Burj Khalifa Dubai

Angin berhembus kencang. Terasa dingin namun kering. Angin dari gurun menyusup diantara gedung-gedung pencakar langit. Sesekali suaranya menderu. Beradu dengan suara knalpot mobil-mobil sport yang berbaris padat merayap melintasi Al Sa’ada street.

Lalu lintas lumayan padat malam itu.

Saya berjalan kaki seorang diri menyusuri trotoar. Dari kawasan DIFC tempat saya tinggal menuju Dubai Mall hanya sekitar 500 meter saja. Penasaran ingin melihat langsung seperti apa suasana malam akhir pekan di Dubai yang konon katanya super heboh itu.

Begitu sampai di Dubai Mall…

Benar saja, semua orang tumpah ruah disini. Beragam rupa dari berbagai bangsa. Mayoritas adalah orang Arab, Eropa, China, India dan Asia. Terus terang saya heran, dari sekian banyak orang disini, kok semua terlihat kece! Nggak ada yang jelek. Bukannya mau main fisik ya, tapi begitulah adanya menurut saya. Maha besar Allah SWT dengan segala ciptaanNYA.

Tujuan utama saya malam itu bukan untuk nge-Mall, melainkan ingin melihat Dubai Fountain. Sebuah danau buatan terhampar di depan pelataran Dubai Mall, Burj Khalifa dan Souq Al Bahar. Orang-orang juga sudah berkerumun di sekitarnya, menunggu seperti apa megahnya pertunjukan air mancur yang katanya proyek pembangunannya menghabiskan dana sekitar 800 juta Dirham ini.

Lampu kerlap-kerlip menyala dari dasar danau, tanda fountain show akan segera dimulai. Semua orang bersiap dengan kameranya. Suasana yang tadinya ramai mendadak jadi sepi, seperti semua terdiam.

Suara merdu penyanyi Emirati, Hussain Al Jasmi dengan lagu andalannya Bassbor Al Fourgakom mengiringi setiap liukan air mancur. Hati dan pikiran saya pun ikut menari bersama Dubai Fountain.


Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Akhirnya Sampai Dubai

Previous article

Drama Bagasi Hilang di Changi Airport

Next article

You may also like

21 Comments

  1. Semua nya kece yaaa kak … trus kakak minder ngak dengan yg begitu #Dikeplak

    1. nggak minder lah kalau cuma lihat mas-mas & mbak-mbak wajah arab-eropa ini, lebih minder kalau liat kak cumi kancutan doang :p

      1. Wkwkwkwk ngguyu kemekel

  2. mana tariannyaaa, ayo direkamm!!

    1. kan yang menari hatinya kak 🙂

  3. Kak, kalau masih sempat, boleh cuba dinner di TGI Fridays di Dubai Mall. Lihat Dubai Fountain dari atas lagi menarik tapi kena bayar harga dinner lah sikit, hehe! Kira dinner romantis yang paling murah tapi masih ada view yg menarik di mall itu 😉

    Di sini saya ada kongsi beberapa video Dubai Fountain juga dari TGIF tersebut:
    http://www.rambleandwander.com/2012/10/uae-dubai-dancing-fountain.html

    1. thanks rekomendasinya kak, kalau sempat main ke dubai fountain lagi. tapi so many thisng to do before balik indonesia. nanti mau desert safari 🙂

  4. Apaaaa??? Jalan-jalan liat fountain shownya sendirian??

    1. sendirian kak, istrinya kecapekan. lagian cuma tinggal jalan kaki dari apartemen ke dubai fountain kok | *humblebrag*

  5. tapinya kak pake macet gak tuh musik nya? Pas aku disana dan nonton, etdah beberapa kali macet aja gitu hahaha
    ****
    Warna Warni Ibukota Polandia

    1. kemarin sih lancar-lancar musiknya, atau mungkin pas kamu nonton operatornya lelah kak, biarkan dia istirahat | #uwopoh

  6. Betah ya di sana mas 😉 Ihhh jd penasaran deh ama Dubai… Selama ini taunya bangunan tertingginya itu aja :D.. Btw, visa ke Dubai gampang ga?

    1. visa uni emirat arab kemarin pakai dnata trave dubai. tinggal kasih scan paspor. biaya sekitar 400-500 dirham. kalau kesana naik Emirates, bisa urus visa sendiri via webnya.

  7. wiiiihh…apik tenan ya mas air mancurnya… Kapaaaan Semarang ada yg kayak gitu yak

    1. hahaha lahan di Semarang udah abis mbak 😛

  8. Kecee bgt air goyangnya, jadi inget di monas ada beginian walau ga sebesar disana :))

    1. air mancur di Monas pakai musik juga?

  9. Bikin Penasaran 🙂 kalau ada di Indonesia diiringi lantunan gending Jawa, Asyik kali ya…. Bikin merem mata.

    1. Hahaha bisa! bisa! Ntar air mancurnya lenggak-lenggok kaya penari Jawa 😀

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *