situs Makam Diraja Kota Batu Lama Brunei mengingatkan saya pada peninggalan Majapahit di kota Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Tapi Trowulan itu di abad ke-14 s.d. 15 sih.

    1. fahmianhar

      bisa jadi masih ada pengaruh dari era itu, karena menurut sejarah brunei, batu nisan sultan bolkiah dibuat oleh orang jawa yang didatangkan khusus.

    1. iya mas, jaman dulu pas browsing tentang Brunei gak sengaja nemu info tentang makam ini. saya cuma bilang “kalau suatu saat ke brunei, saya pengen ziarah kesini” sambil nunjuk foto-foto di layar monitor. eh sekian tahun kemudian kesampaian deh 🙂

    1. insyaallah semua yang aku kunjungi selama di brunei akan diposting dalam rangkaian #northborneotrip ini mbak, semoga bisa jadi referensi teman2 / pembaca yang akan kesana 🙂

    1. pada abad 16 dulu, mungkin makam sultan ini sudah sangat mewah mbak. masih tersirat aura kemegahan dari nisannya. kalau sultan-sultan terakhir dimakamkan di kompleks makam diraja brunei yang lain, mewah juga. sayang nggak sempat ziarah kesana kemarin karena waktunya mepet

  2. IDA ANIDA

    Mas Fahmi,
    Boleh share info si Om Juki yg bawa keliling2 Brunei?
    InsyaAllah saya mau kesana bulan NOV ini.
    Terus kemarin nginap di hotel apa?

    Hatur nuhun,
    Ida

    1. iya, ini makam sultan brunei yang terdahulu. kalau kompleks makam kerajaan ada di tempat lain, di pusat kota, namanya kubah makam diraja brunei yang memang khusus untuk royal family saja. makam masyarakat brunei banyak juga kok, sama saja dengan di Indonesia.

Leave a Reply