7 Objek Wisata Bengkulu Bersejarah Yang Wajib Kamu Kunjungi

Tidak banyak hal yang saya ketahui dari daya tarik wisata Bengkulu selain tentang puspa langka Rafflesia Arnoldii dan bunga bangkai. Belum ada rencana juga untuk main ke Bengkulu pada suatu hari nanti. Hingga beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba datang sebuah tawaran untuk mengikuti famtrip bersama rekan-rekan travel blogger dari Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dalam rangkaian acara Festival Bumi Rafflesia 2017. Karena kebetulan acaranya berlangsung pada akhir pekan dan saya tidak perlu repot mengajukan cuti kantor, maka saya iyakan.

3 hari 2 malam menjadi warga pendatang dadakan disini, benar-benar merubah pandangan saya terhadap Bengkulu. Provinsi kecil di pesisir barat pulau Sumatera ini ternyata menyimpan kepingan mozaik sejarah peradaban nusantara yang cukup menarik untuk disimak. Mulai sejak jaman purba, kerajaan Melayu, penjajahan Inggris, hingga masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Begitu banyak pengalaman menarik yang didapatkan bersama teman-teman selama famtrip membuat saya kebingungan harus mulai bercerita dari mana. Nah karena saya memiliki ketertarikan khusus pada wisata sejarah, maka kali saya ingin berbagi informasi 7 objek wisata Bengkulu sarat nilai sejarah yang wajib kamu kunjungi.

Gendang Doll Benteng Marlborough
Rombongan famtrip disambut Gendang Doll

Benteng Marlborough

Baru beberapa langkah memasuki pintu gerbang masuk benteng, bulu kuduk saya mendadak berdiri. Padahal suasana ramai, matahari masih bersinar terik. Ahh, entah mengapa. Dari sekian banyak benteng yang pernah saya kunjungi, Benteng Marloborough cukup memikat hati.

Menurut catatan sejarah, benteng Marlborough Bengkulu dibangun pada tahun 1714 sampai dengan 1719 oleh Kerajaan Inggris Raya ketika era pemerintahan Gubernur Jenderal Joseph Collet. Lokasinya berada di tepi Samudera Hindia menghadap ke selatan. Benteng seluas 44.100 m² ini masih terlihat kokoh, bersih dan terawat. Di bagian depan, terdapat 3 makam tua yang merupakan peristirahatan terakhir Residen Thomas Parr, pegawainya Charles Murray dan satu makam lagi milik Capt Robert Hamilton yang mati dibunuh warga Bengkulu kala itu. Sementara  di bagian luar benteng dikelilingi parit buatan.

Arsitektur benteng Marlborough ini akan terlihat simetris jika dilihat dari udara. Bentuknya seperti kura-kura. Dari atas benteng, kita dapat menikmati hamparan pasir putih dan deretan cemara pantai Tapak Padri yang bersambung hingga Pantai Panjang Bengkulu.

Fort Marlborough dijadikan markas besar East Indian Company, sebuah perusahaan dagang Inggris yang kala itu menguasai komoditi lada hitam Bengkulu yang dibawa hingga ke Britania Raya. Di dalam benteng terdapat berbagai ruangan seperti ruang administrasi, ruang tahanan, gudang senjata dan mesiu, terowongan, serta tempat tinggal perwira tinggi Inggris dan keluarganya.

Benteng Marlborough

Halaman Tengah Benteng Marlborough
“tembak aku pake meriam kak! tembak akuu!” kata @masedy80 | #kidding

Rumah Bung Karno

Jika berkunjung ke Bengkulu, sempatkan juga singgah sejenak ke rumah pengasingan Bung Karno yg terletak di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Bengkulu. Sebuah rumah bergaya lama yang dulunya milik saudagar Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat itu, kini telah menjelma menjadi objek wisata sejarah, karena disinilah Bung Karno menjalani masa-masa pengasingannya pada tahun 1938-1942 setelah dipindah dari Ende, Flores. Rumah ini menjadi saksi bisu, romansa kisah cinta segitiga Bung Karno, Ibu Inggit Garnasih & Ibu Fatmawati.

Rumah Soekarno Bengkulu
Rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Ranjang Tidur Soekarno Inggit Garnasih
Tempat tidur Soekarno & Inggit Garnasih
Sepeda Bung Karno
Sepeda Bung Karno

Rumah Ibu Fatmawati

Berupa sebuah rumah panggung kecil dengan gaya arsitektur khas Bengkulu. Hanya terdiri dari beranda, ruang tamu, dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi. Bagian depan rumah berhiaskan ukiran khas Melayu. Di ruang tamu terpajang foto-foto Fatmawati bersama Bung Karno dan anak-anak mereka. Saya sempat masuk di kamar sisi kanan dan mencoba rekonstruksi adegan menjahit menggunakan mesin jahit yang dipakai oleh Bu Fat untuk menjahit Sang Saka Merah Putih dari dua helai selendang.

Yang unik dari rumah ini adalah, rumah tersebut sebenarnya bukan rumah milik keluarga Ibu Fatmawati ataupun pernah ditempati beliau. Melainkan dulunya, rumah ini milik kerabat Fatmawati yang tinggal di kota Bengkulu, kemudian dihibahkan kepada pemerintah kota untuk dijadikan objek wisata sejarah Bengkulu.

Rumah Fatmawati Bengkulu
Rumah Fatmawati Bengkulu
Mesin Jahit Ibu Fatmawati
Kak @olive_ssb rekonstruksi menjahit bendera merah putih | kacamatanya musti gitu banget buk? :’D
Travel Blogger Indonesia di Rumah Fatmawati Bengkulu
foto bersama #GenkBakwan

Makam Inggris Jitra

Kompleks makam Inggris terletak tak begitu jauh dari Fort Marlborough maupun Lapangan Merdeka, tepatnya di Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Saya dan beberapa teman blogger peserta famtrip “melarikan diri” dari hotel untuk menyempatkan main kesini naik angkutan umum.

Menurut catatan sejarah, makam Inggris Bengkulu sudah ada sejak tahun 1775. Pengelolaannya dibawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. Dulunya, ada lebih dari 100 nisan disini, namun sekarang tinggal tersisa 53 nisan saja karena adanya pembangunan di sekitar kompleks makam. Kondisi sebagian makam telah rusak karena dimakan usia. Sebagian lagi hilang papan namanya. Namun masih ada juga tulisan di batu nisan yang dapat terbaca dengan jelas.

Sebenarnya, kami tertarik untuk menelisik lebih jauh tentang kepingan sejarah kolonialisme Inggris di Bengkulu. Namun sayang, penjaga makam tidak memiliki daftar nama siapa saja yang dikuburkan disini. Kondisinya pun relatif memprihatinkan. Beberapa nisan malah dijadikan tempat jemuran.

Makam Inggris Bengkulu
Nisan unik yang saya temukan di kompleks makam Inggris
Makam Inggris Jitra Bengkulu
Makam Inggris Jitra Bengkulu

Makam Sentot Alibasyah

Berada di Kelurahan Bajak, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Makamnya menyatu dengan pemakaman umum warga setempat. Sentot Alibasyah adalah seorang panglima perang Diponegoro ketika melawan kolonial Belanda di tanah Jawa.

Belanda berhasil menumpas perang Diponegoro setelah berhasil menangkap pangeran Diponegoro di Magelang dengan cara yang licik. Sang panglima perang, Pangeran Alibasyah  Prawiradiraja atau yang lebih dikenal dengan Sentot Alibasyah pun ikut ditangkap dan kemudian diasingkan ke Sumatera Barat.

Sentot Alibasyah menjalani masa pengasingan yang tidak mudah. Karena beliau memberikan dukungan pemberontakan kepada kaum Paderi di Sumatera Barat, maka oleh Belanda, Sentot Alibasyah disingkirkan ke Cianjur, Jawa Barat lalu dibawa ke Batavia. Disana beliau diizinkan untuk menunaikan ibadah haji oleh Belanda. Usai berhaji, Sentot Alibasyah dibuang ke Bengkulu oleh Belanda hingga akhir hayatnya.

Makam Sentot Alibasyah Bengkulu
Cungkup makam Sentot Alibasyah | photo by @puspitayudaningrum
Nisan Makam Sentot Alibasyah Bengkulu
Nisan makam Sentot Alibasyah | photo by @puspitayudaningrum

Masjid Jamik Bengkulu

Saya menemukan hal yang menarik mengenai letak masjid di Bengkulu. Jika diperhatikan dengan seksama, sebagian besar masjid di kota, letaknya di persimpangan jalan. Jika tidak pas di persimpangan jalan, ya masih di sekitarnya lah. Entah mengapa.

Termasuk letak Masjid Jamik Bengkulu yang berada di Jl. Letjend Suprapto, Tengah Padang, Ratu Samban, pusat Kota Bengkulu ini. Masjid ini merupakan peninggalan karya arsitektur Ir Soekarno, sang proklamator yang kala itu sempat menjalani masa pengasingan di Bengkulu pada tahun 1938 – 1942.

Dulunya masjid ini hanya berbentuk surau kecil. Karena merasa prihatin dengan kondisinya, Bung Karno merancang satu bangunan masjid bergaya Eropa dengan dua buah bubungan dan teras memanjang. Warga sekitar yang mayoritas dari suku Serawai bergotong royong membangun masjid ini.

Masjid Jamik Bengkulu
Masjid Jamik Bengkulu
Arsitektur Masjid Jamik Bengkulu
Coba perhatikan gaya arsitekturnya, menarik ya | photo by @puspitayudaningrum

Museum Negeri Bengkulu

Jika ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat suatu daerah, datanglah ke pasarnya. Jika ingin tahu lebih banyak tentang sejarah peradaban suatu daerah, datanglah ke museumnya. Meski sekilas kondisi bangunan Museum Bengkulu yang terletak di kawasan Padang Harapan ini terlihat kurang terawat, namun ternyata di dalamnya tersimpan bukti sejarah Bengkulu dari waktu ke waktu. Terdapat artefak peninggalan peradaban batu & perunggu, tempayan kubur, aneka kain besorek, tenun Enggano, naskah kuno huruf Ka ga nga, mesin cetak Drukkey Populair  merek Golden Press yang dipakai untuk mencetak uang merah, yaitu sejenis Oeang Republik Indonesia (ORI) yang berlaku khusus di Bengkulu, diorama satwa, pernak pernik festival tabut dan lain-lain.

Tempayan Kubur Museum Bengkulu
Tempayan kubur di Museum Bengkulu

Rumah Raffles (Tambahan)

Semasa memerintah di Bengkulu, gubernur jenderal Inggris Sir Thomas Stamford Raffles tinggal di sebuah rumah di depan lapangan Merdeka, tak begitu jauh dari benteng Marlborough. Seiring perkembangan jaman, setelah mengalami renovasi dan berbagai perubahan, kini rumah tinggalnya tersebut telah dialihfungsikan sebagai rumah dinas Gubernur Bengkulu. Namun kita hanya bisa melihat dari luar pagar, mengingat status bangunan ini adalah rumah dinas pemerintahan.

Rumah Dinas Gubernur Bengkulu
Rumah Dinas Gubernur Bengkulu

Note:

  • pusat kota Bengkulu ini relatif kecil, semua objek wisata diatas lokasinya berdekatan. Kita bisa sewa mobil, motor, maupun naik angkutan umum dengan tarif rata-rata Rp. 4.000,-. Kalau jalan ramean, enak carter angkot karena terasa lebih seru.
  • Bisa juga sih naik taksi, tapi pengalaman sekali naik disini, tarifnya pakai argo kuda! ngok! Hehe.
  • Info lebih lanjut tentang wisata Bengkulu, bisa kontak akun twitter @dispar_bengkulu & @bloggerbengkulu atau akun Instagram @alesha.wisata & @bengkuluheritage

Have fun di Bengkulu! Mari sukseskan #WonderfulBengkulu2020

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
51 Responses
  1. Aku udah 2 kali ke Bengkulu, tapi gak ke tempat-tempat yang mas Fahmi tulis ini. Nasip ke sana cuma buat kerja 😥

    Mupeng mau ikutan acara kemarin tapi tabrakan sama nikahan sepupu. Apa boleh buat, simpan dulu hasrat untuk eksplor Bengkulunya. Paling gak, dari postingan ini udah tahu mau kemana aja ntar kalo berkesempatan ke Bengkulu lagi 😉

    1. coba kalau kemarin Omnduut ikutan famrip ke Bengkulu, bisa sekalian trio sama KaGio buat jual diri #BornToTravel yakan hahaha. semoga kapan2 bisa jalan bareng ya

  2. Sempat kepikiran buat main ke Bengkulu, cuma belum ada ide mau ngapain aja di sana. Nah kebetulan banget deh kalian pada ke sana dan bikin postingan rame-rame, jadi makin banyak infonya.

    Btw, kalau mau lihat bunga Raflesia arnoldii dan Titan arum itu gampang gak dari pusat kotanya? Secara ada di hutan gitu khan?

    O iya, aku agak ‘gak paham’ kenapa kalau misalnya rumah Ibu Fat itu bukan aslinya, kok gak ditulis sebagai replika aja gitu? Lalu rumah Ibu Fat yang asli, apakah sudah tak ada?

    1. Bengkulu ternyata cukup seru kok kak Bart. Kujawab ya:
      1. Jika ingin melihat Rafflesia Arnoldii maupun keluarga Rafflesia yang lain & bunga bangkai, ada baiknya kontak pihak lokal Bengkulu dulu agar timingnya pas
      2. Phak lokal yang dimaksud bisa Dinpar Prov Bengkulu, teman2 Alesha Wisata, Bengkulu Heritage maupun komunitas peduli puspa langka (kalau di IG akunnya @kpplbengkulu)
      3. Paling gampang diakses dari pusat kota Bengkulu ya ke arah Kepahiang-Rejang Lebong, lewat jalan Liku 9 kawasan hutan lindung Taba Penanjung. Sekitar KM 40-50an jadi habitat Rafflesia.
      4. Jarak tempuh pakai motor/mobil +/- 1 jam dari pusat kota
      5. Harus didampingi guide lokal yg biasanya stand by di pinggir jalan Liku 9
      6. Keluarga Bu Fatmawati berasal dari Curup, Rejang Lebong. Rumah aslinya ya disana. Selama di Bengkulu kota, konon mereka pindah kontrakan dan sempat numpang di rumah saudara, bahkan tinggal di rumah pengasingan Bung Karno. Entah rumah asli di kampung masih ada/ndak.
      7. Harusnya ini dijabarkan di postingan selanjutnya kakaaaa hahaha. Kamu sih gasabar nanya bunga 😀

    1. Betul, yang menarik dari wisata sejarah Bengkulu adalah jejak kolonialisme Inggris disana. Sejarahnya berkaitan dengan Singapura, Melaka dan Penang. Pun wisata alam Bengkulu yang menyimpan kekayaan puspa langka nusantara

  3. Semoga saya bisa berkunjung ke sana. Amin. Pengen banget kenal bagaimana “sanctuary”-nya Inggris di Nusantara, padahal di saat yang sama Belanda sudah menguasai sisanya. Pasti beda dari segi rasa dan auranya ya Mas? Haha. Soal masjid, rasa-rasanya bentuk atapnya itu mengingatkan pada beberapa bangunan di Bandung… terus ingat kalau Soekarno itu muridnya Mbah Kemal Schoemaker. Atapnya tinggi dan luas. Jadi kesannya megah dan benar-benar menaungi, sebagaimana rumah semestinya.

    1. Aamiin, semoga bisa berkunjung ke Bengkulu. Itu dia yang menarik, dari sudut pandang sejarah kolinialisme Britania Raya di Bengkulu. Pulang dari Bengkulu malah jadi tertarik untuk tour ke benteng-benteng peninggalan para penjajah di nusantara ini. Semangat masbro!

  4. dari semua bangunan yang ada di foto-fotomu, aku paling naksir rumah Raffles. simpel tapi anggun dan sekaligus tampan. #nahlho
    kece, pokonya!

    1. tapi rumah raffles ini udah mengalami renovasi, bukan aslinya lagi. konon bangunan asli ada di belakangnya. tapi entahlah karena belum lihat langsung. Vira bakalan suka kalau gambar monumen Thomas Parr & deretan rumah2 kuno di pusat kota

  5. Pdahal yaa thn lalu aku udh planning ama suami, nanti kalo sahabatnya yg orang bengkulu nikah, kita pasti dtg. Secara blm prnh jg ksana… Tp kok ya acara nikahnya bareng pas kita mw k jepang feb lalu :p. Batal deh k bengkulu.. Ternyata sbnrnya banyak yg bisa diliat ya mas.. Soalnya kalo temen suami ditanyain, di bengkuli ada apa sih, jawabnya ga ada apa2 -_- .. Makanya kalo soal wisata mah, mnding aku cari tau dr blog2 begini drpd nanya k orang :p

    1. Semoga segera ada kesempatan main ke Bengkulu ya mbak Fanny. Lumayan seru kok. Kalau jajan bisa coba di Aloha Cafe, kalau nginap bisa coba di Santika/Amaris Bengkulu. Sewa mobil Bengkulu maupun paket wisata ada Alesha Travel. Kalau mau jalan sendiri naik angkot kemana-mana pun oke karena relatif kecil pusat kotanya. 😀

    1. Hahaha ndak ada apa-apa kok di Benteng Marlborough. Cuma perasaanku aja mbak, suka aneh-aneh. Semoga kapan-kapan bisa main kesana lagi, belum puas keliling 3 hari di Bengkulu.

  6. Aku kok gak ngerasa apa2 ya kak waktu di Marlborough Fort itu? Apa mungkin aku sudah gak punya perasaan (heartless) yak? #eaaak
    Dan itu kenapa bakwan bisa sampai dibawa2 ke postingan segala? 😂😂😂

  7. Itu ngeliat bagian dalam gentongnya gitu banget mas ekspresinya? wkwkwkw
    punya temen kuliah orang Bengkulu, pernah sesekali dia upload fotonya. sejak itu jadi pengen ke Bengkulu. semoga nanti kesampaian. aamiin

  8. Aku kemaren extend di Bengkulu, lebih banyak makannya nih dibanding melipir ke tempat wisatanya haha.
    Pertanda kudu balik ke Bengkulu lagi dan melipir ke pulau Enggano juga sekaliaaaan.

    Niat mau mampir ke makam Jitra pun nggak jadi karena orang disana bilang udah nggak terawat makam disana. *soon kudu kesono.

    1. Pulau Enggano, Pulau Tikus, Taman Nasional Kerinci Seblat, Bukit Kaba, hunting spesies Rafflesia yang lain dan masih banyak lagi bucket list ke Bengkulu next time haha.

      Kemarin extend 2 hari malah kebanyakan makan doang kak Raisa? hahaha. Aku penasaran dengan Padang Kerbala dan Makam Sentot Alibasyah pun

  9. Wisatanya lebih banyak sightseeing di kota gitu ya bang, tapi menarik juga sih sejarahnya ada rumah pengasingan Bung Karno yang jadi sejarah ketemunya sama Fatmawati

    1. Perjalanan ke Bengkulu kemarin merubah sudut pandangku terhadap Bung Karno hahaha, apalagi setelah tahu kisah Bung Karno, Bu Inggit Garnasih dan Bu Fatmawati, serta istri-istri beliau yang lain

  10. putri

    Pas banger searching ttg Bengkulu keluar artikel ini msh fresh tahun 2017 juga 🙂 infonya bagus bgt, cm kurang lengkap ke Bengkulu klo belum berfoto bareng Puspa langka Rafflesia Arnoldi. Semoga pas kesana bisa ketemuan sm Bunga langka itu 🙂

    1. pusat kota Bengkulu di pesisir pantai barat Sumatera dan menghadap ke Samudera Hindia langsung. Kemarin main ke pantai juga, tapi postingan ini kan fokus ke heritage sites dulu 🙂

Leave a Reply