Rekomendasi Kuliner di Brunei Darussalam

#NorthBorneoTrip Part 5

 

Kali ini mau to the point aja ah… nggak pakai basa-basi…

 

Buat teman-teman yang masih bingung kira-kira seperti apa tempat makan di Brunei? Apa jenis makanannya? Mahal kah? Nah, berdasarkan sedikit pengalaman waktu jalan kesana pada akhir bulan Mei lalu, berikut rangkuman rekomendasi kuliner di Brunei Darussalam, tepatnya di area pusat kota Bandar Seri Begawan.

 
Pasar Tamu Kianggeh Brunei Darussalam
Pasar Tamu Kianggeh Brunei
 

Pasar Tamu Kianggeh

 

Kita dapat mengenal masyarakat lokal lebih dekat dengan berkunjung ke pasar tradisonlanya. Hal inilah yang juga selalu saya lakukan setiap traveling. Blusukan ke pasar bagi saya merupakan sebuah kenikmatan tersendiri.

 

Pasar Tamu Kianggeh hanya ramai pada Jumat dan Minggu pagi. Mengapa? Karena pada hari-hari itulah masyarakat Brunei libur. Menariknya, masyarakat dari pedalaman pun akan tumpah ruah disini. Ada yang menjual komoditi hasil buminya, ada juga yang berbelanja segala macam keperluan. Mereka datang dan pergi menggunakan kapal-kapal kecil menyusuri sungai Brunei.

 
Jajanan Pasar Kianggeh Brunei

Jajanan Pasar Tamu Kianggeh Brunei

Ada makanan apa disini? Yang jelas makanan lokal. Berbagai jajan pasar dan kue basah bisa dicicipi. Harganya pun sangat terjangkau. Tapi menurut pengalaman saya sih nggak jauh beda dengan jajan pasar yang ada di Indonesia. (ya iyalah nyet! kan masih serumpun.) #monolog.

 

Area Terminal Pusat Bandar

 

Lokasinya tak jauh dari Pasar Tamu Kianggeh. Tak jauh juga dari The Brunei Hotel. Cari saja gedung bertingkat bercat putih yang betuliskan: Jabatan Bandaran Bandar Seri Begawan Kementrian Hal Ehwal Dalam Negeri Negara Brunei Darussalam.

Terminal Pusat Bandar Brunei
Terminal Pusat Bandar

Bagian basement adalah terminal bus ke berbagai jurusan di Brunei. Beberapa warung makan akan dijumpai di lantai 2 & 3. Kalau lagi kelayapan traveling keluar, biasanya suka kangen dengan masakan Indonesia kan? Nah! disinilah tempat yang tepat untuk memuaskan rasa kangen itu. Mau nasi ayam penyet, nasi pecel, gado-gado? Ada! Mau soto, mie ayam, bakso, gulai? Ada! Bahkan mau gorengan tempe mendoan diceplus pakai cabe rawit pedas pun ada! Harganya? Bersahabat dengan kantong kok.

Warung Jawa Pusat Bandar Brunei

Kok di Brunei ada warung masakan Indonesia? No wonder lah ya, secara banyak TKI disana. Waktu saya ke warung Coffee House Usaha Jaya & Sons di lantai 2, ternyata yang punya orang Magelang juga, cuma beda kecamatan dengan saya. Ya lumayan lah untuk obat kangen masakan Indonesia 🙂

 

Pusat Kuliner Tamu Selera

 

Tempat ini cocok untuk makan malam karena baru buka sore hari. Berlokasi di Jalan Padang, Bandar Seri Begawan. Tak jauh dari Royal Regalia Building dan Radisson Hotel. Kalau menginap di Pusat Belia pun masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Tamu Selera ini semacam foodcourt di taman gitu. Ada banyak food stall dengan berbagai pilihan menu. Contohnya, nasi goreng, mie goreng dibanderol dengan 1 $ BND saja. Murah kan?

 

Nasi Katok Mama Jalan Cator

 

Warung kecil di pojokan jalan cator ini cukup terkenal. Berada tak jauh dari terminal pusat bandar dan Mall Yayasan Sultan membuat warung ini cukup mudah ditemukan. Hanya ada 1 menu yang disajikan, yaitu nasi katok. Nasi Katok adalah makanan khas Brunei. Berikut penampakannya:

Nasi Katok Khas Brunei Darussalam
Nasi Katok
 

Lah, gitu doang? Nasi putih dengan ayam goreng dan sambal?

 

Yoi, gitu doang hehe. Kalau menurut saya tetap ada cita rasa yang berbeda dengan nasi ayam di Indonesia. Entah karena saya yang gampangan dengan makanan, atau emang bumbunya berbeda. (eh atau karena saat itu saya lagi laper ya? jadinya apa-apa terasa enak… hehe). But trust me, it’s different. Oiya, rasa sambalnya lebih cenderung manis. Pedasnya nggak terlalu terasa. Aman buat yang nggak doyan pedas.

Nasi Katok Seri Mama Jalan Cator Brunei
Nasi Katok Seri Mama Jalan Cator

Jangan underestimate dengan Nasi Katok jalan cator ini. Kalau pas jam makan siang, antrian pembeli bisa mengular panjang di trotoar depan warung. Harga per porsinya pun murah meriah, cukup 1 $ BND. Satu botol air mineral dingin juga dihargai 1 $ BND. Pahe, paket hemat.

 

Radisson Hotel Bandar Seri Begawan

 

Untuk yang nggak mau repot, bisa datang aja ke Radisson Hotel. Ada banyak pilihan menu makanan dengan sistem buffet maupun by order. Tapi ya itu, lebih pricey 🙂

 

Soto Brunei Foodcourt Mall Yayasan Sultan

 

Penasaran kan kaya apa rasanya soto Brunei? Apakah sama dengan soto di Indonesia pada umumnya? Silakan cicipi saja sendiri di Foodcourt Mall Yayasan Sultan. Lokasinya ada di pusat kota kok. Nah, soto Brunei ini rekomendasi dari kak @arievrahman si empunya travelblog www.backpackstory.me yang waktu itu jalan ke Brunei bareng mamanya. Kewl!

Soto Brunei
Soto Brunei

Itulah beberapa rekomendasi tempat makan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Memang sih sepertinya tidak banyak pilihan disini. Tapi at least, semoga sedikit informasi ini bisa berguna buat teman-teman yang mau jalan ke Brunei. Atau ada yang mau menambahkan informasi kuliner di Brunei Darussalam yang wajib dicoba? Silakan 🙂

 

Happy Traveling !

Bersambung ke #NorthBorneoTrip Part 6

 

Klik Disini Untuk Tiket Pesawat Promo ke Bandar Seri Begawan

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
43 Responses
    1. thank you ariev udah nyumbang rekomendasi soto brunei. iya, kurang lama main-main di bruneinya. bayangannya bakal sepi dan nggak banyak nemu hal seru, eh ternyata brunei seru juga.

  1. Nasi katok mama… katok itu kan basa Jawa ne celana, lalu yang jual pake katok? Hahahaha #abaikan
    Nice share Mi, jadi tahu jenis makanan di sana biar pas ke Brunei nggak gagap lidah 😀

    1. Nasi Katok memang makanan khas Brunei. Ya cuma nasi, ayam & sambal. Aku diceritain orang sana, konon sejarahnya, jaman dulu ada orang kelaparan malam2 ketuk-ketuk rumah orang kaya buat minta makan. Nah dikasihlah nasi ayam dan sambal. Karena orangnya minta dengan cara ketuk/katok itulah, makanya sampai sekarang dinamai nasi katok. Gitu lid…

      *malah ndongeng*

  2. mmm….kalo kesana jd pgn cobain kulinernya yg lain… yg aneh sekalian kalo bisa ;p… secara kalo lg traveling, aku anti bgt nyobain msakan Indonesia mas… 😀 pgnnya masakan lokal khas negara itu…

    1. secara brunei masih serumpun dengan kita kan mbak fan, jadi saya nggak nemu makanan yang aneh selama disana, masih mirip-mirip makanan sini. tapi kemarin nggak lama juga sih stay di bruneinya karena harus lanjut ngesot ke kinabalu, jadi belum puas explore hehe

  3. dumasari

    dear mas Fahmi
    thanks ya,,,catatan blog nya keren..saya mohon di infokan no telp tour guide dan hotel yang dekat krn rencana kami akan kesana tgl 9 sept ini terima kasih mas

  4. adeleide

    mas, tny ttg bis dalam kotanya brunei dunk. biayanya berapa? jauh dekat sama tidak? beroperasi mulai jam berapa sampai jam berapa? tenkyu mas.

  5. vii

    Aku pnh krj dibrunei…n smpe skrng aku msh kgn bgt ma nasi katok.mknan kesukaanku.aku kgn ma mknan brunei.bnyk kenngan mns maupun pahit disna.

Leave a Reply