Pillows And Toast Hostel Singapore Review

Review Pillows And Toast Hostel Singapore

Pillows & Toast Hostel Reception
Pillows & Toast Hostel Reception

Jalan-jalan ke Singapore dengan budget terbatas tapi tetep asyik? Bisa saja! Salah satunya dengan menekan biaya akomodasi selama disini. Seperti halnya saya yang lebih memilih untuk stay di hostel daripada di hotel. Selain karena budget, juga alasan manfaat. Buat apa pilih stay di hotel berbintang nan mewah kalau dari pagi sampai malam hanya kita tinggal jalan-jalan. Kan sayang udah bayar mahal tapi cuma ditinggal dan dipake dalam beberapa jam, pas merem pula. (hahaha pembelaan aja sih karena duit mepet)

Setelah survey via internet sebelum berangkat backpacking ke Singapore, akhirnya saya putuskan untuk booking Pillows & Toast Hostel yang terletak di 40 Mosque Street, Chinatown. Mengapa Pillows & Toast hostel menjadi pilihan saya? Berikut beberapa alasannya:

Livingroom Pillows & Toast Hostel
Livingroom Pillows & Toast Hostel

Find the best hotel rates at Wego.com

  1. Lokasi nya yang strategis, dekat dengan Chinatown MRT Station exit A, dekat dengan Chinatown Heritage Center, and the most important thing is dekat dengan Masjid Jamek Chulia. Jadi kalau mau sholat gampang. Soalnya agak repot juga kan ya kalau harus gelar sajadah di dorm.
  2. Suasana hostel yang cozy, minimalis dan sepi jadi nyaman buat istirahat setelah capek jalan-jalan.
  3. Fasilitas yang lengkap!! Mulai dari AC, bathroom yang bersih, blanket, breakfast included, lounge, TV, free wifi, free laptop using for internet access, kursi pijat elektrik dan perpustakaan yang cukup lengkap dengan majalah traveling maupun buku-buku panduan dari lonely planet.
  4. Pantry 24 jam dengan self service membuat kita berasa benar-benar di rumah. Mau bikin kopi, teh, mie instan, dll bisa saja. Tapi setelahnya harus tanggung jawab cuci sendiri gelas & piringnya.
  5. Harga yang sangat terjangkau. Untuk sebuah dorm bed, saat saya menginap tahun lalu seharga 25 $ Sing saja, atau sekitar Rp. 175.000,-. Meanwhile kalau di hotel minimal sekitar Rp. 700.000,- per night. Untuk rate ter-update silakan cek disini
Mosque Street Singapore - Pillows & Toast Hostel
Mosque Street Singapore – Pillows & Toast Hostel

Dan saat saya datang kesana, ternyata pilihan saya memang tidak salah. Menyenangkan dan cukup memuaskan menginap di hostel yang berada di kompleks ruko yang bersih ini. Oiya, beberapa rumah makan halal terletak tak jauh dari hostel. Ini penting bagi saya, karena tau sendiri lah ya gimana makanan & jajanan yang dijajakan di kawasan Chinatown hehehe. Kita juga dapat berjalan kaki menyusuri Chinatown yang unik. Selain spot belanja, ada beberapa spot yang menarik juga, diantaranya Buddha Tooth Relic Temple and Museum, kuil Hindu Sri Mariamman, Chinatown Heritage Museum dan Maxwell Foodcourt dengan banyak pilihan menu makanan yang murah meriah.

Oiya, di hostel ini saya banyak belajar dari para backpacker yang menginap di satu ruangan dorm yang sama. Tas ransel segede gaban mereka gendong kemana-mana, menyusuri negara-negara. Salah satu dari mereka adalah Christoph Rhyner, bule asal Grabs, Switzerland yang ternyata seorang guru TK yang sedang berkelana, terobsesi memenuhi passport nya dengan cap imigrasi negara-negara yang didatanginya. hahaha bule yang satu ini emang lucu dan polos.  Dia juga terkesima dengan kain sarung yang saya pakai waktu sholat di Masjid Jamee, motifnya unik katanya. Ketika kami jalan mengelilingi chinatown untuk mencari makan, dia dengan penuh toleransi memberikan kesempatan kepada saya untuk menentukan makanan halal yang akan dimakan. Akhirnya kita nyasar di resto india, sambil sharing akan keindahan negara masing-masing, Indonesia Vs Switzerland, sama² eksotis!!

Memang banyak pilihan tempat menginap di kawasan Chinatown, tapi menentukan mana yang paling tepat dengan kemauan kita, itu semua kembali ke pribadi masing-masing. Kalau mau aman silakan survey dan booking sebelum berangkat traveling. Tapi kalau mau santai & menikmati sensasi get lost, silakan go show alias langsung check in tanpa booking. Enjoy your trip!!


About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
13 Responses
  1. Si Ochoy

    Suka Review dan Ceritanya!!!

    First Trip ke LN (Khususnya Sing) Boleh nih Jadi Rekomendasi yang bagus 🙂 Makasih mas Fahmi!

    Btw mau koreksi satu kalimat di Paragraf pertama : “Seperti halnya saya yang lebih memilih untuk stay di hostel daripada di hostel” , maksudnya lebih milih di hostel dari pada di HOTEL kali ya?

    Thx 🙂

    1. Thanks Choy, ini hostel emang cozy abis. Apalagi denger² doi barusan renovasi dan buka cabang baru dengan interior yang lebih keren. Makasih koreksinya hehe nulisnya sambil ngantuk waktu itu 🙂

  2. Matihhh, dia ngobrol sama bule Swiss.. Minder euy, sama kemampuan English yg terbatas Javnglish, alias Java English.. Medok dan pake nganu.. :))

  3. Hostel langganan aku. Udah 3 kali nginep di sini termasuk Natal 2011. Paling suka area lantai 4 (loteng). Ada kursi pijet gratis sih soalnya. Setelah capek jalan-jalan, tinggal duduk aja. Kalau malem suka nongkrong di resepsionis dan ngobrol2 ama stafnya, dulu sih si Ming & Cewek yg berjilbab yg udah resign.

    1. so far, Pillows n Toast belum pernah mengecewakan. lounge di lantai atas emang spot favorit. abis jalan kaki seharian, nyantai disini sambil pijit, nonton tv, baca buku atau wifi-an… cozy

Leave a Reply