Ingin Mendapatkan Banyak Cap Paspor Dalam Sehari? Lewati Rute Ini!

Motivasi traveling setiap orang berbeda-beda. Tergantung pada kepribadian, tujuan, waktu perjalanan, budget dan masih banyak aspek lain yang mempengaruhinya. Ada yang ingin sekedar refreshing, ekplorasi tempat baru, mencari jati diri, melihat festival, wisata kuliner, dll.

Seperti perjalanan yang saya lakukan pada Mei 2014 silam. Sudah sangat udzur untuk diceritakan memang. Tapi it’s ok lah, informasinya bersifat timeless, jadi masih relevan untuk diceritakan. Rute perjalanan ini menjadi salah satu yang paling berkesan dalam episode pelarian-pelarian saya dari kubikel kantor yang sempit. Tujuan traveling kala itu cuma satu, keluar sejenak dari rutinitas sehari-hari.

Pada awalnya, saya cuma iseng survey harga tiket pesawat untuk cuti yang akan saya ambil bulan depan. Tapi karena tergoda mendapatkan harga tiket pesawat murah, maka langsung khilaf lah jari jemari ini. Saya baru tersadar kalau sudah issued tiket rute Jogjakarta – Kuala Lumpur – Brunei Darussalam – Kota Kinabalu – Johor Bahru – Singapura – Jogjakarta yang harus saya tempuh marathon hanya dalam 5 hari 4 malam haha.

Agak konyol sih ya, lima hari empat malam untuk terbang dari pulau Jawa menuju semenanjung Malaysia, lanjut ke timur di pesisir utara Kalimantan, kemudian terbang ke ujung selatan semenanjung Malaysia lagi dan kembali ke pulau Jawa. Setelah dipikir, akan capek juga kalau harus menempuh perjalanan ribuan mil ini dalam waktu cukup singkat. Tapi kalau nggak dijalani, sayang tiketnya akan hangus. Bermodal restu cuti dari kantor dan beberapa lembar uang Ringgit di dompet, akhirnya saya nekad berangkat. Diniatin aja flashpacking.

Perjalanan diwarnai dengan drama ketika harus bangun jam 3 pagi dari hotel, lari-larian di lorong KL Sentral untuk mengejar Sky Bus pertama menuju KLIA2, antri panjang di imigrasi dan hampir ketinggalan pesawat ke Brunei pagi itu.

Brunei Kota Kinabalu

Tapi yang lebih seru adalah ketika perjalanan darat menggunakan bus dari Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam ke Kota Kinabalu. Awalnya saya memilih jalur laut menggunakan speed boat karena waktu tempuh yang relatif lebih cepat. Namun pagi itu berubah pikiran untuk mencoba jalur darat menggunakan bus agar bisa tidur sepanjang perjalanan.

Bus berangkat dari pusat bandar pukul 8 pagi. Hanya ada 5 penumpang yang naik dari sini. Senang dong karena berasa bus pribadi. Bisa selonjoran dan guling-gulingan sesuka hati. Namun impian untuk tidur nyenyak selama 8 jam kedepan mendadak sirna karena ternyata penumpang harus naik turun naik turun naik turun syantik berrrkali-kali untuk pemeriksaan pos perbatasan antar negara hahaha. Seru sih, tapi jadi nggak bisa full istirahat. Baru merem sebentar, udah harus turun cap paspor lagi.

Berikut 8 border yang harus dilewati:

  • Brunei International Airport

Setelah di imigrasi Jogja, masuk Malaysia dan keluar lagi dari Malaysia, cap paspor selanjutnya saya dapatkan disini. Petugas imigrasi Brunei ramah-ramah.

  • Kuala Lurah, Brunei Darussalam

Sekitar 30 menit bus melaju dari Bandar Seri Begawan, kita akan sampai di pos perbatasan Kuala Lurah untuk keluar dari Brunei. Cap paspor lagi disini.

Bus Dari Brunei ke Kota Kinabalu

  • Tedungan, Malaysia

Maju sedikit, kita sampai di pos pemeriksaan imigrasi Tedungan yang masuk ke wilayah Malaysia. Setelah itu bus menuju kota Limbang untuk mengambil penumpang.

  • Pandaruan, Malaysia

Bus berhenti lagi di pos ini untuk pemeriksaan pos imigrasi keluar dari wilayah Malaysia.

Imigrasi Limbang Malaysia

  • Ujung Jalan, Brunei Darussalam

Brunei Darussalam terpisah menjadi dua bagian, yaitu Brunei Muara dan Temburong. Nah pos imigrasi Ujung Jalan ini adalah pintu masuk ke wilayah Temburong.

Imigrasi Ujung Jalan Temburong Brunei

Melewati Temburong Brunei Darussalam

  • Labu, Brunei Darussalam

Wilayah Temburong ini relatif kecil, sepi, bersih dan sejuk karena dikeliingi hutan hujan topis yang masih terjaga. Sepanjang perjalanan melintasi kota ini yang terlihat hanya hijau dan hijau. Pucuk-pucuk meranti yang berderet di perbukitan seperti memayungi Temburong. Nah di pos imigrasi Labu kita kembali turun dari bus untuk pemeriksaan paspor.

  • Mengkalap, Malaysia

Bus akan kembali masuk wilayah Serawak, Malaysia selepas dari Temburong, Brunei. Dapat cap paspor lagi disini. Di tengah perjalanan bus akan berhenti di kota Lawas untuk istirahat selama 1 jam. Kita bisa makan siang, sholat dan ke kamar kecil disini.

Jesselton Bus Dari Kota Kinabalu ke Brunei

  • Merapok, Malaysia

“Bila nak balik Indo?” kata petugas imigrasi disini. Saya yang belum ngeh dengan konteks penggunaan kata “bila” di Malaysia cuma bisa angguk2 bloon.

“Bila nak balik ha? When will you go back to Indonesia?” tanya si ibu imigrasi mulai judes.

Ooo artinya kapan kamu akan pulang ke Indonesia? Haha yamaap. Kagak ngarti gue tong! Beda penggunaan kata bila disini dan di rumah. Lalu saya jelaskan akan pulang ke Indonesia via Kota Kinabalu tapi mampir ke Johor Bahru dan Singapura dulu. Si ibu cuma mengernyitkan dahi. Tapi kayanya dia nggak mau ambil pusing, lalu dicaplah paspor saya haha.

Pos Imigrasi Sabah Serawak

  • Sindumin, Malaysia

Yang unik dari pos imigrasi ini adalah, letaknya hanya 3 meter dari pos imigrasi Merapok. Jadi tinggal jalan kaki doang. Lepas dari wilayah Sarawak kemudian masuk ke wilayah Sabah. Ngono. Dari Sindumin perjalanan menuju Kota Kinabalu masih ditempuh sekitar 2,5 jam lagi. Dalam perjalanan ini barulah saya bisa beristirahat dengan tenang. Bus akan berhenti di depan gedung Mahkamah Kota Kinabalu. Spot ini berada di pusat kota. Tinggal jalan kaki kemana saja dekat. Banyak hotel dan hostel murah di sekitarnya. Mau ke Jalan Gaya yang terkenal itu juga tinggal ngesot. Mau kulineran Yee Fung Laksa yang maknyuss itu juga gampang. Mau sunsetan di pinggir dermaga Kota Kinabalu sambil pesta seafood juga boleh. Suka-suka situ deh.

Mahkamah Kota Kinabalu

Mahkamah Kota Kinabalu

Cap Paspor Brunei Darussalam

Total 9 cap paspor yang saya dapatkan dalam sehari. Gokil ya perjalanannya. Next time ingin kembali melewati rute ini lagi, tapi lebih menikmati suasana. Ingin stay lebih lama di Bandar Seri Begawan. Ingin mencoba bermalam di Temburong, staycation di Ulu Ulu Resort sambil wisata adventure disana dan masih banyak lagi. Ada yang sudah pernah melewati rute ini atau sebaliknya? Seru kan? Jadi kalau kamu memang ingin mendapatkan banyak cap paspor dalam sehari, lewati saja rute Ini.

Tapi saya punya ide lain. Jika memang ingin mendapatkan cap paspor lebih banyak lagi sekaligus eksplorasi pesisir utara pulau Kalimantan, bisa memulai perjalanan darat dari Pontianak sampai Kota Kinabalu melewati Kuching, Sibu, Bintulu, Miri, dll. Ada kok bus Damri lintas negara dari Pontianak sampai Bandar Seri Begawan. Kalau tidak salah info, perjalanan membutuhkan waktu 26 jam. Jadi siap-siap aja pantat tepos haha. Setelah sampai KK, lanjut ke ujung pulau Borneo di Simpang Mengayau, Kota Kudat. Keren lah!

Happy traveling!

===================================

Baca juga info pendukung lainnya:

Fakta Menarik Brunei Darussalam – klik

Bus Dari Brunei Darussalam ke Kota Kinabalu – klik

Royal Brunei Airlines – klik

Rekomendasi Hotel & Penginapan di Brunei – klik

Rekomendasi Kuliner di Brunei – klik

Rekomendasi Kuliner di Kota Kinabalu – klik

 

41 Comments
  1. February 28, 2017
    • February 28, 2017
  2. February 28, 2017
    • March 1, 2017
  3. March 1, 2017
    • March 1, 2017
  4. March 1, 2017
  5. March 1, 2017
    • March 1, 2017
  6. March 1, 2017
    • March 1, 2017
  7. March 1, 2017
    • March 2, 2017
  8. March 1, 2017
    • March 2, 2017
  9. March 2, 2017
    • March 2, 2017
  10. March 2, 2017
    • March 2, 2017
  11. March 2, 2017
    • March 2, 2017
  12. March 2, 2017
    • March 2, 2017
  13. March 2, 2017
    • March 8, 2017
  14. March 2, 2017
    • March 2, 2017
  15. March 3, 2017
    • March 7, 2017
  16. March 6, 2017
    • March 6, 2017
  17. March 8, 2017
    • March 8, 2017
  18. April 8, 2017
    • April 11, 2017
  19. April 9, 2017
  20. April 24, 2017
    • April 24, 2017
  21. September 4, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*