The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam

#NorthBorneoTrip Part 4

 

Dari kawasan Kota Batu, saya kembali ke pusat bandar. Hari sudah siang, perut juga sudah mulai keroncongan. Sedari pagi baru terisi roti, belum sempat makan nasi. Tapi sebelum makan siang, saya diajak Mas Juki mengunjungi museum yang lain lagi. The Royal Regalia Museum, lokasinya di tengah kota, tak jauh dari lapangan Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddin.

The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam
The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam

 

Bangunan Royal Regalia Museum ini cukup mudah dikenali, bagian depannya berbentuk kubah besar. Para pengunjung diwajibkan melepas alas kaki ketika memasuki museum. Disediakan rak untuk menempatkan alas kaki di bagian luar pintu masuk. Dan begitu masuk…. Brrrrr dingin sekali udara di dalam. Hamparan lantai pualam pun terasa membeku. Namun dinginnya ruangan langsung kalah dengan senyum hangat makcik-makcik petugas museum yang ramah. #tsaahhh

 
The Royal Regalia Building Brunei Darussalam
rak tempat sepatu di Royal Regalia Brunei
 

Setelah mengisi buku tamu kami diberikan sebuah kunci loker untuk menaruh tas dan barang-barang bawaan. Para pengunjung memang tidak diperkenankan membawa apapun ketika masuk ke dalam ruangan-ruangan museum, termasuk kamera dan handphone. Maklum, yang dipajang adalah barang berharga semua. Jadi lumayan ketat penjagaannya.

 

Ruangan demi ruangan saya telusuri. Beraneka macam foto-foto keluarga kerajaan, merchandise dan souvenir dari negara lain, dokumen-dokumen sejarah kerajaan, aneka miniatur landmark dan masih banyak lagi. Di bagian belakang, ada miniatur main hall Istana Nurul Iman dengan singgasananya.

 

Cari Hotel Murah Di Bandar Seri Begawan?

 
Usongan Diraja The Royal Regalia Building Brunei Darussalam
Usongan Diraja Brunei

Dari sekian banyak benda yang dipajang di museum ini, yang menurut saya unik adalah fakta bahwa ternyata masing-masing pangeran dan instansi kerajaan/negara memiliki bendera/panji-panji sendiri. Jadi ada hampir seratusan panji-panji kebesaran yang dipajang dengan motif hampir mirip bendera utama. Kalau masyarakat awam mungkin akan susah membedakannya.

 

The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam ini lazim disebut sebagai Bangunan Alat Kebesaran Diraja. Dibangun pada tahun 1992 untuk memperingati Silver Jubilee, perayaan 25 tahun bertakhtanya Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Omar Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam. (panjang yee gelarnye).

 
Main Hall The Royal Regalia Museum Brunei Darussalam
Main Hall Royal Regalia Building

Disamping Royal Regalia Building, terdapat The Brunei History Center. Disinilah masyarakat umum bisa mengetahui seluk beluk & sejarah kesultanan Brunei Darussalam dengan jelas. Tak jadih dari kompleks ini ada kantor pos besar Brunei dan museum perangko Brunei.

 

Tempat ini PeWe banget kalau mau buat ngadem. Secara ya udara di Brunei lumayan panas. Asik banget buat lesehan sambil gegoleran. Asal jangan sampai ketiduran aja. Recomended lah untuk dikunjungi kalau teman-teman sedang traveling ke Brunei Darussalam.

 

Bersambung ke #NorthBorneoTrip Part 5

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
19 Responses
  1. Lho, tapi kok mas bisa foto2 di dalam? Bukannya nggak boleh bawa kamera? Iya gelarnya panjang bingit! Gue coba ucapin secara langsung dan lalu kehabisan nafas hahaha. Tapi masih kalah sama nama aslinya Bangkok sih 😀

    1. jadi nug, di royal regalia building ini kamera boleh dibawa masuk dan foto-foto di main hall nya saja. nah nggak boleh bawa kamera ke ruangan-ruangan khusus di dalam yang menyimpan koleksi-koleksi sultan.

    1. ciri khas kerajaan, gelarnya panjang-panjang. gelar pangeran & puteri kerajaan brunei juga panjang. even nama jalan pun juga panjang disini, contoh: jalan raja isteri pengiran anak saleha

    1. banyak museum di brunei. bangunannya besar, koleksinya banyak, tapi sepi banget hahaha.

      Usongan Diraja dipakai ketika acara-acara adat kerajaan seperti waktu pelantikan sultan. di dalam Royal Regalia ada pemutaran video perarakan acara kerajaan gitu mbak fan, seru deh 🙂

  2. Museum di Brunei aselik lebih keren dari Indonesia punya, padahal dari segi koleksi negara kita justru lebih kaya *mnatap nanar Radya Pustaka*

    1. iya lho. source kita itu sebenarnya luar biasa. nggak usah jauh-jauh, jawa tengah aja misalnya. begitu banyak spot menarik yang bisa dikembangkan seperti Solo, Lasem, Ambarawa, dll. Coba kalau museum-museum disini dikelola dengan optimal, mungkin masyarakat akan lebih tertarik belajar sejarah daerahnya sendiri melalui museum sehingga akan timbul kecintaan pada daerahnya dan akhirnya bisa berkarya bagi daerahnya. hhfftt….

    1. Royal Regalia Musium ini kalau di Indonesia semacam Museum Purna Bakti Pertiwi di TMII. Isinya bergelimang harta haha. Entah itu meriam emas atau kuningan, kemarin lupa nanya.

  3. Meidi

    Ih jadi inget sama museum regalianya Bangkok yg ada persisi sebelum pintu masuknya grand palace, museumnya keren tapi ga boleh foto di dalam 🙂
    Masuk ke sini bayar ga kak?

Leave a Reply