Family Staycation Di Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Seringkali kita merencakan liburan sejak jauh-jauh hari namun gagal terlaksana. Sedangkan yang impulsif malah terwujud. Iya nggak? Pernah mengalami hal serupa?

Begitu pula dengan liburan keluarga kali ini. Sudah sejak sekian tahun lalu kami merencanakan untuk pergi liburan bersama-sama. Ke Karimunjawa lah, ke Dufan lah, Taman Safari, Kepulauan Seribu, Pacitan, Lombok, gagal semua. Maklum, agak susah menyamakan jadwal kosong dari lima orang pekerja dan dua anak sekolah yang semuanya tinggal terpisah di kota yang berbeda. Bahkan beda negara dan zona waktu pula.

Singkat cerita, akhirnya lebaran kemarin kami dapat berkumpul bersama karena semua pulang mudik. Hasil diskusi memutuskan untuk family staycation ke Bali setelah selesai keliling silaturahmi rutin ke para saudara. Hanya momen itulah kami semua dapat berkumpul dan pergi bersama-sama. Setelah libur lebaran usai, semua akan kembali ke habitat masing-masing.

Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Kebetulan saya mendapatkan undangan preview dari Accor Vacation Club, sehingga diberikan rate khusus bila menginap di Hotel Mercure Bali Nusa Dua atau Hotel Novotel Nusa Dua Bali. Kami memilih staycation di Novotel Nusa Dua selama 5 hari 4 malam. Kalau tanpa special rate yang murah gila itu, ya lumayan berat di ongkos juga staycation disini haha. Secara, Novotel Nusa Dua ini termasuk hotel bintang lima.

Hari yang dinanti tiba. Rabu, 13 Juli 2016 kami terbang ke Bali dalam 2 penerbangan yang berbeda dan sepakat untuk bertemu di hotel. Novotel Bali Nusa Dua ini terletak di dalam kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) bersama puluhan hotel, restoran dan beach club lainnya.

Bathtub Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Bathtub

Family Room Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Ruang keluarga

Pantry Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Pantry & meja makan

Staf hotel menerima kami dengan ramah ketika cek in. Untuk menuju kamar yang letaknya ternyata di sisi belakang, kami diantar menggunakan golf cart. Hotel Novotel Nusa Dua Bali ini cukup luas juga. Terdiri dari kompleks tower-tower apartemen dan kamar hotel yang mengelilingi kolam renang dan taman di bagian tengahnya. Kami menempati tower 3 kamar 3205. Kamar dengan konsep apartemen ini cukup lapang. Luasnya 110 meter persegi. Kakak ipar, istri dan ibu mertua terlihat sumringah melihat sederetan fasilitas yang tersedia. Pantry yang dilengkapi dengan kulkas dua pintu, mesin cuci besar, microwave, magic com, pemanggang roti, beberapa panci dan satu set pisau lengkap.

“Alhamdulillah kita bisa masak dan cuci baju sendiri disini!”

“Besok pagi belanja ya!”

“Aku pingin masak ini anu itu.”

Para ibu-ibu pun malah sibuk ngerumpi di pantry. Sementara dua ponakan saya, Faraz dan Najwa juga terlihat bahagia karena bisa bebas lari-larian dalam kamar. Saya yang sedari tadi gendong si Cimil memilih untuk langsung inspeksi ke kamar yang juga tak kalah nyaman. Senyum adik kecil ini langsung merekah ketika saya baringkan di kasur empuk. Rupanya dia kecapekan juga setelah menempuh penerbangan yang pakai acara delay 2,5 jam. Ini adalah penerbangan Fariz kedua setelah pada Maret lalu dia terbang pertama kalinya untuk liburan ke Malaysia.

Bedroom Hotel Novotel Nusa Dua Bali - Fariz Cimil

Si Cimil ceria nemu kasur empuk di Novotel Nusa Dua

Kolam Renang Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Kolam Renang Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Quality time bersama keluarga formasi lengkap kali ini benar-benar kami manfaatkan untuk liburan. Selain staycation menikmati beragam fasilitas hotel Novotel Nusa Dua seperti kolam renang, taman bermain, kids club, kami juga main di private beach nya Novotel Nusa Dua di Beach Club 2.28. Meski cukup asyik pantainya, namun sayang lokasinya terpisah, tidak terintegrasi dengan hotel, jadi para tamu harus naik shuttle dulu menuju pantai.

Yang lebih seru lagi, Khanif, sepupu saya yang tinggal di Bali, menyempatkan datang ke hotel bersama istrinya, Gita, karena lebaran kemarin kami belum berjumpa. Alhamdulillah, menjalin tali silaturahmi itu bisa dimana saja dan kapan saja kan?

Beach Club Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Sepupu saya Khanif & Gita

Beach Club 2.28 Novotel Nusa Dua Bali

Beach Club 2.28 Novotel Nusa Dua Bali

Novotel Nusa Dua Hotels Combined

Family staycation kala itu terasa begitu menyenangkan. Hingga pada Jumat, 15 Juli 2016 jam 23.06 WITA, bencana itu datang. Semua sudah terlelap karena capek jalan-jalan seharian. Hanya saya seorang diri yang masih terjaga di ruang keluarga menikmati secangkir teh hangat sembari mencuci stumpuk baju kotor. Sambil menunggu mencuci, saya membuka outlook membalas email kantor yang seharian saya abaikan karena diving di Tulamben. Suasana begitu sunyi. Hanya suara ketukan jari yang menari diatas keyboard laptop berpadu dengan deru mesin cuci yang sedang membolak-balikkan baju kotor.

Tiba-tiba terdengar suara aneh yang muncul dari bawah washtafel. Seperti gemericik air, padahal tidak ada keran air yang terbuka. Hati kecil saya mendadak gelisah penuh tanya. Jangan-jangan kamar ini ada hantunya? Ahh… Pantat masih terasa berat untuk diangkat dari sofa empuk di ruang tengah. Tapi demi menghilangkan rasa penasaran, saya beranjak menuju pantry. Betapa kagetnya saya ketika melihat lantai pantry dan sebagian ruang tengah sudah basah, air pembuangan dari mesin cuci mengalir kemana-mana.

Saya kalang kabut sendirian mencari kain dan handuk di kamar mandi untuk membendung luapan air agar tidak meluas. Ternyata saluran air pembuangan dibawah wastafel tersumbat. Entah mengapa. Saat itu juga saya langsung telepon ke operator minta segera dikirim teknisi dan house keeping untuk membersihkan kebocoran ini.

Tak begitu lama, dua orang petugas datang. Setelah di cek, ternyata saluran yang tiba-tiba tersumbat itu tidak bisa dibereskan malam itu juga. Dengan terpaksa saya tidak bisa melanjutkan mencuci. Resikonya, pakaian jadi bau karena semalaman terkunci di dalam mesin cuci. Sabtu siang perbaikan baru selesai. Ternyata yang mampet adalah saluran di bawah tanahnya, bukan di dalam kamar karena saya lihat teknisi menggali taman di bawah kamar kami. What a drama!

Saluran Air Tersumbat Hotel Novotel Nusa Dua Bali

Kondisi lantai pantry ketika awal saluran air mulai tersumbat, beberapa detik kemudian air meleber sampai ruang keluarga

Sepulang dari sana, saya langsung menceritakan pengalaman staycation ini kepada Duty Manager via email, bahkan saya sertakan pula foto dan video kondisi malam itu. Namun sampai tulisan ini saya publish, belum ada respon dari pihak manajemen. Tidak ada maksud apapun dari saya ketika menuliskan pengalaman staycation ini, hanya sekedar ingin bercerita suka dukanya liburan keluarga kami.

Pertanyaan besar saya, bagaimana hal seperti ini bisa terjadi di hotel bintang lima sekelas Novotel Nusa Dua Bali? Untung tamu yang mengalami kejadian ini saya. Bagaimana jika kebetulan yang mengalami adalah tamu asing dari luar negeri? Karena mayoritas yang menginap disini tamu dari luar negeri. Mungkin bisa komplain sampai subuh haha. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

18 Comments
  1. July 28, 2016
    • July 29, 2016
  2. July 29, 2016
    • July 29, 2016
  3. July 30, 2016
    • July 30, 2016
  4. July 31, 2016
    • August 1, 2016
  5. August 2, 2016
  6. August 3, 2016
    • August 4, 2016
  7. August 7, 2016
    • August 10, 2016
  8. August 10, 2016
  9. August 18, 2016
  10. November 24, 2016
    • December 1, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*