Semarak Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016

Hujan deras mengguyur Kota Magelang tepat sesaat menjelang waktu magrib. Saking derasnya, jarak pandang sore itu cukup terbatas. Ribuan galon air seperti ditumpahkan begitu saja dari langit. Sementara saya dan teman-teman blogger rombongan famtrip Disbudpar Provinsi Jawa Tengah terjebak di warung tahu kupat “Pojok” yang lokasinya berada diantara deretan kios tak jauh dari alun-alun Magelang. Lumayan lah terjebak kekenyangan, daripada lumanyun di dalam bis kan? Hehe.

Berangkat dari hotel Puri Asri tempat kami menginap, 15 travel blogger dan para panitia sudah dandan rapi jali nan wangi sore itu. Kami berdandan total untuk menghadiri rangkaian acara penutupan Pesta Rakyat Jawa Tengah dan malam puncak Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016 yang tahun ini dipusatkan di alun-alun Kota Magelang. Rencananya kami akan ditempatkan oleh panitia di tribun VIP bersama Gubernur dan para pejabat SKPD Jawa Tengah. Mengenakan dresscode batik, rambut klimis, sepatu pantofel, eh… kehujanan haha.

Otomatis tidak hanya kami yang kehujanan, tapi juga panggung utama, red carpet untuk tampil, kontngen peserta parade di Lapangan RINDAM dan warga masyarakat yang bersiap menonton di sepanjang Jalan Ahmad Yani sampai Jalan Pemuda Magelang. Syukur Alhamdulillah, sekitar jam 7 malam hujan mulai reda. Semua pihak bersiap untuk memulai Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016.

Topeng Ireng Magelang Parade Seni Budaya Jawa Tengah Penatarama Canka Lokananta AKMIL
Tari Topeng Ireng Kota Magelang

Minggu, 28 Agustus 2016 tepat pukul 19.45 Parade Seni Budaya Jawa Tengah dimulai. Ribuan orang warga masyarakat tumpah ruah memenuhi kawasan Alun-alun Kota Magelang hingga ujung Jl Pemuda. Terdengar alunan musik gamelan mengehentak rancak mengiringi gerak lincah 500 orang penari Topeng Ireng yang berdandan mirip suku Indian. Ya, sebanyak itu. Penampilan kolosal nan atraktif ini dipersembahkan oleh Kota Magelang selaku tuan rumah. Para penonton pun terkesima dibuatnya.

Acara dilanjutkan dengan beberapa sambutan seperti dari Walikota Magelang, dan Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Bapak Heru Sudjatmoko selaku Wakil Gubernur karena Pak Ganjar Pranowo sedang dinas ke Jakarta malam itu. Yang menarik dari isi sambutan Gubernur adalah, ajakan kepada pelaku wisata, media dan para blogger untuk bersinergi mempromosikan wisata Jawa Tengah. Ini berarti di era sekarang, peran blogger memang sudah diakui eksistensinya.

Parade Seni Budaya Jawa Tengah Penatarama Canka Lokananta AKMIL
Penatarama Canka Lokananta AKMIL
Genderang Suling Canka Lokananta AKMIL Magelang
Genderang Suling Canka Lokananta AKMIL Magelang

Usai pesta kembang api, Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016 kembali dilanjutkan. Dari kejauhan terdengar derap langkah marchingband Genderang Suling Canka Lokananta AKMIL Magelang menuju panggung utama. Barisan depan adalah taruna-taruni penabuh snare drum, diikuti tenor, belira, flute, terompet dan tuba. Sementara sang “Macan Tidar” penabuh bass drum beraksi liar berjalan kesana-kemari. Memang begitulah ciri khasnya. Mereka membawakan beberapa buah lagu, diantaranya burung tantina, selamat ulang tahun, dan lagu Akabri Darat yang menjadi kebanggaan AKMIL. Saat lagu ini, Penatarama dan sang Macan Tidar semakin menggila aksinya. Tongkat komando mayoret dimainkannya dengan lincah. Sampai-sampai teman blogger saya, kak Parahita Satiti dan Adlin teriak-teriak histeris sendiri dibuatnya. Hahaha dasar emak-emak.

Malam itu, 35 kabupaten-kota se Jawa Tengah mengirimkan kontingen keseniannya untuk tampil di panggung utama. Meskipun hanya diberi waktu sekitar 5 menit, namun mereka semua tampil penuh totalitas. Beragam tarian Jawa Tengah dibawakan. Baik itu tradisional maupun kreasi kontemporer. Dari sekian banyak penampil, yang menjadi favorit saya adalah kontingen Kota Surakarta yang secara apik membawakan  wayang orang Ciptoning yang mengisahkan  perjuangan Arjuna melawan musuhnya.

Kontingen Kabupaten Boyolali juga tak kalah menarik. Mereka menampilkan tari angguk atau disebut juga tari rodatan. Konon tarian ini merupakan hasil warisan akulturasi budaya ketika Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam di daerah Jawa Tengah. Sedangkan Kota Pekalongan mengirimkan puluhan gadis-gadis cantik yang membawakan tari Halong. Menurut informasi dari Nur Lathifah, salah seorang penari, kata Halong berasal dari istilah Cina yang berarti keberhasilan memanen ikan. Jadi, tari Halong Pekalongan ini menceritakan ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan perempuan nelayan atas hasil panen ikan.

Kontingen Kota Pekalongan Parade Seni Budaya Jawa Tengah Penatarama Canka Lokananta AKMIL
Tari Halong Kontingen Kota Pekalongan

Perayaan HUT Jawa Tengah ke 66 kali ini terasa begitu meriah. 3.500 seniman berpartisipasi dalam pesta rakyat ini. Bahkan teman-teman blogger seperti Citra Rahman dari Aceh dan Dede Ruslan dari Jakarta sampai tidak habis pikir dengan totalitas penampilan semua kontingen yang datang jauh-jauh untuk perform total meski hanya 5 menit. Salut untuk budaya Jawa Tengah!

Salam Jateng Gayeng!

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
47 Responses
  1. wah adek adek akmil yg cew emang unyu2 yah..gagah pula, tapi sayang gak bisa menikmati all out malam itu karena hbs keujanan jadi pusing kepalah..#menyesal , yang penting terhibur..

    1. sayang sekali malam itu kamu malah nggak enak badan ya mas, mana baterai habis pula jadi nggak bisa foto-foto. tapi okelah, lihat perform mereka secara langsung sudah sangat menghibur 🙂

  2. Wah meriah banget ya acara puncaknya, pasti seru kalau bisa nonton langsung di situ. Btw, itu masing-masing penampil dikasih waktu 5 menit, atau total semuanya 5 menit mas?

    1. masing-masing kontingen diberi waktu 5 menitan untuk perform. ada 35 kota-kabupaten, plus tari pembukaan, sambutan, kembang api, seremoni ini itu, marchingband akmil total sekitar 3,5-4 jam show mas.

  3. Kekayaan budaya di Jawa Tengah tampak benar pada acara festival budaya ini ya mas Fahmi. Semoga festivalnya berulang setiap tahun yang akan Berujung melestarikan budaya budaya yang sedang tumbuh di Jawa Tengah saat ini

    1. Betul Mbak Evi, budaya Jawa Tengah menyatu pada malam itu. Acara ini sudah rutin diadakan setiap perayaan HUT Provinsi Jateng. Diadakan keliling di setiap kota-kabupaten, jadi gantian gitu hostnya. Tahun lalu di Kab Banyumas. Entah tahun depan dimana karena katanya nunggu hasil rapat koordinasi lintas SKPD dulu. Tahun depan datang ya mbak 🙂

  4. Salut kepada semua peserta, berlatih berjam-jam hanya untuk pementasan 5 menit.
    Kok saya terpikir ini menjadi acara menyeluruh setiap provinsi, kemudian pemenangnya dipentaskan untuk tingkat nasional dari semua provinsi, Ahh, gak kebayang keseruannya dari yang terbaik setiap provinsi menampilkan parade seni setiap daerahnya.

    1. sama kak ocit, sebenarnya masih ingin stay disana sampai selesai, tapi gara-gara ada yang kebelet pipis, kecapekan, ngantuk, dll jadinya mau gak mau harus kumpul di bus lagi deh… hvt!

  5. wah. jateng emang gayeng! paradenya meriah walapun sempet diguyur hujan ya mas? hehe
    eh, btw Klaten tuh punya acara tahunan banyak lhoo. salah satunya klaten lurik carnival, sebar apem.. ayo temen2 blogger diajakin liput even tahunan klaten mas. hehe.

    1. sudah sempat pesimis ketika dengar info tribun VIP berantakan karena hujan, panggung red carpet sudah dilewati lalu lalang kendaraan. tapi ternyata panitia gerak cepat. dalam satu jam semua sudah rapi seperti semula dan karnaval pun dimulai. ayok aja kalau mau ajak teman-teman blogger liputan event di klaten, tapi biar terorganisir dikelola dalam bentuk famtrip under dinpar atau pemkab.

  6. Gak nyangka kalau Kota Semarang yg keluar jadi juaranya. Keren2 semua. Ternyata tiap daerah punya kesenian masing2.
    Dibela-belain niat nonton sampai selesai hampir jam 11 malem. Padahal harus perjalanan Magelang – Semarang 😀

  7. Kayaknya event ini sangat layak “jual” ke wisatawan ya mas. Bagus bgd. Coba jauh jauh hari diumumin atau diviralkan gitu soalnya masih kurang familiar dengar eventnya.
    #jatenggayeng

Leave a Reply