Masjid-Masjid di Brunei Darussalam

#NorthBorneoTrip Part 8

Bisa dibilang belum sah traveling ke Brunei Darussalam kalau belum berkunjung ke masjid-masjidnya yang megah nan cantik. Seperti sudah diketahui, bahwa negara monarki ini mayoritas penduduknya beragama Islam dan menerapkan hukum syariat Islam dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari. Namun meski begitu, bukan berarti negara otoriter terhadap pemeluk keyakinan lain. Negara tetap menjamin kebebasan beragama bagi penduduknya. Menurut pengalaman saya ketika berada di Brunei, semuanya adem ayem tentrem. Aman damai sejahtera bahagia.

Perahu Mahligai Kencana Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien Brunei

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien Malam Hari

Sebuah keberuntungan bagi saya karena secara tidak sengaja betremu Mas Marjuki di arrival hall Brunei International Airport kala itu (seperti yang sudah saya ceritakan di #NorthBorneoTrip Part 1). Ya, kami tidak saling kenal sebelumnya. Mas Juki adalah WNI yang sudah belasan tahun tinggal di Brunei. Saya dan istri malah lalu diajak jalan-jalan keliling Brunei dari pagi sampai malam. Alhamdulillah, rejeki anak sholeh, diberi kemudahan. | *benerin peci*

Selain berkeliling kota, kami juga mengunjungi banyak museum yang menyimpan sejarah Brunei, ziarah ke makam sultan, mencicipi kuliner lokal, blusukan ke pasar tradisonal, β€œstalking” banyak istana milik kerajaan, sowan ke rumah pak lurahnya Kampong Ayer, main ke hotel super mewahnya Brunei dan pastinya tour ke masjid-masjid cantik yang ada di kawasan Bandar Seri Begawan. Berikut masjid-masjid di Brunei Darussalam yang sempat saya kunjungi:

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Sebagai salah satu landmark Brunei Darussalam, masjid kerajaan ini sangat mudah ditemui. Lokasinya berada di pusat kota, di sisi barat alun-alun, tak jauh dari kantor Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri, Brunei History Center dan deretan Kampong Ayer yang mengapung diatas Sungai Brunei. Bisa dijangkau dengan jalan kaki, kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Masjid Sultan Omar Ali Saefuddien selesai didirikan pada tahun 1958. Namanya diambil dari nama Sultan Brunei ke 28. Masjid ini dirancang oleh biro arsitekur Booty & Edwards Chartered berdasarkan rancangan karya arsitek Italia, Cavaliere Rudolfo Nolli. Arsitekturnya bergaya Islam modern, perpaduan gaya Mughal dan Italia. Suasana interiornya pun mengagumkan. Saya merasa sangat nyaman beribadah disini.

Ada 3 ciri utama Masjid Sultan Omar Ali Saefuddin, yaitu kubahnya yang besar dan kuning mengkilat karena dilapisi emas murni, menaranya yang tinggi menjulang sehingga bisa dilihat dari berbagai penjuru kota, serta adanya replika perahu mahligai kencana kerajaan yang seolah mengapung dengan agung diatas taman air di sisi kiri masjid. Sore-malam adalah waktu yang tepat untuk berfoto di taman ini, karena lampu warna-warni akan menyala menyoroti replika kapal, kolam dan masjid. Subhanallah…

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien Brunei Darussalam

Halaman Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Tempat Wudhu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Tempat Wudhu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah

Satu lagi masjid kebanggaan masyarakat Brunei, Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat kota. Searah dengan kawasan pusat niaga Mall Gadong. Bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun bus nomor 1 atau 22 dari terminal pusat bandar.

Dari namanya sudah ketahuan bahwa Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah dibangun pada tahun 1992 oleh sultan ke 29 yang masih memerintah hingga saat ini. Mengambil perpaduan gaya arsitektur timur tengah, maroko dan persia, masjid ini tampil begitu menawan. Dihiasi dengan air mancur di luar maupun dalam masjid, kaca patri aneka warna, lampu gantung mewah dan mozaik-mozaik keramik nan indah. Kubah-kubahnya pun kuning mengkilap berlapiskan emas murni.

Tempat wudhu nya pun spesial. Kalau masjid-masjid biasa menggunakan keran air, di masjid ini menggunakan sensor. Jadi, kalau ada orang yang duduk di depannya, keran air otomatis akan menyala. Air akan berhenti mengalir begitu orang yang wudhu tersebut meninggalkan tempat wudhu. Keren lah! Ini baru namanya teknologi tepat guna, efektif untuk menghemat air.

Sebuah air mancur menghiasi bagian dalam masjid, letaknya disamping tangga utama menuju lantai 2, ruang utama untuk shalat. Menurut cerita, karpet tebal di masjid ini khusus didatangkan dari Arab Saudi. Begitu masuk, brrrr… dingin banget! Pendingin ruangan ada dimana-mana, pantas saja.

Alhamdulillah timing saya berkunjung ke Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah ini pas. Saat memasuki waktu magrib. Nah, usai shalat magrib dan membaca rangkaian wirid, imam masjid mendoakan sultan, keluarga kerajaan serta kemakmuran Brunei pada umumnya. Pantas saja negeri ini dilimpahi keberkahan, pikir saya. Jujur, saya merinding mendengar doa yang dibacakan setiap usai sholat jamaah 5 waktu itu. Betapa seluruh lapisan masyarakat brunei ini mencintai sultannya.

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei Menjelang Magrib

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei Menjelang Magrib

Tempat Wudhu Canggih di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei

Tempat Wudhu di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei

Kolam di Dalam Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah Brunei

Kolam di Dalam Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah

Masjid Ash Shaliheen

Ada banyak masjid di Brunei Darussalam. Tapi yang satu ini juga tak kalah spesial. Berlokasi di Jalan Berakas, Kampong Melabau, Bandar Seri Begawan, Masjid Ash Shaliheen masih berada dalam kompleks Prime Minister Offices atau kantor perdana menteri. Siapakah perdana menteri Brunei? Ya Sultan itu sendiri, karena rangkap jabatan hehe.

Kantor perdana menteri berdiri megah diantara kompleks gedung-gedung pemerintahan Brunei. Yang tak kalah megah adalah bangunan kantor parlemen Brunei. Gedung sebesar itu hanya dihuni oleh 30 perwakilan parlemen dan para staf ahli.

Lah kok malah ngomongin gedung-gedung pemerintahan?

Back to masjid !

Jadi, usai shalat magrib di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah, kami lalu bergegas menuju Masjid Ash Shaliheen. Masjid ini memang tak sebesar 2 masjid lainnya, tapi cukup unik karena gaya arsitekturnya berbeda. Mengangkat gaya Maroko, Moorish dan Andalusia, Masjid Ash Shaliheen terlihat sangat elegan.

Begitu masuk ke dalam masjid, kita akan menjumpai halaman tengah yang asri dengan air mancur berhiaskan lampu biru muda. Beberapa orang tengah asyik duduk di sekitar kolam sambil membaca Al Quran. Damainya…

Cek Promo Tiket Pesawat ke Brunei Darussalam

Masjid Ash Shaliheen Brunei Darussalam

Masjid Ash Shaliheen Malam Hari | sumber foto: official FB Masjid Ash Shaliheen

Taman Di Dalam Masjid Ash Shaliheen Brunei

Taman Di Dalam Masjid Ash Shaliheen Brunei

Itulah masjid-masjid di Brunei Darussalam yang sempat saya kunjungi. Bagi saya, masjid ini bisa jadi alternatif destinasi wisata di Brunei Darussalam. Wisata religi tentunya. Saya memang memiliki ketertarikan tersendiri terhadap rumah ibadah, tidak hanya muslim tapi semua agama. Karena dari situ ada banyak pelajaran mengenai toleransi dan menghargai.

Saya kagum dengan negara kecil ini…

Suatu hari, saya akan kembali…

bersambung ke #NorthBorneoTrip Part 9

20 Comments
  1. September 9, 2014
    • September 9, 2014
  2. September 9, 2014
    • September 9, 2014
  3. September 9, 2014
    • September 10, 2014
  4. September 9, 2014
    • September 10, 2014
  5. September 10, 2014
    • September 10, 2014
  6. September 11, 2014
    • September 12, 2014
  7. September 16, 2014
    • September 17, 2014
  8. September 16, 2014
    • September 17, 2014
  9. February 14, 2017
  10. July 31, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*