Suatu Malam Di Lawang Sewu Semarang

Gedung Lawang Sewu Semarang

Gedung Lawang Sewu Semarang

Kata orang, Lawang Sewu Semarang itu angker, horor, menyeramkan. Tapi kan itu cuma “kata orang”. Terkadang saya tidak bisa menerima begitu saja apa kata orang sebelum membuktikannya langsung. Memang sih, sudah beberapa kali saya berkunjung ke Lawang Sewu. Tapi selalu saja saat siang, belum pernah ketika malam hari. Karena suasana siang dan malam tentu saja jauh berbeda.

Hingga akhirnya kesempatan yang dinanti tiba. Malam itu, Jumat, 6 Mei 2016 saya bersama teman-teman travel blogger lainnya diajak berkunjung ke Lawang Sewu dalam rangkaian famtrip #SemarangHebat. Total ada sekitar 21 travel blogger dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar dan tentunya blogger Semarang sendiri. Sebenarnya hari itu kami sudah sangat kelelahan karena agenda yang padat. Tapi karena bagi saya ini menarik, jadi tetap bersemangat.

“Yak! Kita sudah sampai di gedung Lawang Sewu, silakan turun dan berkumpul dengan teman-teman yang lain di pintu depan. Jangan sampai terpisah dari rombongan, pikirannya jangan kosong.” Seru Pak Santoso guide kami selama famtrip.

Satu persatu turun dari minibus untuk berkumpul di gerbang depan menunggu instruksi dari panitia. Tak lama kemudian kami diajak masuk ke dalam kompleks Lawang Sewu Semarang ditemani seorang guide. Bangunan kuno yang dulu tampak kumuh dan tak terawat itu, kini telah direnovasi dan menjelma menjadi gedung tua yang cantik nan artistik. Lampu-lampu temaram yang bersinar menyelimuti setiap lekuk dindingnya berhasil menghilangkan kesan suram.

“Gedung ini dibangun pada awal tahun 1900an. Dulunya merupakan kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan kereta api Belanda. Lalu setelah masa kemerdekaan dijadikan kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia.” Kata mas-mas yang menjadi pemandu rombongan malam itu sembari kami diajak memasuki gedung utama.

“Kaca patrinya masih asli, tapi lebih bagus kalau kena sinar matahari ketika siang hari. Mari kita lanjut ke balkon.” Timpalnya.

Interior Lawang Sewu Semarang

Interior Lawang Sewu Semarang

Kaca Patri Lawang Sewu Semarang

Kaca Patri Lawang Sewu Semarang

Travel Blogger Famtrip #SemarangHebat Lawang Sewu Semarang

Rombongan wisata kelas bunga matahari. Rusuh!

Tugu Muda Semarang

Tugu Muda Semarang

Kami diajak menuju balkon utama. Dan begitu pintu dibuka, terhampar kawasan bundaran Tugu Muda dengan kerlip lampu dimana-mana. Saya masih sulit membayangkan bahwa di tempat ini pernah tejadi peristiwa sejarah pertempuran lima hari Semarang pada 14 – 19 Oktober 1945. Kala itu gedung Lawang Sewu Semarang menjadi markas Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai & Kidobutai Jepang. Bahkan hingga kini masih ada bukti sejarah plafond baja di Lawang Sewu yang bengkok terkena mortir tentara Jepang.

Meski judulnya wisata sejarah malam-malam, tapi tahu lah ya bagaimana kelakuan teman-teman travel blogger kalau sudah berkumpul dan traveling bareng. Ribuuut aja. Selalu saja ada bahan candaan di berbagai situasi. Di Lawang Sewu sekalipun. Jadi meski malam semakin beranjak larut, tidak membuat kami takut.

Hall Lawang Sewu Semarang

Ruang Utama Lawang Sewu Semarang

Lorong Lawang Sewu Semarang

Lorong Lawang Sewu Semarang

Atap Lawang Sewu Semarang

Atap Lawang Sewu Semarang

Promo Hotel di Semarang

Berpindah ke gedung dua, rombongan semakin sedikit yang bergabung. Ada yang kelelahan lalu memilih beristirahat di taman, ada juga yang masih asyik berfoto di gedung satu. Padahal di gedung dua ini, kami diperlihatkan sesuatu yang cukup jarang dibuka untuk publik. Yaitu ruang bawah tanah Lawang Sewu Semarang yang dulu pernah digunakan untuk syuting sebuah program televisi dan sempat menjadi heboh karena konon ada “penampakan”.

“Fahmi, coba kesini.” Ajak Mas Sapto dari Disbudpar Kota Semarang.

“Ini lho pintu ruang bawah tanahnya.” Lanjutnya.

Saya tertegun sesaat. Agak ragu untuk mendekat. Hawa pengap langsung menyeruak ketika saya mencoba mendekat ke pintu menuju ruang bawah tanah itu. Spontan bulu kuduk berdiri tanpa dikomando.

“Mas Sapto, saya lanjut naik saja ya. Mau foto bareng teman-teman diatas.” Ada sesuatu yang begitu kuat saya rasakan di gedung dua ini. Entahlah apa itu.

Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu Semarang

Pintu menuju ruang bawah tanah Lawang Sewu Semarang

Lorong Sunyi Lawang Sewu Semarang

Lorong Sunyi Lawang Sewu Semarang

Hantu Lawang Sewu Semarang

Hantu Lawang Sewu Semarang | coba tebak siapa dia?

Lawang Sewu Semarang Yoga Pose

apa kabar pengidap OCD? :p

Terlepas dari perasaan ini itu selama eksplorasi gedung Lawang Sewu Semarang malam itu, saya cukup puas dengan pengalaman yang didapat. Menyusuri lorong-lorong sunyi di gedung ini bisa menjadi momen yang tepat untuk kontemplasi. Selain itu, kalau meminjam istilah kekinian, Lawang Sewu Semarang ini Instagramable banget. Setiap sudut cantik untuk difoto maupun berfoto. Siang ataupun malam. Lawang Sewu merupakan salah satu objek wisata andalan Kota Semarang. Jadi, mau main kesini kapan saja, sensasinya akan selalu berbeda.

Saya rasa cukup lama kami berada di gedung Lawang Sewu Semarang ini. Buktinya, ketika masuk tadi masih lumayan ramai, banyak pengunjung. Tapi begitu selesai eksplorasi, hanya tinggal kami saja duduk-duduk santai di taman tengah dibawah pohon rindang. Melirik jam tangan, ternyata sudah pukul 22.30. Kami menjadi rombongan terakhir malam itu.

Kami pun beringsut dari bangku taman di halaman tengah. Badan sudah terasa lesu, mata pun sayu. Usai berpamitan dengan penjaga Lawang Sewu Semarang, kami pun pulang. Sesaat saya menengok ke belakang, dari kejauhan ternyata ada yang melepas kepergian kami pulang…

Suatu malam di Lawang Sewu Semarang.

Lawang Sewu Semarang Malam Hari

Lawang Sewu Semarang Malam Hari

40 Comments
  1. June 3, 2016
    • June 3, 2016
  2. June 3, 2016
    • June 3, 2016
  3. June 3, 2016
    • June 4, 2016
  4. June 3, 2016
    • June 4, 2016
  5. June 3, 2016
    • June 4, 2016
  6. June 3, 2016
    • June 4, 2016
  7. June 3, 2016
    • June 4, 2016
  8. June 4, 2016
    • June 9, 2016
  9. June 5, 2016
    • June 9, 2016
  10. June 6, 2016
    • June 8, 2016
    • June 9, 2016
  11. June 8, 2016
  12. June 12, 2016
    • June 12, 2016
  13. June 16, 2016
  14. June 17, 2016
  15. June 21, 2016
    • June 22, 2016
  16. June 23, 2016
  17. August 6, 2016
  18. September 2, 2016
    • September 2, 2016
  19. September 8, 2016
  20. October 8, 2016
  21. October 17, 2016
    • October 17, 2016
  22. March 11, 2017
    • March 14, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*