Kumpul Travel Bloggers di Wonosobo

Hari masih pagi ketika taksi yang saya tumpangi menyusuri jalan Pemuda Semarang. Lalu lintas di pusat kota belum padat. Aspal masih basah dari sisa hujan semalam. Semarang terasa sejuk pagi itu. Tak berapa lama, saya sampai di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah.

Disinilah meeting point para peserta familiarization trip undangan dari Disparta. Sekitar 20 travel blogger dari berbagai daerah akhirnya lengkap berkumpul. Senang sekali rasanya bertemu mereka semua. Karena biasanya hanya saling sapa di dunia maya, pagi itu kami semua dipertemukan di dunia nyata. Yeay!

Travel Blogger FamTripJateng
Travel Bloggers #FamTripJateng

**********

Perjalanan FamTripJateng

Menjelang tengah hari, bus yang kami tumpangi sampai di kawasan agrowisata perkebunan teh Tambi, Wonosobo. Kami disambut dengan udara yang sejuk bebas polusi dan pemandangan hamparan pohon teh yang hijau di lereng Gunung Sindoro. Di homestay & villa Tambi inilah kami akan menginap semalam.

Usai shalat dhuhur dan makan siang, peserta #FamTripJateng melanjutkan perjalanan ke dataran tinggi Dieng menggunakan bus yang lebih kecil untuk mengikuti audiensi dengan tokoh adat Dieng, anak-anak rambut gimbal dan Pokdarwis Pandawa Desa Wisata Dieng Kulon yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Banjarnegara.

Audiensi berlangsung di pendopo Soeharto Whitlam, tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu pertemuan Presiden Soeharto dengan Perdana Menteri Australia pada tanggal 7 September 1974 untuk membahas masalah Timor Timur. Pendopo ini lokasinya tak jauh dari kompleks Candi Arjuna Dieng.

Diskusi berlangsung seru ketika para peserta famtrip diberikan kesempatan berdialog dengan Mbah Naryono, juru kunci Dieng dan anak-anak rambut gimbal. Beliau bercerita mengenai seluk beluk anak rambut gimbal Dieng dan prosesi ruwatan. Suguhan secangkir teh hangat, minuman purwaceng panas, tempe kemul, kacang dan pisang rebus terasa begitu nikmat dalam dinginnya udara Dieng sore itu.

Audiensi Dengan Tokoh Masyarakat Dieng
audiensi di pendopo Soeharto Whitlam Dieng
Nafis - Anak Rambut Gimbal Dieng
dek Nafis – Anak Rambut Gimbal Dieng
Telaga Warna dari Bukit Sidengkeng
Telaga Warna dari Bukit Sidengkeng

Dataran tinggi Dieng memang menyimpan berjuta pesona. Sore itu kami berkesempatan menikmati sisi lain negeri diatas awan ini dari puncak bukit Sidengkeng, area wana wisata petak sembilan. Dari sini, terlihat hamparan Telaga Warna dengan gradasi warna hijau tua dan hijau toska yang dikelilingi vegetasi pinus. Disampingnya, Telaga Pengilon tampak begitu tenang memancarkan aura mistisnya.

**********

Agenda hari kedua #FamTripJateng diawali dengan tea walk di agrowisata kebun teh Tambi Wonosobo. Dipandu oleh Pak Pudji, kami diajak berkeliling kebun teh yang luasnya mencapai 829 hektar. (ya nggak dikelilingin semua sih, gempor!)

Dengan sabar pak Pudji menerangkan berbagai macam hal tentang teh. Beliau berjalan kesana-kemari dengan membawa sebuah toa kecil dan kami para bocah hiperaktif ini ngikutin di belakangnya. Persisi kaya induk angsa dan anak-anaknya hahaha.

Setelah melihat pemetikan daun teh, kami lalu diajak masuk ke pabrik untuk melihat proses pengolahan selanjutnya. Mulai dari ruang pelayuan, penggilingan, sortir, packing hingga testing. Aroma wangi teh menyeruak seisi ruangan. Hmmmm…

Pemandu di Perkebunan Teh Tambi Wonosobo
Pak Pudji – Pemandu di Perkebunan Teh Tambi Wonosobo
Travel Bloggers FamTripJateng di Teh Tambi Wonosobo
groufie di kebun teh, mumpung kumpul, jarang-jarang kan πŸ™‚
Agrowisata Teh Tambi Wonosobo
hey you !! πŸ˜€

**********

Dalam perjalanan pulang menuju Semarang, rombongan #FamTripJateng diajak berkunjung ke pabrik pengolahan manisan buah carica dan icip-icip mie ongklok khas Wonosobo. Paduan mie, kol, kaldu ebi, bumbu kacang dan sate sapi terasa begitu unik. Lebih nikmat lagi dimakan dengan tempe kemul dan gebleg, camilan dari tepung aci yang digoreng. Mie ongklok, manisan carica dan tempe kemul adalah kuliner wajib di Wonosobo.

Pengolahan Manisan Buah Carica Khas Wonosobo
perhatikan, lainnya pada sibuk foto & catat info. CUMA KAK MEI YANG MAKAN MULU | *sebar aib*
Mie Ongklok Wonosobo Tempe Kemul
Mie Ongklok Wonosobo + Sate Sapi + Tempe Kemul = Mak Nyuss

Meskipun dikemas dengan sederhana dan hangat, namun ajang familiarization trip kali ini menjadi wadah kumpul para travel bloggers di Wonosobo. Melalui event ini, kami semua menyadari, sangat bersyukur bisa menambah teman baru, menyambung tali silaturahmi dan memperluas network untuk terus berkarya bersama-sama. Mari sukseskan program Visit Jawa Tengah!

Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada:

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara
  • Tokoh Adat & Pokdarwis Pandawa Desa Wisata Dieng Kulon

Note: untuk cerita detail mengenai destinasi wisata yang kami kunjungi di Wonosobo dan Banjarnegara akan saya tulis terpisah di postingan-postingan selanjutnya πŸ™‚

 

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
60 Responses
  1. Wah cukup sak postingan ik. Kok iso ya nulis seringkas tapi padat kayak begini. Haha. Yowis perjuanganku masih panjang. Masih ada part part selanjutnya yg makin heboh! Haha.

    1. ini baru semacam pengantar mas ndop, nulisnya juga baru tadi malam. rencananya sih mau psoting per destinasi atau objek biar detail. tapi ya nanti kalau pas ada waktu hehehe.

      aku nggak bisa nulis yg penuh drama kaya punyamu haha, jadi lempeng-lempeng aja tulisanku

    1. hey, yg tawaran taksi udh ak bilang ke halim sejak jam 4.30 pagi lho, disampaiakan ke yg lain apa nggak sama dia? krn dia bilang, teman2 mau jalan kaki sambil menikmati semarang pagi hari. trus ak jawab lagi, simpanglima ke dinas itu jauuuhh. tp kekeuh mau jalan, yawis to tawaranku ditolak, ak naksi sendirian & ketemu kalian di simpang 5 itu haha

  2. Dian Rustya

    Aaaakkk, aku pengen ikut Mi #mbrebesmili

    Eh sepakat sama mba Yusmei, wajahnya Dek Nafis ini mirip2 sama orang Mongol ya

    1. hahaha tukang pamer apa kak cumi? pamer kolor? #eh
      ntar kalau diajak, tiba-tiba kamu lari-lari di kebun teh cuma koloran doang kan serem
      pohon teh nya juga pada layu nanti :p

Leave a Reply