Taman Gili Kerta Gosa Klungkung

Mobil melaju pelan diantara jalan beraspal yang sempit. Hamparan sawah menghijau di kiri dan kanan jalan. AC mobil sengaja dimatikan. Kami memilih untuk mebuka jendela lebar-lebar, menghirup udara pedesaan Bali yang sejuk. Ahh entah sampai dimana kami. Saya, dan Norma hanya pasrah saja kepada Khanif, sepupu saya yang dapat jatah menyetir kala itu.

Museum Kerta Gosa Klungkung

Museum Kerta Gosa Klungkung


Tak lama kemudian, ternyata kami memasuki kawasan Semarapura, ibukota Kabupaten Klungkung, Bali. Kotanya lengang, tak banyak lalu lalang kendaraan seperti di Denpasar. Dan kami pun sampai di tujuan utama: Taman Gili Kerta Gosa. Lokasinya termasuk mudah dijangkau karena berada di tengah kota, terletak persis di samping pasar utama Klungkung.

Saya selalu tertarik dengan wisata sejarah. Karena tidak hanya sekedar mengunjungi tempat itu, namun juga seolah kita kembali ke masa-masa lalu sambil mengumpulkan kepingan mozaik sejarah. Saya penasaran dengan sejarah Kerta Gosa sebagai tempat pengadilan kuno, ketika jaman kolonial Belanda menduduki Klungkung sekitar tahun 1908-1942.

Bale Kambang Taman Gili Kerta Gosa Klungkung

Bale Kambang Taman Gili Kerta Gosa Klungkung

Cari Hotel Murah Di Bali? Klik Disini

Tak banyak wisatawan siang itu. Hanya beberapa pengunjung mancanegara dan kami berempat menjadi satu-satunya rombongan wisatawan lokal yang berkunjung. -baguslah, jadi lebih nyaman dan leluasa menikmati ambience Kerta Gosa- batin saya.

Selembar tiket masuk kami tebus dengan Rp. 12.000,- per orang. Sebelum masuk kompleks, pengunjung diwajibkan memakai kain sarung Bali yang sudah disediakan. Untuk menjaga kesopanan. Lalu kami pun berjalan beriringan memasuki kompleks Taman Gili Kerta Gosa.

Saya langsung terkesima dengan 2 buah bangunan utama di dalamnya. Bale Kambang terletak di tengah-tengah dan dikelilingi kolam ikan yang luas. Sementara sebuah balai tinggi di sudut kanan, itulah yang dinamakan Bale Kerta Gosa.

Lukisan Kamasan Kerta Gosa Klungkung

Lukisan Kamasan Kerta Gosa Klungkung

Sebuah tangga batu menuntun kaki kami ke atas. Deretan kursi kayu berhiaskan ukiran khas bali tertata rapi di tengah bale. Disinilah dulunya dilaksanakan peradilan adat untuk menghukum siapapun yang bersalah kala itu. Saya masih merasakan aura magis yang kuat disini. Mendongak keatas, beraneka ragam ornamen pewayangan terlukis rapi menutupi langit-langit Bale Kerta Gosa. Inilah yang khas dari Kerta Gosa. Lukisan cerita Ramayana atau Mahabarata bergaya Kamasan di atap bale-bale. Kamasan adalah sebuah desa di kecamatan Klungkung yang terkenal akan gaya lukisan pewayangan.

Setelah puas mengamati detail ornamen di Bale Kerta Gosa, kami kemudian berpindah menyeberangi sebuah jembatan batu melintasi kolam ikan menuju Bale Kambang. Bale ini lebih luas. Secara arsitektural, hiasan dan ornamen pendukung, tidak terlalu banyak berbeda dengan Bale Kerta Gosa. Namun menurut penjelasan seorang guide disitu, Bale Kambang memiliki fungsi yang berbeda. Yaitu lebih banyak digunakan sebagai tempat suci upacara adat manusia yadnya seperti pernikahan, pasah gigi, dan lain-lain.

Satu hal yang selalu saya perhatikan dari awal adalah bentuk patung-patung yang ada di kompleks Taman Gili Kerta Gosa ini. Kebanyakan, patungnya berbentuk menyerupai tentara Portugis. Tidak seperti patung-patung di tempat suci di Bali pada umumnya. Unik sih, tapi masih menimbulkan pertanyaan bersar bagi saya mengenai sejarah patung-patung ini. Sayang saya tidak sempat lagi bertanya kepada guide disana. Atau mungkin ada pembaca postingan ini yang tahu tentang sejarah patung-patung tentara Portugis di kompleks museum Kerta Gosa?

Patung Portugis Kerta Gosa Klungkung

Patung Portugis Kerta Gosa

Kerta Gosa sebenarnya adalah bagian dari kompleks Puri Agung Semarapura. Di sisi yang lain terdapat sebuah gapura batu yang sangat tinggi dan di depannya terdapat deretan patung mirip orang-orang Portugis yang dipakaikan kain kotak-kotak hitam putih. Sementara di ujung kompleks, terdapat sebuah bangunan masa kini yang berfungsi sebagai museum tempat menyimpan berbagai benda bersejarah Kabupaten Klungkung.

Kunjungan ke kompleks Taman Gili Kerta Gosa Klungkung menjadi salah satu yang sangat berkesan karena saya merasa menemukan sisi lain dari Bali. Sisi lain yang tak kalah menariknya dibandingkan destinasi mainstream seperti Ubud, Pantai Kuta, Nusa Dua ataupun Tanah Lot.

Beginilah menariknya Bali. Selalu ada hal-hal unik yang tersembunyi di setiap jengkal wilayahnya.

Kerta Gosa Klungkung

iye! pake kacamata andalan, gak usah complain!

13 Comments
  1. February 7, 2014
    • February 8, 2014
  2. February 8, 2014
    • February 8, 2014
    • February 12, 2014
  3. February 8, 2014
    • February 9, 2014
  4. February 9, 2014
    • February 9, 2014
  5. February 12, 2014
    • February 12, 2014
  6. February 18, 2014
    • February 18, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*