Notebook ASUS E202 Sahabat Pejalan Kreatif

LOMBA BLOG Notebook ASUS E202

Menjalani Hidup Nomaden

Kalau ada orang yang bertanya kepada saya tentang kota asal, domisili, keluarga, aktifitas ataupun pekerjaan, terus terang kadang agak kesulitan menjelaskannya. Mengapa? Karena saya lebih sering hidup nomaden dan bidang pekerjaan yang saya jalani pun belum jamak dilakukan oleh kantor lain di segmen perusahaan yang sama.

Sebagai pekerja di bidang CSR, saya lebih sering ditugaskan kantor untuk dinas luar kota, monitoring program di daerah. Meskipun skala programnya masih kecil, namun cukup menguras waktu dan tenaga karena cakupan area monitoringnya meliputi 16 kantor. Belum lagi jika harus menghadiri rapat ini-itu, menjalin partnership dengan pihak sini-situ. Alhasil kubikel di kantor pun jadi lebih sering kosong. Asal tahu saja, meski harus jungkir balik dari kota satu ke kota lain, deadline laporan-laporan ke kantor pusat tidak bisa di kompromikan lagi. Harus selalu on time!

Sebagai blogger, tak jarang saya traveling ke berbagai destinasi wisata baik di dalam maupun luar negeri. Baik itu jalan sendiri, maupun atas undangan klien. Beragam medan telah ditempuh. Jalanan berliku, ruang tunggu bandara yang membosankan, di atas kapal laut, di tengah gurun, pulau terpencil, maupun di kamar hotel yang nyaman sudah menjadi bagian dari keseharian perjalanan.

Hukum sebab akibat pun berlaku disini. Habis hore-hore ngetrip, biasanya terbitlah banyak PR menulis artikel blog, editing foto & video, manajemen media sosial dan menyusun laporan ke klien pula. Seperti apapun hambatan medannya, secapek apa badan kita, tidak boleh menjadi alasan untuk tidak produktif dan kreatif. Kalau malas-malasan ya akan tergilas dengan rekan yang lain. Ketahuilah bahwa dunia persilatan itu kejam Kisanak…

Sebagai pegiat di beberapa komunitas, tak jarang saya harus menyusun program dan anggaran kegiatan. Seperti di Save Sharks Indonesia misalnya. Kadang saya harus menyusun detail rencana kampanye & sosialisasi yang akan dilakukan di suatu daerah di Indonesia, lalu mendiskusikannya dengan team.

Belum lagi sebagai kepala keluarga. Seringkali saya membantu istri untuk memonitor neraca keuangan keluarga dan usaha butik muslimah ala-alanya. Meskipun usahanya masih kecil-kecilan, namun tertib administrasi itu sebuah keharusan.

Yawla, kalau baca 6 paragraf diatas, kesannya sok sibuk dan sok iyes banget ya guweh!

Hahaha bodo amat apa kata orang. Yang penting tidak merugikan orang lain, terus semangat berkarya selagi muda, selagi bisa. Karena seperti apapun kondisi yang harus dijalani, saya menyadari bahwa waktu adalah harta kita yang paling berharga. You can’t turn back time. It’s gone in the blink of an eye.

*lalu termenung*

Notebook ASUS E202 Travel Blogger

Memanfaatkan waktu, kapan saja – dimana saja

Save Sharks Indonesia di Kota Tua Jakarta

Aksi Save Sharks Indonesia di Kota Tua Jakarta

Nescafe Journey Family

Camping hore bersama para sahabat untuk refreshing

*lanjutin curhat colongan ah*

Dari sekian banyak aktifitas yang saya jalani dalam satu waktu secara hampir bersamaan tersebut, saat ini saya hanya ditunjang oleh fasilitas pendukung berupa sebuah laptop jatah kantor yang berukuran 14”. Lumayan bikin punggung pegel kalau ditenteng kemana-mana. Dan parahnya security instalasi di lock oleh divisi IT perusahaan. Jadi tidak bisa sembarangan install program ini itu untuk berkreasi. Yang ada ya hanya software standar untuk menjalankan pekerjaannya.

Bukannya saya tidak bersyukur. Alhamdulillah banget dapat jatah fasilitas laptop dari kantor karena jika dibandingkan dengan rekan lain di kantor, banyak diantara mereka yang belum dapat fasilitas ini. Saya juga bersyukur meski dengan semua keterbatasan yang ada, masih tetap bisa mencoba berkarya karena rumus yang dipegang adalah: “kondisi + respon = hasil”. Respon atas sebuah kondisi menentukan hasil akhir.

Lalu, saya mau beli laptop atau notebook sendiri juga belum kesampaian karena seringkali dananya bersamaan dengan kebutuhan lain yang lebih utama. Prioritas utama saat ini masih untuk si kecil. Browsing di internet tentang notebook yang sesuai kebutuhan, saya menemukan ASUS Eeebook E202 dan langsung jatuh cinta pada kenalan pertama. Spesifikasinya oke namun denga harga relatif terjangkau.

Dan seperti pucuk dicinta ulam tiba. Lha kok kebetulan ASUS Indonesia & mbak Uniek lagi berbagi berkah Ramadhan ngadain giveaway bagi-bagi 10 notebook ASUS E202. Jadi ya bismillah saya ikutan giveaway ini.

Mengapa jatuh cinta dengan notebook ASUS E202?

Memang betul, di luaran sana ada banyak pilihan notebook dan laptop dengan beragam spesifikasi. Tapi kali ini saya jatuh cinta dengan ASUS E202. Mengapa?

  • Alasan pertama adalah, karena pilihan warnanya! Notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Saya pun jatuh cinta dengan si biru dan merah yang terlihat elegan
  • Ukurannya hanya 11,6 inch atau A4. Compact, kecil mungil, slim, ringan, praktis dan ergonomis dibawa kemana saja
  • Daya baterai yang tahan lama hingga 8 jam karena menggunakan prosesor Intel hemat daya dan dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dari berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya. Kecepatan transfer USB 3.1 ini pun lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0.
  • Fanless, jadi tidak berisik
  • Durable, full-size chiclet keyboard
  • Harganya relatif terjangkau
  • Service center tersebar kota-kota besar di seluruh Indonesia
Notebook ASUS E202 banner

poster by ASUS Indonesia

Notebook ASUS E202 Red Rouge

Notebook ASUS E202 Red Rouge | photo by ASUS Indonesia

Notebook ASUS E202

Photo by ASUS Indonesia

Andai saya memiliki notebook Asus E202

Setelah menyimak spesifikasi notebook ini, sudah langsung terbayang betapa mudahnya untuk terus berkarya dimana saja jika ditemani ASUS E202. Kita bisa tetap produktif membuat laporan kantor kapan saja dimana saja tanpa ada lagi drama tagih menagih deadline dengan kantor pusat.

Sementara jika menyangkut urusan keluarga, karena notebook ini sudah dilengkapi dengan webcam, maka urusan video call dengan si Cimil Fariz pun tak akan lagi jadi masalah. Fariz yang baru menginjak usia 2 tahun ini tipikal “anak ayah”. Apa-apa ayah, melakukan semua hal inginnya dengan ayah. Paling sedih kalau saya harus dinas luar kota dalam jangka waktu yang relatif lama sehingga terpaksa berpisah dengannya. Hanya dengan video call lah sebagai penyambung rasa.

Disisi lain, sebagai blogger, kita juga akan lebih dimudahkan untuk urusan penulisan draft artikel, berkreasi edit foto dan video traveling, setor naskah ke editor majalah maupun penerbit jika menggunakan notebook ASUS E202. Apalagi ketika ada undangan familiarization trip. Kadang ada klien yang menginginkan live blogging alias sambil ngetrip langsung posting pengalaman travelingnya. Dan saya rasa notebook inilah jawabannya.

Notebook ASUS E202 sahabat pejalan kreatif!

Travel Blogger Indonesia Gurun Dubai

Nyasar di gurun Arab sekalipun, bisa jadi ide kreatif menulis

31 Comments
  1. June 22, 2017
    • June 22, 2017
  2. June 22, 2017
  3. June 22, 2017
    • June 22, 2017
  4. June 22, 2017
    • July 9, 2017
  5. June 22, 2017
    • July 9, 2017
  6. June 22, 2017
    • July 9, 2017
  7. June 23, 2017
    • July 9, 2017
  8. June 23, 2017
    • July 9, 2017
  9. June 24, 2017
    • July 9, 2017
  10. June 24, 2017
    • July 9, 2017
  11. June 25, 2017
    • July 9, 2017
  12. July 3, 2017
    • July 9, 2017
  13. July 10, 2017
    • July 12, 2017
  14. July 15, 2017
    • July 20, 2017
  15. August 9, 2017
  16. September 15, 2017
  17. September 24, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*