Mencari Sepotong Kue Di Le Cafe Singapore

Sebenarnya kejadian ini sudah berlangsung lama, jaman ketika saya masih muda haha. Tapi saat semalam saya buka folder foto-foto perjalanan di hard disk jadi teringat kisah ini. Jadi saya tulis saja deh. Mungkin informasinya bisa bermanfaat bagi pembaca yang sedang mencari alternatif wisata kuliner Singapura.

Semua berawal ketika pada suatu hari, saya mampir ke Toko Roti Mahkota Magelang untuk icip-icip es krim dan aneka rotinya yang melegenda. Maklum, toko ini yang dulunya bernama Bie Sing Hoo merupakan toko roti “senior” di Kota Magelang. Siang itu niatnya mau takeaway, tapi tanpa sengaja malah bertemu dengan sang pemilik, tante Frida. Jadilah kami ngobrol banyak hal tentang sejarah toko, rahasia resepnya, pelanggan-pelanganya, loyalitas pegawainya, pun akhirnya semakin melebar sampai tentang rekomendasi toko kue yang enak baik di dalam maupun luar negeri.

“Mas, cobain ke LE Cafe Singapore deh kalau pas main kesana. Letaknya di sekitar Selegie road.”

“Emang ada kue apa disana tante?”

“Banyak. Pineapple tart, bean curd tart, moon cake, bolu, dll. Enak-enak.”

“Oke tante, besok kalau pas ke Singapura saya cari LE Cafe deh. Jadi penasaran hehe.”

Bean Curd Tart LE Cafe Singapore yang creamy
Bean curd tart yang creamy!

Bulan berlalu. Tahun berganti. 13 purnama terlewati. Akhirnya saya ada kesempatan untuk main ke Singapura lagi.

Singkat cerita, begitu landing di Changi saya langsung menuju hotel untuk cek in, menaruh barang bawaan di kamar, langsung cabut lagi deh untuk mencari alamat LE Cafe seperti yang diamanahkan tante Frida. Kebetulan saat itu saya menginap di hotel Ibis Singapore on Bencoolen di daerah Bugis. Lumayan dekat dengan LE Cafe.

Saya ditemani Firsta ketika hunting toko kue ini. Dia menginap di Grand Mercure East Coast, tapi karena masih menunggu kedatangan teman-teman blogger lain yang belum landing, makanya kami iseng mengisi waktu cari-cari makanan khas Singapura untuk camilan sore.

Gerimis yang masih turun tak menghalangi kami untuk berjalan kaki menyusuri beberapa block menuju David Elias  building, tempat dimana LE Cafe Confectionery & Pastry berada. Berbekal google maps, akhirnya kami menemukan toko kue tersebut. Aroma wangi langsung tercium memperdaya indera penciuman saya.

Melihat etalase penuh dengan beraneka kue dan roti, saya malah jadi bingung mau beli yang mana. Lha pingin icip semua tapi cadangan devisa di dompet harus dimanage dengan baik karena hari itu baru trip hari pertama. Masa sudah borong jajanan? Haha.

Melihat tulisan No Pork No Lard di depan toko semakin memantabkan saya untuk mencicipinya. Menandakan bahwa penjual memastikan kehalalalnya. Yang menjadi unggulan LE Cafe Singapore diantaranya adalah pinneaple tarts alias kue nastar. Tapi spesialnya ukurannya sebesar bola golf dengan isian selai yang melimpah ruah. Ada lagi bean curd tart, semacam pie dengan isian cream lembut nan lumer di mulut. Enak banget lah! Selain itu masih banyak varian kue dan roti lain yang belum sempat saya coba tapi terlihat menggoda. Ternyata memang benar rekomendasi dari tante Frida. Rasanya, LE Cafe Singapore ini bisa menjadi alternatif pilihan oleh oleh khas Singapura.

Jadi, kapan mau wisata kuliner di Singapura lagi?

LE Cafe Singapore
LE Cafe Singapore
Pinneaple Tart LE Cafe Singapore
Pinneaple tart disini sebesar bola golf
Bean Curd Tart LE Cafe Singapore
Abaikan ekspresi muka lebay saya, fokus ke bean curd tartnya haha
Various Cake LE Cafe Singapore
Hujan, kopi dan ngemil 🙂
Menu Le Cafe Singapore
no pork no lard

Disclaimer:

  • Postingan ini bukan sponsored post. Saya menulis postingan ini karena memang suka dengan kue-kue disana.
  • Karena sudah jaman kapan saya kesana, mungkin saat ini sudah ada perubahan harga.

LE Cafe Confectionery & Pastry

264 Middle Road,
David Elias Building Singapore 188990
Tel : +65 6337 2417

Mon – Sat : 10.30am – 7.00pm
Sun & PH : 10.30am – 4.00pm

Cabang di Veerasamy Road dan Cambridge Road Singapore.

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
36 Responses
    1. hahahaha cari hotel Ibis Singapore on Bencoolen nya epic banget yak! nyasar sotoy, gak tahunya kita salah arah dan hotelnya ada nun jauh di belakang sana. Kapan yuk jalan rame-rame lagi 😀

  1. Enak kuenya itu, krimnya penuh bahkan sampai tumpe-tumpe, hehe. Itu kayaknya sekotak saya bisa habis sendiri Mas, haha. Kayaknya semua kue di sana enak-enak. Mesti jaga kantong kuat-kuat nih biar nggak jebol dan kebablasan belanjanya, haha.

    1. Kalau senang cemilan kue & roti, memang harus kontrol kalau mampir ke LE Cafe Singapore ini masbro, lha enak-enak semua. Apalagi, digit harganya lebih sedikit nominalnya. Secara psikologis terkesan lebih murah, padahal kalau dikurs Rupiah ke SGD ya mahal juga jatuhnya 🙂

  2. beancurd nyaaaaaa ^o^… ga tau nih aku ttg kafe ini… catet dulu mas, ntr kalo ke sing aku mau mampirin ah… kalo kesana aku memang lbh seneng kulineran… kalo yg bikin udh chinese, aku udh percayalah ama rasanya :D..

    1. Mbak Fanny kan senang icip-icip ini itu kan, besok kalau ke SG coba mampir kesini, aku pingin tahu bagaimana kesannya hehe. Kabarin ya kalau main ke LE Cafe Singapore mbak 🙂

  3. Putri

    Lebih enak langsung didepan mata tuh kue..

    Klo cuma baca gini jadi kepengen dan ngiler..
    Hadehhh.. jadi penasaran dan pengen ke SG..

Leave a Reply