Catatan Buruh Migran – Vlog Selalu Ada Drama di Bandara

Part 4

Hari itu, akhirnya saya merasakan bagaimana beratnya menjadi seorang buruh migran. Perjalanan ini barulah permulaan. Harus rela meninggalkan keluarga, demi menafkahi mereka. Harus melepas pelukan erat seorang anak kecil yang sedang lucu-lucunya dan mendamba ayahnya agar selalu disampingnya. Meninggalkan segala kenyamanan.

But yeah, all progress takes place outside the comfort zone, right?

Bersambung Part 5 – Catatan Buruh Migran: Vlog Seminggu Pertama Kerja Di Dubai

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
14 Responses
    1. Aamiin, makasih doanya mbak Evi. Semoga beneran si kecil dan emaknya bisa segera nyusul kesini, meski entah bisa dapat visit visa aja atu dapat resident buat mereka hehe.

      Dubai keren sih, tapi lama-lama ngebosenin juga karena serba teratur disini hihi.

  1. Fahmi, alhamdulillah ini namanya pengorbanan. Pengorbanan sang ayah/sang suami untuk keluarganya. InsyaAllah akan dipermudahkan segalanya.

    Can’t wait for future parts!!

    1. Alhamdulillah, semoga pengorbanan ini bisa juga masuk nilai jihad untuk keluarga ya Khai.

      Jadi teringat belum sempat host kau & MIra di Indonesia, aku sudah terlanjur ke Dubai. Someday kalau aku balik kampung, jom lah main. Atau aku main ke KL lagi hahaha

Leave a Reply