5 Pilihan Oleh-oleh Khas Bengkulu

Objek wisata di Bengkulu ada apa aja ya?

Makanan khas Bengkulu enak-enak nggak?

Oleh-oleh khas Bengkulu apa saja jenisnya?

Akhirnya terjawab sudah semua pertanyaan yang mengganjal di benak selama ini, ketika akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki di Bumi Rafflesia beberapa waktu lalu. Saya cukup terkesan dengan potensi wisata di Bengkulu. Tidak hanya alamnya, namun juga wisata sejarah, budaya, kuliner dan aneka produk lokalnya.

Rasanya ada yang kurang jika pergi ke suatu daerah tanpa mencicipi dan membeli makanan khas atau kerajinan lokal sebagai buah tangan. Seperti kala itu, pada hari terakhir famtrip, kami diajak mampir ke pusat oleh-oleh yang berada di sekitar Jl Soekarno Hatta Bengkulu. Saking banyaknya jenis barang dan makanan, saya sampai bingung mau beli yang mana haha. Dari hasil ngobrol dengan warga setempat, akhirnya saya mendapatkan rekomendasi. Berikut 5 pilihan oleh-oleh khas Bengkulu.

1. Kain Besurek

Menurut warga Bengkulu, Besurek berasal dari dua kata Melayu, yaitu be(r) yang berarti mempunyai atau memiliki, dan surek  yang artinya surat/tulisan. Jadi, Kain Besurek adalah kain yang memiliki tulisan atau surat. Memang demikianlah adanya. Lembaran kain dengan motif tulisan serupa kaligrafi Arab, namun bukan kaligrafi ataupun ayat Al Quran. Hanya motif arab gundul yang tak ada artinya.

Ada dua pendapat mengenai sejarah kain Besurek ini. Konon pada sekitar abad ke-16 kain Besurek diperkenalkan oleh para pedagang Arab dan India yang berlayar ke pesisir barat Sumatera. Ada juga yang mengatakan bahwa batik Besurek ini merupakan hasil akulturasi budaya membatik yang dikenalkan pada masa kedatangan Sentot Alibasyah, panglima perang Pangeran Diponegoro yang diasingkan oleh penjajah Belanda.

Terdapat beragam motif seperti kaligrafi, bunga rafflesia, burun kuau, relung kaku dan rembulan. Sayangnya, saat ini semakin sulit didapati pengrajin kain Besurek yang asli handmade. Lebih banyak hasil print pabrikan. Semoga salah satu warisan wastra nusantara ini tetap lestari keberadaannya.

Batik Bengkulu - Kain Besurek
Batik Besurek

Kain Besurek Oleh Oleh Khas Bengkulu

2. Sirup Jeruk Kalamansi

Pertama kali mencobanya ketika datang ke festival kopi di sport arena Pantai Panjang Bengkulu. Sesapan pertama langsung membuat saya jatuh cinta. Aduh, sumpah! Sirup jeruk Kalamansi ini enak banget! Apalagi diminum dingin, beuh… segar di tenggorokan. Saya nyesel kemarin cuma beli 2 botol. Tau gitu beli sekardus. Sirup ini terbuat dari sari buah jeruk Kalamansi dan gula pasir yang diolah hingga menjadi sirup. Satu botol ukuran sedang bisa jadi sekitar 40 gelas. Oiya, harga per botolnya bervariasi ada yang Rp. 25.000,- ada juga yang Rp. 50.000,- dll tergantung jumlah isinya.

Sirup Jeruk Kalamansi Oleh Oleh Khas Bengkulu
Sirup Jeruk Kalamansi

3. Lempok Durian

Lempok durian atau yang disebut juga dengan dodol durian merupakan olahan daging buah durian yang matang dicampur dengan gula dan sedikit tepung terigu. Teksturnya kenyal, rasanya manis dan wangi khas durian begitu terasa ketika dikunyah. Unch banget lah kalau buat pecinta durian.

Lempok Durian Makanan Khas Bengkulu
Lempok Durian
Lempok Durian Bengkulu
Lempok Durian Bengkulu

4. Kue Bay Tat

Kue ini berbentuk segi empat dengan tampilan mirip pie dengan isian selai nanas. Komposisinya terdiri dari tepung gandum, gula pasir, telur ayam dan mentega. Rasanya lembut, manis dan renyah. Menurut info dari guide famtrip, dulunya kue Bay Tat hanya dihidangkan untuk para raja. Namun sekarang sudah menjadi ikon makanan khas Bengkulu yang dapat dikonsumsi semua kalangan.

Kue Bay Tat Makanan Khas Bengkulu

Kue Bay Tat Bengkulu

5. Kue Perut Punai

Bentuk kue ini terinspirasi dari isi perut burung Punai yang melingkar. Dibuat dari adonan tepung terigu yang disangrai terlebih dulu kemudian ditambah sedikit garam. Setelah kalis kemudian digoreng. Ada dua pilhan rasa yaitu gurih dan manis karamel.

Kue Perut Punai Makanan Khas Bengkulu

Selain 5 jenis oleh oleh khas Bengkulu yang saya tuliskan ini, tentunya masih banyak pilihan lain yang tak kalah menarik untuk dicoba. Pesona bumi Rafflesia telah berhasil mencuri hati dan perhatian saya. Semoga ada kesempatan untuk kembali berkunjung kesana. Terima kasih Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Alesha Wisata.

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
17 Responses
    1. Rasa lempok Palembang, Bengkulu, Riau dan daerah Sumatera lain sama aja atau beda OmNduut? Aku pernah dibawain yang lempok dari Riau, enak juga sih. Anyway kita sama-sama suka buah nanas, segerrrr!

      1. Sepertinya sama saja mas. Tergantung si pembuat kasih komposisi durennya seberapa banyak. Karena ada kan lempok yang murah dan mahal.

        Iya aku suka, kalau dijus enak banget. Beruntungnya juga banyak makanan di Palembang yang pakai nanas. Pindang misalnya. Mesti ada nanas 🙂

    1. Kita di Jawa masih jarang makan lempok ya kak, jadi enak banget terasanya. Aku nggak tertarik dengan batik besurek yang print. Maunya yang tulis/cap. Kemarin ada sih harganya 750 ribu untuk dua lembar. Sayangnya nggak ada pilihan motif lain, jadi kurang sreg. Lagian, duite ora cukup juga hahaha

    1. Emang ada ya dodol pakai ganja bang Yudi? Jadi penasaran hahaha. Iya motif kain Besurek Bengkulu terinspirasi dari tulisan Arab gundul. Sejarah singkatnya sudah kutulis di atas.

  1. Dari semuanya aku pgn rasain yg pie itu :D. Bntuknya menarik banget, apalagi aku suka kue2 sejenis pie gini mas.

    Jeruk kalamansinya jg bikin pgn nyobain ih. :D. Tahun depan mau bikin planning ke bengkulu ah 🙂

Leave a Reply