Mengapung Di Umbul Cokro Tulung Klaten

Umbul Cokro Tulung Klaten

Umbul Cokro Tulung Klaten

Sepeda motor saya pacu perlahan melintasi jalanan kecil yang aspalnya terlihat mulai mengelupas di dimana-mana. Menyisakan lubang yang tak lagi aman bagi pengguna jalan yang sibuk berlalu-lalang. Sementara sawah yang menghijau terhampar di sisi kiri dan kanan jalan menyegarkan mata. Mentari terasa cukup terik siang itu. Tak ada awan menggelayut, langit begitu cerah membiru. Angin sepoi-sepoi membuai tubuh yang lelah setelah seminggu bekerja jauh dari rumah.

Akhir pekan itu, saya sengaja pergi keluar rumah. Menikmati β€œme time” berlibur seorang diri ke objek wisata Umbul Cokro yang terletak di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Tidak salah rasanya menyegarkan pikiran dan badan dengan berenang.

JALAN MASUK KE UMBUL COKRO

Jalan masuk ke Umbul Cokro

AIR TERJUN DI SUNGAI DEPAN OBJEK WISATA UMBUL COKRO TULUNG

Air terjun sungai depan kompleks Umbul Cokro Klaten

SUNGAI DI DEPAN UMBUL COKRO TULUNG

Sungai di depan umbul

Ketika saya sampai disana, suasana parkiran masih relatif sepi. Itu berarti tidak banyak pengunjung yang sedang berada di Umbul Cokro Tulung hari itu. Setelah menebus tiket masuk seharga Rp. 11.000,- termasuk asuransi, saya berjalan melewati jembatan menuju dalam kompleks pemandian. Suara gemericik air yang terdengar begitu jelas semakin menggelitik badan ini untuk segera menceburkan diri.

Pohon-pohon besar menaungi pemandian yang luasnya mencapai 15.000 meter persegi ini. Udara sejuk langsung menyambut siapa saja yang datang. Mata saya berbinar melihat jernihnya air yang mengalir di saluran irigasi kecil memanjang membentuk busur setengah lingkaran. Ya, pemandian utama Umbul Cokro Tulung ini memang agak unik bentuknya. Bukan sebuah kolam, namun sungai kecil yang memanjang. Airnya mengalir deras dari sebuah mata air dibawah pohon Ingas. Maka tak heran, ada juga yang menyebutnya sebagai Umbul Ingas. Konon, pemandian Umbul Cokro Tulung ini mulai ditata pada masa pemerintahan SISKS Pakubuwono ke IX karena wilayah ini masih masuk dalam kekuasaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat kala itu.

UMBUL COKRO KLATEN

Jernih banget kan airnya?

MATA AIR UMBUL COKRO TULUNG

Pusat mata air Umbul Cokro

PENJUAL ANEKA GORENGAN DI UMBUL COKRO

Habis renang di air dingin, lanjut makan gorengan hangat!

β€œMas, monggo pinarak mriki, kula jagakke tase. Aman pun.”

Tawaran seorang ibu untuk menyewakan tikar tak bisa saya tolak. Lha mau gimana lagi? Saya datang seorang diri. Jika ingin berenang, lalu siapa yang akan menjaga tas dan barang bawaan saya di areal pemandian seluas ini karena memang belum ada tempat penitipan. Begitulah kondisi disini. Banyak yang menyewakan tikar sekaligus berdagang minuman, gorengan dan aneka snack. Ada pula yang berjualan sate ayam maupun sate kelinci. Jadi tidak perlu khawatir kelaparan usai berenang. Liburan, olah raga sekaligus wisata kuliner.

Saya merasa begitu bahagia siang itu. Bagaimana tidak? Bisa berenang sepuasnya dengan aneka gaya. Mengapung di Umbul Cokro Tulung ini dengan mengikuti arus air dari hulu saluran hingga hilir adalah salah satu tips untuk relaksasi. Mata kita juga tidak akan perih karena airnya alami dan tidak mengandung kaporit. Lalu, disadari atau tidak, berenang disini merupakan sebuah kemewahan karena kita sejatinya berenang dalam air mineral seperti yang biasa kita minum dalam kemasan itu. Sebuah pabrik air mineral milik merk terkenal di negeri ini berdiri tak jauh dari kompleks mata air. Mereka mengolah mata air Cokro Tulung menjadi air minum kemasan.

LANDSCAPE UMBUL COKRO TULUNG

Aliran mata air pemandian Umbul Cokro Klaten

WAHANA PERMAINAN ANAK

Wahana permainan air anak-anak

Eh, kata siapa liburan harus ke tempat yang jauh dan menghabiskan biaya mahal? Buktinya, di Umbuk Cokro Tulung saya hanya menghabiskan sekitar Rp. 25.000,- saja untuk tiket masuk, parkir, sewa tikar, jajan sate, gorengan dan segelas minuman.

Namun meskipun jiwa-raga kembali bugar setelah berenang di Umbul Cokro Tulung, masih ada perasaan mengganjal di hati saya sepulang dari sana. Potensi alam disini sangat besar, namun sayang belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestariannya. Masih banyak saya temukan kemasan shampo dan sabun yang dibuang semarangan oleh pengunjung. Bahkan di beberapa titik di hilir, sampah plastik sampai menumpuk karena terbawa arus. Miris. Sayang sekali jika lokasi wisata sebagus ini akhirnya rusak di tangan masyarakatnya sendiri. Jadi marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan kita.

Oiya, agar puas menikmati wisata air Umbul Cokro Tulung, Umbul Ponggok, Umbul Manten dan berbagai pemandian alami di Klaten yang sedang hits lainnya, saran saya datanglah selain pada saat akhir pekan, hari libur nasional dan ketika tradisi padusan sehari menjelang bulan Ramadhan. Karena pada hari-hari itu biasanya pengunjung membludak.

Kenali dan nikmati potensi wisata di sekitarmu. Selamat berwisata, salam Jateng Gayeng!

 

39 Comments
  1. August 9, 2016
    • August 10, 2016
  2. August 9, 2016
    • August 10, 2016
  3. August 10, 2016
    • August 10, 2016
  4. August 10, 2016
    • August 10, 2016
  5. August 11, 2016
  6. August 12, 2016
  7. August 18, 2016
  8. August 25, 2016
    • August 25, 2016
  9. August 25, 2016
    • August 26, 2016
  10. August 29, 2016
    • September 1, 2016
  11. September 8, 2016
    • September 16, 2016
  12. September 20, 2016
  13. September 22, 2016
    • September 22, 2016
  14. October 15, 2016
    • October 17, 2016
  15. October 17, 2016
    • October 17, 2016
  16. October 25, 2016
    • October 28, 2016
  17. October 31, 2016
    • April 11, 2017
  18. November 2, 2016
  19. November 12, 2016
  20. April 8, 2017
    • April 11, 2017
  21. April 10, 2017
    • April 11, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*