Interview : Syaharani, Musik dan Pariwisata

Syaharani in Borobudur Jazz

Syaharani in Borobudur Jazz

Pada saat event Borobudur Jazz Festival digelar pada Rabu, 28 November 2012 lalu, di backstage saya berkesempatan ngobrol dengan “Mbak Ra” Syaharani di sela-sela menunggu jatah tampil. Setelah sekian tahun nggak ketemu, akhirnya kami bertemu kembali #tsaaah. Terakhir ketemu saat masih siaran di Solo tahun 2006. Dan pada obrolan kali ini, saya mengajukan beberapa pertanyaan yang “agak berat” terkait dengan: Peran industri musik dalam peningkatan promosi pariwisata Indonesia. Hehe tema nya aja udah kaya judul skripsi ya. Bukan tanpa alasan saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini. Karena sebenarnya jalur musik bisa menjadi salah satu bidang yang efektif untuk mempromosikan pariwisata suatu daerah baik dalam skala nasional maupun internasional. Dan berikut obrolan singkat kami:

Pariwisata dan Festival musik, tanggapan Mbak Ra?

Dua hal yang bisa dikolaborasikan dengan sangat menarik dan menghasilkan campaign pariwisata sekaligus peningkatan apresiasi masyarakat terhadap musik. Selain itu kolaborasi dua hal ini dalam skala internasional bisa jadi area untuk bertukar vibe dan pengalaman karena ada pertukaran artist dan penonton.

Seberapa besar peran musisi dalam pariwisata Indonesia?

Sebenarnya sih belum terlalu maksimal kalau saya bilang. Karena secara major, masih lebih banyak yang memang secara industri marketnya tidak ada disini. Yang kedua, untuk festival-festival dalam skala internasional, boosting dari pemerintah masih sangat terbatas. Rata-rata anak-anak indie jalan sendiri. Jadi harapannya next pemerintah juga lebih menggandeng musisi untuk dapat berperan aktif dalam mempromosikan wisata Indonesia melalui jalur musik.

Apa masukan bagi pemerintah untuk promosi wisata Indonesia melalui jalur musik?

Dalam hal ini saya sebagai musisi jazz, menurut saya jaringan konser yang sudah dilakukan oleh insan-insan jazz di Indonesia sebenarnya sangat menarik sekali. Hanya saja harus lebih dikoordinasi. Karena dari Sabang sampai Merauke sebenarnya bisa diadakan di tempat-tempat wisata yang menarik. Yang kemarin sudah berjalan seperti di Bangka, Banyuwangi, Ngayogjazz dan tentunya seperti event malam ini, Borobudur Jazz. Ternyata banyak sekali area-area pariwisata yang bisa digunakan untuk event semacam ini. Karena musik adalah bahasa universal dan terbuka, bisa juga dikolaborasikan dengan berbagai macam aliran musik seperti jazz, ethnic, blues dan jenis musik lainnya untuk lebih menarik minat wisatawan yang meiliki selera yang berbeda-beda.

Kesan Mbak Rani tentang Borobudur Jazz Festival 2012?

Mmm… saya udah beberapa kali ke Borobudur, dan juga udah baca sejarahnya yang sangat menarik, I feel precious untuk bisa berada di tempat ini yang merupakan mahakarya agung susunan dari 2 juta batu yang disusun dengan relief yang bukan main indahnya, dan disini saya berbagi vibe saya dengan audience, itu hal tersendiri secara spiritual. Terus kalau malam udara di Magelang gini kan sedap banget tuh, mungkin bisa juga diadakan Dinner Under Borobudur tuh kapan-kapan hahaha asik gak tuh? Untuk memberikan nuansa lain menikmati Borobudur malam hari selain diadakan festival musik seperti ini.

Adakah kendala dalam memasyarakatkan musik jazz?

Saya bilang sih nggak ada. Karena semua jenis musik yang tidak ada di jalur mainstream pasar, memiliki gelindingan bola saljunya tersendiri. Semua berproses secara natural. Persatuan komunitas musik dan peran social media sangat menentukan penyebaran sebuah genre yang berada diluar mainstream music industry.

Kesan Mbak Rani tentang Magelang dalam 5 statement ?

Kota yang bersih, kalau malam sejuk, bersejarah, banyak makanan dan banyak tempat buat blusukan asik tapi belum terlalu dikembangkan. Coba kalau bisa dikembangkan pasti bisa jadi alternatif wisata lain selain Borobudur misalnya. Sama ini dong, bikin warung-warung yang jual makanan khas Magelang yang terkoordinir dengan baik.

Pengen kontribusi buat promosi Visit Jawa Tengah 2013 nggak mbak?

Ooh iya kebetulan tadi aku foto sama burung kepodang maskotnya Visit Jawa Tengah 2013 yang dipakein baju lurik di ruang makan hotel, lucu banget. Trus kalo diadain konser jazz yang dikolaborasikan dengan pertunjukan tarian tradisional, kontemporer dan aneka kesenian jawa tengah di tempat-tempat bersejarah keren kali ya. Tapi ingat, tetep Eco Green Concept. Selalu memperhatikan lingkungan, pengelolaan sampah. Jangan sampai taman dan area yang dilindungi rusak karena buat konser. Penting !!

Syaharani n Fahmi

Itu tadi hasil interview singkat saya dengan Mbak Saira Syaharani Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan Syaharani mengenai perspektif secara personal terkait industri musik dan promosi parwisata Indonesia. Awalnya sempat agak ragu menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu karena memang saya rasa cukup berat dan tidak pas dengan suasana santai malam itu. Tapi karena dasarnya Mbak Ra ini orangnya humble dan asyik, jadi yaa dibawa hahahihi aja. Matur nuwun Mbak Rani & Mbak Alin, sampai ketemu lagi 🙂

4 Comments
  1. December 11, 2012
    • December 11, 2012
  2. December 17, 2012
    • December 18, 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*