15 Cara Seru Menikmati Wisata Melaka Malaysia

“Melaka itu kota kecil bro, explore sehari juga khatam. Ngapain disana lama-lama?” Kata seorang teman yang tahu saya akan berangkat liburan ke Melaka Malaysia.

Saya cuma mengulas senyum.

Setiap orang tentu memiliki ketertarikan tersendiri terhadap sebuah destinasi. Ada yang suka wisata alam, sejarah, kuliner, festival budaya, religi, dan masih banyak lagi. Tahun 2014 saya pernah jalan-jalan ke Melaka. Memang hanya sekedar mampir dalam perjalanan darat dari Kuala Lumpur menuju Singapura kala itu.

Namun begitu tahu suasana Melaka saat pertama kalinya, wah saya langsung jatuh cinta! Cukup menyesal hanya menjadikannya “tempat mampir” saat itu. Sebagai penikmat wisata sejarah, kota ini ajaib dimata saya. Banyak tempat wisata di Melaka yang unik dan menarik. Keterikatan sejarah dengan Nusantara sangat kuat disini. Saya pun berniat harus kembali lagi kesini suatu saat nanti.

Keinginan untuk kembali liburan ke Melaka terwujud. Kebetulan saya bersama beberapa rekan travel blogger dikirim oleh Indonesia Air Asia dalam sebuah project #FlyWithAirAsia #BikinJadiNyata untuk eksplorasi sejarah dan budaya Melaka.

Meski hanya 3 hari 2 malam berada di kota yang dinobatkan sebagai UNESCO world heritage sites ini, saya dan teman-teman bisa cukup leluasa menikmati Melaka, walau sebenarnya belum puas juga hehe.

 

Tips seru menikmati wisata Melaka

Nah untuk teman-teman yang belum pernah berkunjung ke Melaka Malaysia, saya punya sedikit tips nih gimana cara seru menikmati wisata Melaka Malaysia.

1. Menginap selama beberapa hari

Bagi saya, sehari, dua hari, tiga hari belumlah cukup untuk menikmati wisata Melaka. Mungkin minimal seminggu baru cukup karena ada banyak hal menarik disini. Coba simak postingan ini sampai akhir dan kamu akan tahu mengapa Melaka menarik.

Casa Del Rio Melaka Fahmi Anhar

2. Pilih hotel unik di Melaka

Kemarin kami menginap di hotel Casa del Rio Melaka yang bergaya arsitektur ala Spanyol di pinggir Sungai Melaka. Instagramable banget hotelnya, reviewnya klik disini. Ada juga hotel Puri Melaka yang bergaya oriental nan unik. Furniturenya didatangkan langsung dari Tiongkok. Suasananya asri, seperti tidur di mansion saudagar Tionghoa. Selain dua akomodasi ini, masih banyak pilihan hotel di Melaka. Mulai dari kelas budget hingga bintang lima. Tinggal sesuaikan budget dan kebutuhan saja.

Hotel Puri Melaka
Lobby Hotel Puri Melaka

3. Ikut Heritage Walk

Mau jalan-jalan sendiri kesana kemari ya boleh-boleh saja. Melaka ini mudah untuk diexplore hanya dengan berbekal peta wisata, google maps atau tanya-tanya warga lokal. Tapi akan lebih afdhol rasanya jika kita ikut paket heritage walk yang ditemani guide lokal profesional. Mengapa? Karena dengan begitu, kita bisa tahu detail sejarah dan cerita menarik dari setiap sudut kota ini. Seperti pada perjalanan bersama rekan-rekan blogger kemarin. Tanpa sepengetahuan kami, ternyata pihak hotel Casa del Rio telah menghadirkan Mr Edy, seorang senior guide Melaka yang juga pelaku sejarah & senior citizen disini untuk menemani kami eksplorasi bangunan bersejarah di Melaka. Sungguh kami sangat beruntung bertemu Mr Edy. God bless you!

Melaka Heritage Walk
That moment when finally Kak Astin menemukan saudaranya di Melaka
Chee Ancestral Mansion Melaka Malaysia
Chee Ancestral Mansion
Cheng Hoon Teng Temple Melaka Malaysia
Cheng Hoon Teng kelenteng tertua di Malaysia
Masjid Kampung Kling Melaka Malaysia
Masjid Kampung Kling
Mr Edy Senior Guide Melaka Heritage Walk
Mr Edy, the super guide!

4. Melaka River Cruise

Salah satu daya tarik utama wisata Melaka adalah sungai Melaka yang kini bersih dan rapi. Padahal jika kalian tahu, beberapa tahun lalu pada awal 2000-an, sungai ini masih kotor dan bau. Air limbah rumah tangga masih bercampur. Pemukiman kumuh mendominasi bantaran kali. Mirip-mirip kondisi Ciliwung lah. Kemudian dalam sebuah mega proyek restorasi & revitalisasi secara bertahap, sungai Melaka bertransformasi menjadi cantik seperti sekarang ini dan bergelar “Venice of the east”.

Melaka River Cruise
Melaka River Cruise

5. Jogging & jalan kaki susur sungai

Buat yang suka jogging dan lari, bawa sepatu olah raga deh. Coba nikmati suasana pagi hari ketika udara masih segar, belum banyak orang, lari dari hulu sungai di dalam kota sampai bendungan laut di hilir sungai. Cakep bener!

6. Nongkrong di cafe-cafe tepi Sungai Melaka

Hangout bersama teman-teman di cafe pinggir sungai Melaka sambil menyesap secangkir cappucino di sore hari. Quality time!

Sungai Melaka Cafe
Cafe di pinggir sungai Melaka

7. Sunrise – Sunset di St Paul Hill

Saya tidak menyarankan naik ke bukit St Paul pada siang hari. Ngos-ngosan dan panas cuy! Mending ketika pagi masih sepi cocok untuk hunting sunrise atau ketika sore sambil hunting sunset.

St Paul Hill Melaka Malaysia
St Paul Hill

8. Museum hopping

Ada berapa banyak museum di Melaka? Banyak pokoknya. Museum sejarah Melaka, museum peradaban islam, museum kelautan, museum perangko, museum UMNO, museum kesultanan Melaka, museum baba nyonya and so on and so on.

Museum Melaka
Museum dunia Melayu & dunia Islam Melaka

9. Wisata ziarah makam tua Melaka

Ini yang menurut saya menarik dan jarang dipilih orang, yaitu menyusuri jejak makam-makam tua di Melaka. Baik makam muslim peningalan jaman Kesultanan Melaka seperti makam Hang Tuah, makam Hang Jebat, makam Hang Kasturi, makam Syamsudin Al-Sumatrani, dll hingga ke kompleks kerkhoff Inggris, Belanda, Portugis dengan nisan & prasasti yang besar.

Makam Hang Jebat Melaka Malaysia
Makam Hang Jebat
Makam Inggris di Melaka Malaysia
Kompleks makam Inggris

10. Naik becak keliling kota

Kalau capek jalan kaki, kita bisa naik becak hias keliling kota Melaka. Selain unik dekorasinya, becak-becak ini juga full musik, seperti konser jalanan. Tarik mang!

Becak Wisata Melaka Malaysia
Becak Melaka

11. Wisata kuliner di warung makan lokal

Harga makanan di Melaka relatif murah menurut saya. Jika ingin merasakan lebih menyatu dengan keidupan masyarakat sekitar, cobalah makan di kedai makan lokal. Favorit saya Kedai Lineclear di pinggir Sungai Melaka di sebelah jembatan Kampung Jawa. Mee mamak, mee rebus, mee rojak, sate dan es cendolnya enak semua.

Mee Rojak Udang Melaka
Mee rojak udang

12. Hunting barang antik di Sunday market

Saya terkagum-kagum dengan Sunday market, semacam pasar loak dadakan yang hanya diadakan setiap hari minggu pagi di sebuah gang kecil sebelah Jonker street. Barang yang dipajang harta karun semua men! Lampu antik, uang kuno, teko keramik, setrika ayam, foto-foto jadul, piringan hitam dan masih banyak lagi.

Melaka Sunday Market
Melaka Sunday Market

13. Menikmati suasana malam di Jonker Street

Hanya ada setiap akhir pekan. Bagi saya suasananya mirip Pasar Semawis Semarang sih. Beragam makanan dan jajanan ada disana. Pernak-pernik cinderamata khas Malaka juga tersedia.

Jonker Walk
Suasana Jonker walk pada malam hari

14. Menara Taming Sari

Menikmati landscape Melaka dari ketinggian bisa menjadi pilihan. Kita akan dibawa naik ke atas dalam sebuah kapsul kaca yang berputar 360 derajat. Seru!

15. Es cendol & kelapa pandan is a must !

Last but not least, jajan Es Cendol yang dihidangkan dengan gula Melaka dan jangan lupa teguk kesegaran buah kelapa muda pandan yang wangi dan menyegarkan.

Es Cendol Melaka
Es Cendol Melaka

Jadi kata siapa Melaka itu membosankan? Tiga hari tinggal disini saya masih merasa kurang. Belum puas explore harta karun warisan sejarah yang tertinggal di Melaka. Setiap jalan punya cerita. Setiap gang punya kisahnya. Setiap bangunan menyimpan berjuta kenangannya. Dan setiap orang akan mempunyai kesan yang berbeda terhadap wisata Melaka Malaysia.

***

Tips Wisata ke Melaka :

  • Jika ingin berkunjung ke Melaka, dari tanah air kita bisa terbang bersama Air Asia menuju Kuala Lumpur International Airport (KLIA2), dilanjutkan naik bus atau kendaraan pribadi menuju Melaka.
  • Tiket bus ke Melaka sekali perjalanan sekitar RM 24, dapat dibeli secara online maupun langsung di counter bus KLIA2 area basement.
  • Jika sudah ada di Kuala Lumpur, kita bisa menuju Melaka dengan naik bus dari Terminal Bersepadu Selatan. Dari sini harga tiketnya hanya sekitar RM 12 saja.
  • Perjalanan menuju Melaka ditempuh dalam waktu +/- 1,5 s/d 2 jam
  • Turun di Melaka Sentral, lanjut perjalanan ke pusat kota dengan naik bus Panorama Melaka jurusan Bangunan Merah dari platform 17.
  • Cuaca di Melaka cenderung panas karena berada di pesisir selat Melaka, siapkan tabir surya, topi atau pelindung kepala lain agar tidak terlalu kepanasan.
  • Bawa air minum untuk menjaga agar tidak dehidrasi.
  • Jika ingin menikmati suasana lain kota Melaka, cobalah naik River Cruise ketika sunset. Kita akan mendapatkan momen sebelum dan sesudah lampu-lampu menyala dibawah temaram senja.
  • Hotel di Melaka dekat Jonker street bisa menjadi pilihan karena lokaisnya yang strategis. Namun jika ingin mencoba area lain, silakan saja.
  • Jika jalan-jalan menikmati malam di Jonker Walk, harap tas ransel digendong di depan demi kemananan.
  • Siapkan baterai kamera cadangan jika akan ikut heritage walk/hunting sendiri.
  • Lebih seru jalan-jalan ke Melaka bersama teman-teman agar bisa bergantian berfoto hehe.
  • Setiap Selasa, Kamis dan Sabtu jam 9 pagi, berkumpul lah di Tourist Information (dari bangunan merah, nyebrang ke depan, Tourist Information di sebelah kiri jalan sebelum jembatan menuju bangunan H&M), tersedia walking tour GRATIS selama 2 jam. (info dari Maria, pembaca blog)

Kamu punya cara lain yang lebih seru untuk menikmati wisata Melaka? Coba share di comment!

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
43 Responses
  1. Saya rasa malah harus berlala-lama di tempat seperti ini. Apalagi bagi yang mempunyai hobi di heritage,. Setiap bangunan di Melaka (saya hanya bisa lihat difoto dan beberapa tulisan) mempunyai sejarah dan arsitektur menawan. Sayang jika hanya dilewatkan sebentar saja. *Semoga bisa ke sana.

  2. heritage walk adalah kunci!! aku paling seneng kalo heritage walk gini. apalagi ada guide. jadi kayak lagi didongengin.
    oh iya, tadi aku mau klik di bawah ini tapi nggak linknya, mz.
    *ha mbok sabar bosque*

  3. Asyyiiiik… Aku mau save dulu.. Thn dpn mau kesana liburan bareng adekku.. Malu nih, masa 4 thn tinggal di penang dulu, aku ga pernah main ke melaka -_- .. Pdhl bnyk sejarah dan kulinernya aku dgr memang enak2 ya mas..

  4. sebenarnya kalau beneran ekplore, satu kota itu paling enggak perlu minimal 3-4 hari. nah kalau kota macam malaka yang asik ini, bisa-bisa perlu semingguan buat eksplore luar dalem 🙂

    1. aku komentar bagian makam hang tuah boleh ya kak?
      itu batu nisannya mirip dengan batu nisan Aceh pada Era kerajaan Aceh Darussalam. dengan tipikal batu dari pulau batee, aceh besar. ada ukiran2 kaligrafinya kan? dan bentuk bulat itu bermakna seseorang yang begitu berjasa.

      klo soal makam2 inggris, kak olive lebih paham 😀

  5. I love Melaka! Hehehe..
    Sayangnya 3 kali ke sana cuma sebentar-sebentar banget, masing-masing nggak lebih dari 2 hari. Jadi belum puas2 amat, dan belum sempat ikut walking tour nya.
    Oh iya, mungkin bisa ditambahkan, di Melaka bisa ke suatu ruko yang dijadikan percontohan pelestarian bangunan warisan budaya, ada di 8 Heeren Street, linknya ini https://badanwarisanmalaysia.org/visit-us/no-8-heeren-street/
    Waktu itu aku dan Diyan nemu gak sengaja. Di sana si bapak nerangin dan ngasih tur di dalam ruko tsb ke pengunjung secara cuma-cuma, tentang usaha pelestarian mereka, dan sejarah ruko tsb. Keren projeknya 😀
    O ya, aku dikasih tips oleh pemilik guest house tempat aku nginep waktu itu, tentang jalan2 di weekend night market Jonker Street. Yaitu, hati-hati sama pencopet. Kalo bawa tas taro di depan badan (semacam naik Metro Mini di Jakarta..hahaha). Tapi itu di tahun 2013 ya, entah sekarang udah lebih aman atau gimana.

    1. Toss kita! Melaka ini cakep banget dah kotanya. Walking tour kemarin destinasi pertama menyusuri Heeren Street ini, banyak bangunan bersejarah disana dan salut dengan keseriusan warganya dalam menjaga harta warisan sejarah & budayanya.

      Terima kasih untuk tipsnya, sudah dimasukkan di artikel yak! Hehe

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Fahmi Anhar…

    Sangat benar apa yang ditulis oleh Fahmi bahawa menyelusuri Kota Melaka tidak sesingkat yang dikitakan oleh sesetengah orang. Kalau saya, malah seminggu juga belum cukup. Masih banyak lagi lokasi menari seperti di Ayer Hitam, kampung budayanya, lokasi kuliner ikan bakar yang enak dan banyak lagi. Mudahan saya juga akan kembali bercuti di Melaka kerana sudah lama tidak ke sana.

    Info-infonya sangat menarik sekali. Jangan lupa beli belacan dan cencaluk Melaka yang sangat terkenal. Cencaluk kalau digoreng bersama dengan telur, sangat enak. Pernah cubakah ?

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    1. Waalaikumsalam Hajjah Siti Fatimah,

      Wah saya belum pernah main ke Ayer Hitam, kampung budaya, belum cuba Cencaluk Melaka pula. Banyak interesting spot lah di Melaka ni. Semoga kita bisa bercuti lagi next time 🙂

  7. Dan aku termasuk yang nyesel ke Melaka cuma sehari gak pake nginep. Memang masih kurang puas, apalagi setelah baca postinganmu ini mas. Alamat harus balik lagi ke Melaka nih seandainya ada kesempatan ke Malaysia lagi.

    Aku masih memimpikan untuk mencoba heritage walk nya, mencoba river cruise nya, sore-sore nongkrong di café pinggir sungainya, jalan-jalan di Jonker Walk pada malam hari, dan susur museumnya. Wahahaha panjang deh daftarnya!

    Btw, pas aku ke sana ya, lagu yang paling populer disetel becak-becak hias itu adalah “Sakitnya Tuh Di Sini”. Kalau kemarin pas dirimu berkunjung ke sana, lagu apa yang lagi ngetrend? 😀

    1. Kunjungan ke Melaka pun saya cuma setengah hari lalu lanjut ke Singapore. Nyesel banget begitu tahu potensi wisata yang sangat menarik di Melaka. That’s why kunjungan kedua selama 3D2N tetep masih belum puas haha, belum lari-lari ketjil di pinggir sungai, belum sunsetan di St Paul Hill, belum steam boat di River Grill, dll

      Kemarin lagunya Wali Band berkumandang membahana seantero Malaysia, di Penang Hill pun lagu itu yang di putar haha, yawla…

  8. Membicarakan tempat lain yang tergarap secara kemasan wisatanya emang bikin iri ya. Tapi Melaka ini punya paket lengkap. Dimensi sapta pesonanya bukan lagi sebagai jargon yang masih digembar gemborkan kaya di Indonesia. Kalau melihat dari foto2nya, Melaka ini aman, tertib, indah, bersih, sejuk, ramah, dan punya banyak kenangan. Paket lengkap banget. Sungai pun bisa jadi titik spot yang menarik untuk bersantai. tak terganggu inderanya karena sampah (bau dan visual) . ah betapa nyamannya menghabiskan waktu di sini Mas!

    1. sepakat! sapta pesona malah tercermin dengan baik di Melaka. Informasi dari Mr Eddie sang guide, kala itu Malaysia dapat hibah yang nilainya cukup besar dari Denmark atau negara Eropa mana gitu aku lupa, untuk merenovasi dan restorasi sungai-sungai di Malaysia termasuk Sungai Melaka yang saat itu masih kumuh. Dengan bantuan itu, maka disulaplah Sungai Melaka menjadi cantik seperti sekarang. Harusnya Kota Lama Semarang, Kota Tua Jakarta juga bisa sebagus ini kalau bisa ditata & dikelola dengan baik ya.

  9. Babang udah sering main ke Melaka tapi kalau ada yg ngajakin kesini lagi pasti mau aja hahaha. Kangen cendol durian, jus semangka. keliling jonker walk. Gak pernah bosan mah kalau ke melaka

    1. Mudah kok mba.
      Ada bis tujuan lgsg k Melaka dari bandara KLIA, lalu ntar singgah dulu di terminal pusat Melaka Sentral.
      NTar ada bis domestik, yang bakal ngelewatin Jonker Street dan Bangunan Merah.

  10. QQ

    mantap konten blognya, mas Fahmi Anhar,
    mau tanya lagu dari video itu judulnya apa & bisa didownload dmn ya?

    “dari melaka, ke negeri pahang,,, lalala…

    hehehe..

Leave a Reply