Dubai Miracle Garden, Taman Bunga Terluas Di Dunia

dubai-miracle-garden-windmill
Windmill Dubai Miracle Garden

Ada suasana yang berbeda di apartemen pagi itu. Jika biasanya setelah shalat subuh kami lanjut bermalas-malasan di tempat tidur, namun kali ini sudah saling bahu membahu berkutat di dapur guna ย mempersiapkan masakan untuk sarapan dan bekal piknik.

Lah memangnya mau piknik kemanaaa?

Hehe masih dalam rangka eksplorasi objek wisata di Dubai, hari itu kami berencana piknik keluarga ke Dubai Miracle Garden karena penasaran dengan tempat ini. Awalnya saya kira Dubai Miracle Garden hanya menyandang gelar sebagai taman bunga terluas di kawasan timur tengah. Namun ternyata konon menjadi yang terluas di dunia. Wow! Benarkah seperti itu adanya?

Perjalan dari pusat kota Dubai menuju kawasan Dubailand memakan waktu sekitar 30 menit. Jalan raya yang super lebar, ditambah dengan lalu lintas yang masih sepi membuat perjalanan di Sabtu pagi itu lancar jaya.

Sengaja kami berangkat pagi karena menghindari teriknya matahari jika kesiangan. Meskipun saat itu sedang musim dingin, angin yang bertiup terasa dingin dan kering, namun sengatan matahari tetap akan terasa panas. Agak aneh sih ya. Tapi mungkin karena belum terbiasa saja hidup di Dubai. Nah, selain alasan itu, tentu juga kami ingin suasana taman yang masih sepi agar lebih bebas menikmatinya.

Suasana Dubai Miracle Garden

Benar saja. Kondisi lapangan sesuai dengan yang diharapkan. Begitu sampai di area parkir, baru ada dua mobil lain yang sudah terlebih dahulu datang. Berarti memang belum banyak pengunjung di dalam. Tiket masuknya ditebus seharga 30 Dirham per orang. Dan begitu masuk ke kompleks Dubai Miracle Garden, masya allah… saya cuma bisa melongo. Naluri ndeso saya keluar haha.

Saya begitu terpesona dengan taman bunga ini. Betul-betul penuh keajaiban, seperti di negeri dongeng. Gurun pasir nan gersang, disulap menjadi hamparan taman bunga nan cantik beraneka warna. Angan saya pun melayang. Hmmm… Jika keindahan duniawi yang seperti ini saja belum ada apa-apanya, lalu seperti apa taman bunga di surga nanti ya? Subhanallah…

dubai-miracle-garden-house
Monggo mampir di rumah saya ๐Ÿ™‚
clock-dubai-miracle-garden
Jam dari tanaman hias & bunga
dubai-miracle-garden-peacock
Burung merak raksasa

Dubai Miracle Garden dibuka pada bulan Februari 2013. Taman bunga ini diklaim sebagai yang terluas di dunia karena areanya mencapai 72.000 meterยฒ. Beragam spesies tanaman hias dan aneka jenis bunga ada disini. Diantaranya adalah jenis petunia dan geranium.

Lalu bagaimana bisa tanaman bunga beraneka warna ini tumbuh di atas padang pasir yang tandus? Pihak pengelola memanfaatkan air limbah ramah lingkungan untuk pengairan. Metodenya menggunakan selang air kecil di bawah setiap tanaman yang rutin mengaliri air sehingga akan tetap tumbuh meski diatas media pasir. Sebagai nutrisinya, diberikan pupuk dan kotoran kuda. Makanya jangan heran kalau di beberapa tempat kadang tercium aroma kurang sedap. Bau eeq quda.

Saat itu istri saya baru hamil 4 bulan. Jalan kaki kesana-kemari alhamdulillah sehat-sehat saja. Meski akhirnya baru ketahuan kalau ternyata panjang jalan setapak di dalam area Dubai Miracle Garden ini adalah 4 kilometer. Lumayan gempor juga ya! Selama menikmati taman rata-rata pengunjung tidak merasa kecapekan karena terbuai dengan hamparan warna-warni bunga petunia. Namun begitu selesai, beuh! Baru terasa nyut-nyutan kakinya hehe.

eiffel-tower-dubai-miracle-garden
Babymoon ke Paris, eh… Dubai

Dubai Miracle Garden tidak dibuka sepanjang tahun. Hanya dibuka dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam selama musim dingin atau kira-kira antara bulan November hingga April setiap tahunnya. Entah seperti apa kondisi taman ini selama musim panas berlangsung di Dubai. Saya sendiri penasaran sebenarnya, karena belum pernah tahu secara langsung. Apakah didiamkan begitu saja? atau tetap dirawat namun bunganya layu dan mati karena suhu yang panas? Atau dicabut lalu disemai kembali menjelang musim dingin? Entahlah.

Satu hal yang pasti, tempat ini fotogenic banget! Instagramable kalau pakai istilah kekinian. Jadi jika kamu berkunjung ke Dubai, jangan sampai melewatkan main ke taman bunga terbersar di dunia ini. Dubai Miracle Garden adalah salah satu tempat wisata di Dubai yang sayang untuk dilewatkan. Oh iya, bawa bekal air minum dan cemilan juga untuk jaga-jaga jika haus & lapar, meski ada food court juga sih di dalam.

dubai-miracle-garden-landscape
Landscape Dubai Miracle Garden

How to get there?

  • Naik mobil pribadi/taksi: melewati jalan Shiekh Mohammed Bin Zayed Road, arah ke Dubai Autodrome.
  • Naik Bus: dari Mall of Emirates setiap hari Minggu s/d Kamis (weekday). Bus ada dari jam 2 siang, dan terakhir balik dari Miracle Garden ke kota jam 8 malam. Sedangkan pada hari Jumat-Sabtu (weekend) bus pertama ada mulai jam 12 siang, dan terakhir kembali ke kota jam 10 malam. Tarifnya 5 AED per trip.
  • Naik kereta/metro: karena lokasinya di luar kota, maka stasiun pemberhentian terdekat adalah Sharaf DG atau Dubai Internet city. Dari situ lanjut taksi ke Dubai Miracle Garden, jaraknya sekitar 11 kilometer.
  • Info detail, cek saja websitenya klik disini

Semoga sharingnya bermanfaat ya. Happy traveling!

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
45 Responses
  1. Ya Allah Mas, cantik banget taman bunga nya. Kalau aku yang datang ke sini bukan hanya Ndeso nya yang keluar tapi juga kampungnya. Bisa jingkrak-jingkrak habis di sini sambil foto2 seharian ๐Ÿ™‚

    1. mbak eviii maaf terlewat reply comment nya. kalau senang dengan bunga, taman, salah satu rekomendasi objek wisata di dubai ya memang dubai miracle garden ini mbak, seru untuk foto-fotoan ๐Ÿ™‚

    1. 10 days trip dubai-iran enough lah. lots of direct flight from DXB to IKA, deket kan, cuma 1,5 jam kalau nggak salah. pakai flyDubai atau iran air. Sekali jalan, mama happy, anakanya juga happy ๐Ÿ™‚

    1. Yup, nggak habis pikir sama Dubai ini, semua-semua ada, bisa bikin apa aja semau dia haha. Padang pasir dirubah jadi taman bunga cantik, bahkan ski resort indoor pun ada! ๐Ÿ˜€

    1. Dubai Miracle Garden cuma buka selama winter di Dubai bro, jd cuacanya pun dingin, kaya kalau kita ke Kaliurang/Puncak gitu lah dinginnya. Cuma bedanya anginnya kering, nggak lembab kaya disini. Kalau summer tamannya tutup.

  2. ya ampuuuuun mas, aku tuh dulu punya impian, kalo rumahku pgn banget dicover ama bunga2 merambat gituuu :D.. cakep bgt pastinya yaa.. gara2 dulu srg baca novel2 remajanya enid blyton nih.. ada rumah yg begitu.. eh ditambah ngeliat foto ini lg, jd keinget ama impian dulu ๐Ÿ˜€

  3. MasyaAllah . Cakep bener mas taman bunganya.
    Itu cimil ikutan gayanya syahrini tiduran di taman ya? haha.
    btw, selamat yaa. dapat momongan lagi nih bentar lagi. Trip2 yang jauh dioper ke saya dulu aja mas ๐Ÿ˜€

    1. di artikel sudah saya tuliskan mas azam, bahwa Dubai Miracle Garden menggunakan instalasi selang air kecil di bawah tanaman yang rutin mensuplai air meskipun media tanamnya pasir gurun, jadi tanaman bunga tetap bisa hidup dan berbunga tahan lama

    1. dubai miracle garden tutup selama musim panas karena di dubai kalau summer panasnya ujubilah juga kak cumi. keluar rumah aja pada males, apalagi main kesini yang lokasinya di tengah gurun haha. jadi ditutup dulu.

  4. Wah, bener-bener yaa Dubai ini. Taman bunga seluas itu, dengan tanaman sebanyak itu, dengan cuaca yang seekstrem itu, bisa mekar dan terawat dengan baik semuanya. Keren. *berpikir keras gimana caranya*

    Padahal, taman bunga yang di Puncak aja (waktu saya ke sana) ada beberapa tanaman yang rusak tak terurus. Heuheu.

    1. saya juga nggak habis pikir dengan manajemen di Dubai ini, seolah semuanya dikeloal dengan baik. semua sektor deh, transportasi, kesehatan, wisata, properti, infrastruktur, ahh semua lah. hebat mereka.

Leave a Reply