Kemeriahan Upacara Penurunan Bendera Di Istana Merdeka

Pangung VVIP Upacara HUT RI Istana Merdeka

Pangung VVIP

Tahun ini adalah kali ketiga saya mengikuti upacara peringatan HUT RI di Istana Merdeka Jakarta. Bagi saya, tentu ini merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan langka karena tidak semua orang bisa dengan mudah berada disini, di dalam lingkungan Istana Kepresidenan pada saat perayaan peringatan kemerdekaan.

Pertama kali hadir upacara di Istana Merdeka pada tahun 2014 lalu. Ketika akhir masa jabatan Pak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden kala itu. Kesan pertama yang saya dapatkan adalah semarak! Meriah! Istana berhiaskan bunga warna-warni disana-sini. Tak lupa beragam group kesenian daerah juga diundang untuk mengisi pos-pos tertentu di dalam lingkungan Istana Kepresidenan untuk menghibur para tamu undangan upacara. Kala itu saya mengikuti upacara pagi dan sore. Saat upacara peringatan detik-detik proklamasi, saya hanya duduk manis di tribun BB sayap kanan Istana, khusyu mengikuti jalannya upacara. Sedangkan pada upacara penurunan bendera saya memilih duduk di tribun kiri halaman depan Istana bersama tamu undangan lainnya. Simak cerita lengkapnya disini.

Kali kedua pada awal masa jabatan Presiden Joko Widodo pada tahun 2015. Aura Istana Merdeka pun berbeda. Tak begitu banyak hiasan bunga-bunga dan group kesenian yang menghibur tamu di dalam lingkungan Istana. Pengamanan oleh Paspampres terasa lebih ketat. Kala itu saya hanya ikut upacara pagi dan memilih untuk tidak duduk di tribun manapun, melainkan berdiri mondar-mandir kesana kemari sambil mengamati persiapan dibalik layar upacara di Istana. Saya melihat kedatangan para pejabat, persiapan tim Paskibraka dan Paspampres, persiapan para jurnalis ketika meliput, dll. Ini postingan lengkapnya.

Patung Halaman Tengah Istana Merdeka Istana Negara

Patung di halaman tengah Istana Merdeka & Istana Negara

Lalu bagaimana dengan upacara peringatan HUT RI ke 71 di Istana Merdeka pada tahun 2016 ini?

Saya merasakan ada yang berbeda pada upacara tahun ini. Lingkungan Istana Kepresidenan tetap berbenah dan dipercantik dengan hiasan bunga-bunga dominan warna merah putih, namun secukupnya, tidak berlebihan. (Baguslah ya, hitung-hitung menghemat anggaran). Group kesenian di pos-pos dalam istana juga tidak sebanyak dulu. Malah pada siang harinya, saya hanya menemukan satu group kesenian musik bambu dari Toli-Toli, Sulawesi Tengah yang ditempatkan di dekat Wisma Negara.

Ada dua hal yang menurut saya upacara perayaan HUT RI ke 71 di lingkungan Istana Merdeka kali ini terasa lebih spesial. Pertama adalah ketika para tamu undangan dan mungkin Paspampres juga sempat dibuat kaget ketika Pak Jokowi tiba-tiba keluar dari dalam Istana Merdeka lalu turun tangga keliling halaman istana untuk menyalami para tamu undangan yang duduk di barisan depan baik pada upacara pagi maupun soreharinya ketika penuruna bendera. Sepanjang sejarah, belum pernah ada Presiden yang melakukan itu, menyatu bersama rakyatnya dalam sebuah acara resmi kenegaraan. Mungkin beliau menganggap, perayaan HUT RI di Istana Merdeka ini adalah pestanya rakyat Indonesia, bukan sekedar seremonial belaka untuk para pejabat dan petinggi negeri seperti pada upacara tahun-tahun sebelumnya.

Dari sudut pandang pribadi, memang begitulah Pak Jokowi yang saya kenal sejak 2006 lalu ketika masih menjadi Walikota Surakarta. Tidak ada yang berubah dengan kepribadiannya meski kini beliau diamanahi rakyat menjabat sebagai seorang Presiden, ya tetap sama saja. Humble dan merakyat.

Presiden Jokowi Menyalami Tamu Undangan Upacara Istana Merdeka

Presiden Jokowi usai berkeliling halaman Istana untuk menyalami tamu undangan

Yang kedua adalah, adanya kirab bendera pusaka dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka menggunakan kereta kencana Ki Jaga Raksa yang dipinjam dari Pemkab Purwakarta. Kereta kencana Ki Jaga Raksa diiringi marching band, pasukan berkuda, pasukan pengibar bendera, pasukan Paspampres menggunakan kostum tradisonal prajurit Keraton Yogyakarta dan utusan dari keraton se Nusantara. Meriah!

Sebenarnya ada banyak hal menarik yang ingin saya ceritakan disini. Termasuk mengenai persiapan kontingen kesenian yang akan tampil sebelum upacara penurunan bendera, sisi lain kehidupan penghuni di Istana, para tamu undangan dari berbagai kalangan, dan masih banyak lagi. Tapi kalau diceritakan semua, bisa panjang hahaha. Biarlah beberapa foto dan video ini yang melanjutkan cerita saya.

Merdeka!

Marinir Cilik Tampil Di Istana Merdeka Jakarta

Marinir Cilik

Rias Wajah Militer Marinir Cilik

Persiapan Marinir cilik sebelum tampil di halaman Istana Merdeka

Penabuh Rampak Bedug Banten

Penabuh Rampak Bedug Banten

Rampak Bedug Banten

Team Rampak Bedug Banten

Kesenian Reog Gendang Tulung Agung Tampil Di Istana Merdeka

Kesenian Reog Gendang Tulung Agung Jatim

Yaasinan di Masjid Istana Merdeka

Setelah upacara pagi hingga menjelang upacara sore, diadakan Yaasinan di Masjid Istana

Tangga Istana Merdeka

Pose wajib setiap upacara di Istana Merdeka

Pasukan POLRI Upacara HUT RI Istana Merdeka

Pasang sangkur

Paskibraka 2016

Paskibraka 2016

Taruni AKPOL di Halaman Istana Negara

Ketemu dengan Taruni AKPOL Semarang

Patung Di Halaman Istana Negara

Blue hour di Istana Negara

Ki Hujan Pohon Trembesi Di Halaman Tengah Istana Merdeka

Sang Legenda, Ki Hujan, Pohon Trembesi Di Halaman Tengah Istana

 

16 Comments
  1. August 19, 2016
  2. August 19, 2016
    • August 22, 2016
  3. August 20, 2016
    • August 22, 2016
  4. August 21, 2016
    • August 22, 2016
  5. August 22, 2016
    • August 23, 2016
  6. August 23, 2016
    • August 23, 2016
      • August 23, 2016
        • August 23, 2016
  7. August 28, 2016
  8. August 29, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*