Malaysia Airlines KUL Dubai

Bagaimana perasaanmu jika setelah turun dari pesawat lalu bagasi yang ditunggu-tunggu tidak segera keluar dari conveyor belt bandara?

Bagaimana perasaanmu ketika harus menghadapi kenyataan bahwa bagasimu tidak diketahui keberadaannya? Padahal semua barang ada di dalamnya dan kamu tidak membawa apapun! Apapun!

Sakitnya dimanaaaaa?

*nunjuk dengkul karena capek kelamaan berdiri*

Ketika traveling, pasti kita berharap semua akan berjalan dengan baik-baik saja, mulus, lancar tanpa halangan. Tapi apalah daya kita ini, semuanya Tuhan yang menentukan.

Pada awal bulan Maret 2015 ini, ketika perjalanan pulang dari Dubai, Uni Emirat Arab ke Indonesia, saya sempat kehilangan bagasi di Changi Airport Singapura. 3 koper besar dan satu tas tenteng tiba-tiba lenyap entah dimana keberadaannya. Tidak terangkut satu pesawat dengan saya.

Kok bisa?

Ya bisa saja, kan unpredictable.

Berikut cerita drama bagasi hilang di Changi Airport:

Malaysia Airlines KUL Dubai

Sabtu, 28 Februari 2015 | 16.00 | Terminal 1 Gate B, Dubai International Airport

Hampir satu jam saya menunggu di departure hall. Counter check in Malaysia Airlines belum juga dibuka. Suasana Terminal 1 DXB tidak terlalu nyaman, berbeda dengan tetangganya, Terminal 2 yang jauh lebih bagus karena memang khusus untuk melayani semua penerbangan Emirates Airlines. Saya memang sengaja datang lebih awal untuk antisipasi antrian check in yang panjang, karena penerbangan Malaysia Airlines dari Dubai belum bisa web check in.

Sekitar jam lima sore, counter check in dibuka. 3 koper dan 1 tas tenteng yang kami bawa pulang ini berisi baju, buku, sedikit oleh-oleh dan lebih banyak perlengkapan bayi untuk persiapan kelahiran anak saya nanti. Total bagasi hanya 57 Kg.

Saya hanya menggendong ransel berisi laptop, kamera, tab, charger, paspor dan beberapa batang coklat untuk cemilan. Sedangkan istri juga hanya membawa tas tentengnya saja. Setelah drop bagasi, saya bergegas menuju pemeriksaan imigrasi. Antrian sudah mengular panjang. Terlebih ketika pemeriksaan barang bawaan menggunakan mesin X-ray. Detail sekali. Banyak calon penumpang yang sampai diminta lepas baju sepatu segala. Bikin lama.

Kami pulang menggunakan Malaysia Airlines MH 163 dengan rute Dubai-Kuala Lumpur-Singapore. Tepat pukul 20.15 pesawat push back dari apron gate 25 bersiap take off membelah angkasa melintasi Samudera Hindia.

Minggu, 1 Maret 2015 | 06.00 | Terminal M, Kuala Lumpur International Airport

Penerbangan selama sekitar 7 jam tidak terlalu terasa lama. Inflight entertainment yang disediakan cukup variatif dan up to date. Saya sempat nonton 3 film meski sambil ketiduran hehe. Airbus 330-300 mendarat dengan mulus di runaway KLIA. Saya mengucap syukur karena tidak ada halangan apapun dalam penerbangan ini. Terlebih setelah beberapa tragedi yang menimpa Malaysia Airlines beberapa waktu lalu.

Hari masih gelap, matahari pun belum terbit di ufuk timur. Baru jam 5 kalau di Indonesia bagian barat. Kami lalu naik sky train menuju gedung terminal keberangkatan domestik KLIA untuk boarding melanjutkan penerbangan menggunakan MH 611 menuju Singapura.

Sampai jam yang ditentukan, pesawat masih tenang saja parkir di apron C6. Tak lama ada pengumuman dari purser kalau penerbangan ini delay 30 menit. Hzzz.

Minggu, 1 Maret 2015 | 09.30 | Terminal 2, Changi Airport Singapura

Badan lemas, pantat tepos, kaki kaku, perut lapar dan… belum mandi. Jetlag pula! Begitu landing, kami sengaja tidak segera keluar imigrasi dan ambil bagasi, namun memilih untuk menghabiskan waktu di dalam bandara dengan duduk santai sambil pijat mesin otomatis. Nikmatnya!

“Gimana nanti ambil bagasinya mas?” tanya istri saya.

“Aahh tenang saja, kalau telat ambil bagasi, biasanya sudah ditaruh disebelah conveyor belt nya kok. MH 611 di belt 38 kan? Atau ntar tinggal ambil aja di lost and found. Santai dulu lah.” Jawab saya sambil merem-merem keenakan dipijit.

Satu jam lebih kami nongkrong disitu. Santai tanpa beban. Niatnya sambil nunggu jam check in hotel, kan baru bisa masuk jam 14.00.

Setelah keluar imigrasi Terminal 2, drama itu pun dimulai…

Conveyor belt 38 sudah sepi. Tak bergerak. Tak ada pula koper-koper di sekitarnya. Saya celingak-celinguk kiri kanan, belt yang lain juga sepi. Perasaan mulai nggak enak.

Kami mempercepat langkah menuju counter lost and found, dan… jengjeeeng! Terdapat antrian panjang para penumpang yang beberapa wajahnya tidak asing bagi saya karena duduknya tak begitu jauh ketika penerbangan Dubai-Kuala Lumpur. Ada ibu-ibu berwajah India dan bapak berwajah oriental dan mas-mas berwajah arab.

Saya hampiri mereka dan bertanya: “Hi, do you lost your baggage?”

Mereka kompak mengangguk lesu. “Yes, all the baggage from MH 611 are lost.”

“What? Are you kidding? How come?”

Perasaan saya campur aduk antara kaget, bingung, khawatir tapi juga agak tenang karena banyak temannya yang juga kehilangan bagasi. Saya berdiri di antrian terakhir untuk lapor. Di Singapura, Malaysia Airlines menunjuk perusahaan SATS sebagai agen ground handling.

Setelah sekian lama, tibalah giliran saya. Semua data dicatat. Data diri, nomor bagasi, jenis & merk koper, isi bagasi, alamat hotel selama transit semalam di Singapura dan detail penerbangan pulang ke Indonesia keesokan harinya.

“Ok, we will do our best. There are 3 options for you.” Kata si mbak customer service.

“What?”

“First, there are still 5 more Malaysia Airlines flights from Kuala Lumpur to Singapore, you can wait at the same belt. Second, in case we found your baggage by tonight, we deliver to your hotel. Third, the worst case, if we can’t find your baggage until you leave Singapore, we will deliver to your country. Make sure you give me the correct address. This is the receipt, you can check the baggage status online. Good luck!” Penjelasan si mbak panjang lebar dengan logat singlish yang kental.

“Thank you so much, in Changi we trust.”

Ketika saya bilang begitu, si mbak malah tertawa haha. Akhirnya dia bisa tertawa setelah melayani ratusan komplain kehilangan bagasi. Oiya, bagasi hilang di Changi Airport bukan menjadi tanggung jawab pihak bandara, melainkan perusahaan ground handling yang sudah ditunjuk oleh maskapai.

Setelah makan, kami memutuskan untuk naik MRT menuju hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Sampai di stasiun interchange MRT Tanah Merah, kami baru sadar bahwa… semua baju dan alat mandi ada di dalam koper yang hilang. Belum mandi dan tidak punya baju ganti. Yassalam!

Minggu, 1 Maret 2015 | 13.30 | Hotel Singapura

Saya berpesan kepada resepsionis hotel agar memberi tahu jika ada koper yang dikirimkan dari Changi. Bersyukur sekali akhirnya bisa merebahkan badan, bisa mandi apakai air hangat dan bisa mencuci baju di wastafel haha. Ketika menjelang tidur, belum ada kabar apapun. Saya cek online, status bagasi juga masih “not available yet”.

Bangun tidur, cek status juga masih sama, belum ditemukan. Tidak ada sms atau telepon dari pihak SATS – lost and found Changi pun. Kami check out bahkan ketika hari masih gelap agar mendapatkan waktu luang lebih untuk mengecek bagasi kami di lost and found Terminal 2 Changi.

Dan… ternyata… drama bagasi hilang di Changi Airport belum berakhir…

Senin, 2 Maret 2015 | 07.30 | Terminal 2 Changi Airport, Singapura

Sebelumnya, saya lapor ke Changi information center terlebih dahulu untuk mendapatkan pass masuk ke arrival hall sebagai visitor. Suasana kantor lost and found masih sepi, saya ditemui mbak-mbak berwajah India.

“Morning, could you help me to check my baggage status?”

“Hi, so you will back to Jogjakarta this morning?”

“Yup”

“Okay, let me check it first”

Raut mukanya berubah. Dahinya berkerut. Jarinya menggaruk bibir bibir.

“Mmmm, i think your baggage already in hotel. We deliver last night. 2 am.” Dia menunjukkan monitor komputernya kepada saya.

“Really? Oh my god! They don’t tell me anything. Even when check out.” Jantung saya mau copot rasanya!

“They don’t tell you, ha? Ok, wait a minute.” Si mbak juga nggak kalah panik, namun terlihat berusaha menenangkan.

Dia kemudian masuk ke dalam ruangan, lapor kepada supervisornya. Analisa saya, kemungkinan karena pergantian shift resepsionis, jadi informasi pesanan saya missed. Dan salah saya juga sih, tidak menanyakan ulang ketika check out hotel.

Saya nguping percakapan by phone antara supervisor dan pihak hotel tempat saya menginap. Dan dipastikan, koper-koper terlantar itu masih berada disana. Lalu beberapa saat kemudian, sang supervisor menelpon orang lain, meminta tolong untuk mengambil bagasi saya itu di hotel. Dugaan saya, dia menelpon pihak kurir.

Bapak-bapak supervisor dan mbak-mbak India kemudian keluar dari balik ruangan. Mereka meminta maaf dan memberitahu bahwa koper kami masih tertinggal di hotel, sementara agen kurir baru bisa mengambil pada sore atau malam harinya. Otomatis tidak bisa saya bawa pulang dalam satu penerbangan. Padahal saya sudah membeli bagasi online sebanyak 50 Kg untuk penerbangan Air Asia SIN-JOG. Yasudah, hangus, mau bagaimana lagi.

Pihak SATS lost and found Changi berjanji akan secepatnya mengirimkan bagasi yang tertinggal via bandara Adisucipto Jogja atau Adisumarmo Solo. Mereka juga sempat bilang, kalau tidak bisa pakai direct flight, bagasi akan dikirimkan melalui Cengkareng atau Denpasar terlebih dahulu. Buset dah! Mana semua koper itu tidak saya kunci! Mereka juga berjanji akan memberikan update melalui email, sms ataupun telepon. Awalnya ragu, secara ini kan lintas negara. Namun ya memang itu jalan satu-satunya yang bisa ditempuh. Untuk memotivasi diri, saya hanya bisa positive thinking, pihak lost and found Changi pasti profesional.

Selasa, 3 Maret 2015 | Semarang

Seharian saya klak-klik retrieve email, cek notifikasi handphone, cek status bagasi online di website Malaysia Airlines. Hasilnya: NIHIL

*glundang-glundung di kamar kos, nggak bisa tidur sampai dini hari*

Rabu, 4 Maret 2015 | Semarang

Sedari pagi saya mengulangi hal yang sama. Sampai pada malam harinya, saya tidak kehabisan akal. Mencoba tanya ke teman-teman di group whatsaap Travel Blogger Indonesia, barangkali ada yang sedang di Changi, atau akan transit disana. Bantuan pun berdatangan, dari Bobby, Firsta & Tracy. Tapi saya minta mereka menunggu update hingga keesokan harinya dulu.

Kamis, 5 Maret 2015

Whatsapp ke istri: “Coba cek bagasinya ke Adisumarmo, soalnya mereka bilang prioritas mau dikirim via Solo. Tadi aku cek online, status deliverynya: 3 hours ago”

Namun ketika istri saya cek ke bandara Adisumarmo, koper-koper tersebut tidak ada. Lalu inisiatif telepon ke bandara Adisucipto Jogja, ternyata… ada disana!!

Dari Solo langsung meluncur ke Jogja. Alhamdulillah, bagasi tersebut benar-benar ada disana. Meskipun dalam keadaan tidak digembok, semuanya utuh, tidak ada barang yang hilang. Dari baggage tag yang menempel di koper, ada logo Singapore Airlines & Garuda Indonesia. Ternyata pihak SATS lost and found Changi mengirimkannya menggunakan SQ via Jakarta, diteruskan ke Jogja menggunakan Garuda Indonesia.

Saya bayangin jadi si koper, pasti capeknya minta ampun. Terbang dari Dubai, transit di Kuala Lumpur, Singapura, Jakarta dan akhirnya mendarat di Jogjakarta. What a journey!

Dan drama kehilangan bagasi pun berakhir.

TAMAT.

Bagasi yang hilang

penampakan bagasi yang hilang

Note:

  • Jika kehilangan bagasi di bandara, segeralah melapor ke counter lost and found
  • Dalam setiap penerbangan, pastikan dokumen seperti boarding pass, baggage tag dan kartu identitas tersimpan dengan baik. Just in case ada sesuatu.
  • Demi keamanan, jangan lupa pasang kunci/gembok koper yang akan dititipkan ke bagasi selama penerbangan. Kalau perlu, di wrap.
  • Saya mengucapkan terima kasih kepada SATS agen ground handling Malaysia Airlines di Terminal 2 Changi Airport Singapura yang telah bekerja dan membantu saya serta penumpang yang lain sampai menemukan bagasinya yang hilang bahkan sampai dikirim kembali ke negara asalnya. Saya percaya, mereka profesional.
Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Menari Bersama Dubai Fountain

Previous article

Fenomena Alam Di Dubai

Next article

You may also like

57 Comments

  1. in Changi we trust! hahaha 😀
    alhamdulillah selamat semua bagasinya, dan suangaaar numpak Singapore Airlines

    1. lha yo iki, yang punya aja belum kesampaian naik Singapore airlines eh malah kopernya udah 😀

  2. Alhamdulillaaaaah…. Ikut legaaaaa 😀

    1. Alhamdulillah, matur nuwun masbro

  3. duuuh bacanya deg-degan, akhirnya sang koper hidup bahagia bersama dengan pemiliknya *eh*

    1. Bagasi & pemiliknya happily ever after… | #cinderella

  4. Duuhh, seru banget cerita bagasinya. Untung diceritain di tulisan daripada ditanyain banyak orang kan ya??

    1. Wahahaha iya kak, capek juga cerita ke orang2 yg pada nanya, jadi ditulis aja deh, anggap aja cerpen

  5. Membayangkan perjalanan koper-koper itu, kalau saja dia bisa bicara, sudah nangis kali ya..Alhamdulillah sudah sampai sehat sentosa 🙂

    1. Kopernya minta dipijit itu kak evi haha, hamdalah happy ending 🙂

  6. Alhamdulillah, masih rejeki dedeknya itu koper semua kembali. Hihihi.
    *nari hujan*

    1. Alhamdulillah masih rejeki dedeknya… kalau nggak, besok lairan gak ada popok & breast pump deh haha

  7. Pernah ngalamin juga kayak gini. 3 hari di Roma ga punya baju gara2 koper diilangin KLM. Pas balik gembok udah rusak, isi koper amburadul kayak sampah n barang2 banyak yang ilang. Sedihhhhhh :((
    Sekarang tiap travelling bawa baju ganti n keperluan lain di koper kabin, plus charger hp n camera juga. Udah kapok jadi gembel di negeri orang >.<

    1. Nah! Itu pelajaran yg bisa kita ambil Bu Camat, bawa baju ganti + alat mandi di dalam tas kabin. Nggak enak bgt rasanya gembel di negeri orang. Kmrn sempet mau beli baju ganti gitu, tapi… liat SGD di dompet, trus gak jadi hahaha, lha gak bisa makan piye?

  8. Aku ikutan deg2an masa baca post ini Fam! Hahahaha.

    Kebayang stress – tapi gak boleh dibawa stress – nya. Hihihi. Tapi Puji Tuhan semua selamat ya Faaaaam. Jadi kakak bayi bica pake baju dali alaaaappp. Bihihik!

    1. Hahahaha iya bik, ini drama bgt lah, semoga jadi pelajaran buat yg baca juga, jd bisa antisipasi prepare for the worst setiap traveling. Syukurlah happy ending kemarin 😀

  9. Berharap suatu saat nanti “In (bandara di Indonesia) we trust” :p

    1. beneran nggak kebayang kl hilangnya di penerbangan domestik & koper tidak dikunci/digembok. ya bukannya pesimis/su’udzon, tapi banyak cerita ttg barang di dlm koper hilang, dll.

      semoga pelayanan ground handling di bandara indonesia juga semakin membaik.

  10. Hiks, semoga kalau suatu saat bawa koper dan masuk bagasi gak ada kejadian beginian. Untung happy ending ya mz.

    1. makanya kita harus prepare for the worst, tapi alhamdulillah happy ending mz.

  11. Salah satu alasan kenapa aku selalu berusaha bawa barang gak terlalu banyak kalau traveling dan masukin ke kabin —> takut ilaaaaanggg.. >.< Enggak pernah punya pengalaman drama begini sih, tapi pernah 3-4x ada aja kejadian gak enak kalau barang masuk bagasi. Gembok rusak, barang di dalem ada yang hilang, sampe yang remeh, lugage tag dicolong. 🙁

    Ikut seneng mi, bagasinya ketemu tanpa kurang apapun. 🙂 Nanti cerita-cerita ya soal perjalanan di Dubai pas ketemu di Semarang.

    1. yasama kak, biasanya juga cuma cabin baggage, jarang bawa bagasi. tapi #dubaitrip ini emang special trip, jadi yaa sekali2 lah bawa bagasi sampe 57kg hahaha.

      besok kalau ketemu di Semarang kita cerita2 😀

  12. Baca ceritanya aja ikut deg-degan. Syukurlah si koper dan kawan-kawannya selamat semua 😀

    1. haha iya mbak, alhamdulillah selamat semua

  13. Alhamdulillah pengalaman travelling n pindah2 negara/kota tdk prnh kehilangan bagasi, namun utk antisipasi drama tsb saya sll memastikan bawa travelling bag isi baju tidur, pakaian ganti 1 set, toiletries secukupnya. Males aja gt lho kl kudu keluar duit utk kep. insidentil itu, secara kt kel. lenong dgn 3 anak, jd ber5 mayan kan kl kudu keluar budget extra. Lagipula drpd H1 mendarat di suatu tpt/bermalam kudu bongkar 5 bagpack/tas/koper hanya utk gt baju kan ribet. End of trip si trsvelling bag bs dipake utk tas isi oleh2/belanjaan… gicu… baju2 kotor taruk di 1 tas… Voila!

    1. Wah! Sip! Terima kasih sharingnya kak, kedepan saya juga pengen bikin keluarga lenong ah, traveling rame2 😀

  14. waah dramanya udah bisa dijadiin film kayaknya mas 😀

    1. Hahaha bisa2! FTV lah, kalau film kurang panjang kayanya 😀

  15. Wah tegang tegang berakhir manis. Syukurlah kak fahmi.

    1. jadi pelajaran buat saya & teman2 mungkin, mari sama2 kita petik hikmahnya kak lenny 😀

  16. panjang cerita sungguh menegangkan mas hahahaha~

    EnjoyBackpacker.blogspot.com

    1. apa ini kok panjang & tegang? hahaha | #salahfokus

  17. alhamdullillah ya mas..untung pesawat full service kayak MAS 😉 Coba kalo maskapai yg udah bangkrut itu, si T*GER , yg prnh ngilangin bagasai, dan GA ADA TANGGUNG JAWABNYA samasekali!! Hihhh…
    Tapi berarti ini rezeki anakmu memang ;).. Barang2nya yg udh dibeli masih bisa ketemu 😀

    1. Mbak fanny pernah punya pengalaman buruk bagasi hilang dg maskapai itu? Gimana ceritanya? Sharing dong 🙂

  18. yang penting udah kembali 😀 ini yang bikin ngeri naruh koper atau tas dibagasi. makanya sebisa mungkin aku hanya bawa di cabin deh 😀

    1. kalau traveling sendiri mah jarang bawa bagasi, tapi kalau family trip atau business trip kan kadang mau gak mau harus bawa bagasi. tapi alhamdulillah semua kaoper bisa kembali 🙂

  19. wah, bersyukur banget tuh ya bro..
    gue jadi ngiri. pingin jalan2 keluar negri jugak,
    seumur2 nggak pernah keluar negri. transit cuma pernah transit busway :”)

    1. hahaha semoga segera kesampaian jalan-jalan ke luar negeri masbro 😀

  20. Baru mampir udah suka sama tulisannya 🙂

    1. terim kasih sudah mampir, next gantian saya yg silaturahmi 🙂

  21. In Changi we trust! *noted*

    Aku sih belum pernah bawa koper pas traveling, mas. Biasa pake carrier atau backpack biar hemat 😀

    1. Sekali-sekali boleh lah memanjakan diri, nikmatin traveling ala koper. Masa mau ngemper terus? Hahaha

  22. Dramaaa tenan…. Tapi dipikir-pikir kopermu curang juga ya, alesan mo extend seminggu di Changi aja malah ngerepotin juragannya hahhaha

    1. iya tuh, kopernya curang, ngilang demi bisa naik SQ, padahal si empunya aja belum pernah cobain hahaha

  23. Panjang banget nih perjalanan ang Bagasi, mas Fahmi. Yang jelas apapun yang terjadi memang selalu jadi pengalaman yang berharga. Jadi cerita yang manarik juga.

    1. iya mas, kalau jadi bagasi nya pasti lelah banget, jetlag maksimal dia haha

  24. Kopernya lelah jalan2 mulu, gw perna kejadian juga karna check in telat akhirnya bagasi diberangkatkan dengan pesawat selanjutnya.
    Nunggu di bandara 4 jam benggong kayak orang bego dan itu menyebalkan 🙁

    1. hahaha kejadian kaya gitu nyebelin ya kak cumi, bikin mood traveling drop. waktu itu mau jalan kemana?

  25. wah piye tho mas fahmi, mesakke bagasine kok di klerwakke..:D

    1. huaa ampun mas, ampuun hahaha

  26. pernah ngalamin drama seperti ini. sekalinya jalan bawa koper eeeh nggak diangkut tapi nggak seseru drama Changi ini kk 😉

    1. waktu itu pas mau jalan kemana kak? kok bisa nggak keangkut?

  27. aku pernah kehilangan bagasi tapi ngga seekestrim ini sih, penerbangan lokal aja gegara barangku berangkat duluan.

    ngga kebayang kalo penerbangan internasional, apalagi dengan bawaan barang2 berharga yg ditunggu banyak orang “oleh oleh”

    1. drama banget emang kejadian di bandara singapura ini, ya jadi pelajaran buat semua to prepare for the worst

  28. Sekitar tahun 2007 / 2008, saya pernah mengalami kejadian serupa dalam perjalanan Jakarta – Pontianak.
    Waktu itu saya menggunakan maskapai yang sudah ditutup saat ini karena bangkrut.
    Flight saya seharusnya pkl 08.00 pagi tapi delay sempai pkl 21.00 malam karena hujan dan banjir besar yang melanda Jakarta waktu itu.
    Sampai di bandara Pontianak sudah pkl 22.30 malam dan koper semua penumpang hilang karena ternyata kami dimasukkan ke dalam pesawat yang salah. Pesawat yang seharusnya mengangkut kami baru tiba pkl 23.30 malam. Jadi mau tidak mau penumpang harus menunggu pesawat tersebut demi bagasi yang hilang, daripada kembali ke bandara keesokan harinya.

  29. Blog nya bagus mas, jd pengen nanya, setibanya di changi, kita keluar bandara , tapi bagasi gak diambil, niatnya mau jalan jalan dulu, atau nginap di hotel, bawa tas simpel aja, besoknya balik lg ke bandara trus ke konter lost n found ambil bagasi , apa bisa begitu, kalau bisa prosedurnya bgm, matur nuwun mas

    1. Terima kasih sudah mampir kesini mas Riza. Mungkin bisa saja seperti itu, tapi no guarantee, dalam artian kita nggak bisa memastikan aman bagasi kita karena ya udah ditinggal gitu aja di conveyor belt dan berharap dihandle oleh lost & found.

      We also need to consider prosedur pengurusan lost & found di hari selanjutnya, cek in penerbangan lanjutan, dll.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *