Fernloft Hostel Kuala Lumpur Review

Setelah browsing survey singkat di Hostel Boookers, Hostel World dan Agoda untuk akomodasi selama perjalanan saya ke Kuala Lumpur, singkat cerita akhirnya memutuskan untuk memilih menginap di Fernloft Hostel Kuala Lumpur. Mengapa Fernloft? Karena saya jatuh hati dengan tampilan website nya yang informatif, lokasinya yang strategis dan beberapa award yang pernah mereka terima. Jadi, saya booking bed mixed dormitory. Selain karena harganya lebih murah daripada private room, tinggal di dorm bisa sekalian nambah kenalan dengan backpackers lain, pikir saya.

Fernloft Hostel KL Dormitory

mirip panti asuhan? beginilah dormitory room hehe

Find the best hotel rates at Wego.com

Setibanya di Kuala Lumpur, dari KL Sentral saya naik LRT, turun di Pasar Seni. Fernloft Hostel terletak di 60A Jalan Hang Kasturi, 50050 KL. Sempat nyasar di Kasturi Walk Central Market pas mencari lokasi hostel ini hehe. Mata seperti terbuai oleh pernak-pernik souvenir yang dijajakan para pedangan kaki lima di gang kecil samping Central Market ini. (padahal baru aja sampai dan belum naruh ransel, matanya udah ijo aja!!)

Bertanya ke beberapa orang di sekitar Kasturi Walk, ternyata mereka tidak tahu dimana letak Fernloft Hostel, saya sempat sangsi. Ini hostel beneran kredibel atau nggak ya? Kok orang-orang di sekitar jalan yang sama pun tidak banyak yang mengetahuinya. Sampai akhirnya, saya putuskan balik arah menyusuri ruko-ruko di Jl Hang Kasturi, eh… gak sengaja liat lightbox kecil yang bertuliskan “Fernloft Hostel”. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga, lokasinya ternyata nyempil. Setelah melihat sekeliling, teryata lokasinya persis di belakang stasiun LRT Pasar Seni. Cukup dekat dengan tempat saya turun tadi. Yasalam!!

Fernloft Hostel Kuala Lumpur - Stair

Untuk menuju lobby receptionist, kita harus menaiki anak tangga karena letak Fernloft ada di lantai 2-4 sebuah ruko. Saya disambut senyum ramah mbak-mbak imut yang lagi jaga di reception. Setelah konfirmasi reservasi selesai, saya diantar naik menuju kamar sambil diberikan selimut dan bed cover. Karpet lantai yang telah usang dan lighting yang agak remang-remang memberi kesan agak suram. Dan begitu pintu kamar tebuka, pemandangan khas dormitory pun terhampar di depan mata. Deretan tempat tidur bersusun dan locker. Hawa pengap menyeruak, rupanya AC utama sedang ngadat dan dalam prose perbaikan. Hhhffftttt bakalan gak bisa tidur deh.

Say Hi dengan beberapa teman sekamar, rupanya mereka adalah serombongan bule dari Jerman yang baru saja pulang dari Indonesia. Guratan keletihan nampak dari wajah-wajah mereka. Dan lucunya, mereka sedang membagi-bagi sisa uang rupiah yang ada kepada bule lain yang ada di kamar ini. Ketika saya tanya tempat favourite selama di Indonesia, mereka menjawab “The Gili’s of course. We love Gili Trawangan”

Fernloft Hostel  Bathroom

hot & cold shower, clean enough

Repotnya menginap di hostel adalah urusan ibadah. Termasuk di Fernloft Hostel KL ini. Tidak ada ruangan khusus untuk ibadah dan mau ke Masjid Negara / Masjid Jamee kaki saya udah kaya mau copot setelah seharian gendong backpack sambil ngitungin anak tangga di Batu Caves, ngubek-ubek Suria KLCC dan jalan-jalan di Petaling Street Chinatown nya Kuala Lumpur. Jadilah saya sholat isya di pojokan selasar kamar yang agak luas. Disitu terlebih dulu ada 2 orang chinese yang sedang berlatih Tai Chi diiringi alunan musik insrumental tiongkok dari handphone mereka. Heran juga sih, secara kala itu sudah tengah malam dan mereka masih sibuk jumpalitan Tai Chi hahaha. Nah, saya lalu menanyakan apakah mereka keberatan untuk berbagi ruangan dengan saya yang akan beribadah, ternyata mereka dengan senang hati mempersilakan saya untuk sholat isya disitu. Mereka bahkan mengecilkan volume musik Tai Chi nya. Salut!

Fernloft Hostel  Pantry

Rooftop Pantry

Pagi hari setelah mandi dan packing saya langsung naik ke rooftop untuk sarapan. Rooftop? Iya… rooftop. Pantry dan mini bar Fernloft Hostel ini ada di atap gedung. Semilir angin pagi Kuala Lumpur yang lembab setelah diguyur hujan semalam begitu menyegarkan. Secangkir milo panas, 2 potong roti bakar selai kacang dan sebuah pisang ambon menjadi menu sarapan saya. The best part is, Fernloft menyediakan sekeranjang aneka buah segar untuk sarapan para tamunya. Masing-masing hanya boleh mengambil 1 buah bisa memilih pisang, apel, pear atau jeruk sunkist (tertulis di keranjang: one fruit per guest please). Dan baru disini saya menemukan buah segar, karena rata-rata menu breakfast di hostel-hostel lain ya standar, hanya roti bakar, selai, cornflakes, serta kopi & teh. Iya nggak?

Begitulah review Fernloft Hostel Kuala Lumpur. Ada minusnya tapi juga ada plusnya. Kalau mau yang nyaman banget yaa nginap di hotel. Next, better ambil private room kalau ingin privacy lebih terjaga dan bisa istirahat dengan (lebih) nyenyak dibanding dengan tidur di dorm. Info mengenai rates, facilities, amenities, booking, contact dll langsung aja main ke website Fernloft Hostel.

Salam ransel !!

Fernloft Hostel Kuala Lumpur

60A Jalan Hang Kasturi, 50050 KL
Mobile: +60 10268 2686/ Tel & Fax : +60 320 220 688
Email Add : reservations@fernloft.com

27 Comments
  1. January 18, 2013
    • January 18, 2013
  2. January 18, 2013
  3. January 19, 2013
    • January 21, 2013
  4. January 19, 2013
    • January 21, 2013
  5. January 19, 2013
    • January 21, 2013
  6. January 19, 2013
    • January 21, 2013
  7. April 23, 2013
    • April 23, 2013
  8. December 19, 2013
    • December 19, 2013
      • December 19, 2013
        • December 19, 2013
  9. January 12, 2014
    • January 12, 2014
  10. February 22, 2014
  11. March 17, 2014
    • March 17, 2014
  12. June 25, 2015
    • June 26, 2015
  13. May 6, 2016
    • May 18, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*