Sehari Di Emirates Palace Abu Dhabi

Emirates Palace Abu Dhabi

Emirates Palace Abu Dhabi

Menyusuri jalanan dalam kota Abu Dhabi, menurut saya terasa jauh lebih “manusiawi” jika dibandingkan dengan Dubai yang penuh hiruk pikuk tak kenal waktu. Jalanan yang lebar, lalu lintas relatif lengang dan teratur, banyak taman, tata kotanya rapi, rumah villa berderet di kanan kiri dan tak banyak gedung-gedung bertingkat yang berdiri rapat menjulang mengangkasa. Terlihat santai pokoknya.

Pagi itu akhirnya kami sampai di kantor KBRI Abu Dhabi. Ada hal kecil namun urgent yang harus segera dibereskan sebelum hari kepulangan. Setelah menyerahkan semua dokumen dan persyaratannya, kami diminta untuk mengambil sore harinya. Ternyata butuh waktu setengah hari untuk mendapatkan tanda tangan dan cap dari pejabat konsuler.

“Ada waktu sampai jam 3 sore nih. Mau kemana kita?” tanya kakak saya.

“Santai-santai di Corniche aja lah, sambil ngemil.” Usul saya.

“Ke Mall aja! Ngadem sambil belanja.” Isteri saya menimpali.

“No more Mall! Ya cuma ngono-ngono tok kan? Paling yo ra tuku wong duite habis.” Saya cengengesan.

“Yaudah kita nongkrong aja di Emirates Palace!”

Emirates Palace Abu Dhabi UAE

Menuju lobby Emirates Palace Hotel

Entrance Emirates Palace Abu Dhabi

Security check masuk ke Emirates Palace

Kami memutuskan untuk ke kawasan Al Ras Al Akhdar. Sebuah semenanjung kecil di pinggir Laut Arab yang menjadi jantung kehidupan Abu Dhabi, ibukota negara Uni Emirat Arab. Di area ini terdapat kantor kementerian urusan kepresidenan, ladies club, istana kepresidenan Uni Emirat Arab dan Emirates Palace, sebuah hotel mewah yang sekaligus menjadi landmark Abu Dhabi.

Setelah melewati security check yang cukup ketat, kami bisa masuk ke dalam Emirates Palace. Kemegahan interior hotel ini mengingatkan saya pada Empire Hotel Brunei Darussalam. Terkesan serba wah!

Menurut data yang saya baca disana, biaya proyek pembangunan Emirates Palace termasuk yang terbesar dan termahal di dunia. Bagaimana tidak? Hiasan interiornya saja bertahtakan emas, perak dan marmer. Lampu-lampu gantungnya bertaburkan kristal swarowski. Belum lagi detail-detail kecil yang membuat saya hanya bisa melongo ketika berada di tempat ini.

Emirates Palace adalah hotel bintang lima milik pemerintah Abu Dhabi. Namun diklaim fasilitasnya bintang tujuh saking lengkap dan luxurious-nya. Hotel ini dibawah pengelolaan manajemen Kempinski. Yaa pada tahu lah seperti apa style khas hotel-hotelnya Kempinski.

Main Hall Emirates Palace Abu Dhabi

Interior kubah utama Emirates Palace Hotel

Interior Emirates Palace Hotel Abu Dhabi

Interior Emirates Palace Hotel Abu Dhabi

Lounge Emirates Palace Abu Dhabi

Lounge Emirates Palace Abu Dhabi

Bag Emirates Palace Abu Dhabi

Pajangan tas mahal ini juga bisa dibeli pengunjung lho

Sword Emirates Palace Abu Dhabi

Pedang model Arab

Diamond Emirates Palace Abu Dhabi

Berlian?

Fine Gold Emirates Palace Abu Dhabi

Emas batangan berlogo Emirates Palace. Bisa kita beli via mesin ATM emas di dalam hotel.

Memangnya kita boleh masuk ke Emirates Palace walau nggak menginap di hotel ini? Boleh saja. Hotel ini terbuka untuk umum kok. Kecuali pada hari-hari tertentu saat digelar event internasional atau mungkin ketika ada acara kenegaraan. Kalaupun mau staycation bisa saja, namun harus rela merogoh kocek sekitar 4-5 jutaan per malamnya untuk tipe kamar paling standar. Nah, saking luasnya, hotel ini mempekerjakan 2000-an pekerja yang berasal dari sekitar 50 negara. Oh iya, sudah pada nonton film Fast and Furious 7 yang release tahun 2015 lalu? Emirates Palace mejadi salah satu lokasi syuting film ini. Keren!

Sofa Emirates Palace Abu Dhabi

TKI dan TKW nyasar di Emirates Palace

Beach Club Emirates Palace Abu Dhabi

Bagian luar Emirates Palace

Hotels-Combined-Logo

Di lantai bawah, tanpa sengaja kami bertemu dengan orang Indonesia. Seorang bapak berpakaian jas rapi, seorang lainnya mengenakan seragam militer TNI.

“Dari Indonesia?” tanya bapak berjas menghampiri kami sambil mengulurkan tangan.

Kami mengangguk dan mengulas senyum. “Iya pak, kami dari Indonesia.”

“Wah kok jauh sampai kesini mainnya haha.”

“Tadi ada urusan di KBRI pak, sambil menunggu prosesnya kami main kesini.”

Beliau mengangguk. “Oke, enjoy ya! Saya pamit dulu.” Beliau berlalu kemudian memasuki sebuah private room di ujung lorong.

Yah… belum juga kami sempat berbincang banyak. Siapa beliau? Sedang apa di Emirates Palace? Saya tidak tahu. Jangan-jangan beliau Dubes kita? Kalau iya kan mau minta traktiran haha. Tapi analisa saya, beliau ada hubungannya dengan event internasional yang sedang berlangsung saat itu, yaitu pameran militer di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC).

Moral of the story:

  • Kalau ada apa-apa di luar negeri, jangan sungkan untuk datang ke KBRI atau KJRI. Mereka dibayar negara untuk membantu warganya. Bukan mempersulit. Percayalah.
  • Bawa baju batik kemana-mana itu selalu ada hikmahnya. Contohnya ketika tiba-tiba dadakan masuk ke Emirates Palace Abu Dhabi ini. Mungkin nggak akan diijinkan masuk kalau masih pakai baju ala gembel tadi haha. Untung bawa batik di dalam ransel.
  • Setiap kota atau negara pasti ada hal-hal maupun tempat menarik yang bisa kita eksplor secara gratis. Tinggal pintar-pintar saja cari informasi dan waktunya.
  • Emirates Palace tidak buka untuk umum setiap hari. Jika sedang digunakan acara kenegaraan, event internasional, atau ada tamu para kepala negara lain biasanya tertutup. Tapi terlerpas dari hal tersebut, Emirates Palace bisa dijadikan alternatif wisata di Abu Dhabi.
  • Kalau mau berkunjung kesini, berpakaianlah yang rapi. Tidak diperkenankan membawa kamera profesional macam DSLR, akan disita di security check.
  • Follow the rules! daripada daripada kan ya.

 

18 Comments
  1. July 20, 2016
    • July 21, 2016
  2. July 21, 2016
    • July 25, 2016
  3. July 22, 2016
    • July 25, 2016
  4. August 3, 2016
    • August 4, 2016
  5. August 30, 2016
    • August 31, 2016
  6. September 8, 2016
    • September 8, 2016
  7. September 28, 2016
  8. October 3, 2016
  9. October 17, 2016
    • October 17, 2016
  10. March 13, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*