Catatan Buruh Migran – The Interview

I don’t know where to start, karena rasanya, semua ini terjadi begitu cepat.

Meskipun begitu, pasti ada proses yang sudah terlewati…

Akhir-akhir ini seringkali saya mendapatkan pertanyaan dari teman-teman, mengapa saya jadi jarang update blog. Jarang pula update social media?

Jawabannya akan ada di serial postingan “Catatan Buruh Migran”.

Notifikasi Email

Jadi ceritanya, siang itu saya sedang asyik menyelesaikan laporan perjalanan dinas dan monthly report di kubikel kantor. Gawai berbunyi, tanda sebuah notifikasi email baru masuk ke inbox. Tidak terlalu saya hiraukan. Ahh, palingan juga email dari klien blog berupa press release, undangan famtrip, penawaran kerjasama ataupun jawaban atas tagihan invoice yang tak kunjung cair. #Eaaa.

Standar lah isi inboxnya blogger. Gitu-gitu aja.

Selang beberapa menit kemudian, setelah menyelesaikan laporan kantor, barulah saya buka inbox dan ternyata isinya diluar dugaan.

Sebuah email singkat berisi undangan interview dari sebuah perusahaan di Dubai, Uni Emirat Arab!

Dear Fahmi,

Thank you for your application. We invite you to do more details interview with our Manager and HR Coordinator to discuss further about the positions and your professional experience blablabla.

Thanks for your interest.

Jantung saya berdegup kencang!

Beneran nggak nih? Jangan-jangan spam lagi. Tapi kok signature nya resmi?!

Dan setelah saya ingat-ingat, rasanya memang pernah iseng mengirimkan CV ke perusahaan ini. Meski entah kapan tepatnya karena sudah sekian lama. Saya pun memang tidak berharap banyak ketika apply posisi itu, karena ya sadar diri dengan kemampuan lah.

Lagian, terus terang saja. Saya sudah pernah mencoba apply beberapa perusahaan besar seperti Emirates Airlines, Etihad Airlines, Jumeirah Group, St Regis, dan beberapa perusahaan lain, namun masih belum ada respon positif. Makanya saya juga woles aja, wong kerjaan disini masih berjalan seperti biasanya.

Baru pada sore harinya saya reply email tersebut. Mengucpkan terima kasih dan kesediaan mengikuti interview pada waktu yang sudah mereka tentukan.

Persiapan Interview

Karena belum pengalaman sebelumnya, jadi ya nggak punya gambaran bagaimana interview kerjaan dengan perusahaan luar negeri. Via Skype pula. Mana koneksi internet di daerah saya kaya ingusnya Crayon Sinchan yang naik turun naik turun naik turun dari rongga hidung yekan.

Dengan kemampuan bahasa Inggris ala-ala yang bernuansa medok Jawa, dicampur skill penguasaan bahasa tarzan, saya jalani interview ini. Bismillah!

Ketika tersambung, muncullah wajah mbak-mbak tipikal timur tengah gitu di layar hp.

Saya cuma senyum meringis, dan berusaha untuk tidak gagal fokus.

Dandan pakai jas rapi, berdasi, harum mewangi, saya dihajar pertanyaan-pertanyaan ajaib secara bertubi-tubi. Seperti misalnya, kalau kamu keterima, apa saja kontribusi yang akan diberikan. Lalu bagaimana dengan keluarga dll dst. Ya nggak ajaib-ajaib banget sih, tipikal pertanyaan logis. Tapi saya yang wong ndeso ini kan harus mikir 2 kali. Mikir jawabannya apa, kemudian menyusun statementnya dalam bahasa Inggris.

Sekitar 40 menit wawancara ini berlangsung.

“Thanks for your time, Fahmi. Nice to meet you.”

Itulah kalimat penutup dari mereka.

Dan saya pun jatuh pingsan karena senam jantung. Kayanya masih lebih serem momen ini daripada ketika diinterview camer jaman dulu hahaha.

Hari-hari penantian hasil interview pun terasa begitu lama…

 

13 Comments
  1. December 3, 2017
    • December 3, 2017
  2. December 4, 2017
    • December 5, 2017
  3. December 4, 2017
    • December 5, 2017
      • December 6, 2017
  4. December 4, 2017
    • December 5, 2017
  5. December 5, 2017
  6. December 7, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*