Nongkrong Di Nestcology Semarang

“Kita mau kemana lagi nih kak Hiu? Hampir semua tempat langganan sudah dijabanin” Whats’app kak Astin.

“Aku yo bingung kak haha, secara seminggu ini kita marathon jadi host teman-teman travel blogger yang mampir ke Semarang.” Jawab saya kehabisan ide.

Ya, sudah menjadi tradisi kami bertiga, saya, Mbak Astin dan Ghana yang tinggal di Semarang untuk menemani teman-teman travel blogger yang sedang singgah ke kota ini. Jika mereka kontak kami dan timingnya pas, kami bertiga akan dengan senang hati menjadi host yang baik.

Malam itu, ada mas Bolang Lostpacker sang videographer handal baru saja landing di Bandara Ahmad Yani Semarang. Dalam perjalanan singkat menuju kampung halamannya, dia kontak kami untuk minta diculik sebentar di Semarang. Jadilah kami berempat hang out dadakan.

Akhirnya setelah berkumpul, di tengah kebingungan mau nongkrong kemana, tiba-tiba Ghana mencetuskan ide cemerlang.

“Kenapa kita nggak ke Nestcology aja?”

Hening sejenak sambil saling berpandangan satu sama lain.

“Berangcut!”

Nestcology Land of Gastronomy Semarang
Nestcology Semarang

Kedatangan kami disambut hangat oleh para waiter. Pintu masuk utamanya yang segede gaban memberikan kesan unik bagi para tamu yang pertama kali datang ke Nestcology Semarang. Desain interior ruangannya juga cakep. Lampu temaram dan deretan kursi empuk membuat para tamu enggan beranjak dan ingin nongkrong lebih lama. Cocok bagi yang ingin wisata kuliner di Semarang dengan segmen middle-up.

Terletak di kawasan Siranda, Nestcology Semarang tak hanya menawarkan aneka menu makanan dan minuman berkelas, namun juga pemandangan landscape kota Semarang dari ketinggian. Malam itu kami memilih duduk di balkon luar. Bersantap sembari menikmati hamparan kerlap-kerlip lampu di kejauhan.

Interior Nestcology Semarang
Interior Nestcology Semarang
Landscape Semarang Malam Hari Dari Nestcology Semarang
Landscape Semarang Malam Hari
Travel Bloggers Indonesia
Abaikan muka kucel kami. BTW, meskipun berat badan saya sedang naik drastis, tapi diantara kami berempat, ternyata saya masih tetap paling kurus.| #OKESIP

Tak lama, beberapa menu makanan dan minuman yang kami pesan pun datang. Indera perasa dimanjakan dengan lezatnya makanan, indera penglihatan dihibur dengan pemandangan, dan hati pun dihangatkan dengan kebersamaan.

Obrolan seru mengenai lika-liku dunia persilatan para travel blogger tanah air mengalir diantara hembusan angin malam yang semilir. Mulai dari diskusi berat tentang pariwisata Indonesia, lensa kamera, networking, branding, rencana traveling hingga hal-hal remeh di ranah pribadi sambil menertawakan kebodohan-kebodohan yang pernah kami lakukan sendiri.

Nestcology Land Of Gastronomy. Begitulah tagline restoran ini. Dengan mengangkat konsep one stop dining experience, Nestcology Semarang menawarkan aneka menu makanan dan minuman yang menggoda selera mulai dari dari snack, appetizer, main course, desset, mocktail & kopi.

Kita juga bisa melihat langsung proses memasak setiap hidangan karena Nestcology menerapkan konsep open kitchen. Berikut beberapa contoh ragam menu istimewa Nestcology: Nachos & Chese, Japanese Roll, Salmon Crepes, French Mushroom Soup, Cemembert Cheese Salad, King Prawn Aglio Olio, Ravioli di Crema, Sukiyaki Wagyu Pizza, Chicken Ballotine, Pan Seared Baramundi, Coquembouche, Baileys Pannacotta, Cannoli Chese Cake, Blueberry Heaven, dll.

Baileys Pannacotta Nestcology Semarang
Baileys Pannacotta, Berry Me, Fruit Tea, Nachos Chese

Penasaran dengan setiap sudut restoran ini, usai makan saya meninggalkan teman-teman yang masih asyik bersantai di meja untuk berkeliling sendirian. Di Kelas Kopi, tanpa sengaja saya bertemu dengan Mas Ernest Christoga, sang Head Chef sekaligus owner Nestcology Land Of Gastronomy. Dia adalah putra dari Bunda Anne Avantie, desainer kebaya kebanggaan Indonesia.

“Pernah coba cold brew belum mas?”

“Belum mas, saya masih awam soal kopi hehe.” Jawab saya sambil nyengir.

“Cobain deh, ini Cold Brew Coffe Bengkulu. Dibuat dari kopi Bengkulu yang diseduh dengan air es selama delapan jam pakai cold brew tower itu. Kopinya akan menetes sedikit demi sedikit. Unik rasanya.” Mas Ernest menjelaskan sambil menunjuk sebuah alat serupa rangkaian tabung-tabung transparan serupa alat praktek di laboratorium kimia jaman SMA dulu.

Saya menyesap kopi dingin itu.

“Gimana rasanya?”

“Pahit, asam dan dingin. Kok ada taste kopi tapi fruity ya?”

“Nah, itu uniknya. Taste fruitynya keluar. Akan beda lagi rasanya kalau ditambah gula.” Timpalnya sembari menambahkan beberapa tetes gula cair.

Dan sesi icip-icip pun berlanjut. Mas Ernest terus asyik berkali-kali bereksperimen dengan aneka kopi dan teknik gastronominya, saya cuma bengong melongo di depannya melihat betapa serunya melihat reaksi kimia nitrogen cair bertabrakan dengan air panas, kopi dan lemon yang diseduh menggunakan V60. Ada sekitar 4 cup racikan kopinya yang sempat saya cicipi. Ternyata menjadi tester kopi dadakan itu menyenangkan haha.

Thank you Mas Ernest for your hospitality. What a great experience. Nestcology Semarang highly recommended !!

Kelas Kopi Nestcology Semarang
Kelas Kopi Nestcology Semarang
Ernest Nestcology Semarang
Coffee Gastronomy
Coffee Gastronomy Nestcology Semarang
Coffee Gastronomy Nestcology Semarang
Bersama Ernest Christoga Owner Nestcology Semarang
Bersama Ernest Christoga Owner Nestcology Semarang

Nestcology Land of Gastronomy

Alamat: Jl. Tambora No 5A, Candi Semarang.

Nomor Telepon RSVP – (024)-76440058

Instagram: @nestcology

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
24 Responses
  1. Aku udah baca review Mas Nuno Orange dan Mas Fahmi Anhar nih soal Nestcology, tapi koq tak kunjung bisa ke sana ini gimana iniiii… culik aq ke sana kakaaaaaa….tempatnya sungguh menggoda

  2. Coffee Gastronomy menarik, gimana tuh rasanya, Fahmi?
    Kayaknya tempat asik buat nongkrong sambil menikmati kota Semarang di waktu malam.

    #terima kasih buku panduan wisata jawa tengah sudah saya terima.

    1. Kalau rasa kopinya mirip-mirip mas, tapi yang unik itu proses pembuatan ala gastronomi nya karena berasa di laboratorium kimia haha. Bikin minuman keluar asap-asapnya 😀

  3. Kalau kamu ngiler sama postingan pindang, aku ngiler sama semua kopi di postinganmu ini Kak Hiu. Fotonya bagus-bagus jadi nambah selera…. Kirimin kopinya ke Jakarta dong Kak. Hahahaha :p

    1. nggak mas ibnu, meski pakai reaksi kimia dengan nitrogen cair dll, tetap aman kok karena dalam dunia gastronomi lazim digunakan demikian. kopinya enak-enak! 🙂

    1. karena harga sifatnya tidak timeless, maka tidak saya posting daftar harga & menunya. kala itu, beraneka ragam appetizer – dessert sekitar 50 ribuan lah. kalau main course lebih mahal pastinya. tapi cukup sebanding dengan suasana cafenya menurut saya. kalau urusan rasa kembali ke selera lidah masing-masing ya

Leave a Reply