Beginilah Dapur Fahmi Anhar Dot Com

Hari ini, Kamis 20 April anggap saja sebagai hari spesial bagi saya. Rasanya, ini adalah momen yang tepat untuk berbagi cerita diluar cerita traveling ataupun project klien. Saya kangen menulis bebas, curhat, tanpa tendensi apa-apa. Anggap saja sekaligus mengembalikan fungsi blog sebagai wadah ekspresi dan kreasi penulisnya.

Dalam keseharian, tidak jarang saya dapati pertanyaan-pertanyaan ajaib dari orang-orang sekitar. Tentang traveling lah, manajemen waktu lah, keluarga lah, networking dengan klien lah, proyek kerjasama lah, kerjaan kantor lah apalah apalah. Kalau pas santai ya saya jawab apa adanya. Tapi kalau pas nggak mood, biasanya saya cuma nyengir sambil mikir, “apaan sik niorang kepo amat!” hehe

Mengapa saya tiba-tiba ingin menuliskan ini? Bukan tiba-tiba. Sudah sejak lama sebenarnya. Tapi baru sempat sharing kali ini. Agar keluarga, teman-teman kantor, teman-teman di dunia persilatan, teman-teman pembaca juga tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik blog saya ini.

Untuk memudahkan bercerita, saya menggunakan konsep postingan interview dengan diri sendiri. Enjoy!

Sebenarnya kamu kerja apa sih Fahmi?

Kadang sulit menjelaskan detail pekerjaan saya di kantor. Karena posisi ini jarang ada di perusahaan lain dan kerjaannya sangat spesifik. Tapi biar gampang, seringkali saya bilang bekerja di bidang Corporate Social Responsibility, meski pada dasarnya pemberdayaan yang kami lakukan tidak murni CSR. Base kantor di Semarang dan diamanahi untuk mengawasi 16 kantor di area Semarang-Kudus. Kadang-kadang ditambah area Tegal. Jadi coverage areanya dari Pantura Jawa Tengah ujung barat sampai ujung timur. Jadi jangan heran kalau saya tiba-tiba udah nongkrong santai di warung kopi lelet Lasem, mendadak nongol di Pekalongan, Jogja, Bogor, Jakarta atau dimana saja tergantung surat penugasan.

Lalu apa yang kamu kerjakan?

Kalau dijawab serius, bidang saya lebih ke public speaking, public relation, partnership, event organizer dan marketing communication. Ciee gaya ya istilahnya. Kayanya keren gitu. Padahal aslinya ya tetep nggak jauh-jauh dari dunia per-babu-an sih haha. Pokoknya semacam team hore-hore lah.

Seru sekaligus capek jiwa raga shayy!

Kok bisa sambil ngeblog? Jalan-jalan terus pula.

Kalau kerja formal kantoran dan ngeblog bisa berjalan beriringan, why mengapa not tidak? Bos di kantor pusat tahu dengan aktifitas saya ini, dan merestui sepanjang tidak mengganggu kewajiban pekerjaan utama kantor. Lagian, kalau pas business trip ke luar kota kan bisa sekalian cari bahan tulisan untuk blog. Entah itu kulinernya, budayanya, wisata religi, wisata belanja, human interest, akomodasi dan bahkan transportasi.

Maka penuhlah hard disk saya ini dengan bahan mentah tulisan yang tak kunjung diolah. #okesip

Oo pantesan ni anak ngilang mulu!

Wahai teman-teman sekantor dari divisi tetangga, maafkan saya kalau kadang ruangan anda jadi terasa hampa tanpa kehadiran hamba. Tiada canda tawa ria bersama. #halah. Sebagai orang lapangan, saya bisa dan diperbolehkan ngantor dimana saja asalkan event, laporan dan tanggung jawab utama saya kepada perusahaan dikerjakan dengan baik.

#hazeg

Pegawai kan jatah cutinya terbatas?

Iya betul. Dalam setahun saya cuma punya sekitar 16 hari jatah cuti bersih, diluar cuti bersama. Jadi jatah cuti yang ada hanya saya optimalkan untuk acara keluarga, persiapan momen lebaran, traveling dengan si Cimil dan menghadiri undangan trip dari klien-klien blog.

Kayanya kamu tidur di hotel terus, jarang pulang ke rumah?

Business trip kantor otomatis tidurnya di hotel. Event kantor seringnya digelar di hotel. Diklat ini itu di hotel. Travel blogger ambil spesialisasi sebagai hotel reviewer, jadi sering dapat undangan review dari teman-teman hotel. Liburan sama keluarga kadang staycation di hotel. Jadi beginilah ritmenya. Kayanya enak ya loncat dari hotel ke hotel. Enak gimana? Capek juga packing-unpackingnya kalau pindah-pindah hotel. Tetap lah paling nyaman tidur di kamar rumah sendiri kok.

Belum lagi kalau pas undangan review, ketahuilah pemirsa bahwa photo session, kumpulin footage, penulisan draft dan editing dan lebih ribet daripada staycationnya. Ini kerja juga lho.

Gimana caranya menjadi hotel reviewer?

Saya tidak serta merta menjadi hotel reviewer. Awalnya karena business trip kantor sering stay di hotel, maka sekaligus jadi bahan tulisan di blog. Review ala-ala saja. Kala itu rasanya belum banyak blogger yang menuliskan hotel review. Lama kelamaan kebablasan. Bahkan tak jarang pihak hotel kemudian mengkontak menyampaikan rasa terima kasihnya karena tak sengaja membaca review dari hasil browsing di google.

Berawal dari situ, maka timbullah ide brilian untuk mengambil kuliah semester pendek 12 SKS dengan spesialisasi hotel reviewer. Dan berkembanglah hingga sekarang. Jadi, blogpost hotel review saya ada yang ditulis dengan sukarela karena suka dengan hotelnya, ada yang atas undangan dari manajemen hotel, ada yang model free alias saya tulis karena memang saya suka & ingin berbagi cerita, kerjasama barter, dan ada pula yang berbayar. Saya berusaha profesional, baik kepada klien maupun kepada pemaca blog. Semua tetap saya tuliskan secara objektif & apa adanya, sesuai dengan pengalaman pribadi ketika stay di hotel tersebut.

Bagaimana membangun network fahmi anhar dot com?

Tidak mudah membangun sebuah brand dengan basic nama diri. Lha aku ki sopo? Artis sinetron bukan, penyanyi juga bukan, public figure apalagi. Saya memulai dari nol, benar-benar dari bawah pada Januari 2011. Baru pada sekitar 1,5 tahun kemudian mendapatkan leverage pada saat memenangkan Nescafe Journey September 2012 dan Skyscanner Indonesia Travel Bloscars Award 2014 yang sekaligus membuka jalan menjalin network di kawasan ASEAN – Australia.

Perlahan tapi pasti, saya berusaha melebarkan sayap hingga sekarang. Tsaah. #Apalah.

Kegiatan lain selain kantor & blog?

Sejak 2013, saya aktif di komunitas Save Sharks Indonesia sebagai Community Manager bersama teman-teman kece pecinta lingkungan. Save Sharks Indonesia diinisiasi dan diketuai oleh ibu suri, teteh Riyanni Djangkaru.

Sudah hampir 3 tahun ini saya diminta menjadi kontributor tetap Majalah Candi, milik Dinparpora Prov Jateng. Ini sebagai salah satu wujud pengabdian saya kepada provinsi Jawa Tengah, tanah kelahiran.

Ketua Bidang 1, Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah. Sebuah komunitas yang berisi para stakeholder pegiat pariwisata Jawa Tengah dari berbagai kalangan seperti influencer, social media, blogger, videographer, duta wisata, hotelier, dll untuk aktif mempromosikan wisata Jawa Tengah dibawah binaan Kementerian Pariwisata.

Bagaimana membagi waktu dengan keluarga?

Disini kuncinya agar semua berjalan beriringan. Saya menerapkan manajemen prioritas. Mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, mana yang bisa dikerjakan kemudian. Mana tawaran yang akan diambil, mana yang ditolak. Mana yang masih relevan dengan prinsip blog saya, mana yang tidak. Kapan bekerja kantoran, kapan ngetrip bersama teman-teman, kapan handle event komunitas ini itu, kapan bisa berkumpul menikmati quality time dengan keluarga.

Teorinya sih mudah, prakteknya yang ujubilah.

Dulu ketika masih single, semua berjalan sesuka hati. Lalu setelah menikah, semua berubah. Makanya maaf kalau weekend kadang slow response. Bukannya nggak mau dihubungi, tapi emang nggak bisa lepas. Si cimil Fariz saat ini beranjak 22 bulan, lagi aktif-aktifnya. Lari sana-sini, numplekin isi toples, manjat teralis jendela, dorong sepeda-sepedaan, dan selalu ingin nyemplung kalau lihat segala bentuk air.

Selama Senin s/d Jumat saya hidup terpisah dengan Fariz dan emaknya. Saya di Semarang, mereka di rumah. Beda kota doang sih, tapi kalau mau dilaju bisa remuk juga ini badan. Baru pada Jumat sore saya mudik pulang ke rumah sehabis ngantor. Quality time bersama keluarga hanya Sabtu-Minggu. Itupun kadang terdistrak kalau ada kondangan, dan acara ini itu. Ntar Senin subuh saya harus segera kembali ke Semarang untuk ngantor.

LAYF.

Maka dari itu, saya selalu berusaha mengatur waktu secara proporsional sebagai orang tua, sebagai kepala keluarga, sebagai karyawan yang baik, travel blogger yang konsisten dan maintenance kolega. Ada waktunya saya diklat kantor, ada waktunya saya traveling bersama klien blog, ada waktunya juga saya traveling hore-hore bersama teman-teman travel blogger, ada jatahnya saya traveling family time dengan si cimil dan keluarga dan ada waktunya juga untuk me time.

Fahmi Anhar Lasem
#KesengsemLasem
Batu Caves Malaysia Cimil
Cimil main ke Batu Caves

Yak! Malah jadi panjang dan melebar kemana-mana ceritanya? Panjang dan baper pula. Sebenarnya saya jarang sekali bercerita tentang kehidupan sehari-hari saya kepada siapapun. Prinsip saya, tidak membawa urusan kantor ke rumah dan tidak membawa urusan rumah ke kantor. Apalagi membawa kehidupan pribadi ke dunia maya… tapi tak apalah, sesekali. Lagian memang begini realitanya.

Traveling mengajarkan saya untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah dianugerahkanNYA kepada kita. Rumput tetangga terkadang memang terlihat lebih hijau. Ada teman-teman yang gajinya lebih besar, jatah cutinya lebih banyak, jabatannya lebih prestigious, bisa traveling keliling dunia, blognya ramai, followersnya banyak, hasil karyanya banyak, pergaulannya lebih luas, terkenal, dll. Namun kita tidak pernah tahu seperti apa kondisi orang tersebut dibalik itu. Bisa jadi dia terlihat bahagia tetapi di dalam relung hati terdalam dia merasa kesepian. Tapi balik lagi ke masing-masing individu bahwa standar kebahagiaan setiap orang itu berbeda. Jadi, mari nikmati apa yang ada. Kalau cuma menuruti ingin kesana kesini, ingin ini itu, tidak akan ada habisnya. Besok di surga bisa ngapain aja kok…

Pengorbanan terbesar saya saat ini adalah harus hidup terpisah 5 hari dalam seminggu dengan seorang anak yang sekarang sedang memasuki masa tumbuh kembang, lagi lucu-lucunya dan dia selalu mencari ayahnya setiap hari. Mungkin terdengar lebay. Tapi kalau kamu sudah pernah bertemu si cimil Fariz, tahu tingkah polahnya dan bagaimana dia mengiba berharap ayahnya selalu berada di sisinya, baru akan tahu mengapa saya sampai menuliskan seperti ini.

Beban terberat saya saat ini adalah ketika harus berpura-pura tersenyum ceria saat video call dengan si kecil padahal pelupuk mata serasa sudah tak kuat lagi menampung air mata.

Tapi ketahuilah nak… ini semua ayah lakukan demi masa depanmu…

Melaka, 20 April 2017

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
77 Responses
  1. Tadi kulihat sekelebatan kupikir kamu punya kitchen set baru… (eh, dasar tukang mebel).
    Rupanya begitulah kehidupan Hiu yak, agak2 beririsan sih. Kalo Indri udah mumet lompat2 mulu hidupnya.

  2. waaaa pagi pagi baca beginian rasanya gimanaa gitu hehehe.
    habis baca ini jadi tau, ternyata Travel Blogger ada spesialisasi Hotel Review ya? apa ada spesialisasi yang lainnya, mas?
    semoga sukses terus untuk mas Fahmi 😀

    1. jadi ada sedikit gambaran kalau kalau besok udah nikah kan bro haha, sukses buatmu ya!

      oiya tentang spesialisasi blogger, itu cuma karanganku aja. nggak ada patokan resminya sih, cuma aku mengklasifikasikan teman-teman blogger dengan beberapa spesialisasi misalnya: photo blogger, family blogger, hotel reviewe, heritage site, festival & culture, human interest, adventure, campuraduk, pembuat sensasi aja, food blogger, dll bahkan ada yang spesialisasi tukang kuburan. Bisa kebaca lah teman-teman blogger yang dikenal masuk ke spesialisasi apa.

  3. Diantara celotehan mu yang panjang ini kak, saya merasakan hal yang sama ketika harus tinggal terpisah dengan anak dan saya malah lebih lama, ditinggal sebulan bru datang lagi bulan berikutnya. Tapi semua ini kan demi anak juga.

    Manajemen mangatur waktumu saya akui kak, patut dicontoh bagi saya Blogger lupa diri setelah menikah, tulisan hanya sampai draft setelah itu Wassalamualaikum alias ditinggal lagi. #kokmalahikutancurhat

    1. Toss kita masbro! senasib kalau pas kerja ninggalin keluarga beratnya ampun dah. Semua apa yang dikerjakan para ayah ini bisa jadi ladang jihad menafkahi keluarga dan jadi orang tua yang amanah ya, aamiin.

    1. saya cuma mencoba mengisi masa muda dengan hal-hal positif saja, daripada besok kalau sudah tua menyesal/penasaran mengapa dulu tidak melakukan ini itu? iya kan? hehe. begitulah kira-kira dasarnya bang

    1. minggu depan boleh lah, sama kak dosen. karena minggu depannya lagi ku akan ngilang dari Semarang lama. kita mau ngopi2 aja ribet amat & jadi wacana doang sejak berabad lalu ya hahaha

    1. kenapa pada fokus cerita tentang kompor & kitcehn set sih! hahaha salah pilih judul kayanya

      anyway alhamdulillah diberi posisi yang relatif fleksibel di kantor. dibanding tetangga divisi lain yang harus utak atik di belakang kubikel atau teman-teman frontliner yang harus service excellence. sementara dinikmatin dulu lah. mari semangat ngeblog!

    1. masak di dapur pun saya gunakan dua tungku untuk bikin 2 masakan sekaligus hahaha. tapi tentang rasa jangan ditanya lah, amburadul hahaha

      salam kenal juga babang, masih di Turkey ini?

  4. Fahmi, aku juga sempet kepikiran nulis beginian. ya kurang lebih isinya sama. cuma tau sendiri, masih sebatas wacana, update postnya jarang jarang 😆 😆 *blohher malas*

    anyway, selamat ulang tahun kak Fahmi. semoga bahagia selalu, makin sukses kariernya, ngeblognya, dan tetap semangat demi si Cimil. 😀 😀

  5. Tak disangka dan tak dinyana… hidupmu penuh dengan jungkir balik kak. Hahaha…jadi inilah rahasia dapur seorang Fahmi Anhar.
    Aku mau belajar manajemen waktu ini kaaakkk…

  6. Gua pikir dari judulnya ada resep masakan krn pakai kata Dapur hahaha ( emang otak kgk jauh dari makanan). Tapi bener itu setuju saya pernyataan diatas, awalnya ngeblog ya sukarela aja. Kalau kebetulan nginep di hotel kece, ya tulis aja kan bisa nambah informasi buat orang, istilahnya bermanfaat.

  7. Wah dapurnya asyik, masakannya banyak bumbunya hahaha, setiap travel blogger punya cerita dibalik dapurnya, ini nih yang paling Pink suka dari cerita kesuksesan orang lain, pengen blogger2 lain juga membuka dapurnya lalu bercerita tentang masakannya dan ngajakin makan di sana #apalah ini, nice post kakak

    1. mari makan rame-rame di rumah fahmi anhar dot com kak pink, ada nasi minyak, pempek kulit, gudeg, rawon, soto betawi, rendang, coto dan beragam masakan khas nusantara lainnya hehe

  8. Alamaaaak dia curhat…
    Jadi gitu ya bang. Pas baca wa ku kau pura2 bark.. tp dalam.hati kau dongkol.. ok.fine! Putus aja kita bang.. putussssssss…

    Btw kita ternyata senasib ya hihi bdanya, abang lebih ganteng aja hahahaha

  9. Indra prasta

    Perjuangan yg berat yah mas fahmi…jauh dari anak istri… Tetep semangat mas… Tapi semua itu tetap pilihan mas…. Kita butuh keluarga kita, tp keluarga kita lebih membutuhkan kita mas…
    Setuju dg pendapat mas fahmi, walaupun rumput tetangga lebih hijau (mungkin pake rumput sintetis kali yak hehhe), kita tetap harus selalu bersyukur kepada Nya…
    Semoga cepet berkumpul sama anak istri mas, dan tempat kerjanya satu kota sama keluarga and travelling nya sukses terus…. #chayogenkpiknik

  10. sampe skr aku masih menganggab temen2ku di bagian CSR kantor, kerjaannya paling asyik :D.. sama kayak kamu, mereka jalaaaaaan trus.. Activity di mana2, bikin proyek kerjasama antara HSBC dan ntah apa lagi… gliran bulan puasa dan natalan, mereka juga yg paling sibuk mengarrange acara2 keagamaan… asyik banget kliatannya :D..

    sayangnya, ampe skr jg aku ga pernah dilepas si bos untuk pindah ke dept asyik2 itu ;p. Hiiih… iri.. 😀

    1. nah kita berada di dunia kerja yang sama, jadi mbak Fanny tahu bagaimana anak-anak CSR hehe. Tapi meski kelihatannya enak jalan-jalan kesana-kemari tapi tetap ada sisi enak-nggak enaknya. Setiap divisi punya plus minusnya, jadi ya mari kta nikmati saja 😀

  11. Aku rasa dari semua kalimat yang dirimu tulis, mungkin kalimat-kalimat di tiga paragraf terakhir yang paling berat. Hayooo ngaku, mbrambang tho pas nulise! … Aku yo rodo-rodo mocone 😀

    Jujur, aku senang sih bisa baca-baca hal yang agak personal macam ini. Di samping tulisanmu yang ya secara genre kita gak jauh-jauh, saling bertukar pengalaman melihat sisi dunia bagian lain dengan kacamata yang berbeda. Dan juga review hotel yang bikin ngiler.

    Memang dibutuhkan, skill dan ‘rem’ yang pas untuk nulis hal-hal macam ini mas. Biar pas!

    Tetap semangaaaaaat …. 🙂

    1. Aku tuliskan postingan ini karena udah gatel pingin mengembalikan konsep ngeblog jaman dulu, sebagai tempat curhat, nulis bebas apa adanya, mengeluarkan ekspresi tanpa tendensi. Kadang lelah juga kan nulis kerjaan terus haha.

      Hidup berjauhan dengan “anak ayah” itu berat. Si Cimil tipikal apa-apa ayah, semua-mua ayah, maunya nempel sama ayah. Ibunya cuma laku kalau pas mandi & mau tidur aja haha. Dengerin voice note suara innocent yang manggil-manggil ayaaaaaah, ekspresi ceria ketika video call lihat wajah ayahnya lalu dia nyerocos bahasa planet entah cerita tentang apa ke ayahnya yang hanya nampak di layar gawai…. berat…

  12. Berasaaaaaa berasa banget perjuangannya. Namanya juga punya banyak kegiatan, ujung ujungnya kudu nentuin skala prioritas banget. Bagian ini nih yang masih sulit buatku mas.
    Semangat selalu buat mas Fahmi.

  13. YUDI

    Tulisannya keren dan inspiratif Mas Fahmi. gaya bahasa dan penulisannya asik. serasa ikut merasakan setiap perjalanannya. saya baru mampir di blog ini sekitar 2 mingguan yang lalu entah gimana awalnya, tapi langsung betah. saya cuma blog reader sejati khususnya travel blog, tidak jago nulis karena tidak punya banyak pengalaman untuk ditulis. sehari-hari jadi jongos yg berkutat dengan Debit Kredit saja dikantor dan tidak (belum) punya banyak kesempatan untuk traveling karena terkendala waktu dan budget juga kali yakkk hehe.
    sukses terus mas. tetap sehat, tetap jalan2 dan tetap berbagi pengalamannya melalui blog ini. Salam!
    #Subscribed

    1. Hi Mas Yudi. salam kenal. sama kok, saya juga cuma jongos di kantor. traveling pun nunggu jatah cuti di approve haha. Masih belajar tentang manajemen waktu nih.

      Anyway terima kasih doanya, aamiin. Sukses juga buat mas Yudi 😀

  14. Kayaknya pertama kali komentar di blog kak fahmi. Atau sudah pernah ya sebelumnya. Lupa juga.
    Tadi abis baca postingan sejarah di bengkulu, terus tertarik untuk baca yg lainnya. Terus ngeliat ini sekelibat, pas diklik niatnya baca 1 paragraf malah jadi keterusan. Awalnya ku kira ka fahmi memang review kitchen set. Ternyata bukan. Btw, ada yg ketinggalan huruf tuh kak, tapi aku lupa di paragraf berapa.
    Untuk review hotel aku setuju sama ka fahmi. Awalnya bena juga gitu, tapi malah jadi bablas dan dapet tawaran terus alhamdulillah. Kemudian untuk kerjaan, aku pernah ada di posisi ka fahmi, cuma waktu itu aku kerja di perusahaan swasta dan masih belia gitu sambil kuliah lagi. Tapi setelah selesai kuliah memutuskan utk berhenti dari perusahaan itu dan berniat untuk…. (Rahasia) 😂😂😂😂. Kerja di kantor tapi kayak nggak di kantor emang serunya di sana plus capekmya juga lebih terasa. Hihi.
    Udah ah. Jadi kepanjangan ceritanya.

    1. kayanya baru kali ini Bena mampir dimari deh. hahaha yakali tiba-tiba ngereivew kitchen set, gada hubungannya sama kelayapan. ternyata mirip-mirip ya cerita kita, kerja kantoran yang nggak harus nongkrong di lkubikel seharian. sekarang mari kita nikmati saja apa yang ada, nikmati proses kehidupan ini. semangat berkarya benaaaa!

Leave a Reply