Tengah Malam di Candi Borobudur

Harry Wisnu Candi Borobudur Magelang
Candi Borobudur berselimut kabut

Jumat, 14 November 2014, jam 22.45

Desa Mendut, Mungkid Magelang

Berat sekali rasanya menahan mata ini agar tidak terpejam. Kantung mata sudah terasa menebal. Maklum, hari itu sudah 20 jam saya beraktifitas nonstop, tanpa istirahat, dan… sampai beberapa jam kedepan belum akan bisa istirahat…

Malam itu saya “terdampar” di sebuah homestay yang lokasinya tak jauh dari Candi Mendut Magelang. Di tempat ini, saya janjian bertemu dengan beberapa teman blogger lain untuk menghadiri acara penting di tengah malam itu.


Sebuah kehormatan bagi kami mendapatkan undangan khusus dari Dinas Pariwisata Jawa Tengah untuk mengikuti acara pembukaan pemecahan rekor dunia oleh sang maestro Saxophone, Harry Wisnu Yuniarta. Beliau berusaha memecahkan rekor memiankan 300 lagu jazz dengan 13 alat musik tiup selama 15 jam. Upaya pemecahan rekor ini diawasi langsung oleh pihak Record Holders Republic (RHR) London, Inggris dan MURI. Acara ini merupakan salah satu rangkaian perayaan 200 tahun penemuan Candi Borobudur Magelang.

Sabtu, 15 November 2014, jam 00.30

Desa Mendut, Mungkid Magelang

Saya masih duduk termangu di bangku depan homestay. Dari kejauhan nampak sorot lampu mobil memecah pekatnya kabut jalanan kampung Mendut yang basah usai hujan. Teman-teman dari Semarang, Yogya & Solo akhirnya datang. Karena sudah terlambat, kami langsung bersiap menuju venue acara, di puncak pelataran Candi Borobudur.

Sabtu, 15 November 2014, jam 01.00

Kompleks Candi Borobudur

Mobil melaju pelan ketika memasuki Hotel Manohara di pelataran Candi Borobudur. Sunyi. Suara gesekan dedaunan dihembus angin malam berpadu dengan jangkrik yang kesepian. Kami sampai di pintu gerbang VIP sisi utara candi. Begitu keluar dari mobil, brrrr… dingin sekali. Beberapa petugas keamanan acara menyapa kami. Sebuah metal detector dipasang di pintu masuk.

“Silakan mas, acaranya baru saja dimulai kok.” kata seorang bapak security berseragam dinas.

Saya tidak bisa menyembunyikan kekaguman saya pada suasan Candi Borobudur saat itu. Aura magisnya terasa begitu kuat, sangat berbeda apabila dibandingkan saat siang hari. Megahnya susunan puluhan ribu batu andesit berpahat relief penuh makna, berselimutkan kabut pekat lembah Menoreh yang disorot lampu berkekuatan ribuan waat dari empat penjuru mata angin. Rasa kantuk saya hilang seketika. Berubah menjadi rasa kagum yang luar biasa.

Sejenak saya berdiri terpaku. Melihat agungnya mahakarya sisa peradaban Mataram Kuno yang terpampang nyata di depan mata. Baru kali ini saya memasuki kompleks Candi Borobudur di tengah malam buta. Sebuah kesempatan langka.

Saya tinggalkan teman-teman yang masih terdiam keheranan di belakang. Prosesi pradaksina mengelilingi Candi Borobudur oleh rombongan Harry Wisnu Yuniarta baru saja dimulai. Saya mengikuti di belakangnya dengan khidmat.

Dua orang Bhante berjalan paling depan dalam diam. Hanya berselimutkan kain coklat tanpa mengenakan alas kaki. Tepat dibelakangnya, Harry Wisnu mengikuti langkah sang Bhante sambil meniup flute. Keluarga dan pendukungnya mengikuti di belakangnya. Selain tamu undangan dan awak media, saya juga sempat bertemu dengan beberapa beberapa travel blogger dari negara tetangga yang sedang mengikuti Familiarization Trip bersama Air Asia. Tengah malam di Candi Borobudur membuat mereka sangat terkesan.

Alunan merdu yang keluar dari batang flute, membuat bulu kuduk saya berdiri. Begitu khidmatnya moment ini. Terbayang disaat orang-orang terlelap dalam tidurnya, beberapa gelintir orang disini sedang terjaga menjadi bagian dari saksi sejarah upaya pemecahan rekor dunia. Kami turun dari kompleks utama candi sekitar pukul 02.30.

***********

Note: Karena keterbatasan kualitas kamera & gadget yang dimiliki dibawa, jadi fotonya pun begitu adanya. Untuk foto yang lebih dramatis, cek postingan teman-teman:

DiscoverYourIndonesia – 200 Years Borobudur Celebration

Usemay Journey – Berselimut Kabut Borobudur

Noerazhka – Postcard From Borobudur, The Misty Temple

Harry Wisnu Pecahkan Rekor Musik Dunia Di Candi Borobudur
Harry Wisnu saat pradaksina 7x mengelilingi candi sambil terus meniup flute
Mysty Borobudur Temple Magelang
penampakan diantara pekatnya kabut | pic by: @discoverurindo
Candi Borobudur Magelang Malam Hari
setelah prosesi pradaksina | pic by: @VisitJawaTengah

Cari Hotel Di Sekitar Candi Borobudur Magelang

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
20 Responses
    1. kayanya moment ini nggak bakal terulang sih mbak hahaha. so lucky, bisa jadi bagian dari prosesi ini. tengah malam di kompleks utama candi borobudur sambil nikmatin alunan merdu suara flute 🙂

Leave a Reply