Giveaway Ramadhan The Sunan Hotel Solo

Berbagi kebaikan di bulan Ramadhan pahalanya dilipatgandakan. Betul?

Maka dari itu…

Inilah saat yang tepat untuk…

BAGI-BAGI VOUCHER HOTEL LAGI!! hohoho

Dalam rangka menyemarakkan suasana Ramadhan & menjelang perayaan Idul Fitri, travel blog fahmianhar.com bersama The Sunan Hotel Solo kembali menggelar hajatan besar. Kali ini ada DUA VOUCHER menginap selama 1 malam di The Sunan Hotel Solo untuk DUA ORANG pemenang yang beruntung.

Kamar The Sunan Hotel Solo - Fahmi Anhar
The Sunan Hotel Solo – Tapi hadiahnya bukan menginap di kamar yang ini ye hehe

Caranya gampang! Kami hanya ingin mendengar seperti apa pengalamanmu menjalani puasa Ramadhan, cerita mudik, atau moment Idul Fitri yang tidak terlupakan. Bisa ketika berbuka puasa bersama teman-teman, traveling selama Ramadhan, puasa nan penuh godaan, mudik terjebak macet, nyasar ke jalan antah berantah, ikut takbir keliling, haru-nya shalat ied & sungkeman, tradisi khusus keluarga besar ketika lebaran, pahitnya menjawab pertanyaan tahunan β€œkapan nikah” mungkin? Atau malah cerita reunian yang berujung ketemu jodoh?

Nah, banyak kan idenya?

Simak cara ikutan Giveaway Ramadhan The Sunan Hotel Solo berikut ini:

  • Follow akun instagram @fahmianhar & @TheSunanHotel.
  • Follow akun twitter @fahmianhar & @TheSunanHotel.
  • Ceritakan pengalaman menarikmu seputar Puasa Ramadhan/Mudik/Lebaran via comment dibawah postingan giveaway ini. Cukup singkat saja, ini bukan lomba cerpen.
  • Sertakan nama, akun socmed & kota domisili.
  • Share link giveaway ini via social media. Boleh Twitter, Facebook, Instagram, Google+, dll dan jangan lupa MENTION TEMAN KAMU, ajak untuk ikutan.
  • Baca & ikuti step 1-5
  • Sudah diikuti semua syarat-syaratnya? Yakin?
  • Kalau sudah yakin, pada banyak-banyak sedekah, tadarus & sholat tahajjud deh haha.

Giveaway Ramadhan The Sunan Hotel Solo ini berlangsung selama 2 minggu, dari 26 Juni 2015 s/d 9 Juli 2015. Pengumuman dua orang pemenang yang beruntung Insyaallah pada Jumat, 10 Juli 2015 di postingan ini juga.

Kami tunggu ceritamu, semoga beruntung!

The Sunan Hotel Solo

Jl Ahmad Yani No 40 Solo Jawa Tengah

Telp: 0271-731312

www.thesunanhotelsolo.com

****************

Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba!

Jadi siapakah 2 orang yang beruntung mendapatkan 2 voucher menginap di The Sunan Hotel Solo? Pada giveaway kali ini, dewan juri membuka lebar kesempatan kepada semua entry yang telah memenuhi syarat berhak menang. Jadi… selamat kepada:

  • Muna Sungkar – @momtravelerblog
  • Ari Murdiyanto – @buzzerbeezz

Selamat kepada para pemenang, dimohon segera mengirimkan konfirmasi data diri melalui email fahmianhar21@gmail.com dengan subjek: Konfirmasi Giveaway Ramadhan The Sunan Hotel Solo.

Untuk yang belum beruntung, jangan patah semangat! Pantau terus blog kece ini karena giveaway hadiah-hadiah ciamik bisa bertebaran kapan saja. | *halah bahasanya*

Selamat menikmati hari-hari akhir Ramadhan

Selamat mudik

Selamat menanti hari raya Idul Fitri

Maaf lahir batin πŸ˜€

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
36 Responses
  1. Nama: Adi Setiadi Nugraha
    Akun socmed: @adisn84 (twitter & Instagram)
    Kota domisili: Jakarta

    Saya bersyukur kampung halaman saya di Banten bukanlah lintasan mudik sepadat jalur Pantai Utara (Pantura), jadi kegiatan mudik menjadi cukup nyaman karena tidak terjebak macet khas mudik lebaran Pantura.

    Namun sekitar 3 tahun yang lalu saya merasakan juga stress akibat terjebak macet di jalur Pantura, ini karena saya dan keluarga harus pergi ke Cirebon untuk melayat Paman yang wafat tepat 3 hari setelah Lebaran.

    Sepagi mungkin kami berangkat dan akhirnya sempat menghadiri pemakaman yang berlangsung pukul 10. Jalanan lancar tanpa kemacetan, jarak dari Banten menuju Cirebon kami lalui dengan waktu yang cukup singkat.

    Namun cerita pulang tidak seindah cerita saat kami berangkat, mau tidak mau kami harus bergabung bersama ratusan pengendara kendaraan lainnya untuk mengarungi arus balik lebaran menuju kawasan barat pulau Jawa. Waktu singkat yang diperlukan saat berangkat, menjadi berlipat-lipat lamanya saat kami pulang. Menjelang Ashar kami tiba dirumah, padahal kami berangkat dari Cirebon beberapa saat setelah solat Ashar di hari sebelumnya.

  2. Nama : muna sungkar
    Twitter : @momtravelerblog
    Facebook : muna sungkar
    Domisili : Semarang

    Semoga kali ini jadi rezekiku… amiinn…
    ngomongin soal ramadan selalu ada sukacita saat menyambutnya. Tiap tahun selalu ada yg special. Tapi ada 1 yg selalu terkenang ..pas mudik pertama x ke Aceh setelah nikah. Meskipun udah hampir 2th nikah tp blm bisa pulang karena saya lagi kuliah s2 dan biaya kesono mihiiil hehe..jadilah pas umur anak sya 7bulan kami mudik. Wuuiihh kebayang semangat n rempongnya bawa bayi utk perjalanan perdananya naik pesawat. Baru setengah jalan tiba2 Nadia ngamuk entah knp..bikin kami panik dan penumpang lain sewot karena berisik. Eh subhanallah dgn baik hatinya om pilot datang menemui kami (bukan utk dilempar kluar lho) dan kasih nadia boneka lucu. Dan cep.. nadia pun langsung anteng. Hadeeehhh…
    sepanjang jln dr semarang-jakarta-medan dan dilanjutkan jalan darat ke Banda Aceh selama 12 jam nadia cukup kooperatif n jadi hiburan baru buat om n tantenya.
    tapi sedihnya persis seminggu sebelum kedatangan kami ayah mertua meninggal dan belum sempat ketemu Nadia. Semoga nanti kami bertemu di surganya Allah. Allahuma firlahu waafihu wa’fuanhu…

    Thank u mas fahmi n The Sunnan πŸ™‚

  3. Nama: Eda Akbar
    twitter & IG : @edapoenya
    domisili: Surabaya

    Bismillah..
    Ramadan taun ini berasa istimewa, karena si kecil yg berusia 5 taun, mulai belajar puasa dhuhur. 3 hari awal ramadhan, sukses dilalui dengan minta makan di jam 10, karena alasan lapar. mintanya sambil nangis-nangis. apalagi doi lagi ada di rumah ibu mertua di sidoarjo, sementara saya di surabaya. jadilah, si ibu mertua gak tega liatnya. yang ditakutin cuma 1, ibu mertua takut si anak minta pulang saat itu juga. berabe! Hari minggu, karena ada saya di sana, karena mau jemput pulang ke rumah, si bocah mau gak mau saya suruh nahan sampe bedhug dhuhur tiba. Ya, awalnya liat agak-agak gak tega. Tapi kan kapan lagi kalo gak sekarang dibelajarin buat ikutan puasa. Saya suruh dia bersabar, dan mengalihkan perhatiannya ke hal lain. Dan Alhamdulillah berhasil. Meskipun menjelang maghrib, terjadi drama yang sama, ngrengek-ngrengek bilang udah lapar banget. hahaha… saya tak mau kalah.. apapun alasannya, tetep harus puasa. Sampe saya iming-imingi dengan kasih reward berupa uang, kalo puasanya sampe maghrib. Dan Alhamdulillah, sampe hari ini, si bocah masih puasa. Meski dengan drama yang sama saja πŸ˜€

  4. Nama : Entas Suliana
    Twiter + IG : @anastasyabee27
    Facebook : Anastasya Bee
    Kota : Pasuruan – Jatim
    Sebenarnya aku non muslim sih, cuma kebetulan teman dekatku muslim dan sehari sebelum ramadhan kami saling bermaafan untuk persiapan puasa seperti musllim-muslim yang lainnya. Kami tidak tinggal satu kota, dan menemaninya saat sahur dan berbuka dengan saling berkomunikasi di jam-jam itu, adalah caraku mencintainya. Meski tidak tahu apakah Tuhan menjadikan dia sebagai jodohku atau tidak menjaga ibadahnya menjadi hal yang menyenangkan. Hakikat mencinta tidak harus bersama setiap waktu tapi menjaga iman satu sama lain itulah kasih sebenarnya, karena kita selalu menginginkan kebahagiaan bagi orang yang kita kasihi

  5. Nama: Munawaroh
    Facebook: Nawa Al Munawaroh
    Instagram: bundamuna_
    Twitter: @nawa_azkiya
    domisili: Yogyakarta

    Salam kenal Fahmi!! langsung semangat begitu tau hadiah GAnya nginep di hotel, secara gw blm pernah yg namanya nginep di hotel!! *fakir travelling* haha kasian bgt ye gw wkwk :p
    Jd gw punya nadzar nih klo dimenangin di GA ini, that actually I’m gonna write the review of my VERY FIRST experience of spending night at the hotel in my blog!! aamiin *pinjem toa mesjid biar kenceng* πŸ˜€

    Bismillah..
    Pengalaman puasa Ramadhan thn ini lumayan ‘wow’ banget karena saya puasa sbg seorang busui (ibu menyusui) yg ngurus rumah tangga sambil kerja setengah hari, ngurus 2 bocah sendiri dan gak pakai jasa ART (asisten rumah tangga). Setelah ngumpulin berbagai tips puasa utk busui, akhirnya saya memantapkan hati utk tetap berpuasa meski sedang menyusui. Dari selesai sahur, mindset sudah disetel bahwa saya pasti kuat berpuasa sehari penuh dan semua tanggung jawab saya sbg working mom dan ibu rumah tangga akan tetap terselesaikan dengan baik. Alhamdulillah saya bisa menahan lapar dan haus (berikut memahan emosi karena momong 2 bocah dlm keadaan lapar wkwk :p) sampai adzan Maghrib berkumandang. Saking terharunya dg usaha keras saya, waktu berbuka nyruput teh manis panas, tanpa saya sadari saya ‘mrebesmili’. Sungguh, saya kuat berpuasa dg padatnya aktivitas bukan karena usaha saya, tp semata-mata karena ridla dari Allah SWT. Alhamdulillah sampai hari ke 9 ini saya masih lancar berpuasa dan lancar juga menyusuinya πŸ˜‰

  6. Nama: Parahita Satiti
    Twitter: @parah1ta
    Kota Domisili: Jakarta

    Salah satu cerita mudik tak terlupakan >> Lebaran 4 tahun lalu, kakak perempuan gw nikah di rumah mbah kakung, beberapa hari setelah Idul Fitri. Karena status gw yang masih karyawan baru di kantor, gw ndak dikasih cuti banyak-banyak.
    Alhasil, pagi hari pake masih kondean di acara nikahan kakak, siangnya udah antri naik bus malam yang akan membawa balik ke Jakarta. Belum sempet keramas, di bus sambil berusaha mengurai rambut penuh hairspray. 30 jam kemudian, selamat sampai Jakarta lagi, dengan rambut bak singa Masaai dan kaki bengkak.

  7. asy syahrun

    Nama: ahsan
    Twitter: @asy_syahrun
    FB: ahsan asjhari
    Pengalaman tak terlupakan sy terjadi 2 lebaran lalu, tepatnya lebaran pertama untuk putra sy, al ghozy, yg wkt itu masih berumur 3 bulan. Seperti halnya umat muslim yg lain, kami sangat antusias menyongsong sholat iedul fitri, di masjid desa dekat rumah mertua.
    BAngun pagi-pagi buta, antriAn kamar mandi dirumah pun tak terelakkan. Tiba giliran al ghozy mandi dg segala tetekbengeknya, suara takbir dr pengeras masjid pun berganti niat sholat ied..
    hadeuh, dg berpakaian sekenanya asal pantas, kami pun mengejar ketinggalan sholat. 1 rakaat, 2 rakaat dan menjelang salam akhirnya sampai di masjid. Alhamdulillah masih kebagian kutbah hehe.. yah begitulah lebaran pertama bersama bayi.. πŸ™‚
    oh iya, domisili sy di sidoarjo mas

  8. Nama: Mia Kamila
    Twitter: @MiyaKamila89
    Kota Domisili: Pati

    Bismillahirohmaniroohim…. *wish me luck

    Ramandhan adalah bulan yang penuh berkah, begitu katanya. Memang benar, semua orang berlomba-lomba mencari pahala dan berkah. Sebulan penuh umat islam menjalankan ibadah puasa dan akan tiba saatnya sebuah hari yang fitrah. Semua orang berlomba-lomba saling memaafkan. Seperti biasa lebaran pertama sampai ke tiga semua waktu dicurahkan penuh untuk keluarga. Setelah itu bebas mau kemana saja. Kebetulan aku mendapatkan undangan pernikahan dari seorang teman dekat satu kost dulu dan resepsinya diadakan di Purwodadi karena sang suami orang sana. Aku dan teman-teman lainnya berencana untuk berangkat rombongan dari Semarang. Mau tidak mau aku harus menuju Semarang dulu. Resepsi diadakan pada hari minggu – akhir liburan cuti bersama- dan bertepatan dengan arus balik. Bisa dibayangkan bus yang aku tumpangi dari Pati menuju Semarang penuh sesak, dan aku harus berdiri sampai tujuan. Belum lagi supir bus AKP yang agak sedikit ugal-ugalan membuat seisi penumpang bergejolak.
    ***
    Tidak menunggu lama rombongan menjemputku di terminal Terboyo lalu menuju Purwodadi. Acara resepsi tergolong sangat meriah dan penuh keceriaan, disambung dengan acara halal bihalal serta reuni teman-teman kuliah. Ada yang datang membawa anak dan suami ada pula yang membawa pasangan. Tapi aku hanya membawa diriku sendiri. hehe :'(
    Setelah puas temu kangen dan berfoto-foto kami pun pulang. Rombongan kembali mengantarku ke terminal asal dan aku pulang ke Pati tanpa harus menginap di Semarang, karena memang besok harus masuk kantor dan liburan tlah usai. Aku kembali menumpangi bus AKP, dan kali ini aku mendapatkan tempat duduk. Sembari menikmati perjalanan aku mendengarkan musik melalui handphone yang sudah aku pasang headphone. Lagi-lagi bus melaju kencang dan ugal-ugalan. Dengan kondisi bus yang penuh sesak banyak penunmpang yang berteriak ketakutan akan keselamatan mereka. Aku hanya berdoa dalam hati semoga cepat sampai, karena diam-diam aku merasa mual-mual. satu jam setengah aku duduk di guncang dasyat oleh bus AKP dan akhirnya aku sampai di Pati, turun di stasiun lama Puri. Sambil berjalan gontai aku menuju alfamart untuk membeli minum dan duduk di terasnya sambil menunggu jemputan. Sesampainya di rumah aku lansung merebahkan tubuhku di atas kasur untuk melepas lelah. Tapi yang ada badanku malah demam tinggi 39’c. Karena kawatir, aku segera dibawa ke UGD. Awalnya hanya ingin berobat biasa tapi dokter menyarankan opname karena melihat kondisiku yang lemah tak berdaya.
    “Tadi itu habis dari Purwodadi dok, ada acara resepsi katanya, pulang-pulang kok demam?” Kata papaku menjelaskan kepada Dokter UGD.
    “Oooo,,,,mbaknya udah punya pacar?” tanya pak Dokter Sambil memeriksaku.
    “Belum, dok” Jawabku singkat.
    “Nah itu dia, mbaknya shock melihat temannya dan nikah dan tamu undangan yang membawa pasangan.”
    “&#@??”

    #hihiihi kok panjang??

  9. Nama : Gallant Tsany Abdillah
    akun twitter dan instagram: @kidtsany
    kota domisili : Yogyakarta

    Yang berkesan itu pas tahun 2009, pas kali pertama aku pisah sama orang tua untuk kuliah di Jogja. Puasa pertama di Jogja, tahun pertama di Jogja juga. Bingung juga awalnya harus bangun sahur terus beli makan di luar. hahaha.
    Terus pas mudik juga gitu, sebagai pengalaman pertama yang namanya mudik. Jelas seneng banget bisa ngerasain dan ngerayain keseruan “Mudik” meskipun aku sendiri pulangnya masih cukup jauh dari H-7 lebaran yang biasanya mulai rame dan terasa suasana “Mudik”nya. Kenapa seneng banget, ya emang dasarnya seneng jalan-jalan sih, dulu waktu kecil dan masih tinggal sama orang tua, berita mudik itu salah satu berita yang aku seneng. Ngeliat terminal bis, ngeliat stasiun kereta, ngeliat pelabuhan, ngelihat bandara meskipun cuma lewat tv. Yah seneng aja nggak tau kenapa. Terus pas 2009 akhirnya bisa ngerasain pulang ke kampung halaman demi lebaran. Yoi.
    Kalo traveling kan pasti ada urusan dengan barang bawaan kan yak, nggak terkecuali mudik. Nah sebagai pengalaman pertama mudik lebaran, barang bawaanku juga mengikuti apa yang selama ini aku tonton. Satu koper berisi pakaian aku bawa pulang semua, meskipun aku juga tau nanti harus pindah ke bis yg lebih kecil (kayak bis kopaja gitu) jadi cukup ribet. Tapi ya gimana ya, baru kali pertama sih jadi nggak ngerti harus bawa apa aja. Jadi bawa aja pakaian sebanyak mungkin dengan asumsi nanti dipake semua di rumah. Eh ya bener kejadian, pas waktunya mudik aku cukup kerepotan pas mau naik bis kecil itu. Dan sampe rumah, malah diketawain sama orang rumah soalnya mudik bawa barang banyak banget. Padahal ujung-ujungnya juga nggak dipakai semua bajunya. Ya lumayan yang penting seneng bisa merasakan keriuhan mudik Lebaran. πŸ˜€
    Yang kedua, Tahun 2013 kemarin, kalo ini sih bukan mudik, tapi jalan-jalan di waktu puasa. πŸ˜€
    Di siang hari bolong, aku pergi sama seorang teman ke salah satu pantai di gunung kidul, panas cuy tapi ya nggak apa-apa sebanding sih kalo sama pantai yang didapat. bersih, putih, sepi. Asik lah. Dari pantai satu pindah deh ke pantai yang lain soalnya mau nyari sunset karena di pantai pertama tadi ketutup sama karang. eh di pantai kedua ini juga sama ketutup karang. tapi pemandangan senjanya tetep kece.
    keesokan harinya, aku sama temenku yang bingung mau ke mana akhirnya memutuskan ke Borobudur. Yoi panas panas ke Borobudur. Foto-foto sama muter-muter sebentar. terus pulang soalnya dia juga harus ngejar kereta balik ke Jakarta. πŸ˜€
    cerita yg kedua ada di blogku kok ehe (numpang promosi)

  10. Nama Evi
    Twitter dan Instagram : @eviindrawanto
    Domisili : Tangerang
    Ramadan bagi saya berarti kembali ke akar, pada kenangan indah dan pahit masa kecil, kepada nenek, dan kampung halaman. Ingat kembali pada kebohongan saya yang mengaku puasa padahal tidak. Ingat bagaimana raut wajah nenek keheranan saat menyadari ada makanan yang hilang dari atas meja padahal semua orang mengaku berpuasa. Ingat pada tatapan matanya yang sebenarnya tahu siapa sang kriminal sebenarnya namun menolak menyelediki lebih jauh..

    Kembali berpuasa berarti kembali ke peristiwa berpuluh tahun lalu, menanti berdebar-debar acara tadarusan. Suatu ketika usai Taraweh saya mojok di belakang Surau yang gelap, diam-diam memoleskan bedak Viva No.5 tipis-tipis ke muka. Maksudnya agar terlihat lebih cantik. Tapi rupanya malaikat tidak begitu suka pada perbutan saya. Begitu muncul dari kegelapan saya malah berubah jadi objek sirkus. Teman-teman mentertawakan dan kakak saya mencubit paha saya keras-keras karena malu melihat muka adiknya yang celemotan. Dan yang lebih menyakitkan cowok yang saya taksir, yang selalu saya tatap penuh perasaan dari jauh, yang untuknya mengapa saya berdandan menjelang tadarus, ikut tertawa terbahak-bahak. Saat itu rasanya saya lebih suka dimatikan saja oleh Allah πŸ™‚

  11. Nama : Dewi Rieka
    akun twitter dan instagram: @dewirieka dan IG @dewidedewrieka
    kota domisili : Ungaran

    Salah satu Ramadhan berkesan adalah dakuw menginap semalam di kos teman waktu SMA, gara-gara kosku sudah kosong, anak-anaknya dah mudik. Kampus kami kebetulan berbeda dan lokasi kosnya juga beda. Pas sahur, dia mengajakku keluar makan cari sahur, aku kaget karena biasanya di kosku anak-anak rantangan atau menyiapkan makanan sahur dulu nggak jajan pas jam sahur. Ternyata, kos daerahnya rame banget pas sahur. kami banyak cerita2 ttg masa lalu, masa sekarang dan impian masa depan. Ternyata, nggak lama dia naik gunung dan meninggal disana…sesak dadaku kalau mengingatnya tapi bersyukur punya kenangan manis dengannya, Al fatihah untukmu is..

  12. Tanti Soeranto

    Nama : Tanti Soeranto
    FB : Darsari R Artanti
    Kota domisili : Pekalongan

    Ramadhan & Lebaran selalu berkesan bagiku karena itu saat kumpul kelg besar. Ya kami ber-5 mmg tinggal terpisah di 4 kota berbeda…dan Lebaran adalah slh 1 kesempatan kumpul yg langka & selalu kami tunggu. Sayangnya Ramadan & Lebaran kali ini tak akan lagi sama. Kakak sulung kami tercinta baru saja meninggalkan kami… Duuh bagiku sangat terasa kehilangannya..kakak yg paling dekat dgku, dokter pribadiku… Ah, hanya doa yg terlantun utknya di Ramadan & Lebaran kali ini… Ini Ramadan & Lebaranmu yg pertama di sisi-Nya, mbakku… Damailah selalu… Aamiin..

  13. Nama : Filly Ulfa K.
    Akun Sosmed : twitter (filly_uk) IG (filly_uk)
    Domisili : Purwokerto, Jawa Tengah

    Salah satu Ramadhan yang paling berkesan waktu koas dulu (dokter muda). Kebetulan pas banget kebagian kelompok seuprit doang, otomatis pembagian rotasi terbatas. Pas lagi jadi asisten operasi Sectio Cesarea sekitar abis buka, udah nggak kuat berkunang-kunang. Kaki udah digenjot biar darah naik ke atas lagi, ga ngaruh! Akhirnya ijin sama operator, dokter V buat stop operasi. Untung banget dr. V baeeeek, jadi aku diijinin mundur. Langsung aja jongkok di pojokan biar ga pingsan. Terus lagi, pas malam takbiran juga gak bisa kumpul keluarga. Keinget makan sate ayam bawa dari rumah, sambil dengerin takbiran, sendirian di ruangan VK (Verloos Kaamer – tempat lahiran) di IGD RS. Nelangsa tapi bahagia. πŸ˜€ Bulan puasa kala itu sangat mengharukan! Buka telat karena harus ngelahirin ibu-ibu yang lahirnya pas bener magrib, sahur gantian pake beli mi di kantin. Kenangan tak terlupakan.

  14. Nama: Ari Murdiyanto
    Akun socmed: @buzzerbeezz (twitter & Instagram)
    Kota domisili: Tangerang Selatan

    Momen ramadhan paling berkesan bagiku adalah 6 kali berturut-turut ramadhan di Aceh. Suasana Ramadhan di Aceh terasa sangat berbeda dengan kota manapun yang pernah aku tinggali. Terasa banget deh ramadhan-nya. Mulai dari banyaknya pedagang takjil (yang kebanyakan berparas cantik) di sepanjang jalan protokol menjelang maghrib, sepinya jalanan saat dilakukan shalat tarawih, sampai serunya gonta-ganti masjid buat tarawih yang tersebar di sudut-sudut kota. Momen ramadhan di Aceh adalah momen yang sering aku rindukan saat ramadhan. Kisah lengkapnya bisa dibaca di sini http://buzzerbeezz.com/2013/07/30/my-ramadhandiaceh/

    Untuk ramadhan sekarang juga sangat berkesan. Karena ini adalah ramadhan pertama keluarga kami berpersonil 3. Bara, yang saat ini berusia 6 bulan, benar-benar menjadi pewarna ramadhan kami. Lebih tepatnya agak menguji kesabaran sih. Dengan polahnya yang makin banyak, hampir setiap hari Bara mampu menguras sisa tenaga bapaknya sampai-sampai sudah lemes banget menjelang buka puasa. Ternyata puasa sambil momong bayi itu rasanya luar biasa. Semoga ramadhan kali ini semakin berkah. Aamiin.

  15. Nama. : Ejie
    Facebook. : Ejie Belula Jie
    Twitter. : @ejiebelula
    Instagram. : ejie_belula
    Path. : Ejie Belula
    G+ : +ejiebelula
    Blog. : ejiebelula.wordpress.com
    Kota domisili: Bekasi

    Beberapa kali sepulang kantor, selalu ada saja hambatan bisa sampai sesuai keinginan. Apalagi di bulan puasa gini kan ya? Kepengin cepat donk bisa tiba di rumah sebelum maghrib. Kan biar bisa nyiapin menu berbuka puasa yang walaupun sederhana (baca: beli karena ngga sempat masak πŸ˜€ ), tapi berasa buka puasa di resto-resto atau ala hotel terkenal gitu dibantu dengan tatanan yang apik nan membuat ngiler.

    Jam pulang kantor yang maju 1,5 jam dari biasanya, membuat orang-orang di kantor semangat kalau sudah menunjukkan pukul 15.00 wib. Artinya setengah jam kemudian, kantor akan sepi. Itu sih sudah bukan jam efektif untuk mengerjakan segala sesuatu yg berbau pekerjaan. Yang ada konsentrasi menunggu adzan ashar, menutup window dan file yang masih terbuka di kompi, beresin meja kerja berikut printilannya, lalu mengambil air mineral kemasan cup sebagai bekal pulang. Pelajaran. Soalnya berkali-kali melewatkan berbuka puasa tepat waktu karena terkena macet di jalan. Jakarta ohh.. Jakarta πŸ™‚

    Ketika jam yang dinanti sudah menunjukkan pukul 15.30 kami bergegas. Aku meraba tas samping tempat menaruh air kemasan cup.

    “Masih ada.. Aman,” bathinku. Was-was kalau cup tersebut bocor karena tertusuk sesuatu.

    Kami melewati tol dari Cawang Uki. Angkutan umum yang kunaiki melewati gerbang tol dan 10-15 menit lagi tiba di Halte Garuda. Namun tak sampai 5 menit, tiba-tiba terdengar bunyi meletus di salah satu ban kendaraan. Ya ampuunn… Ada saja. Panik? Ngga juga sih karena persiapan berbuka puasa, ada. Hehehhe

    Singkat cerita, kita dapat bala bantuan dari bus APTB yang kewat. Beberapa penumpang naik bus tersebut. Tapi, OMG!! Semua penumpang berburu bus bantuan itu. Padahal cuma bisa memuat sedikit, rebutannya sudah kayak perang. Ckckkkc…

    Well, aku dapat di bus kedua, transjakarta gandeng yang dingin setelah beberapa menit menunggu yang terasa sejam! *lebay. Disini parahnya kebangetan. Semua sisa penumpang di bus yang pecah ban, menyeruak masuk ke bus batuan kedua tanpa peduli orang di samping kanan-kirinya.

    Terombang-ambing diantara desakan penumpang, aku segera merogoh air mineral kemasan cup di tas sampingku yang ternyata, OALAAAAHH… Di sela kumandang adzan maghrib yang menggema, aku berjalan ke bus bantuan. Hanya bisa memandangi tumpahan air di bus pecah ban dan memeras tasku dari genangan air kemasan tanpa bisa meminumnya dan memecah puasaku.

    Mamaaaaaaakkkk 0_0 #akurapopo

  16. Nama : Mechta
    FB / IG / Tweeter : Mechta Deera / @mechtadeera / @mechta_deera
    Domisili : Pekalongan

    Momen lebaran adalah momen kumpul kelg yg kunanti-nanti. Selalu senang bertemu ibu-kakak-adik-anak2 / keponakan setahun sekali.
    Memasak bersama adlh momen sederhana yg mengasyikkan krna diramaikan dg ngobrol ngalor-ngidul penuh kehangatan.
    Lebaran lalu spt biasa kami masak hidangan wajib teman ketupat yaitu opor, gudeg & sambel goreng yg semua sdh siap santap di mlm takbiran.
    Tak dinyana ternyata ada yg salah pd sambal gorengnya, yg terasa pahit ketika kami cicipi malam itu. Usut punya usut ternyata rasa pahit itu dari tahu putih yg mrpkan salah satu bahannya. Entah apa sebabnya krn scra fisik tak ada yg salah pd tampilan tahu itu sebelumnya. Sayang rasanya jk harus membuang masakan sebanyak itu!
    Akhirnya sementara yg lain bertakbiran keliling kampung, aku & kakakku bertakbiran di dapur : bersenjatakan garpu memisahkan potongan tahu2 bermasalah itu dari sewajan besar sambal goreng berbahan kentang, hati dan tahu itu!
    Alamaak…! Itu salah satu momen tak terlupakan di malam takbiran kami th kemarin..hehe…

  17. Nurul

    Nama : Nurul Ismadi
    Akun FB : Nurul Ismadi, IG : @nurulizmadi twitter : @fira_noe
    Surabaya

    Lebaran tahun lalu jadi memorable moment buatku. Setelah perjuangan nggak karu2an rebutan tiket kereta (mau naik bis kasian si kecil, mau naik pesawat semacam tidak mampu), dapetlah akhirnya Tiket Sancaka Sore (Surabaya-Jogja). Pada hari H keberangkatan (Lebaran minus 2), alhamdulilahnya, Pak Suami nggak bisa ijin pulang cepet. Akhirnya berangkat ke stasiun dg estimasi waktu yang mefet. Untungnya, macet pula. 10 menit setelah jam keberangkatan, kami berhasil mencapai stasiun. Yes, kamipun sukses ditinggal si kereta. Dengan panik mencari tiket untuk esoknya, lusanya, bahkan tiket pas lebaran. Nggak dapet. Modal nekat, pak suami menelpon teman2nya yg mudik bermobil mengharap welas asih minta nebeng. Allah Maha Baik. Akhirnya, ada juga yang kasian sama kami. Malem itu juga kami bongkar koper dan meminimalisir bawaan (namanya juga nebeng). Empet empetan dan agak sungkan, kami sampai dengan selamat di kampung esok harinya. Alhamdulilah, nggak jadi lebaran di rantau orang. Terimakasih tak terhingga untuk Pak Mawar dan keluarga (bukan nama sebenarnya). Tahun ini mau mudik bermobil (sekarang sudah ada mobil walau sederhana), rencana mampir Solo biar nggk terlalu teler sampe kampung. Sudilah kiranya The Sunan Solo via Mas Fahmi mengizinkan kami memenangkan give awaynya supaya kami bisa menikmati Solo sejenak sebelum berlebaran di kampung. Amin. πŸ™‚

  18. Nama : Lestarie
    Twitter : @tarie_tar
    IG : @lestarmoth
    Domisili : Semarang

    Tahun ini ramadhan pertama berstatus “ngontrak rumah” dari tahun-tahun sebelumnya “ngekos”. Nah, kalau di kos kan ada anak kos dan penjaga yang luar biasa berisik pas sahur. Di kontrakan cuma dua orang dan dua-duanya pelor. Alhasil kemarin kesiangan sahur! Aku yang baru merem jam 1, sama sekali nggak denger alarm. Bahkan suara berisik anak-anak keliling kampung pun lewaattt. Bablasss. Temen kontrakan denger alarm tapi dimatiin. Aku sendiri baru kebangun jam 5 pagi daaaaaaaannn….

    “Mbak, bangun! Sahur yuk!” seruku sambil melek merem ke kamar seberang.

    “Woyy..melek woooyy! Ini udah subuuuuuh! Udah pagi noooh”

    “Hah? Kesiangan dooooonkkkk??”

    Oke, fix! Kami berdua sukses nggak sahur. Enggak sengaja loh yaa. Gapapa kan?

    Di kantor…

    “Aku tuh tadi pagi mau ngakak pas kamu ngajakin sahur, Tar,” ejek temenku cengar-cengir.

    “Idiiiihhh tegaaaaa! Kan dakuw enggak tahu. Reflek aja gitu,”

    Temen yang lainpun ngakak! “Kalian itu yaaa. Yang satu matiin alarm, yang satu ngajak sahur usai subuh. Dasar pelor!”

  19. Nama: Muslifa Aseani
    Twitter: sea_set
    IG: bunsal88
    Ramadhan ke-12 di pernikahan ke-13 tahun. Yang berbeda, tadinya aku ibu pekerja yang memiliki list warung-warung tegal untuk dapatkan pilihan menu laku-pauk, pun takjil selama berbuka. Tahun ini, aku memutuskan menjadi full IRT dengan kepusingan memikirkan menu lauk-pauk dan takjil, demi tabungan yang bertambah agar bisa mudik ke Semarang (setahun terakhir kembali dan tinggal di kampung halaman di Lombok Timur, NTB).
    Semakin pusing justru saat momen tak berpuasa tiba.
    Masih sebagai perempuan yang sangat moody, manalagi doktrin-doktrin pe-em-es juga masih tak enyah dari otak. Sempurnalah kepusingan mengolah menu-menu lauk-pauk dan takjil.
    Wait, belum cukup sempurna. Mengapa? Si ayah meminta tetap ditemani di setiap berbuka dan waktu sahur..Berbuka? Gampaaanggggg, manusia manapun tidak tidur di jam-jam berbuka. Waktu sahur? Aaaaarrrghhhhhhhhh….Hiks..-emak2nanggung πŸ˜›

  20. Nama: Ihwan Hariyanto
    Twitter: @ihwanmozaik IG: @ihwanhariyanto
    Domisili: Malang

    [Puasa Pertama yang Berkesan]
    Sejak kecil saya memiliki badan yang kurus dan sering sakit-sakitan, oleh sebab itu saya tidak diperbolehkan ikutan puasa oleh Nenek karena khawatir saya nanti tidak kuat bahkan sakit. Saya ingat dulu rasanya sedih sekali sampai menangis diam-diam karena saat terbangun di waktu sahur saya tidak boleh ikutan sahur. Bahkan untuk sekedar latihan puasa aja tidak boleh. Saya sampai berpikir kenapa untuk belajar menjalankan kewajiban sebagai muslim saja saya tidak boleh?
    Hingga akhirnya ketika saya umur 9 tahun, kelas 3 SD saya baru diperbolehkan oleh Nenek untuk berpuasa. Tentu saja tidak langsung full sehari, tapi rasanya bahagiaa sekali. Yang lucu, waktu itu saya puasa setengah hari jadi pas dhuhur saya makan. Setelah makan siang itu saya makan permen karet. Oleh Ibu saya ditegur, Kok masih makan permen?”
    Dengan lugunya saya menjawab: β€œKan tadi udah berbuka, jadi sekarang saya udah bebas nggak puasa lagi kan?”
    Ibu tersenyum dan kemudian menjelaskan meskipun puasa setengah hari bukan berarti setelah berbuka waktu dhuhur trus bebas boleh makan lagi. Kita harus nerusin puasa lagi sampai maghrib nanti. Saya pun lalu segera membuang permen karet itu dan nerusin puasa lagi.

  21. Inung Djuwari

    Nama :Inung Djuwari
    Twitter dan IG :@inungnie
    Domisili :Semarang
    Seperti biasa sebagai anak kos , buka dan sahur harus menyiapkan sendiri. Untuk sahur cukup praktis karena sahur buah aja. Untuk buka juga praktis masak nasi dan masak sayur yg gampang, ca kangkung, ca brokoli, ca bayam, praktis banget kan. Kalo lagi males masak cukup beli di warung aja.
    Setiap bulan ramadhan pasti sangat berkesan, karena kita jadi sering silaturahim dengan teman-teman. Yang jarang ketemu padahal satu kota bisa ngumpul bareng karena kita ngadain buka puasa bersama. Dan tiap weekend pasti ada aja ajakan untuk buka puasa bersama.
    Pas momen mudik itu juga sangat menyenangkan , bisa ketemu saudara yang belum tentu setahun sekali bertemu. Bertemu tetangga dan teman-teman di kampung .
    Yang membuat sedih lebaran tahun ini adalah tahun ke-5 lebaran tanpa Bapak.
    Bapak adalah orang yang selalu mempunyai ide agar kita bisa buka puasa bersama. Biasanya Bapak sudah menetapkan hari kalau akan mengadakan buka puasa bersama dan dicari pas weekend. Ditelponlah anak-anaknya yang rumahnya dekat. Kebetulan Bapak tinggal di Wonosobo , jadi yang dekat dari Wonosobo yang ditelpon. Seperti saya di Semarang dan adik saya di Jogja. Cuman tanya aja puasa pulang tidak? Kalau jawaban kita tanggal sekian akan pulang hari Sabtu , maka hari Sabtu itu sudah disediakan makanan istimewa pilihan Bapak . Kalau ayam atau ikan goreng , Ibu yang akan memasak sendiri. Bila ayam bakar maka akan beli ,hehehe .
    Itulah yang selalu membuat kangen bila bulan Ramadhan.
    Sudah tidak ada Bapak jadi tidak berkesan? Tetap berkesan karena Ibu tidak pernah lelah selalu menyiapkan makanan untuk anak-anaknya untuk buka dan sahur.
    Luv u Mom , miss u Bapak .

  22. Nina Danastri

    Nama: Nina Danastri
    FB/path: Nina Danastri
    instagram/twitter: @ninadanastri

    Ramadhan tahun 2011 adalah Ramadhan yang akan selalu di hati.

    Saat itu, baru diterima kerja di sebuah RS besar di Jababeka selama 2 minggu, saya memutuskan mengundurkan diri, untuk Bapak.
    Bapak mengalami serangan jantung saat berkunjung ke Bekasi. Rawat inap 5 hari, lalu boleh pulang perjalanan dengan pesawat ke Jogja.

    Sampai di Bandara Adi Sucipto, bapak merasakan ada yang tidak beres dengan dadanya (lagi). Keluar dari pesawat dengan dibantu pramugari lalu dibawakan kursi roda untuk sampai di area kedatangan. Tanpa berpikir panjang, saya memaksa Bapak untuk ‘mampir’ sebentar di IGD sebuah rumah sakit swasta untuk sekedar cek. Hasilnya, bapak harus rawat inap di ruang ICCU saat itu juga karena serangan jantung berulang, dan paru2 sudah terendam cairan.

    2 hari di rumah sakit tersebut, Bapak dirujuk ke RSUP dr. Sardjito untuk pemeriksaan yg lebih lengkap. Hasilnya, terdapat penyempitan pembuluh darah di jantung sebesar 95%, hanya tertinggal selebar rambut. Dokter spesialis jantung tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena kasus Bapak ini berat dan mengancam nyawa. Mereka membentuk tim bersama dokter spesialis bedah thorax, dan kesimpulannya hanya bisa diambil tindakan life-saving dengan mencoba melebarkan pembuluh darah dan dipasang ring.

    Dengan resiko sudden-cardiac-death, saya dan keluarga menyetujui tindakan life-saving yang akan dilakukan di RS Sardjito. Alhamdulillah berjalan lancar. Lebih dari 3 minggu Bapak harus terbaring di ruang ICCU RS Sardjito, dan akhirnya diperbolehkan pulang beberapa hari sebelum Idul Fithri.

    Alhamdulillah kami masih bisa merasakan Idul Fithri bersama Bapak di rumah, hingga sekarang. Sehat2 ya Bapak, we love you… :*

  23. Nama : Zahra Rabbiradlia
    Twitter / IG : @ijahzahra
    Domisili : Bandung

    Setiap tahun, alhamdulillah saya selalu membuat target Ramadhan. Target ini bukan semata untuk pamer atau kepuasan diri, namun merupakan pemicu bagi saya untuk menyediakan waktu lebih banyak dalam mendekatkan diri dengan Tuhan. Ramadhan tahun ini, saya mempunyai target spesial. Apakah itu?

    Selain target tilawah, hafalan, safari kajian dan i’tikaf, saya tambahkan target menulis yang saya namakan projek 30 hari menulis Cerita Ramadhan (eh tahun ini 29 atau 30 hari ya? :D). Proyek cerita ini menuntut saya untuk menulis setiap hari dan ternyata ini sangat menyenangkan. Saya harus mencari inspirasi tulisan dari kajian yang ada di masjid, televisi atau perbincangan dengan keluarga/teman. Selain itu, tujuan dibuatnya proyek Cerita Ramadhan ini adalah agar saya konsisten menulis, karena (maaf) saya #penulispemula (bukan cuman traveler aja yang pemula keleus :D)

    Saya juga mempunyai target untuk membaca buku agama dan salah satunya adalah Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan karya Tasaro GK. Dalam buku ini, saya bisa mendapatkan inspirasi menulis untuk Cerita Ramadan dan juga mempelajari kekayaan diksi yang dimiliki Tasaro. πŸ™‚

    Itulah ceritaku di bulan Ramadhan tahun ini. Kalau tentang mudik, saya gak pernah mudik. Jadi gak ada ceritanya deh πŸ˜€

  24. Ikutan ya mas…. ^o^

    Nama: Fanny F Nila
    Twitter: @f4nf4n
    Domisili: Jakarta

    Sejak nikah, destinasi kita mudik itu jadi ada 2… Sibolga (kampungku), dan solo (kampung suami).. Masing-masing jelas ada suka duka tersendiri… tapi pengalaman mudik ke sibolga 10 thn lalu, sebelum menikah, bener-bener belum bisa terlupakan sampe sekarang. Jadi ceritanya, kita sekeluarga paling seneng mudik naik mobil… Pertama karena waktu itu blm ada penerbangan langsung dari Medan-Sibolga.. Kedua, pemandangan kota yg bakal kita lewati itu bagus-bagus banget… Rugi kalo dilewatin gitu aja… Bayangin ya, kota Tarutung, Siantar, Siborong-borong, belum lagi kita bakal ngelewatin danau Toba yang dilewati 3 kota saking gedenya.

    Berbeda dgn kota2 di pulau Jawa, yang cendrung macet saat lebaran season, kota2 di Sumatra utara justru lengang..Mungkin krn mayoritas penduduk di sana non muslim, jadi ga terlalu banyak yang ikutan mudik seperti kita. Hanya saja jalanan di sana cendrung sempit, 1 jalur dan jelek… jadi terkadang mobil kita mengalami macet, apalagi kalo berada di blakang bus/truk besar, dijamin stuck ato lemot abis jalannya ;p

    Pengalaman kali ini, beda dengan sebelumnya.. kita mudik sekeluarga, naik kendaraan pribadi.. Awalnya masih lancar.. Cuaca rada jelek saat itu… hujan gerimis, dan terkadang lebat.. membuat pandangan ke depan jadi terbatas. Saat sampai di daerah Simaninggir, dekat dengan terowongan Batu Lobang, ga seberapa jauh lagi dari sibolga, di sinilah kita ngalamin kecelakaan yang jujurnya ampe skr bikin aku takut bgt utk lewat di sana lagi. Sebelum memasuki terowongan, kita akan melewati jalan sempit 2 arah , yang bagian kiri tebing batu, dan kanan jurang dalam -__-. Berkelok-kelok pula..sering disebut Kelokan seribu.. Lupakan Kelok 44 di BukitTinggi.. Kelokan ini lbih dahsyat. Jalan ini udah berkali-kali kita lewatin tiap kali mudik… Tapi ntah karena saat itu hujan, jalanannya jadi licin, dan pandangan terbatas..

    Saat itu terfikir, kita bakalan aman, karena berada di sisi tebing… ga mungkin tergelincir ke jurang lah… Tapi yang namanya musibah, memang ga ada yang tau ya… hujan yg turun terus2an, ternyata membuat sebagian sisi tebing tanpa kita sadari mulai tergerus.. Akibatnya, tiba2 aja, tanpa ada peringatan apa2, sebuah batang pohon besar menghantam bagian depan mobil dan sebagian atap.. Rasanya, seperti ada bom yang dijatuhin ke mobil.. Teriakan, ketakutan, bahkan supir mobil saat itu mulai ga bisa mengkontrol laju kendaraan.. Akibatnya, kita sempet menabrak beberapa mobil di jalur sebelah..

    Mobil jelas rusak parah.. tapi itu semua diasuransikan.. Yang bikin panik dan trauma, kondisi kita sekeluarga samasekali ga baik di dalam.. pecahan kaca yang menghambur membuat badan penumpang yang duduk di depan langsung luka parah. Adikku yang masih kecil sempet terlempar ke depan dan ga sadar. Tangan kananku sendiri, ntah terpilin ato gimana, yang pasti tulangnya bergesar.. Sakitnya luar biasa, dan itu tangan kanan! 8 bulan ke depan, aku harus rutin dipijat oleh tabib untuk mengembalikan tulangnya ke asal..

    Trauma? Jelas… krn itu, trakhir kalinya aku mau mudik ke sibolga menggunakan mobil… Terakhir aku kesana 2 thn lalu, saat sudah menikah, dan itupun naik pesawat :), yang untungnya sudah tersedia rute medan-sibolga. Tapi sometimes, rasa takut harus dilawan.. Ga bisa dipungkiri, aku kangen menjelajah jalan darat 10 jam dari medan ke sibolga.. melewati kuburan2 kristen yang besar dan cantik2.. pemandangan alam yg spektakuler… dan makan di rumah2 makan yang murah tapi enak. Untuk itu, tahun ini aku memutuskan utk kembali ke sibolga, via darat.. Harus berani, kejadian yang lalu emang udah takdir.. Jadi jangan sampe membuat kita ketakutan seumur hidup untuk kembali ke kampung halaman πŸ˜‰

  25. Nama: Rinda Gusvita
    Akun Twitter/ig: @vitarinda
    Domisili: Lampung

    Pengalaman berada di jalanan yang paling berkesan adalah Ramadhan tahun lalu. Kesan nggak harus selalu baik, kan? Saya kuliah di Jogja dan sering banget pulang ke Lampung. Awal kuliah tiap dua bulan sekali saya pulang naik pesawat. Kemudian saya ngirit dengan naik kereta, mampir dulu ke Bandung sambil silaturahmi, istirahat dan jalan-jalan.

    Nah, tahun lalu saya mudik H-10 lebaran dijemput oleh Pacar (((PACAR))) ke Bandung menumpang kereta api. Dari Bandung, saya diantarkan sampai ke Terminal Leuwipanjang dan melakukan perjalanan sendirian menggunakan bus ke Pelabuhan Merak. Saya berangkat selepas berbuka. Kondisi tubuh saya memang kurang fit tapi saya menolak untuk diantar pulang. Takut merepotkan dan memang setelah lebaran dia berencana ke Lampung.

    Di jalan, saya berusaha tidur. Ketika baru sampai sekitaran Tol Cipularang KM 90-an saya merasa seperti ada yang merayap di paha saya. Saya ganti posisi. Nggak lama kemudian ada lagi yang merayap di paha kanan saya, dan Bapak di sebelah saya seperti mepet terus. Saya ingatkan dia untuk menjauh. Dia malah senyum-senyum menjijikan. Saya lanjutkan tidur karena perut sudah mulai nggak enak. Ketika saya tidur itulah saya merasa Si Bapak sebelah saya semakin kurang ajar. Saya bangun dan ngeliat dia ngelakuin sesuatu di balik tas pungggung yang dipangkunya. MENJIJIKKAN!!

    Saya langsung ambil jarum pentul yang saya pake di kerudung dan menusuk tangannya yang berada di paha saya. Saya membuat sobekan-sonekan di tangannya. Meski hanya jarum, tapi saya pikir lukanya akan terasa lumayan perih karena ada beberapa, dan hanya jarumlah senjata yang saya punya. Saya berteriak dan sontak semua penumpang yang mulai tertidur melihat ke arah kami. Saya mengusir Bapak itu. Dia nggak minta maaf, malah senyum-senyum memuakkan. Akhirnya saya minta bantuan kondektur untuk menurunkan dia di pinggir jalan.

    Sejak saat itu, saya takut bepergian sendirian. Apalagi dalam kondirsi tubuh yang nggak sehat. Mungkin beda ceritanya kalau saya lagi perkasa. Mungkin nggak sekedar jarum dan nggak sekedar diturunkan di pinggir jalan si pelakunya. Saya akhirnya mencari teman seperjalanan. Bukan sekedar ngobrol basa-basi, tapi saya benar-benar minta sepasang suami-istri muda untuk selalu bersama saya. Betapa pentingnya menjalin pertemanan dan menyapa di perjalanan ketika sendirian, pun ketika rame-rame biar makin asik.

    Sampai di rumah, saya langsung ambruk dan bedrest. Kondisi saya makin parah dan memaksa saya nggak puasa. Ramadhan yang paling aneh dan nggak dapet ‘feel-nya’ bagi saya. Semoga ini jadi pelajaran dan saya benar-benar takut sendirian.

  26. Florensi Mellia

    Nama : Florensi Mellia
    Twitter/IG : @rensiflo
    Domisili : Semarang

    Pengalaman mudik ini adalah mudik tahun 2012. Jaman saya masih kerja romusha (halah..:p). Load kerjaan yang neverending membuat kami terpaksa mudik tepat di malam takbiran. Ngenes yes!
    Sore itu entah kenapa Surabaya berubah jadi kota yang terlalu macet. Selama 7 tahun saya tinggal di Surabaya tidak pernah semacet ini. Bahkan begitu keluar kompleks, motor saya sudah berenti grak. Alhasil padat merayap dari kertajaya sampe terminal bungurasih, hampir 15km. Sempet hampir nangis campur emosi campur capek. Namun harus tetap berpikir jernih, karena untuk balik ke kosan juga sudah nggak mungkin.
    Lebih sedih lagi pas sampe terminal. Itu penumpang sudah kayak cendol campuran es saking banyaknya. Bus yang baru masuk terminal langsung diserbu bak kerumunan singa lapar ketemu domba. Tanpa ampun!
    Sekitar jam 9 malam dengan penuh perjuangan dan peluh akhirnya saya dapet juga bus yang berjodoh sama saya. Perjuangan ternyata masih belum berakhir. Saya harus berdiri selama 3 jam sebelum akhirnya ada separuh tempat duduk yang bisa ditempati. Diiringi suara takbir dikejauhan, akhirnya saya menangis. Bukan nangis yang diam-diam menyusut kayak di drama-drama korea gitu. Tapi nangis kenceng sesenggukan kayak anak bayi minta chiki *duh!
    Rasanya waktu itu emang sudah mentok capek, emosi dan…LAPER!
    Yaiyalah. Lha wong cuma sempet buka puasa pake air mineral dan sebutir permen yang nyangkut di saku. Untungnya nangisnya nggak lama. Keburu ditegur kondektur bus.
    “Wis mbak. Ga usah nangis. Wis gede kok nangisan.”
    Geeeerrrr…….ketawa lah orang se bus yang mendengar celetukan sang kondektur. Makasih lho bapaknyaaa…!
    Itu adalah pengalaman mudik paling memalukan sekaligus berkesan versi saya.
    Selamat berpuasa ya teman2 semua. Buat mas fahmi terimakasih sudah membuat giveaway ini, salam kenal πŸ™‚

  27. Memez

    Nama : Memez
    Twitter : @rumahmemez
    IG : MemezMemez
    Kota domisili : Jakarta

    Sebagai orang yang tumbuh besar di Jakarta, sejak kecil gue pingin banget merasakan yang namanya mudik. Maklum ya… rumah kakek nenek bahkan lebih dekat ketimbang kantor gue di Pulogadung. nah…momen mudik untuk kali pertama baru kali pertama gue rasakan pada tahun 2009. Ngga tanggung-tanggung mudiknya ke…. BIMA!!! ya.. gue menempuh perjalanan darat selama tiga hari dua malam demi bisa sampai ke kampung halaman suami.

    Tiga kali menyebrang dan menempuh jarak ribuan kilometer, kemudian terbayar dengan kehangatan yang gue rasakan. Dan…. gue paling terkesan saat gue dan suami berjalan-jalan ke pedalaman Bima dan sampai di sebuah daerah bernama Wera. saat kami sampai penduduk setempat sampai berdadah-dadah dan melihat kami sebagai tamu kehormatan. Rupanya… menurut Ibu mertua, mereka itu senang kalau ada orang luar yang mengunjungi dan mengabarkan tentang keberadaan mereka kepada dunia luar.

    Sejak saat itu, gue ketagihan untuk mudik. dan Insha Allah tahun ini mudik juga :)))

    Semoga gue menang yaaa…. mau ngajakin Miswa keliling Solo naik motor dan berasa AnakSolo :))))

    Tiga kali

  28. Nama: Rinda Gusvita
    Akun Twitter/ig: @vitarinda
    Domisili: Lampung

    Pengalaman berada di jalanan yang paling berkesan adalah Ramadhan tahun lalu. Kesan nggak harus selalu baik, kan? Saya kuliah di Jogja dan sering banget pulang ke Lampung. Awal kuliah tiap dua bulan sekali saya pulang naik pesawat. Kemudian saya ngirit dengan naik kereta, mampir dulu ke Bandung sambil silaturahmi, istirahat dan jalan-jalan. Alhamdulillah sekarang saya sudah lulus.

    Nah, tahun lalu saya mudik H-10 lebaran dijemput oleh Pacar (((PACAR))) ke Bandung menumpang kereta api. Dari Bandung, saya diantarkan sampai ke Terminal Leuwipanjang dan melakukan perjalanan sendirian menggunakan bus ke Pelabuhan Merak. Saya berangkat selepas berbuka. Kondisi tubuh saya memang kurang fit tapi saya menolak untuk diantar pulang. Takut merepotkan dan memang setelah lebaran dia berencana ke Lampung.

    Di jalan, saya berusaha tidur. Ketika baru sampai sekitaran Tol Cipularang KM 90-an saya merasa seperti ada yang merayap di paha saya. Saya ganti posisi. Nggak lama kemudian ada lagi yang merayap di paha kanan saya, dan Bapak di sebelah saya seperti mepet terus. Saya ingatkan dia untuk menjauh. Dia malah senyum-senyum menjijikan. Saya lanjutkan tidur karena perut sudah mulai nggak enak. Ketika saya tidur itulah saya merasa Si Bapak sebelah saya semakin kurang ajar. Saya bangun dan ngeliat dia ngelakuin sesuatu di balik tas pungggung yang dipangkunya. MENJIJIKKAN!!

    Saya langsung ambil jarum pentul yang saya pake di kerudung dan menusuk tangannya yang berada di paha saya. Saya membuat sobekan-sonekan di tangannya. Meski hanya jarum, tapi saya pikir lukanya akan terasa lumayan perih karena ada beberapa, dan hanya jarumlah senjata yang saya punya. Saya berteriak dan sontak semua penumpang yang mulai tertidur melihat ke arah kami. Saya mengusir Bapak itu. Dia nggak minta maaf, malah senyum-senyum memuakkan. Akhirnya saya minta bantuan kondektur untuk menurunkan dia di pinggir jalan.

    Sejak saat itu, saya takut bepergian sendirian. Apalagi dalam kondirsi tubuh yang nggak sehat. Mungkin beda ceritanya kalau saya lagi perkasa. Mungkin nggak sekedar jarum dan nggak sekedar diturunkan di pinggir jalan si pelakunya. Saya akhirnya mencari teman seperjalanan. Bukan sekedar ngobrol basa-basi, tapi saya benar-benar minta sepasang suami-istri muda untuk selalu bersama saya. Betapa pentingnya menjalin pertemanan dan menyapa di perjalanan ketika sendirian, pun ketika rame-rame biar makin asik.

    Sampai di rumah, saya langsung ambruk dan bedrest. Kondisi saya makin parah dan memaksa saya nggak puasa. Ramadhan yang paling aneh dan nggak dapet ‘feel-nya’ bagi saya. Semoga ini jadi pelajaran dan saya benar-benar takut sendirian.

  29. Budi Pramono

    Nama : Budi Pramono
    FB : Hidayat Budi Pramono
    IG : hbpramono
    Twitter : @hbpramono
    Kota Domisili : Bandung

    Meletus Mercon iItu … Dorr !
    Pengalaman Ramadhan tak terlupakan adalah ketika masa kecil, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Bermain petasan adalah salah satu kegiatan yang paling mengasyikkan sepanjang bulan Ramadhan. Tidak hanya bermain, tapi saya juga rajin membuat petasan sendiri. Dengan bahan kertas berkualitas tinggi ex roll negative film photo studio jaman dahulu, dan bubuk mesiu yang begitu mudah dibeli di warung-warung tertentu, sempurnalah kegiatan membuat mercon sendiri itu.
    Sampai satu kejadian menghentikan itu semua. Saat itu adalah hari puasa terakhir dan saya sangat ingin ‘merayakannya’ dengan mercon-mercon saya. Setelah berbuka dan shalat maghrib saya bergegas menuju halaman depan rumah untuk menyulut mercon-mercon saya, untuk melepaskan kegembiraan. Tangan kiri memegang kayu berarang yang masih ada bara merahnya setelah dibakar, tangan kanan memegang mercon dan meledakkan mercon itu dengan menyulutkan sumbunya ke arang kayu serta beberapa detik kemudian melemparkann mercon itu ke udara hingga meledak. Satu kali berhasil, dua – tiga kali sukses, sampai malapetaka terjadi pada letusan ke empat. Saya terlambat melemparkan mercon itu, dan … meledaklah mercon itu dalam pegangan tangan saya, dorr … Malam takbiran saya lewati dengan berobat ke rumah sakit. Silaturahmi Idul Fitri saya jalani tanpa bisa bersalam-salaman seperti biasanya karena ada perban besar di tangan kanan saya. Peristiwa Ramadhan yang tidak akan pernah bisa dilupakan …

  30. ratna rendra

    Nama:ratna rendra. Fb : ratna ariestawati
    Hhmmm pengalaman puasa thn ini sangatlah seru pertama kali di kota baru surabaya ,selama ini kita hampir tiap 2 thn sekali kita berpindah kota krn ikut suami .pengalaman mudik kali ini sangat berbeda krn rencana perjalanan dr surabaya melewati kota solo dan mesti istirahat.
    Karena pernah nginap di the sunan hotelsolo pas ada pemain bola juga nginap disitu jdlah malam2 mereka pd nungguin buat foto2 ..haduch
    Pagi sarapan ditungguin lagi ..minta foto lagi ..(Dasar ya anak2 cowok ni …)
    Makanya mudik thn ini maunya anak2 nginap di the sunan hotel solo lagi ..dah gitu suami mau nginap disitu asal anak2 rajin taraweh ke masjid ..jd lah mereka berlomba2…sampai si kecil yg msh usia 6 hn puasa sampai maghrib demi dpt hadiah nginap di the. Sunan hotel solo …
    Wooo …ramadhan kali ini anak2 penuh semangat ..

Leave a Reply